
''......77.ilham Bachdim 29 tahun.....''
keempat mata yang sedang menatap televisi 34 inci itu langsung melolot tak berdaya saat terlihat nama Ilham terpampang daftar nama penumpang Lion JT-007,tangis Aurel pun langsung pecah.
''ya Allah, Ilham.....''malik langsung mengusap wajahnya dengan air mata yang tak tertahan lagi,ia sudah menganggap anak angkat yang kini sudah menjadi menantunya itu sebagai anaknya sendiri.rasa sayangnya sama antara Aurel dan juga Ilham.
''kak Ilham ma,ini nggak benar'kan?itu bukan Ilham suaminya Aurel'kan!?''aurel luruh kelantai dan sang mama segera memapahnya menuju sofa,dadanya sangat sesak saat ini air mata terus berjatuhan sang mama tak menjawab,ia hanya bisa memeluk putri tunggalnya itu,ia juga merasa terpukul atas kabar ini.setelah mengetahui cinta bukannya hasil perbuatan Ilham.sejak itu Della tak lagi membenci pria yang sudah sukarela menikahi Aurel setelah dicampakkan aris karena kesalahan yang tak pernah diperbuat aurel.ia tak pernah mengungkit tuduhan anak hasil selingkuhan suaminya lagi kepada ilham.ia mereka sangat tertolong akan hadirnya Ilham ditengah keterpurukan Aurel beberapa bulan silam.
''ya Allah,kenapa Ilham juga mengalami hal serupa seperti kedua orangtuanya 19 tahun silam ?mengapa semua harus menimpanya?dia anak yang baik tak pernah menyusahkan ku selama dia menjadi putraku.dia anak yang paling membanggakan sepanjang prestasi sepanjang sekolah juga kuliah.ia tak pernah sekalipun membantahku.''malik mengusap matanya yang berair,ia benar-benar tak bisa mempercayai berita ini.
''pa, cepat kontak telpon yang tertera,pastikan....itu....Ilham Bachdim menantu kita apa bukan?semoga saja hanya kesamaan nama dan umur saja!''ujar Della berusaha tenang.
Malik segerah menuruti perintah istrinya,ia segera menelpon dan memastikan korban pesawat lion-air JT-007.
taklama kemudian,Malik Malik menghembuskan nafas berat sambil menyimpan ponselnya kedalam saku celananya.sedangkan Della dan Aurel menatapnya menunggu penjelasan nama korban.
''bagaimana pa,?itu bukan kak Ilham ayahnya cita' kan?dia bukan suami aurel'kan?katakan bukan pa?!''aurel bangkit sofa dan mengguncang bahu papanya.
''nak,,kita berdoa saja,semoga Ilham selamat!''ujar Malik sambil memeluk putrinya.
Della menangkupkan kedua tangan kewajah,ia juga menangis atas kabar tak terduga ini.
''mas Ilham.....bik Imah mengusap sambil menatap cinta yang digendongnya.
''nggak mungkin pa,itu pasti bukan kak Ilham !''aurel melepaskan pelukan papanya sambil menjerit histeris dan kemudian jatuh kelantai,dan ia pingsan.
''aurel !''della,sang mama langsung menapa tubuh tak berdaya putrinya itu.
Malik sang papa, segera membopong tubuh Aurel ke kamar Ilham yang semenjak dinikahkan sudah menjadi kamar Aurel juga karena putrinya itu tak mau lagi tidur di kamarnya yang di lantai atas.
''ambil minyak kayu putih mah,!''perintah Malik ketika membaringkan Aurel ditempat tidur.
Della segera mengambil minyak kayu putih dan menggosok di hidung juga dahi Aurel.
''kamu harus kuat,nak! sadarlah!''serunya sambil mengusap dahi sang putri,ia tak menyangka kalau senyum ceria kemarin akan kembali menjadi kesedihan padahal baru saja sebentar ia melihat aroma bahagia itu.
Malik menghela nafas berat melihat nasib putrinya,yang tak hentinya diterpai badai.padahal Aurel tak pernah banyak tingkah sewaktu jaman sekolah dan kuliah,ia anak penurut tapi takdirnya begitu mengemaskan.mulai dari ditalak sang suami dimalam pertamanya,hamil tanpa diketahui siapa si penabur benih, depresi dan sekarang malah ditinggal kakak angkat sekaligus suaminya.padahal baru saja ia melihat rona bahagia diwajahnya,yang mungkin karena sifat lembut dan kesabaran Ilham yang telah berhasil meluluhkan hatinya.
''ma....aku cuman mimpi'kan?''aurel yang baru saja sadar dari pingsannya kembali menangis sambil menarik tangan sang mama.
