
''pergi kamu dari sini fan,,aris mendorong kasar tubuh irfan.
''kenapa kamu,RIS.kok jadi kebakaran jenggot gini sih?katakan saja semuanya sama aurel!sudah saatnya dia harus tahu kalau janin yang ia kandung Tompo hari adalah benih manusia,bukan benih setan!''irfan tersenyum jahat.
Aurel turun dari saung dan menengahi pria yang sedang saling tatapan dalam kebengisan.
''mas,biarkan dokter Irfan mengatakan apa yang ia ketahui tentang masalah ini!jangan mengusirnya dari sini!''aurel menatap tajam aris lalu beralih menatap Irfan.
''dia tak tahu sama sekali atas masalah ini rel,kamu jangan percaya dengan apa yang dia katakan !''kata aris dengan raut wajah cemas sebab ia tak mau Irfan membongkar semuanya.
''dokter Irfan,katakan saja apa yang kamu tahu tentang kehamilan anehku?!''tanya Aurel dengan menghadap kearah pria bertubuh tinggi tegap itu.
''fan,jangan macam-macam kamu !jangan ikut campur urusan rumah tanggaku bersama Aurel ?!''irfan tersenyum mengejek.'aurel......apa kamu tak merasa aneh dengan kelakuan aris yang tiba-tiba mengejarmu sekarang ?apa kamu mau tahu alasannya ?''sambung Irfan.
''to the points saja,dokter Irfan,siapa orang yang telah menghamiliku ?!''aurel menatap kedua pria dihadapannya.
''arislah orangnya rel,,dialah ayah dari anak kamu,dia orang paling licik yang pernah aku kenal,dia telah memperkosamu lalu menceraikanmu dimalam pertama kalian ,lalu memalsukan tes DNA _''
''bruk''
belum selesai Irfan berbicara,aris sudah melayangkan pukulan kewajahnya.
''jangan fitnah kamu,fan?!''aris menatap kesal Irfan.
''oh fitnah,lalu hal yang sebenarnya yang bagaimana?coba kamu jelaskan semuanya,biar Aurel tahu dan tak bertanya-tanya lagi......siapa ayah dari bayinya ?!''irfan menyunggingkan senyum sambil mengelap darah diujung bibirnya.
''drrttt'
ponsel disaku celana Irfan tak hentinya berdering sejak dari tadi dan ia langsung merogohnya dengan kesal,disaat situasi tegang begini malah ada yang menelpon pula.
''halo,ada apa?''tanya aris.
''maaf dokter,,saya suster Aprilia dari rumah sakit xxx.ada pasien darurat yang memerlukan tindakan medis dari dokter ,jadi kami harap dokter bisa datang kesini secepatnya !''terdengar suara takut-takut dari ujung sana.
''memang dokter lainnya nggak ada?dokter Carolina juga ada bukan?''aris berdecak kesal.
''maaf dokter, dokter Carolina dinasnya nanti malam, sedangkan siang ini jatah dinas dokter aris.''
''agghh.... baiklah,saya akan segerah kerumah sakit.''aris memutuskan sambungan telepon lalu menatap Irfan disampaikannya.
''maaf,aku harus pergi sekarang,aurel.ada pasien darurat dirumah sakit.fan , sebaiknya kamu juga pergi dari sini,jangan mengganggu Aurel dengan ocehan konyolmu!'' aries merangkul Irfan dan menariknya untuk pergi dari hadapan Aurel.
''hey....jadi hanya seperti ini saja tingkah kalian ?!dasar dua-duanya nggak ada yang benar !''teriak aurel kesal melihat dua dokter aneh yang hanya membuat omong kosong menurutnya.''dasar nggak waras,heran....kok dokter-dokter dicerita ini pada nggak beres gitu!''ia kembali menggerutu kesal sambil naik ke saungnya dan menghela nafas berat.
untuk beberapa saat,Aurel termenung,memutar balik kilasan pertengkaran antara aris dan Irfan tadi.
''sepertinya dokter Irfan memang tahu sesuatu,tapi kok dia malah menuduh mas aris ? jelas-jelas hasil tes DNA itu membuktikan kalau citra bukan anak mas aris atau juga kak Ilham,''gumamnya.''eh citra atau cinta ya,nama bayinya kak Ilham itu?susah banget diingat namanya.....''ia menggaruk kepala bingung.
