
"assalamualaikum."terlihat seorang pria berambut cara membawa sebuah sendal serta sampaikan celana di tangan.
"waalaikumsalam. ada apa, pak RT?"tanya pak Karno, penjaga rumah Malik.
"hmm.... saya sedang mencari pemilik sandal dan sobekan celana ini. apakah pemiliknya ada di rumah ini? sebab, nggak bisa subuh saya sudah keliling ke rumah warga, tapi tak ketemu juga siapa sih pemilik sandal ini dan ini rumah terakhir,"jelas pakai RT tanpang sangar.
pak karno ngeri melihat tampang garang dari sang ketua RT, apalagi saat mengenali kalau sandal itu milik Ilham, menantu dari Malik, majikannya.
"emangnya.... kalau udah ketemu sama pemilik sendal itu... mau diapain orangnya pak?"tanya pak Karno.
"hmm..... mau saya kasih pelajaran dia, soalnya.... pemilik sandal ini telah mencuri mangga saya 2 biji!"jawab pak RT karang dengan mata yang melotot.
sedangkan di dalam rumah,Malik dan Dila yang mendengar suaranya rempak RT langsung membuka pintu dan menatap ke arah pagar... Ilham yang juga mendengar suara ngebas sang pria berambut jarang itu langsung berlari keluar dan bersiap untuk mengakui kesalahannya walau dengan konsekuensi apapun.
"ada apa,pak RT? ayo masuk!"Malik menghampiri sang RT yang masih memasang wajah sangar.
"pak Malik, saya cuman mau bertanya... apakah sandal ini milik salah satu anggota rumah ini?"tanya pak RT, iya tak mau berbelit-belit maunya langsung menangkap si maling mangga.
"pak RT, saya mau minta maaf... itu.. Sendal saya... saya mohon maafkan saya.... tadi malam... saya yang sudah nyolong mangga pak RT... maafkan saya... habisnya istri saya ngidam rujak mangga pukul 01.00 dini hari.... sedangkan toko sudah tak ada yang buka lagi... maafkan saya,pak....."Ilham **** menyembuhkan kedua tangannya di depan wajah dengan pasrah bersiap menerima konsekuensinya.
"oh... jadi kamu malingnya?!"pak RT mengepalkan tangannya dengan gram, sorot matanya tajam ke arah Ilham.
"maafkan saya, paket, saya siap ganti rugi, pak RT mau diganti mangga atau ganti uang saja yang anggap saya membeli mangga pak RT. saya benar-benar mohon maaf.... saya tahu saya salah, semua cuman ngidamnya istri saya...."Ilham kembali memohon.
"HM... kamu tahu...mangga mangga itu saya rawat seperti anak sendiri, setiap hari saya timang-timang... eh pagi ini malah hilang dua biji?!"emosi paket teh masih meluap meluap, walau lham sudah menatapnya dengan memohon.
"iya, pakai RT, saya bisa paham perasaan Anda tapi....saya mohon maafkan saya. halalkan mangga yang sudah dimakan istri saya itu, akan saya bayar...."Ilham kembali berkata dengan mendayu-dayu walau lawan bicaranya terlihat lebih meledak-ledak.
pak RT terdiam, tatapannya masih tajam ke arah Ilham. sedangkan Della dan Malik hanya berdiri saling diri, mereka yakin Ilham bisa menyelesaikan masalah ini yang hanya mengintip dari teras, akhirnya turun ke depan pagar juga.
"Aurel yang ngidam? jadi .... dia ini yang minta kamu buat nyolong mangga?"ketusuk RT saat melihat Aurel.
"bukan istri saya yang salah... tapi saya, pak, yang enggak punya stokan manggamu untuk dia.pak RT mau jual mangga itu berapa? saya akan bayar atau saya ganti mangganya saja?"tanya Ilham lagi, iya bersiap ganti rugi asalkan sang RT mau damai.
"asal kamu tahu, ya Ilham, mangga jenis yang saya tanam itu nggak ada dijual di pasar....kamu takkan bisa untuk menggantinya, itu mangga impor ke rumah bibitnya dibeli di luar negeri."pak RT melongos kesal dengan melempar sandal ke arah Ilham.
Ilham meringis, sedangkan Aurel memilih bersembunyi di belakang suaminya.