''kita berdoa saja,semoga Ilham selamat.mama juga tak rela kehilangan menantu yang sebaik dia,''jawab Della sambil menyeka air matanya.
melihat Aurel yang sudah sadar,Malik melangkah keluar ,ia akan keluar mencari info tentang pesawat yang jatuh itu sambil berdoa agar anak angkatnya itu selamat.
****
hingga tengah malam,Aurel Masi duduk termangu ditempat tidur.ia Masi berharap semua yang terjadi hanya mimpi saja,walau papanya sudah mengabarkan kalau berita itu memang benar.hingga detik ini pesawat yang diduga jatuh diperairan laut xxx itu belum bisa diidentifikasi,pencarian Masi terus dilakukan.
dengan sambil menyeka air matanya,Aurel meraih ponselnya dan berharap chatnya dibalas Ilham tapi semua itu hanya mustahil.sejak kejadian tadi sore,nomor ponsel kakaknya memang sudah tak bisa dihubungi lagi.
''kak, pulang!aku yakin kamu takkan kenapa-kenapa,aku tahu.....kamu orang yang selalu menepati janji,kamu pasti akan pulang dan menemuiku....''aurel menyeka air matanya yang masih saja berjatuhan Tampa henti.
''kak, dimana pun kamu berada,aku yakin kamu akan tetapi baik-baik saja.aku sayang kamu,kak aku takkan bisa hidup tanpamu.....aku dan cinta butuh kamu,kak.cepatlah pulang!''ia membatin dengan membayangkan senyum sang suami.
kenangan dahulu,saat kebersamaan kami mulai hidir-mulik dikepalanya.aurel tersenyum saat teringat pertemuan pertama mereka 19 tahun silam.
siang itu, papanya datang bersama seorang anak laki-laki berkulit putih dengan wajah lumayan tampan.mamanya langsung menatap curiga dan menyeret tangan papanya ke kamar, pertengkaran pun terjadi saat itu karena sang mama menuduh Ilham sebagai anak hasil selingkuhan.
Ilham yang tak tahu apa-apa, hanya berdiri mematung di ruang tamu,ia bingung mau kemana, sedangkan teman papanya yang mengatakan telah mengadopsinya itu ditarik masuk oleh seorang wanita berwajah jutek.
__ADS_1
Aurel yang melihat ada tamu diruang tamu, langsung menghampiri Ilham kecil dan mengamati dari ujung rambut hingga ujung kaki.
''hey,kamu siapa?tanya Aurel sambil memeluk boneka hello Kitty yang dibawanya.
''saya Ilham,kamu pasti Aurel putrinya om Malik.benar,tidak?''ilham tersenyum sambil mengulurkan tangan kearah gadis kecil dengan aksesoris serba pink itu, mulai dari pakaian,bando juga sendal hingga boneka dibawahnya.malik sudah banyak bercerita banyak hal kepadanya sebelum membawanya ke rumah ini setelah kecelakaan maut yang menimpah kedua orangtuanya.
''kok tahu, emangnya kamu siapanya papa?''aurel mengerutkan dahinya sambil menerima jabatan tangan anak laki-laki itu.
''saya kakakmu,kata om Malik.... mulai hari ini kita saudara, panggil saya kakak,saya akan memanggilmu Adek.''ilham langsung menyukai anak perempuan berwajah cantik itu,ia senang mendapatkan Adek secantik Aurel apalagi selama ini dia memang anak tunggal.
Aurel yang baru berumur 6tahun kala itu masih belum terlalu mengerti akan perkataan Ilham,tapi ia menerima uluran jari kelingking dari Ilham.
''mulai sekarang,kita adalah saudara !kita akan selalu sama-sama,saat suka juga sedih!''ilham tersenyum.
''berarti.... kalau kamu kakakku,kamu akan mau donk menemaniku main boneka?''aurel tersenyum.
''tentu saja,mulai sekarang.....kita akan bermain bersama,''jawab Ilham.
''main boneka dan juga masak-memasakan juga mau?''aurel terlihat sangat senang.
''iya,,kita akan menaikan semua permainan bersama!''
''baiklah kalau begitu,ayo main!''aurel menarik tangan Ilham untuk masuk keruang tengah dan mendekati keranjang mainannya.
keduanya saudara angkat mulai bermain,Ilham memang sudah sejak lama ingin mempunyai adik tapi sang mama belum bisa mengabulkan keinginannya sangat senang bisa memiliki adik seperti aurel.
Malik keluar dari kamar bersama Della, setelah menjelaskan semuanya walau istrinya itu masih saja tak bisa mempercayai penuturannya saat itu.
''ilham, Aurel,kalian sudah berkenalan?kok sudah bermain saja?''malik tersenyum ke arah keduanya.