Aurel meletakkan tiga novel bacaannya diatas meja lalu meraih ponselnya,ia sudah tak bersemangat lagi untuk melanjutkan membaca novel itu karena insiden aris dan Irfan tadi.dua mahluk itu telah membuyarkan kesenangannya dengan bertengkar konyol yang tak juga menentukan titik terang siapa ayah dari anaknya.
ada tiga chat dari tiga orang di ponselnya,dan Aurel segera membukanya.ada dari Ilham,aris dan juga nomor baru.ia membuka dari Ilham dulu.
by....kak Ilham :…[lagi dimana dek?]
Aurel menggaruk dahinya sembari mengetik sebuah balasan untuk kakaknya itu yang pastinya khawatir jika melihatnya tak ada dirumah.
__ADS_1
[lagi dikafe hutan lindung kak,lagi nyantai sambil membaca novel.kakak dimana?ini aku udah mau pulang juga kok kak.]
Aurel segera mengirimkan chat itu kepada Ilham ,lalu melanjutkan dengan membuka chat dari aris.
by.mas aris:[Aurel,kamu tak boleh percaya akan perkataan Irfan tadi,ia hanya ingin menghancurkan hubungan baik kita saja,tujuan mas ajakin kamu untuk balikan ,karena mas menyadari kalau mas itu tak bisa hidup tanpa kamu dan ingin memperbaiki kekhilafan dahulu,mas harap kamu bisa percaya ,pulanglah jangan terlalu sore ,mas tak mau kamu sampai kenapa-kenapa.]
Aurel membuang napas kasar dengan dahinya yang berkerut ,ia semakin penasaran akan motif aris mengajaknya untuk balikan.tak mungkin karna hanya cinta ,pasti ada hal lainnya.menurut filingnya,semua ini berhubungan dengan bayi Tampa ayah yang ia kandung dengan tak ikhlas itu.
Aurel menarik napas panjang lalu melanjutkan membuka chat dari nomor baru yang tak tersimpan itu diponselnya.
[Aurel saya Irfan,maaf kalau saya telah lancang mengirimi kamu chat ini.kalau kamu memang mau tahu siapa ayah bayimu , kita bisa bertemu nanti malam,kamu belum tentukan lokasinya.]
Aurel tertegun,,Irfan mengajaknya bertemu malam ini dan pasti saja ia takkan berani menemui pria yang menurutnya agak mesum itu soalnya tatapan pria begitu liat dan ia tak suka akan tetapi.irfan menjanjikan akan memberitahukan siapa nama ayah bayinya.tapi tadi saja Irfan mengatakan hal yang tak masuk akal dengan menuduh aris,jadi ia meragukan kata-kata dokter berkulit gelap itu.
[kalau kamu mau mengatakan kalau pelakunya adalah mas aris,maka tak perlu karena aku takkan percaya sebab hasil tes DNA sudah bisa membuktikan semuanya.]
Aurel segerah mengirimkan chat untuk Irfan,jadi ia gregetan dengan pria yang sekilas mirip dengan bayi kakaknya itu.
''eh....Tadi....dia bilang......pelakunya ada di hadapanku,sedangkan di depanku itu.....hanya ada Dia dan mas aris saja,kalau mas aris bukan ,apa artinya..... pelaku pemerkosaan terhadapku itu......dokter Irfan ?''aurel membatin dengan raut wajah menegang ''tapi kapan dan diaman?''
'tring....
balasan dari Irfan,kembali muncul di ponsel Aurel dan ia segera membukanya.
[kalau kamu memang mau tahu pelakunya,maka kamu harus datang menemui saya malam ini.tapi inget kamu harus datang sendiri.]
''ishh....gila ini orang,mana berani aku datang sendirian menemui dia dan malam-malam pula, bisa-bisanya hamil untuk keduakalinya aku,ogah!fix nggak waras ini orang !''aurel bergumam kesal sambil mengemasi tasnya lalu memasukkan ponselnya.
ia segera turun dari saung itu lalu melangkah menuju meja kasir untuk membayar bill makananya.ia merasa jadwal bersantainya telah dirusak oleh aris dan Irfan,dua dokter tak beres semua menurutnya.