"ada apa sih, pak, cuman gara-gara mangga saja sampai marah-marah begini....kayak nggak pernah lihat istri ngidam saja titip ibu dulu juga ngidamnya kayak Aurel, nggak apa....kalau papa juga pernah nyolong pohon mangga tetangga kita yang orang Belanda itu?"bu RT, istri dari pak RT mencolek punggung suaminya.
pak RT melongos kesal melihat kedatangannya istrinya, sedangkan Malik dan Della sama-sama melirik nafas lega melihat kedatangan istri sang RT, sebab istrinya itu tak seperti satelit sang suami.
"bu RT, pak RT, saya mohon maaf atas kelakuan anak dan menantu saya ini....saya siap ganti mangga yang hilang 2 biji itu, saya harap pakai RT dan bu RT bisa mengikhlaskan mangga yang sudah dimakan Aurel."Malik angkat bicara juga.
"nggak usah ganti rugi segala, pak Malik. namanya juga lagi ngidam, saya juga pernah. saya sudah ikhlasin ke rumah kalau masih mau mangganya.... nanti ambil lagi saja itu pohon saya kayak saya kok yang tanam, bibitnya dapat dari kampung, dikasih Paman saya yang punya kebun mangga...."ujar bu RT sambil tersenyum ramah.
pak RT melirik kesal istrinya, lalu segera membalikkan badan dan melangkah menuju pulang hatinya kesel, istrinya telah mengatakan kejujurannya, padahal baru saja ia pongah tengah pohon mangganya itu.
"kata pak RT bibitnya dari luar negeri..."ilham menarik nafas legas, sambil menahan tawa.
"ah, biasalah.... pak RT memang suka membesarkan segala masalah.yah sudah, saya pamit.
masalah mangga sudah beres ke Mama semoga Dede bayinya selalu sehat."bu RT mendekat dan mengusap perut Aurel dan kemudian berbalik menuju arah rumahnya.
Malik dan dela sama-sama menatap ke arah anak dan menantunya itu.
"nggak usah marah kok mamah, pah, kak Ilham yang punya ide...."Aurel menahan tawa.
"nggak usah buat masalah sama pak RT lagi lah, untung istrinya baik. mangganya distop saja, terus simpan di kulkas, kalau lagi ngidam mangga tengah malam tinggal ambil aja,"ujar Della.
"iya,ma, nanti siang rencananya emang mau nyetok segala macam buah-buahan atribut rujak."jawab Ilham sambil mengusap kepala istrinya.
"ya sudah, ayo masuk!"Malik melangkah menuju teras lalu masuk kembali ke dalam rumah.
__ADS_1
*****
"dek, nggak ngidam rujak lagi malam ini?"tanya imam sambil menghampiri istrinya yang sedang duduk di atas tempat tidur sambil kuliner makanan di sosmednya.
"enggak, kak", jawab Aurel dengan mata yang tetap menuju kepada.
film duduk di samping istrinya dan mengintip apa yang sedang ia lakukan istrinya itu, dan ternyata Aurel sudah mengamati aneka makanan Ilham lah semua lirik jam di dinding untuk melihat waktunya, takutnya sang istri minta dibelikan makanan tengah malam lagi.
"kak,kepiting enak kali ya?"Aurel menelan ludah saat membayangkan gurihnya dari kepiting yang dijadikan sate dan dibakar dengan sambal kacang dan saus.
"ya ampun, sayang, kepiting nggak bisa disate...."Ilham menghela nafas berat, istrinya itu mulai mengidam hal aneh lagi.
"terus,,, aku cuman bisa bayangin doang tanpa bisa makanan gitu, kak?"Aurel merengut kesal.
"kalau kepiting bakar, mungkin masih ada bisa dicari. kalau satenya, sampai ke ujung Dian dunia nggak juga ada yang jualan...."Ilham menatap sang istri yang wajahnya cemberut itu.
"kalau makannya sih.... aku juga tahu kalau ada dijual, cuman males buka cangkangnya. aku mau satenya saja, yang bisa ditusuk dan siap dimakan," ujar Aurel lagi.
"ya udah, nanti kakak yang bukain cangkangnya, ayo deh kita cari kepiting bakarnya, buruan ganti baju dan pakai jaket!"ujar Ilham dengan menghisap bahu istrinya.
aurat terdiam, yang ia inginkan itu satu kepiting, bukannya kepiting bakar.
"kak, aku maunya sate kepiting dan bukanya kepiting bakar!"bantal Aurel kesal.
Ilham menghala nafas barat, dengan memutar Untag untuk memenuhi keinginan istrinya itu, kepiting bakar pun belum tentu ada dijualnya rumah palingan ada kepiting asam manis tapi Aurel malah mau kepiting dijadiin sate, sungguh membuatmu pusing.
