
"Permisi Nek, " Sapa Flander dengan sopan.
"Ia nak, Mari masuk! "
Nenek mempersilahkan Flander duduk.
"Apa kamu Flander? Putranya Pak Dewa?"
" Betul Nek"
"Sangat mirip dengan Ayah Mu"
Rina ketakutan di dalam kamar, Ia tak mau keluar bertemu Flander.
"Nak Rina ada Flander, Ayolah kemari "
Rina tetap diam dan tidak menjawab.
"Nek, aku boleh bertanya?"
" Boleh Nak"
"Apakah disekitar sini ada laki laki yang seperti ini Nek?"
Tanya Flander sambil menunjukan foto Roy yang sedang bersama Rina.
" Nek, beritahu aku jika nenek mengetahuinya"
"Nak" Nenek tidak lagi melanjutkan bicaranya
"Nek Aku mohon..." sambil memohon pada Nenek
"Nak, tanyakan saja pada Nak Rina, Nenek tak tahu apa apa itu urusan kalian anak muda"
Flander berusaha mencari tahu Roy kepada Nenek tapi Nenek tak memberitahunya. Nenek ketakutan karena melihat Flander dengan wajah emosi.
" Nek, apa laki laki itu sering ke rumah nenek? Nenek melihatnya? "
"Ia nak, itu teman Nak Rina hanya teman biasa, mereka hanya ngobrol ngobrol setelah itu pulang, Rina terhibur karena ada temanya"
Flander marah "Nek, bisa panggilkan Rina Nek? "
Panggil untuk ketiga kalinya, Rina tetap saja tak mau menemui Flander.
"Rina, kamu ingin aku membunuh Mu?"
Nenek ketakutan dan memohon kepada Rina agar segera keluar menemui Flander.
Rina pun keluar dengan wajah culas dan sangat marah.
" Mengapa? Belum puas kau menyakiti aku?"
"Ok, bunuh saja aku jika itu yang kau mau"
Flander menarik tangan Rina keluar.
"Maaf Nek, aku ingin bicara dengannya"
"Ia Nak"
Nenek sangat mengerti, dan membiarkan mereka sendirian.
"Kamu sangat terhibur ya disini?" tanya Flander
"Bukan saja terhibur, semua yang bikin aku bahagia ada disini, aku sudah sangat nyaman disini"
" Oh ya? Karena laki laki itu bukan?"
__ADS_1
"Semuanya yang ada disini"
"Kamu pintar sekarang, aku suka itu"
"Ia, mengapa datang menemui aku? bikin aku menderita lagi?"
" Kamu bahagia sekarang? "tanya Flander dengan marah
" Kalau tidak bahagia mengapa aku harus bertahan disini?"
"Karena laki laki itu? " tanya Flander yang ketiga kalinya
"Mengapa? apa bedanya aku sama kamu, sama sama manusia kan? Apa yang salah denganku? " tanya Rina tak peduli.
"Kamu makin lancang saja, apa saja yang sudah di buat laki laki itu pada Mu?"
" Tanya saja pada diri mu, aku tak peduli "
Flander mencekik leher Rina, karena kecemburuannya pada Roy.
"Kamu bisa jawab aku? Apa yang telah kau lakukan bersama laki laki itu? "
Rina berusaha melepas tangan Flander dari lehernya
"Kamu laki laki egois" Bentak Rina
"Kamu benar benar pecundang, jika hanya itu alasan kedatangan mu kesini."
Flander menarik tangan Rina di suruh nya pergi Ke perjalanan jauh dari Rumah itu.
Nenek melihatnya tak enak, Ia takut ada apa apa dengan Rina.
" Nak Rina semoga kau baik baik saja disitu"
"Aku bilang tunjukan dimana laki laki itu berada, bukanya kamu sering bertemu di tempat ini? "
"Aku mengerti, aku laki laki, tapi kamu? apa kamu bisa melawannya ketika Laki laki itu berbuat sesuatu kepada Mu? kamu ngerti perasaan aku?"
Sepertinya Flander sedang cemburu Ia tak mau melihat Rina bersama laki laki lain. Panas dadanya ketika melihat Rina di sentuh laki laki lain.
"Sampai kapan pun kamu tidak akan pernah mengerti perasaan aku, dan kamu tidak pernah di posisi ku dan semoga tidak" tegas Flander kepada Rina.
