
''dek, kok kamu main terima pengasih sembarangan gitu? protes Ilham sambil menarik tangan Aurel ke kamar mereka, iya sangat terkejut pagi tadi ketika melihat wanita jadi-jadian yang ia lihat sedang terjatuh di depan restoran kemarin. tahu-tahu malah jadi pengasuh cinta dan hari ini menemani putrinya ke sekolah,.
"kenapa emangnya, kak?"eh... ini baru pukul 09.30 loh, kok udah pulang dari kantor?"tanya Aurel dengan menautkan alisnya.
"sengaja pulang lagi untuk membicarakan masalah, kakak nggak tenang setelah melihat pengasuh cinta tadi pagi.... apa namanya?"
"namanya Maya, kak.
"katanya dia janda, suaminya sudah meninggal, jadi lagi butuh kerjaan dan nggak enak hidup numpang di rumah tantenya,"jelas Aurel.
"hah.... dia bilang gitu? kalau nggak salah... waktu malam kakak janjian sama pak fajar di restoran, kakak itu ketemu dia pas jatuh di dekat mobilnya. masa iya dia janda miskin? kemarin aja penampilannya cetar dan sexy?hmm.... Menurut kakak, cerita yang ia bilang sama kamu itu hanya kebohongan!"ujar Ilham.
"jadi-jadian gimana, kak?"ktp-nya wanita kok, nama aslinya Clara, tapi di kampungnya malah dipanggil Maya."
"pokoknya kita harus hati-hati soalnya zaman makin edan, sayang, kakak itu merasa Maya itu aneh.... seperti pernah kenal tapi nggak kenal juga..."Ilham nafas panjang.
"hmm... jangan bilang kakak naksir Maya, ya?"Aurel Manahan tawa.
"issh.... Amit-amit dah..."Ilham meringis ngeri.
"dari mana kakak tahu kalau Maya itu wanita jadi-jadian? tubuhnya bohai lo dan wajahnya juga cantik. dan refleks sebagai wanita menurutku.
"feeling, dek. perasaan kakak tak enak saja sejak tadi pagi, kakak mau nyusulin ke sekolah cinta saja dah, takut anak kita diapa-apain sama dia."Ilham bangkit dari tempat tidur.
"hmm.... kakak lihat dari mobil saja, kalau dia memang mencurigakan.... baru kita tindak, kalau dugaan kakak nggak benar, aku malah kasihan dengannya, dia janda."Aurel mengekor di belakang suaminya.
"iya, ya udah, kakak pergi dulu."Ilham mengecup dahi istrinya lalu melangkah cepat menuju pintu.
tiga puluh menit kemudian, Ilham sudah berada di depan sekolah cinta, iya mas bisa melihat Maya sedang duduk di kursi panjang depan kelas, tempat para orang tua yang menungguin anak-anaknya. iya akan terus mengamati sampai cinta pulang.
"20 menit berlalu, cinta sudah keluar dari kelas dan langsung berlari menghampiri Mbak Maya keduanya bergandengan tangan lalu menuju motor matic.
"Mbak, tali sepatuku lepas,"hp-nya cinta saat mereka baru saja hendak menaiki motor. dengan Hela nafas jengkel, Clara alias Maya alias Aris, turun kembali dari motornya lalu mengikat tali sepatu cinta yang lepas itu. iya harus sok baik,sabar dan lemah lembut pada masa training seminggu ini agar diterima kerja jadi pengasuh. iya tersenyum sendiri saat mengingat akan menggoda Ilham nanti, iya bertekad untuk bisa menghancurkan rumah tangga mantan istrinya, Aurel.
Siti membonceng cinta di depan dan mulai memacu motor matic nya menuju pulang, sedangkan Ilham memilih membuntutinya dari belakang hingga sampai rumah. ketika sudah melihat Maya berbelok ke arah rumah mereka, Ilham memutuskan untuk segera kembali ke kantornya. iya tetap akan waspada pada Maya, sebab feelingnya ada apa-apa dengan wanita berwajah aneh itu Ilham membatin.
*****
malam ini,Aurel sudah masuk kamar bersama dua putrinya yang merengek hendak tidur bersama malam ini dan menolak untuk tidur di kamar mereka. Ilham yang membawa kerjaan dari kantor, masih berkutak di depan laptopnya di ruang tengah. Maya sedang mengamati suami dari Aurel itu secara diam-diam,di kepala wanita berambut panjang itu sedang merencanakan sesuatu untuk menggoda Ilham.
Maya menutup pintunya kembali, lalu membuka lemari pakaiannya, sambil tersenyum-senyum sendiri, dia mulai memakai pakaian seksinya,sebuah teks tentang berwarna putih yang menampakkan bagian atas dadanya yang nampak merekah itu, juga celana pendek di atas.
dengan gaya centilnya, Maya terkaya di depan cermin, sambil menatap pantat bahenol buatan sang dokter terbaik Amerika itu, kalau di visualkan,Clara alias Aris itu mirip lucinta Luna,pria yang tak tahu asal-usulnya pasti akan tergoda dengan tubuh bohainya jadi wajar kalau Irfan sampai jatuh cinta beneran padanya.
setelah merasa tampilnya sudah oke, Maya alias Clara keluar dari kamarnya lalu pura-pura melangkah menuju ruang tamu untuk melewati Ilham yang sedang berada di ruang tengah.
