Derita Dalam Cinta

Derita Dalam Cinta
Episode 47


__ADS_3

Sampai kapanpun Flander tak akan pernah tahu betapa hancurnya hati aku. Aku berusaha untuk selalu jadi yang terbaik tetapi tidak juga dianggap sampai detik ini. Rina bicara sendirian dengan rasa sedih.


Menunggu Flander yang tak kunjung datang. Pak Dewa menanyakan Flander berulang-ulang yang membuat Rina merasa tidak tenang. Sudah di beritahu kalau Flander tak menjawab telepon tapi masi di paksa juga.


"Kamu yang selama ini ada bersamanya, bagaimana menurut Mu keadaan Perusahan saat aku tidak ada di sana? " Pak Dewa menanyakan itu kepada Rina.


"Maaf Pak, keadaan perusahan yang aku lihat baik-baik saja. Tetapi perkembangan perusahan sejauh ini aku tidak tahu Pak, " Jawab Rina.


"Bukan kah kamu Istrinya Flander? " tanya Pak Dewa yang memukul perasaan Rina.


"Benar Pak, aku memang istrinya Flander tetapi Flander tidak pernah memberitahu aku bagaimana perkembangan perusahan" jawab Rina.


"Karena Flander sadar, kalau ternyata Istrinya kurang mampu " Sambung si Ibu mertua yang sedang duduk bersebelahan dengan Pak Dewa.

__ADS_1


Rina dengan gugup, wajahnya merah dan sangat pucat. Beberapa kali cibiran yang di dengarnya di ucap dengan tampah beban yang terusan keluar dari mulut orang-orang yang sangat jahat. Kedua mertuanya semakin membaik. Ibu Rita yang bicaranya kurang jelas kini sudah sembuh. Tinggal kakinya sebelah kiri yang sulit di gerakan dan masih terasa sakit.


Pak Dewa yang sekarang sedang dalam perawatan untuk mencegah kolesterol. Makan minum semuanya di atur oleh Dokter spesialis penyakit dalam. Kaki kananya yang tidak bisa gerak dan kini sudah bisa gerak lagi.


"Aku sudah menduga kalau kamu tidak akan bisa mengurus perusahan dan kamu memang tidak cocok dalam hal semacam itu, " Cibiran Ibu Rita yang sangat pedas.


Rina hanya bisa diam. Rina tak mungkin membantah karena mengingat mertuanya barusan sembuh dari sakit, jadi mereka semua harus bersikap lembut tidak ada yang kasar lagi dengan kedua mertuanya itu, apalagi membentak.


"Ibu, jangan berbicara seperti itu, " kata Rina yang merasa sedih ketika dirinya di cibir.


"Jangan bohong! nyatanya kamu bahagia kok, ketika kami semua dalam keadaan sakit seperti ini" kata Ibu Rita lagi.


"Ibu, aku juga turut berusaha keras selama beberapa bulan ini sejak Bapak dan Ibu sakit. Aku juga tidak ingin kalau perusahan jadi kacau. " ucap Rina.

__ADS_1


"Ia, makanya kami ingin melihat laporan beberapa bulan ini. Seberapa kerja keras Mu" kata Ibu Rita.


Rina sangat kesal dengan sikap sombong Mertuanya. Untung saja mertua kalau yang lain mungkin saja mulutnya sudah aku tampar. Pikir Rina.


Terdengar suara tangisan Baby Carles, Rina meminta ijin untuk pergi menemani anaknya. Tetapi tidak di ijin Ibu Rita.


"Kan sudah ada pengasuhnya, kamu saja yang membuat diri Mu kerepotan" Ucap Ibu Rita.


Dilihat dari caranya, Ibu Rita tidak merestui anaknya Flander dengan Rina. Tetapi apalah daya jika Flander sudah memiliki buah hati dengan Rina. Ia mungkin hanya membenci Rina dan tidak mungkin memisahkan cinta mereka berdua Flander Dan Rina.


"Pak, hubungi sekretaris perusahan biar Dia saja yang melapor, aku sudah terlalu lama menunggu Flander. Kemana Ia Pergi? "


Pak Dewa pun perintahkan seseorang untuk segera menghubungi Ibu Sekretaris agar menemuinya sekarang juga.

__ADS_1


__ADS_2