''iya pa, terima kasih sudah bawain Aurel kakak,''jawab Aurel yang polos,yang sangat senang sekali kini memiliki teman bermain karena sehari-hari ia hanya bermain bersama bik Imah saja, sedangkan mama dan papanya sibuk di kantor setiap hari.
''baik om !''ilham segera bangkit dan menghampiri wanita berwajah masam itu.
''panggil saya papa, jangan om lagi! mulai sekarang,kita adalah sebuah keluarga.saya papa kamu, istrinya saya ...mamamu,dan Aurel adalah adikmu.sekarang....kamu tidak boleh sedih lagi,kami semua adalah keluarga barumu!''ujar Malik sambil mengusap bahu anak laki-laki yang kala itu setinggi dadanya.
''terima kasih om,eh....papa,sudah mau mengangkat Ilham menjadi anak dan menerima kehadiran ilham.saya janji jadi anak baik, penurut juga takkan menyusahkan.''ilham memeluk Malik dengan haru,walau saat ini ia masih bersedih atas kepergian kedua orangtuanya tapi kini dia senang karena telah memiliki keluarga baru.
''iya saya yakin kamu akan jadi anak baik, tetap doakan almarhum kedua orangtuamu,dan kamu tetap harus melanjutkan hidup.selalu bahagia nak, raihlah masa depan cerah!''malik berkata dengan mantap.
sejak hari itu, Ilham hidup bersama keluarga Malik dan menjadi anak angkat yang sudah dianggap anak sendiri, walau Della selalu sinis kepadanya.
********
Aurel membuka mata dan langsung meraba ke kanan tempat tidur,ia berharap kakaknya ada di sampingnya tapi tempat dimana kakaknya itu biasa berbaring masih kosong.padahal ia berharap Ilham akan pulang saat pagi datang.
''kak Ilham.....kamu belum pulang juga?"Aurel mengusap matanya yang masih selalu basah akan air mata.
diraih ponselnya untuk mengecek pesannya apakah sudah terkirim atau belum,dan hasilnya masih nihil,Masi tetap centang satu.
"toko-tok"
"non,boleh saya masuk?"bik Imah membuka pintu kamar sambil menggendong cinta,tadi malam bayi berambut keriting itu tidur bersama kakek dan neneknya karena tak mau mengganggu Aurel yang sedang bersedih.
"apa kak Ilham udah pulang bik,?tanya Aurel sambil mengusap wajahnya,berharap wanita paruh baya itu membawa kabar bahagia.
bik Imah menelan ludah,ia tak tega melihat keadaan Aurel yang kembali bersedih dan terpukul.
"kita berdoa saja non,semoga mas Ilham pulang dengan keadaan sehat,"ujar bik Imah sambil mendekat kearah Aurel.
__ADS_1
"sini cita, ayahmu pasti baik-baik saja'kan?''aurel mengurungkan tangan kearah bayi yang sudah tengkurap itu.
cinta sudah berpindah kepangkuan Aurel,ia memeluknya sambil menangis.ia merasa rindunya kepada Ilham sedikit terobati dengan memeluk bayi yang disayangi kakaknya itu.
''non,bik Imah ambilin makan,yah?''kata bik Imah.
''nggak usah bik,aku nggak lapar, nungguin kak Ilham pulang,biar makan bersama-sama dia.''jawab Aurel sambil memangku cinta.
''non Aurel harus makan,kalau mas Ilham pulang,nanti makan lagi,''bik Imah sambil mengusap matanya yang kembali basah.
Aurel tak menjawab, tatapannya mengarah kepada cinta,sambil membayangkan Ilham saat mengurus bayinya itu.ilham sangat senang saat cinta lahir,ia rela bolos dari kantor demi bisa mengurus bayinya.
''mengapa tuhan selalu memberikan takdir yang tak indah dalam hidupku,bik?baru saja aku menyadari rasa sayangku kepada kak Ilham,belum sempat aku memberitahukan padanya,tapi tuhan malah memberikan musibah ini.apa aku memang tak ditakdirkan untuk bahagia?''aurel menatap wanita paruh baya dihadapannya.
''jangan ngomong begitu non,tak baik menyalahkan tuhan!kita berdoa saja semoga kak Ilham baik-baik saja!''jawab bik Imah,menatap prihatin sang majikannya.
''aku udah capek berdoa,nggak juga terkabulkan!''aurel tersenyum kecut.
''alangkah baiknya berdoa itu setelah selesai sholat non,! insyaallah diijabah Allah,''ujar bik Imah lagi.
''hah....sholat?aku udah lama nggak pernah sholat lagi bik,semenjak ditalak mas Aris dimalam pertama pernikahan kami.aku tak mau berdoa lagi karena takdirnya begitu tak adil bagiku,''jawab Aurel sambil menerawang.