Ilham tak memperdulikan Maya yang melintas di sampingnya itu, iya tetap fokus dengan pekerjaannya ketika sudah sampai di depan pintu utama, Maya langsung membalikkan badan dan kembali melangkah menuju ruang tengah. bagaikan seorang model yang sedang melanggar di atas catwell, iya kembali muliukan tubuh seksinya, dengan mengibaskan rambutnya saat melewati Ilham.
Anita jadi-jadian itu merasa aksinya tak berguna mendapati tanggapan, segera memikirkan cara lain, iya menuju dapur dan membuat gelas susu hangat untuk dia berikan kepada Ilham.
"tuan...."ini saya bawakan susu hangat...."ujar maya Saman mendekat ke arah Ilham.
"hmmm..... kasih cinta saja, saya tidak minum susu!"jawab Ilham dengan mata yang tetap fokus kepada layar laptop.
__ADS_1
"ini susu untuk papanya cinta,"ujar Clara dengan suara manja serak-serak becek yang membuat bulu kuduk Ilham merinding dan bukannya tergoda.
Maya menunduk dan tetap meletakkan segala sesuatu itu di dekat Ilham,dadanya sengaja iya umbar segar Ilham tergoda tapi lagi-lagi aksinya tak mendapatkan respon apapun.
"bawa lagi susunya!"ujar Ilham.
Siti menggigit bibirnya dan membebaskan rambut panjangnya, hasil taman rambatan bukannya Beat murahan, lebar leher panjangnya dan dada yang menyimbol serta mendapatkan sedikit mendirikan.
"masa nggak suka susu, tuan ini, ini enak loh...."manis dan bikin segar..."putar variasi dengan membusungkan dada.
"saya sedang sibuk, bawa susumu itu!"laptopnya pergi menuju kamar, ria risi melihat wanita jadi-jadian yang mengumbar auratnya, iya sama sekali tak tergoda dan malah geli, ayah itu transgender.
"isshh...sial! gumam Clara kesel menatap Ilham yang sudah meninggalkan begitu saja."awas saja.... masih banyak rencana untukmu, Ilham. aku akan tetap mengacaukan keharmonisan keluargamu, jika kamu pria sejati, maka aku akan menggunakan rencana yang lebih hot tentunya. tunggu saja tanggal mainnya,"
Clara alias Maya meminum susu di hadapannya,selalu beranjak dari ruang tengah menuju dapur untuk menyimpan gelas bekas susu kemudian kembali ke kamarnya, iya masih kesel makan tingkah Ilham iya semakin tertentang.
*****
"Mbak Maya, ayo main ke depan!"Cinta dan aura menarik tangan Maya.
"bilang mamanya dulu, boleh nggak?"tanya Maya karena takut salah bertingkah sebab Aurel selalu memarahinya jika salah sedikit apapun saja.
"ada ayah kok di depan, dia lagi cuci mobil. Ayo, Mbak ke depan.... kami mau main sepedaan,"rengat cinta.
Aurel yang baru keluar dari dapur dengan membawa sepiring nasi goreng untuk kedua putrinya itu mendekat ke arah Maya dan anak-anaknya.
"Bu, anak-anak ngajakin main ke depan, boleh nggak?"soalnya Maya.
"boleh, tapi kamu harus jagain mereka,"jawab Aurel sambil menuju teras.
"lagi nyuci mobil, kak?"sapa Irfan sambil berdiri depan pagar pembatas rumah mereka, iya berusaha memberinikan diri untuk menyapa Ilham setelah 2 bulan bertetangga.
"iya,, jawab Ilham menatap aneh ayah biologis dari cinta itu, karena ini bakal pertama kali di sapa oleh sang tetangga.
"mau dibantuin nggak, kak?"Irfan kembali bersikap sokrama kepada Ilham, pakai manggil"kakak"segala padahal tua dirinya dari Ilham.
"hmm... udah mau selesai ini, terima kasih atas tawarannya,"jawab Ilham data.
"kak, saya udah berubah, jadi... khawatir dengan kedekatan rumah kita, saya takkan mengambil cinta, saya hanya ingin melihat pertumbuhannya saja,"ujar Irfan.
Ilham Dian dan hanya merespon dengan anggukan kepala.
"kasih tahu, Aurel, saya tak berniat jahat kepada keluarga kalian.... saya sudah insaf, sekian tahun mendekam di penjara sudah membuat saya banyak berubah,"mau cari Irfan lagi.
"Alhamdulillah kalau begitu, tapi kami akan tetap waspada kepadamu,fan."Ilham menatap tajam pria berkulit gelap di hadapannya itu.
