Derita Dalam Cinta

Derita Dalam Cinta
Teman Rina Yang Baru


__ADS_3

"Luka yang kesekian kalinya, aku lebih baik pergi dan menghilang dari hidup mereka, tak ada yang harus aku pertahankan. Mungkin ini jalan yang harus aku terima supaya aku tidak akan kembali ke keluarga Pak Dewa, tapi bagaimana dengan pernikahan yang sudah di lakukan? Apa itu hanya sandiwara Flander?"


Rina menyimpan luka yang sangat perih dihatinya, berusaha selalu sabar dan tetap kuat karena mungkin ada rencana lain untuk hidupnya.


Isak tangis hanya membuatnya menderita.


Rina memilih untuk pergi dari rumah nenek dan akan ada tempat yang lebih jauh dari itu.


Rina sama sekali tak mau melihat Flander lagi.


"Nek, aku pamit ya"


" Ada apa lagi nak? apa yang terjadi?


Ayo beritahu nenek! "


"Aku bertemu Flander sama tunangannya"


"Mereka ada dimana?"


" Aku membeli jamur itu nek ternyata itu juga kesukaan tunangannya, dan tidak sengaja mengambilnya bersamaan dengan ku. Flander sangat kaget melihat aku"


Rina menceritakan semua kejadian di pasar dengan nenek.


"Nak, kamu sedih? memang kamu harus menangis karena itu cinta mu, kalau bukan cinta Mu tidak mungkin kamu mengeluarkan air mata sebanyak itu. "


Nenek menguatkan Rina.


" Apakah cinta harus menderita seperti ini Nek?"


"Cinta harus berkorban, mungkin bukan hanya kamu saja Flander juga merasakan seperti yang kamu rasakan"


"Ia bahagia Nek, Flander tidak akan merasakan seperti yang aku rasakan, Flander tidak di posisiku nek"


"Mungkin saja, itu semua Ia lakukan dengan terpaksa, Kamu yang sabar Nak, semua ada jalannya".


Rina harus mendengar perkataan nenek karena Nenek, dirinya menjadi kuat tidak selemah yang kemarin.


meski banyak luka Ia tetap menjalani hidup dengan semangat.


" Ayo nak kita makan ya?"


"Ia nek"


"jangan bersedih berkepanjangan! yang terjadi kemarin cukup kemarin jangan dilanjutkan hari ini karena kita harus menyambut hari yang baru dengan semangat yang baru juga rezeki yang baru"


" Terimakasih Nenek"


"Sama sama nak"


Keduanya makan dengan lahap dengan penuh kebahagiaan, Rina menuruti semua yang nenek katakan.


Rina menjadi seorang yang kuat dan sabar. Rutinitas pun dilakukan seperti biasanya.


Sepanjang perjalanan menuju ladang, Rina bertemu dengan seorang laki laki yang sedang menunggak kudanya, laki laki itu sepertinya tidak asing.


"Hei," sapa Laki laki itu yang seakan sangat mengenalnya.


" Hai" balas Rina dengan sangat pelan sambil mengingat siapa laki laki itu, dan dimana Ia pernah melihatnya.


"Di mana rumah mu cantik?"


" Di sana" Rina menunjukan ke arah rumahnya yang Ia tinggal.


"Apa yang terjadi dengan Mu semalam?"


Rina mengingat kembali ternyata laki laki itu pernah berdansa dengannya waktu di acara perusahan malam itu.


" Oh ya, kamu yang semalam? maaf, aku sedang tidak sadar malam itu, tapi aku mengingat wajah Mu"

__ADS_1


"Kamu kelihatan terlalu banyak minum."


" bagaimana kamu bisa ada di sana? "


"Aku di undang Flander, kami temanan"


"Oh ya," jawab Rina gugup


Laki laki itu ternyata teman baik Flander waktu sekolah, Flander malam itu tidak melihat wajah nya, jika Flander melihat nya pasti mengenal temannya itu.


"Oh ya, saya Roy"


" Rina"jawab Rina


"Bagaimana kamu juga bisa ada di sana malam itu? "


"Aku juga teman nya Flander" jawab Rina


"Aku tidak mungkin mengakui kalau aku istrinya Flander, sekarang aku tak bersamanya. Flander juga tidak menganggap aku dan mungkin Ia sudah lupa dan tidak mengingat aku lagi" pikir Rina dalam hati.


"Apa yang terjadi dengan Mu malam itu?"


" Oh ya, tidak apa apa itu cuman salah paham saja"


" Kelihatan kamu sangat akrab dan aku rasa bukan hanya sekedar temanan"


"Ah, tidak, aku bukan siapa siapa Flander."