Aurel segera memacu mobilnya menuju pulang ,Hiri juga sudah mulai sore.suasana hatinya mendadak suram karena ulah Irfan dan aris ,dua orang yang aneh menurutnya.
pukul 15:50,Aurel tiba dirumah, dihalaman sudah terparkir mobil ilham dan juga papanya,itu artinya semua orang sudah ada dirumah.
diruang tengah, terlihat ada mama, papanya dan juga bik Imah sedang bermain dengan bayi kakaknya.ia hanya melewati saja tiga orang itu Tampa mau menyapanya,ia capek dan mau berbaring sebab ia sudah diluar sejak dari siang.
Aurel segera melangkah menuju kamar dan mendapati Ilham sedang mengemasi pakainya kedalam koper kecil miliknya.
"mau kemana kak,?"tanya sedikit heran ,ia mulai menduga kalau kakaknya itu sudah diusir sang mama.
Ilham menoleh dan menatap Aurel sekilas,lalu menutup kopernya dan kemudian menepikanya.
"udah pulang ?gimana jalan-jalannya ?"Ilham mendekat dan mengusap kepala Aurel.
"kakak mau kemana itu?"Aurel mulai merasakan hatinya sedih.
"hey,,kok kamu nangis gitu ?kakak cuman mau dinas keluar kota saja,mau meninjau lokasi pembangunan kantor cabang sama ada rapat penting sama klien,"jawab Aurel.
Aurel mengigit bibirnya,ia tak mau Ilham pergi kemanapun dan meninggalkannya.
"kapan perginya ?aku ikut....."jawab Aurel dengan menarik ujung baju kakaknya.
"hahaha.....kok malah mau ikut?kakak itu kerja dek,bukannya mau jalan-jalan.kamu dirumah saja jagain cinta .kakak cuman dua hari saja kok,"lusa juga sudah pulang palingan,jawab Ilham sambil tertawa melihat tingkah Aurel seperti anak kecil yang mau nangis.
Aurel terdiam.
__ADS_1
"cuman dua hari kok dek,, baik-baik dirumah sama cinta ,bantuin bik Imah buat jagain dia,"ujar Ilham lagi sambil menarik kopernya.
"mau berangkat sekarang ?"Aurel menatap Ilham.
"iya pakai pesawat 17:00soalnya rapatnya besok pagi.papa nggak bisa pergi soalnya penyakit asam uratnya kambuh itu,jadi kakak yang gantikan.kamu mau oleh-oleh apa?"tanya Ilham sambil memegang pundak Aurel ,ia merasa lucu saja melihat ekspresi sedih diwajah istrinya itu.
"nggak mau oleh-oleh,maunya ikut......"Aurel merengut.
"kamu dirumah saja ,jagain bayi kita.oh ya,selama kakak nggak ada....kamu jangan kemana-mana ya,dirumah saja!"Ilham mengusap kepala aurel.
"kalau kangen gimana?"Aurel jadi berkaca-kaca.
"hahaha.....suami istri dalam drama saja bisa kangen ?"Ilham meraih tubuh Aurel dan memeluknya.
"kok nyebelin gitu jawabnya,ish....."Aurel mencubit pinggang Ilham,ia mendadak jengkel saja mendengar perkataan sang kakak yang meniru gaya bicaranya.
"Ilham,Riska sudah ada dibandara katanya.kamu udah siap belum?"Malik berdiri didepan pintu kamar yang tak tertutup itu.
"hah....Riska ,jadi kakak perginya sama sekretaris papa yang sok cantik itu?"Aurel melepaskan dirinya dari pelukan Ilham dan menatap jengkel suaminya yang kini menahan tawa melihat kearahnya sambil menggandengnya menuju pintu,dimana papanya sedang mengamati mereka dari depan pintu.
"udah siap pa,Aurel merengek mau ikut katanya,boleh nggak pa?"Ilham menghampiri Malik masih berdiri didepan pintu.
"ih,,ngawur saja,,Ilham itu kerja,bukannya mau jalan-jalan,kalau kamu ikut,dia bakalan sibuk ngurusin kamu saja,"jawab Malik menatap kedua suami istri yang seakan tak mau dipisahkan itu.
