Diceraikan Suami Dimalam Pertamaku

Diceraikan Suami Dimalam Pertamaku
bab 73 POV Denny 1(negosiasi)


__ADS_3

plakk,,


tamparan keras mendarat lagi di wajah ini, entah sudah tamparan yang ke berapa, aku juga tak ingin karena sudah terlalu sering mendapatkannya, aku tak menyalahkan Reyna atas kesalahpahaman ini, wajar saja kalau ia membenciku sebab aku berteman dengan b******* yang telah merenggut kesuciannya.


''jangan mimpi kamu, Denny !''bentak Reyna marah.


''reyna aku serius, bukalah pintu hatimu untuk menerimaku, aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia dan tak ada kesedihan lagi di hidupmu. percayalah padaku!''aku mencoba meyakinkan wanita yang sudah tak pernah tersenyum itu lagi, semenjak petaka malam tahun baru menimpanya, dia memang wanita tangguh, tak semua wanita bisa setegar dia, aku sangat salut kepada semangat juga tekadnya untuk terus berjuang meraih cita-cita hingga ia bisa sukses begini.


''udah ngomongnya?! tanya Reyna dengan nada kaktus dan masih berusaha menarik tangannya yang kini masih ku genggam.


''rey, kumohon.... beri aku kesempatan untuk mengobati luka di hatimu!bujukku lagi.


Reyna terdiam sejenak, semoga ucapanku bisa ia pertimbangan, niatku ini memang tulus, terlepas dari rasa bersalah karena telah membiarkan teman-temanku menggarapnya secara beramai-ramai, aku juga memang sudah menaruh hati sejak lama, ka saat dia masih menjadi pacar Revan. hanya saja, aku tak punya kesempatan waktu itu, karena dari awal kuliah, mereka memang sudah dekat. apalagi Revan memang idola kampus, aku yang Culun ini takkan bisa menandinginya.


''lepaskan tanganku dulu, setelah itu aku akan bernegosiasi dengan!''ujar Reyna kemudian sambil menarik tangannya.


kulepaskan tangannya, Reyna mana tajam dengan wajah yang selalu tampak ekspresi itu, kini dia memang bukan Reyna yang dulu lagi, ya jauh berubah dan semua perubahannya ini karena kepahitan hidup yang telah menimpanya.


''aku akan mempertimbangkan permintaanmu, asalkan kamu bisa menyeret lima temanmu itu ke penjara, maka berikan hukuman yang setimpal untuk teman-temanmu itu, buat mereka membusuk di penjara!''ujar Reyna dengan kata-kata penuh penekanan.


aku terdiam, tak menyangka saja kalau dia memintaku untuk melakukan hal yang sulit itu, aku dilema saat ini, Antara teman atau calon teman hidup.


''kenapa diam?''apa kamu tak sanggup?!cih, pengacara penjahat akan berani menghukum teman-temannya yang memang penjahat itu! sama saja, sama-sama penjahat!''reyna senyum sini sambil membuang budak ke samping.


''jadi kamu mau aku..... membuka lagi kasus malam tahun baru tujuh tahun yang lalu itu?''tanya aku dengan pikiran bimbang.

__ADS_1


''iya, aku mau kamu membuat pengakuan! oke?! aku tunggu kabar viralnya,''ujar Reyna sambil berlalu meninggalkanku yang masih berdiri mematung dengan pikiran yang tak menentu.


ku hela nafas panjang, lalu melaju mobilku di parkiran, aku benar-benar bingung saat ini. apakah aku sanggup menyeret teman-temanku ke penjara?''Revan, Andre, Ferdi, Robby dan Amran, kami ini teman sudah sejak di bangku sekolah dasar. aku sudah menganggap mereka saudara, walau kelakuan lima temanku itu memang rada menyimpang dan kadang aku sampai bosan menasehatinya.


aku kembali ke rumah, lalu segera menaiki anak tangga untuk sampai di kamar. taku hiraukan Mama yang menawariku makan siang saat berpapasan dengannya, aku hanya ingin sendiri dulu saat ini, merenungkan semua ini kubuka jasa advokat dengan warna hitam putih ini lalu berganti pakaian dengan kaos oblong dan celana pendek. kurai pose lalu mencari kontak nomor Revan, saat ini dia masih berada di Jerman, entah apa kabarnya, aku mulai jarang berkomunikasi dengannya, ku tekan nomor kontak temanku itu.


''hallo den.... ''sambut Revan di seberang sana.


''bagaimana kabarmu di sana, van? kapan pulang ke Indonesia?'' tanyaku.


''kabarku masih tak baik, den aku masih sakit, rencananya bulan depan aku mau pulang ke Indonesia, baru juga mau menelpon kamu mau nanyain kabar di sana ujar Revan.


''kasus video viral itu sudah ditutup di pihak polisi tak bisa menemukan pelaku penyebarannya dan lagi pula kamu tak membuat laporan atas pelecehan itu, jadi dianggap tak merugikan pihak manapun,''jelasku.