''nggak boleh begitu non,ayo sholat lagi!kita doakan mas Ilham agar dia selamat dari kecelakaan itu.
banyak hal yang kita inginkan dalam hidup,banyak kemungkinan yang kita harapkan menjadi mungkin ,semoga yang kita inginkan segera tersemogskan.hidup adalah rahasia ,begitu pula doa,Ada saja takdir yang tak terduga menjadi seiring dengan ketidakmampuan kita untuk menerkanya.ada saja takdir yang membawa keberuntungan sebagai balasan dari doa-doa yang tak henti kita panjatkan.ada saja takdir yang dipertemukan kita pada seseorang yang tak terduga, sebagai jalan cerita kehidupan yang sebelumnya diukir dalam sebuah do'a.
doa Adalah senjata terbesar yang dimiliki ummat manusia.doa adalah kekuatan yang mampu menghasilkan keajaiban.kekuatan yang mampu merubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.kekuatan yang mampu memeluk jiwa-jiwa lemah agar lebih kuat dan tegar dalam menjalani kehidupan.kekuatan yang mampu menghangatkan hati-hati yang keras sehingga sedikit mencair bahkan tak lagi dingin.
''dan apa bila hamba-hamba ku bertanya kepadamu tentang aku,maka sesungguhnya aku adalah dekat.aku mengubah permohonan orang yang berdoa apa bila ia(benar-benar) berdoa kepadaku.maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-ku)dan hendaklah mereka beriman kepada-ku,agar mereka selalu berada dalam kebenaran''(QS Al-Baqarah:186).bik Imah berkata panjang lebar yang membuat Aurel terbengong menatapnya,ia seperti sedang mendengarkan ceramah sang ustadz saja.
Aurel tersenyum tipis sambil menggenggam tangan wanita yang sudah merawatnya dari sejak kecil itu, hatinya merasa adem mendengar nasihatnya.
"terimakasih bik,atas nasehatnya.aku akan sholat lagi,dan berdoa kepada Allah untuk keselamatan kak Ilham."Aurel membaringkan cinta dipangkunya.
"bibik bawakan makanan kesini yah non,?biar nggak masuk angin.non Aurel harus selalu sehat, kasihan cinta kalau bundanya sampai sakit,"ujar bik Imah lagi.
Aurel mengangguk,bik Imah tersenyum lalu beranjak dari kamarnya untuk mengambilkan makanan dari dapur untuk dibawa kesini.
******
dua hari berlalu,sebagian pesawat lion-air JT-007 sudah ditemukan,jadi dapat dipastikan kalau pesawat itu benar jatuh keperairan laut xxx dan duganya sementara semua penumpang tewas.
Aurel tak bereaksi saat mendengar berita di televisi siang ini.hanya air mata terus berjatuhan tanpa henti.sang mama langsung memeluknya,berusaha memberikan ketenangan agar putrinya itu tegar.
"yang sabar nak,!kita tetap doakan Ilham,sore nanti papamu akan mengadakan doa bersama rekan-rekan kantor juga tetangga sekitar.kita tetap berdoa untuk Ilham , semoga Allah memberikan keselamatan kepadanya,"ujar Della sang mama kepada putrinya.
"kak Ilham pasti selamat ma,dia pria yang kuat dan tangguh,dia nggak akan membiarkan Aurel dan cita bersedih,dia pasti akan pulang...."gumam Aurel yakin,sambil menghapus air matanya.
Della mengaminkan dalam hati doa putrinya,ia juga berharap demikian,ia tak mau Ilham pergi secepat ini.
******
"Aurel turut berduka cita atas kecelakaan yang menimpah kak Ilham,"ujar Aris sore itu,saat menghadiri doa bersama di rumah aurel.
"kak Ilham baik-baik saja,dia hanya sedang berada di suatu tempat saja,jadi belum bisa kembali saat ini,tarik kembali ucapan turut berdukacitamu itu,mas!"jawab Aurel sengit, tatapannya nanar.
"kita berdoa saja untuk keselamatan kakakmu itu,rel saya yakin pasti dia selamat.banyak kok kasus pesawat jatuh kelaut dan penumpangnya masih bisa selamat.semoga ada keajaiban untuk kak Ilham,"ujar Irfan berpura-pura bijak.
aurel melongos kesal kepada kedua makhluk yang berpura-pura baik kepadanya itu,ia heran, papanya kok bisa mengundang mereka berdua,jika harus memilih diantara keduanya,maka ia memilih untuk tetap menjanda saja selamanya,tapi hatinya selalu berkata kalau Ilham pasti selamat dan akan pulang,lalu mereka akan menikah dan hidup bahagia.
__ADS_1
bersambung......