"Kamu gila, selalu meminta ku mengerti dengan semua pecundang Mu, apa kamu juga punya hati seperti hatiku? " tanya Rina kesal.
"Aku punya kehidupan yang terlihat mewah terlihat sempurna oleh orang laen termasuk kamu, aku sendiri bingung bagaimana bisa aku memiliki hidup seperti itu.
Kehidupan ku punya banyak pilihan, dimana aku harus pertahankan keadaan orang tua ku atau merelakan Cintaku pergi. pilihan yang berat tetapi aku harus memilih satu untuk wujudkan yang lainnya.
Apa kamu masih memilih untuk bersama laki laki itu? "
"Aku tak kuat, jangan datang di hadapan ku jika masih banyak pilihan yang harus kau pilih, jangan buatku berharap karena harapan itu akan menambah penderitaan dalam hidup ku! "
Rina menangis sambil mengusap air matanya dengan kuat. berusaha tegar tetapi Flander membuatnya lemah.
" Kamu menangis laki laki itu? "Tanya Flander
" Apa kamu menyukainya? "balasan Rina
" Kamu mencoba ku agar aku membunuh laki laki itu? "
"Ia teman ku, bukan orang jahat yang hanya datang membuat luka lalu pergi meninggalkan air mata"
Rina menangis sangat keras.
Flander melepas tangannya dan mengusap air mata istrinya dengan tangan lembut dan penuh cinta.
"Maafkan aku selalu membuat Mu menangis, tetapi itu semua bukan kesengajaan. Aku lakukan semua ini juga untuk hidup kita berdua dan anak anak kita nanti"
__ADS_1
Sambil memeluk sang istri dengan erat.
" Kamu menipu ku lagi? "
"Aku tidak akan menipu mu, aku akan membunuh laki laki itu jika aku mendapat mu bersamanya.
Tolong beritahu aku siapa laki laki itu? "
"Namanya Roy, laki laki yang bersama ku waktu pesta perusahan malam itu"
"Roy?" tanya Flander ingin yakin.
"Ia, katanya teman dekat mu waktu sekolah"
"Apa yang telah Ia lakukan pada Mu? jawab aku Rina!"
" Aku sudah bilang, Dia orang baik"
Flander mengkhawatirkan kalau Rina telah ternoda oleh temannya Roy, Ia tahu sifat dan kelakuan temannya dulu waktu sekolah.
"Ia sangat nakal Rina, semua wanita yang suka padanya akan jatuh di tangannya dalam hitungan detik"
Rina ketakutan,
"Apa yang kamu bicarakan? seram amat"
"Rina, beritahu aku! Apa uang yang sudah Ia lakukan kepada Mu? "
"Aku baru mengenalnya, Ia sering datang menemui aku di rumah nenek nyatanya Roy baik"
"Kamu yakin dengan perkataan Mu itu? "
"Roy sangat baik, Dia berubah kok, orangnya ramah dan sopan"
Flander tak menyukai pujian Rina kepada Roy.
" Aku tak mendengar itu"
"Aku salah? " tanya Rina.
"Pokoknya jangan ulangi perkataan mu itu"
"Roy benar benar penjahat berani beraninya mengganggu istri ku" kata Flander dalam hati.
"Flander" Panggil lembut si Rina.
"Bagaimana? "
"Kamu benar mencintai aku? aku harap ini bukan mimpi."
Flander meletakan kedua tangan Rina menempel ke dadanya.
"Apa kamu merasakannya?"
" Kalau begitu, kapan kita akan bersama?"
Flander diam mendengar pertanyaan sang Istri.
"Sekarang"
Flander menarik Rina melekat ke tubuhnya, merangkul pinggang dan memeluk erat.
Rina memejamkan matanya, bibirnya yang lembut menyentuh permukaan bibir Flander, disitu keduanya saling merajut kasih, dan lupa akan suasana, rasanya dunia milik mereka tak ada orang lain yang berani datang mengganggu.
Adegan mesra di pondok kecil itu, hingga membuat mereka lupa bawah benih cinta sudah terlanjur. Dan apalah daya Cinta melemahkan membuat semuanya menjadi buta.
Flander tak bisa kontrol karena rasa rindu yang sangat dalam kepada Rina. membuatnya terobos masuk ke liang yang sangat dalam.
__ADS_1