"iya kak, waspada memang perlu saya harap... Aurel dan kak Ilham tidak melarang saya untuk bertemu cinta,"Irfan kembali mengemukakan keinginannya.
"maaf, fan, itu hal berat bagi kami, coba lupakan masa lalu dan mulailah dengan masa depan, kamu masih muda, jangan mengusik cinta lagi,saya dan Aurel akan mengurusnya dengan sangat baik dan kamu tak perlu mengkhawatirkannya lagi,"Ilham menyudahi menyelap mobilnya dan mendekat ke arah Irfan.
"iya, saya tahu, kak Ilham dan Aurel akan melakukan hal itu tapi..... ikatan ayah dan anak takkan bisa dipatahkan begitu saja,"Irfan menghela nafas panjang, iya kecewa dengan perkataan Ilham.
"memang, ayah dan anak akan tetap ada di antara kalian, tapi biarkan aku dan Aurel yang mengurus cinta dan jangan usik kami! carilah wanita yang baik dan berumah tangga lah, kamu pasti akan punya anak lagi.. ujar Ilham lagi.
__ADS_1
bersamaan dengan perkotaan Ilham yang menyuruhnya untuk mencari wanita dan menjadikan istri, Clara alias Maya pun terlihat berdiri di halaman, ditarik oleh Cinta dan aura.
"kak, dia siapa?"tanya Irfan dengan mengarahkan penunjuk ke arah Maya.
Ilham langsung membalikkan badan dan melihat arah telunjuk Irfan.
"dia Maya, pengasuh anak-anak yang masih di harapan training kenapa emangnya?"kamu naksir ya?"amanahan senyum jika mengingat kecurigaannya akan asal usul Clara.
"apa dia masih gadis?"tanya Irfan sambal tersenyum, menatap wanita ciptaan dokter itu.
"hmm... ngakunya sama Aurel sih janda, ditinggal suaminya meninggal, kamu suka sama dia? Buruan lamar, kali aja jodoh,"fajar Ilham lagi sambil menyembunyikan rasa geli saat membayangkan jeruk makan jeruk.
"bantuin, kak, gombalin gitu..."Irfan terlihat serius.
"hmmm... nggak perlu di comblangin segala, langsung lamar saja! saran Ilham.
"jadi, gitu ya menurut kak Ilham?"Irfan mengusap dagunya, iya benar-benar jatuh cinta kepada Clara alias Maya.
"iya, kalian sama-sama masih single, kenapa tidak? dia juga sepertinya kesepian,"fajar Ilham sangat teringat telepon Maya malam tadi.
"baiklah kalau kak Ilham setuju merestui, doakan kami jodoh ya!"Irfan tersenyum senyum.
"ya sudah, saya masuk dulu."Ilham meninggalkan Irfan yang masih di tempat, menatap Maya sedang tersenyum penuh harap.
Ilham menghampiri Aurel di teras dan duduk di kursi samping istrinya itu.
"ngobrolin apa sama Irfan,kak? jangan mau didekatin sama dia, dia itu menakutkan!"tanya Aurel.
"hmm... dia kirim salam buat Maya, naksir katanya dan minta dicomblangin,"hujan Ilham dengan menahan Tawa.
"kok ketawa?"emangnya ada yang lucu dengan Irfan naksir Maya?"Aurel menautkan alisnya.
"hahaha... Kakak setuju, biar Irfan nggak ngusik kita lagi, kamu omongin deh sama Maya, tetangga kita mau ngelamar dia gitu, dia jangan nolak lagi dan langsung terima saja..."Ilham berusaha meredam tawanya.
"hmm... boleh juga itu, ntar deh,,, aku bujuk Maya, semoga aja dia belum punya pacar. nggak apa deh, pengasuh cinta diambil Irfan, asal jangan cintanya yang diambil dia."Ariel memungut mumet sambil mengamati semuanya yang sedang bermain bersama dua putrinya di halaman.
******
"pak, tolong kasih ini untuk Maya, Irfan mengeluarkan sebuah kado lewat pagar depan rumah Aurel kepala satpam yang sedang duduk di depan posnya.
"hmm... apa ini isinya? bukan bom kan?"tanya sama satpam curiga dengan membolak-balik kan kotak kado berwarna pink itu,sebab Aurel juga sudah wanti-wanti dirinya untuk hati-hati kepada Irfan sebab tetangganya itu mantan napi dan berbahaya.
"isinya cuman coklat kok pak, untuk calon istri saya," jawab Irfan sambil pasang senyum manis.
"hmm..... Oke, nanti saya sampaikan,"jawab sang satpam.
setelah Irfan pergi, sang satpam melambaikan tangan kepada Ijah yang terlihat baru selesai menyapu di garasi.
"titip ini buat maya dari tetangga sebelah rumah,"sang satpam langsung memberikan kotak kado itu.
Ijah mengangguk dan segera masuk kembali ke dalam rumah, ia memberikan titipan dari Irfan untuk Maya.
"apa ini, mbak?"tanya Maya.
__ADS_1
"dari tetangga sebelah,cieee..."ijah menahan senyum.