"ya deh terserah !"Aurel mengerucutkan bibirnya.
"kamu tugasnya jagain cinta ,kasihan dia......udah bisa belajar tengkurap tapi belum pernah digendong bundanya."Malik merangkul putrinya yang sudah mulai sembuh dari tingkah anehnya,ia mau Aurel bisa menyayangi bayinya walau bapaknya belum juga diketahui.
Aurel hanya melirik papanya dan menatap bayi berambut keriting yang kini sedang berbaring diruang tengah,Ilham terlihat menghampirinya lalu menggendongnya sebentar.
"nak...ayah pergi kerja dulu..kamu jangan rewel ya,ayah cuman dua hari saja.nanti kita bakalan bisa sama-sama lagi."Ilham berbicara dengan bayi yang berusia empat bulan itu,lalu mencium pipi chubbynya.
"kerjakan tugas dari papa,cinta aman kok,bik Imah dan omanya yang akan jagain dia,"ujar Malik duduk di sofa ruang tengah.
"iya pa,titip cinta dan Aurel,ya ma,pa,bik Imah.ilham berangkat,"ujar Ilham sambil menyerahkan cinta kepada bik Imah.
"pak Karyo yang akan antar kamu kebandara,tiket pesawat sudah sama Riska.semoga lancar perjalannya tender dengan klien,jangan lupa tinjau lokasi kantor cabang ,kalau ok....papa yang akan kesana untuk menandatangani kontrak pembangunannya,"ujar Malik saat Ilham menyalaminya.
"iya pa,,,,Ilham pamit."Ilham menggandeng Aurel untuk memintanya mengantar kedepan pintu.
Malik dan Della hanya saling lirik mereka melihat kalau sudah ada tanda-tanda cinta Dimata Aurel untuk Ilham,menantu mereka yang tak mau memaksakan kehendak tapi memilih untuk menunggu Aurel untuk jatuh cinta kepadanya.
"ingat,jangan kemana-mana selama kakak nggak ada dirumah!"ujar Ilham saat mereka telah tiba di teras.
"iya kak,kakak juga jangan macam-macam sama riska !awas aja !Aurel menaikkan alisnya.
"hmm....."Ilham menahan tawa..ia melihat ada gelagat cemburu dimata istrinya itu padahal menurut pengamatannya.aurel Masi belum bisa menerima pernikahan mereka dan sedikit tergoda atas ajakan aris untuk kembali bersama.
"jangan hem-hem saja!"Aurel merengut.
"iya dek,,kalau udah sampai dihotel kakak video call.perjalanan dari sini kekota xxxx cuman setengah jam saja kok,palingan sebelum magrib udah sampai dibandara.kakak pergi,,bay...... assalamualaikum."Ilham melambaikan tangan lalu masuk kedalam mobil .
Aurel menatap mobil hitam yang sudah keluar dari pekarangan rumahnya itu,ia merasa sedih ditinggal kakaknya itu padahal cuman dua hari saja janjinya.
"apakah ia ni artinya......aku sudah mulai jatuh cinta kepada kak Ilham ?"Aurel membatin sambil tersenyum sendiri.
__ADS_1
"apa pas dia pulang nanti.....langsung kuajak nikah saja dia dan meresmikan pernikahan siri kami?duh.... terus mas aris gimana?oh ya,lalu siapa ayah bayiku..apa tak perlu diungkap lagi?bukankah dokter Irfan mau memberitahukan siapa pelakunya ?aku harus merekam pernyataannya nanti,lalu melaporkan kasus ini kepihak berwajib.aku takkan membiarkan pengecut itu bernapas lega setelah membuatku hamil dan hampir gila.jadi,apa aku harus bertemunya malam ini?tapi ...pesan Kak ilham,aku tak boleh kemana-mana selama ia diluar kota."Aurel mengerutkan dahinya dan menghela nafas panjang,lalu melangkah masuk,ia akan kembali memikirkan masalah ini dikamar.saat kakaknya pulang nanti ,ia sudah bisa menentukan sikap,dan juga mengungkapkan pelaku pemerkosaan terhadap dirinya itu.ia akan melakukannya sendiri.
bersambung.....