''terus.... kalau aku pulang ke Indonesia.... apa wajah ini akan masih selalu diingat sebagai pemeran video viral itu?''tanya Revan lagi.


''kata dokter, udah kronis gitu dan kayaknya sulit untuk disembuhkan, aku hanya bisa minum obat untuk meredakan rasa sakit saja. aku tak betah di sini den, nggak bisa bebas kayak di sana, cewek di sini.... aksi menggarapnya tapi aku mulai bosan, nggak ada tantangannya.''Revan mulai mencari bercerita tentang pertualangan cintanya yang tak habis-habisnya itu, aku juga heran dengan cara pikiran yang hanya mengendapkan hasrat itu.


setelah mengobrol panjang lebar, panggilan telepon kami diakhiri, kasihan juga dengan keadaan Revan yang sakitnya sudah kronologis itu, tapi saat mendengarkan dia menceritakan para wanitanya di sana, aku jenuh juga, lalu bagaimana dengan permintaan Reyna.


Andre, dia sudah menikah setahun yang lalu dengan gadisjodohan dari mamanya dan saat ini dia sedang menunggu kelahiran anak pertamanya, sanggupkah aku membuat calon ayah itu dipenjara?


Robby, usaha kafenya masih jatuh bangun, ya sedang terpuruk saat ini, apalagi kedua orang tuanya baru saja meninggal bulan lalu karena kecelakaan mobil dan meninggalkan banyak hutang, rumah mewahnya sudah disita, ternyata papanya meninggalkan banyak hutan di bank Dan kini ia ditagih dari segi penjuru. Sanggup kah aku menambah masalahnya dengan membuatnya di penjara karena ulahnya tujuh tahun yang lalu itu?


Ferdi, Dia baru saja menikah sebulan yang lalu tapi sudah digugat cara istrinya karena didatangi mantan pacarnya sedang hamil anak dia, iya sedang dilipat banyak masalah, kasihan dia apakah aku tega menambah masalahnya lagi?''

__ADS_1


Amran, saat ini dia sedang dirawat di rumah sakit karena menginap HIV, teman-temanku yang dulu pernah melecehkan Raina sudah menuai karmanya masing-masing, walau Raina tak memenjarakan mereka waktu itu, tapi hukuma hukuman Tuhan telah mereka terima.


aku buka galeri foto dan menatap potret wanita dengan jas merah hitam kebanggaan kami itu, dapatkah aku meluluhkan hatimu walau tanpa memenjarakan teman-temanku.


''Deni membuka pintunya?''terdengar suara mama dari depan pintu.


aku segera sadar dari lamunan dan beranjak turun dari tempat tidur, lalu membuka pintu kamar.


''denny, tadi kok mama ngajakin makan cuman dicuekin aja?''Kamu ini kenapa?''kalau sidang kamu?''lagi bad mood?''atau lamaranmu ditolak gadis yang kamu cintai atau apa?''cerocos mama.


''Deni nggak lapar mah, udah makan donat di kantor,''jawab kok sambil masuk ke dalam kamar.


''hah donat.... ada yang nyogok kamu donat gitu?''ingat ya den, jangan bikin malu, jangan jadi jaksa yang mudah di sogok walau donat itu memang makanan favorit kamu, jangan bikin malu papamu yang seorang hakim itu, ingin ya!!.


ya Tuhan, Mama suka ngelantur saja kerjanya, gini deh kalau dia kebanyakan nongkrong di rumah. kalau kebanyakan shopping juga bikin papa yang ngomel karena tagihan kartu kredit yang membengkak.


''udah deh mah, Denny sedang pusing ini, jangan ngomong ngelantur gitu deh, lebih baik Mama kembali ke depan televisi aja, mentengin sinetron di channel cumi terbang itu?''aku menarik tangan mama dan menutupnya keluar dari kamarku.


''denny,ni ba mama ti cheque ma,you ni de Xin, de!Xin de pinzhi jiu zhidao!''(Deni kamu berani ngusir mama? tega kamu ya, nanti kualat baru tahu rasa!).


nah, mama muda deh, kalau lagi marah dan ngomel, Mama suka mengeluarkan bahasa lah planet yang aku sama sekali nggak ngerti, yang lebih heboh itu kalau Mama dan papa sedang ngadu argumen, mereka akan mengeluarkan bahasa kebangsaan masing-masing. papa dengan bahasa Jawa, sedangkan Mama dengan bahasa Cina. aku yang nggak ngerti kedua bahasa itu akan kebingungan sekaligus pusing.


''maaf ya mah, untuk saat ini Deni mau merenung dulu, ada kasus berat yang harus Deni tangani, Deni makannya tunggu malam saja, sekarang masih kenyang bay....ma!''ujarku sambil memegang pundak mama dan mendaratkan ciuman di pipinya, lalu masuk ke kamar dan menutup pintu.


aku kembali duduk di tempat tidur dan meraih pose lalu mengetik sebuah pesan untuk Reyna.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2