Derita Dalam Cinta

Derita Dalam Cinta
Tiba Di Rumah


__ADS_3

"Siapa yang mengajarkan Mu menjadi anak yang tak waras seperti ini!" bentak Pak Dewa dengan keras.


"Ayah, aku hanya belajar tanggung jawab yang telah Ayah ajarkan kepada ku" jawab Flander tegas


"Apakah itu adalah tanggung jawab? " Pak Dewa kembali bertanya


"Ia Ayah" jawab Flander


"Tanggung jawab terhadap siapa?"


"Tanggung jawab terhadap kehidupan kita"


"kita?" tanya Pak Dewa


"dan aku juga butuh tanggung jawab dari Ayah yang adalah Ayah dari aku!" ucap Flander dengan tegas


Pak Dewa diam seketika mendengar ucapan Flander yang begitu memukul perasaannya.


Pak Dewa akhirnya pergi meninggalkan Flander yang ketika itu ada di depannya.


"Ayah, aku mohon... " Flander sambil bersujud memohon kepada Ayahnya.


Pak Dewa meninggalkan Flander dan segera masuk ke kamarnya tampah berkata apa apa.


Pak Dewa menarik napas dengan tarikan yang sangat dalam, sepertinya Pak Dewa tak kuat menghadapi tingkah putranya Flander.

__ADS_1


Sambil melangkah tak tau arah kemana, Pak Dewa terus memikirkan bagaimana cara menyampaikan isi hatinya kepada Flander putranya.


Flander terus mengetok pintu kamar Ayahnya dari luar, tapi pintu tak dibuka.


Empat kali Ia mengetok, akhirnya pintu kamar itu dibuka.


"Ayah, aku mohon ijinkan aku, Rina, dan juga anakku untuk tinggal bersama Ayah dan Ibu di rumah ini" Flander menangis memohon kepada Ayahnya.


Rina yang melihat Flander suaminya menangis, akhirnya Rina melangkah memohon juga kepada Pak Dewa, agar cinta mereka direstui.


"Bapak mertua, aku mohon maaf atas kesalahan yang sudah kami lakukan"


Pak Dewa merasa tak enak dengan sikap Rina yang terus terus memohon kepadanya.


"Apa yang kalian lakukan? apa kalian sadar bawa kalian sedang menangis di hadapan ku? " tanya Pak Dewa


"Kalian sudah mempunyai anak, tetapi mengapa masih merengek di hadapan ku?" Tanya Pak Dewa lagi


"aku dan Rina memiliki Ayah, yang sekarang ada di hadapan kami, pantaskah seorang anak merengek kepada Ayahnya? " tanya Flander sedih


"Bagaimana jika kalian sebagai orang tua tapi masih merengek seperti anak kecil? " tanya Pak Dewa


Flander segera bangun berdiri mendengar pertanyaan Ayahnya yang seolah olah sedang mengejeknya.


"Ayah," panggil Flander

__ADS_1


"Segeralah ke kamar Ibu Mu untuk memberitahu jika kamu, istri dan anakmu sudah datang"


"Baik Pak," jawab Rina


Flander dan Rina segera menuju ke kamar Ibu Rita.


Melihat mereka, Ibu Rita seakan tak percaya kalau Rina ada di hadapannya.


"Ibu mertua, aku datang membawa buah hati aku dan Flander" kata Rina dengan lembut sambil mendekati Ibu Rita.


"Ibu, aku membawa cucu Mu, Ia sangat tampan seperti anak Mu" ucap Flander pada Ibunya.


Ibu Rita tak bisa berbicara apa apa. Ia hanya menatap satu persatu dari mereka.


"Ibu," panggil Flander


Ibu Rita sepertinya tak suka dengan kedatangan Rina di rumah itu. Tetapi Rina tak peduli dan tetap berdiri di samping Ibu Rita.


Ibu Rita membalikan wajahnya menjauh dari pandangan Rina.


Seorang pelayan menuju ke kamar dengan menggendong buah hati Flander dan juga yang adalah cucu Ibu Rita juga.


Ibu Rita menatap dengan wajah yang sangat tidak suka.


Pelayanan itu pun memperlihatkan bayi tampan itu kepadanya.

__ADS_1


"Ibu, sekalipun Ibu tak menyukai, aku sangat menyayangi anakku dan juga Istriku" ucap Flander


"Ibu, maafkan aku Bu, kehadiran aku disini membuat kehidupan di sini jadi kacau, tapi aku ada di sini karena aku dan Flander, kami sama sama saling mencintai. "


__ADS_2