" Oh ya sudah"


Laki laki itu tidak percaya dan Ia yakin kalau Rina dan Flander tidak hanya sekedar teman, Laki laki itu tidak mau mengganggu perasaan Rina.


"By the way, kapan aku bisa bertemu kamu lagi?"


"Mungkin kamu banyak pekerjaan, kelihatan kamu sibuk"


"Aku tidak banyak pekerjaan dan pekerjaan aku disini mungkin aku bisa bertemu setiap hari dengan Mu. "


"Aku bisa ke rumah mu?"


" Boleh, beritahu aku jika kamu akan ke sana"


"Ia, sampai ketemu lagi ya,"


" Bae... "


Sepertinya Laki laki itu bukan orang biasa, dan Ia juga orang baik baik. Rina senang bisa mengenalnya.


Setibanya di Rumah, Rina menceritakan semua kejadian dengan Nenek.


"Nek, kelihatan laki laki itu orang baik Nek, bicaranya sangat sopan dan tidak sombong, aku senang mengenalnya"


"Kamu suka dengan nya?"


" Ya ampun Nek Aku sudah bersuami"


"Nenek kira kamu menyukainya, beritahu, sekali sekali bisa main di rumah! "


" Boleh Nek?"


"Mengapa tidak? bukan kamu butuh teman?"


" Baiklah Nek, "


" Nenek hanya ingin tahu kalau kamu mengatakan dia orang baik baik"


Bunyi Bel di rumah nenek berbunyi, sepertinya ada tamu yang datang.


Nenek keluar Rumah dan dilihatnya pemuda tampan

__ADS_1


"Apa itu teman Rina yang Ia cerita kemarin ya? Dia sangat tampan, cocok sama si Rina" pikir Nenek


"Nenek, " Sapa Anak muda itu


"Ia nak, cari siapa?"


" Ini rumah Rina ya nek?"


" Benar nak, Mari masuk! "


Nenek mempersilahkan Pemuda itu masuk dan duduk.


Nenek menyiapkan minuman dan berbagai macam menu makan lokal untuk makan bersama pemuda itu.


"Nek, Rina tidak kelihatan dimana dia?"


" Sebentar lagi Rina pulang nak, Dia sedang ke pasar. "


"Oh ya, maaf Nek aku merepotkan"


sambil meneguhkan secangkir minuman, anak muda itu bertanya tentang Rina kepada nenek.


Laki laki itu diam sejenak mendengar cerita nenek dan Ia sangat sedih bagaimana Flander bisa melakukan itu semua kepada Rina.


"Nenek..." panggil Rina dengan senang


"Akhirnya kamu datang, ada yang menunggu mu"


" Siapa nek? "


"Teman kamu nak"


"Jangan jangan Roy " teman yang Ia ceritakan kepada Nenek


"Hay, aku tidak percaya kalau kamu bisa ada disini. "


"Rina, aku sudah lama menunggu mu"


" Maaf ya, habisnya kamu tidak memberi tahu aku kalau kamu akan kesini."


"Bagaimana aku memberitahu Mu, aku melihat Mu di sepanjang perjalanan ke ladang tapi tak menemui mu"


"Maaf aku beberapa hari ini tidak ke ke sana"


"Nenek Mu sangat baik, Ia mempersilakan aku masuk meski belum mengenal aku dan membuat aku minum"


"Nenek ku memang begitu, Ia baik dengan siapa saja."


Kelihatan keduanya sangat akrab, nenek membiarkan mereka sendirian, mendukung mereka. Nenek sangat bahagia ketika melihat Rina sebahagia itu.


Rina ke belakang membiarkan Roy sendirian di ruang tamu. Rina kaget dilihatnya nenek sudah menyiapkan berbagai menu makan di atas meja.


"Nek, ko repot repot aku kan bisa melakukan ini semua, nenek sudah tua, jangan membuat nenek capek."


" Nak, itu hal biasa, nenek lakukan semuanya untuk mu"


"Lain kali jangan seperti ini ya Nek" Rina tidak mau membuat nenek capek.


Makanan yang di masak nenek sangat enak, yang membuat Roy sangat lahap.


Roy tidak pernah makan sebanyak itu, Ia senang dengan masakan itu.


" Rina, bagaimana masakan ini enak sekali, aku tak pernah makan makanan seperti ini"


"Bertanyalah kepada Nenek, yang memasaknya?


"Tidak, itu masakan Rina, bagaimana aku bisa masak secepat itu? aku sudah Tua"


" Terimakasih Rina, Aku suka masakan Mu, semoga aku bisa makan makanan ini lagi."

__ADS_1


Sepertinya Roy akan berkunjung ke Rumah itu lagi.


Nenek dan Rina menyambutnya dengan sangat baik dan senang.


__ADS_2