Derita Dalam Cinta

Derita Dalam Cinta
Flander membawa Bayinya pulang


__ADS_3

Saatnya Flander membereskan semua pakaian dan peralatan yang akan di bawa pulang ke rumah.


Rina yang masih duduk merenung hanya menatap mengikuti pergerakan Flander.


"Mas, kamu yakin?" tanya Rina tak percaya


"Apa maksud kamu?"


"Bagaimana jika orang tua Mu tak menerima kita di sana? "


"Dan aku tak akan membiarkan itu terjadi" jawab Flander serius.


"Ayo! kita pergi sekarang! "


"Flander, kita harus bertemu nenek"


Flander lupa kalau mereka harus berpamitan dengan nenek.


Nenek sedang pulang menjenguk anaknya di sebelah desa, dan mungkin nenek akan tinggal lama di sana.


"Bagaimana caranya Mas? kita harus bertemu nenek"


Flander bingung, tapi Ia juga harus berterimakasih kepada nenek karena selama ini nenek sudah menjaga Rina dengan baik.


"Kita akan pergi bertemu nenek di sana"


"Baiklah"


Flander dan Rina dengan buru buru bertemu nenek, mereka ingin berpamitan dan mengucapkan terimakasih.


"Nak Flander sama nak Rina? " Nenek melihatnya kaget


Flander dan Rina turun dari mobil menuju ke arah rumah nenek berada.

__ADS_1


"Nek, " sapa Flander


"Nak, ada apa? "


"Nek, kami akan pulang dan kami kesini ingin berpamitan sama nenek"


"Kalian akan pulang? apa tidak bertemu nenek lagi? "


"Nanti kalau ada waktu kami berkunjung ke rumah nenek lagi"


Mereka berpamitan sambil pelukan antara satu dengan yang lain.


Nenek sedih ketika melihat si bayi mungil yang tampan.


Mobil melaju dengan cepat meninggalkan nenek.


Di dalam mobil Flander dan Rina saling memandang dengan tatapan yang sama.


Rina masih dalam ketakutan karena Ia akan kembali ke rumah yang di anggap nya neraka.


"Mas, aku takut"


"Kamu ingin tinggal di sana kan? "


Rina tak menjawab dan hanya diam saja.


"Takut Ayah dan Ibu? " Flander kembali bertanya.


Rina sangat trauma dengan kejadian kemarin saat Ia masih tinggal di rumah bersama Ibu mertua.


Rina berharap semuanya akan baik baik saja.


"Flander, apa mereka sama sekali tak mengetahui kalau bayi kita sudah datang? "

__ADS_1


"Aku hanya memberitahu Ibu" jawab Flander


"Bagaimana? Ibu Mu pasti tak suka kan?"


Flander diam tak menjawab.


"Mas, " panggil Rina


"Ibu struk ketika mendengar itu"


"Apa? bukankah kedatangan kita membuat keadaan di sana makin kacau? " tanya Rina kecewa


"Aku tidak peduli" kata Flander dengan tegas


Rina menatap Flander dengan rasa cemas, sepertinya kedatangan mereka akan membawa mala petaka bagi keluarga dan orang seisi rumah.


Tetapi, Rina harus kuat karena Ia tak datang sendirian, ada malaikat kecil yang sedang bersamanya.


Perbincangan terus berjalan, tibalah mereka di tempat tujuan.


Flander dengan berani menggendong bayinya, membawa masuk ke dalam pintu rumah.


Semua orang terpanah melihat kedatangan mereka.


Orang yang ada di situ tak percaya jika bayi itu adalah buah hati Flander dengan Rina.


Hal itu tidak membuat Flander takut, Ia berani menunjukan kalau Ia adalah seorang Ayah di hadapan semua orang yang ada disitu.


Pak Dewa yang mendengar hal itu, berhenti berbicara dan mulutnya gemetaran, ingin mengungkapkan sesuatu tapi Ia tak mampu lagi berbicara.


Ibu Rita yang sedang berbaring, ingin sekali bangun dan menampar Flander dan Rina.


Pak Dewa kembali ke kamar, dan menyuruh pelayan untuk membawa bayi itu ke dalam.

__ADS_1


Rina yang masih dengan ketakutan tak ingin masuk.


Flander menarik tangan Rina menuju pintu masuk dan bertemu dengan Ibu Rita yang sedang berbaring total di tempat tidur.


__ADS_2