"ya udah, kamu di rumah aja ke rumah kakak mau keluar dulu, mumpung masih awal kau masih maukah aja ada dijual kepiting, nanti kakak yang bikinin satenya,"ujar Ilham sambil bangkit dari tempat tidur.
"hati-hati, iya kak!"Aurel tersenyum senang melihat sang suami yang selalu berusaha untuk menuruti apa yang ia inginkan.
Ilham meraih jaketnya, lalu dompet juga ponsel.
"kakak pergi dulu ke rumah sayang. jangan tidur duluan nungguin sate kepitingnya!"Ilham mendaratkan ciumannya di pipi sang istri.
Ilham melangkah menuju pintu lalu keluar dari kamar, ia akan mencari rumah makan yang menjual kepiting dan akan meminta mereka membakarnya, dan nanti di rumah baru dikeluarkan isinya lalu ditusuk-tusukkan sate, dahinya berturut saat mengingat stetur daging kepiting yang sepertinya tak bisa ditusuk itu.
"ah, pokoknya harus dapatkan kepiting dulu saja,"Ilham mengumum sepanjang jalan dan mata-mata yang mencari rumah makan tertulis jual aneka makanan sejenis seafood.
******
setelah 1 jam turun dari rumah makan dan warung tenda, akhirnya bertemu juga, yang menjual kepiting bakar. Ilham menarik nafas lega, sebab keinginan istrinya sudah bisa ia penuhi. palingan kalau sampai di rumah nanti, iya tinggal membuka cangkangnya dan kulitnya saja dan menusuknya kepalanya terasa kliyengan memikirkan cara menusuknya nanti.
"sambal kacang sekalian,Bu."ujar Ilham lagi.
"sambal kacang gak ads mas, kalau kacangnya sate ayam.... Ada..."jawab si ibu warung.
"iya, bu, boleh."Ilham mengangguk.
setengah jam kemudian, Ilham sudah kembali ke rumah. saat ditetapinya jam di pergelangannya kini sudah menunjuk arah 22.00. iya segera bergegas menuju dapur dan memasukkan kepiting bakar di piring, lalu mulai membuka kulitnya dan mengambil dagingnya.
perlu waktu setengah jam juga untuk Ilham mengupasi kulit kepiting itu Dan kini ia mulai menusuknya ke tusuk sate.
"ya Allah, daging kepiting gak bisa ditusuk dan dijadikan sate...Ilham bergumam, tapi saat membayangkan mata berkaca-kaca istrinya jika keinginannya tak terpenuhi membuatnya kembali memikirkan cara untuk membuat daging kepiting itu untuk ditusuk, sehingga akhirnya ia memutuskan untuk membubuhkan tepung bumbu dan air ke dalam daging kepiting itu lalu meletakkan di penggorengan...setelah itu barulah bola-bola daging kepiting itu ia tusuk selalu diolesi sambal kacang dan dibakar.
****
"sayang, ini kakak bawakan satu kepitingnya...."Ilham membawa sepiring satu ke dalam kamar.
Aurel yang sudah tertidur langsung membuka matanya, lalu memiringkan tubuh dan bangun.
"kak, dapat nggak sate kepitingnya?"
tanya Aurel sambil menatap ke arah suaminya yang kini duduk di hadapannya dengan membawa sepiring sate...
__ADS_1
"ayo duduk di bawah aja, sayang."Ilham mengajak istrinya lalu duduk melesat di lantai kamar.
Aurel menurut sambil mengucap matanya yang masih mengantuk.ditatapnya sate di tangan Ilham dengan berbinar-binar, lalu mengambil alih piring itu.
"duh....kak, wanginya..."ujar Aurel."ini benar-benar sate kepiting kan'ya?"sambungnya dengan ragu.
"iya, sayang, sate kepiting hasil kreasi suamimu, ayo cobain!"ujar Ilham sambil menyandarkan punggungnya ke dinding kamar.
Aurel mencium sepiring sate itu dengan memejamkan matanya, iya sedang menikmati,bau khas makanan laut itu.bibirnya memungkinkan senyum bahagia karena apa yang ia minta sudah ada di depan mata, Dan kini ia tidak penasaran lagi. ternyata kepiting juga bisa disate, walau ia tak tahu bagaimana cara suaminya itu membuatnya.
"dari baunya udah enak si ini, kakak aja yang nyobain duluan!" ujar Aurel sambil meraih satu tusuk sate dan menguapkan ke mulut Ilham.
Ilham membuka mulutnya dan menerima suapan dari istrinya itu, lalu meraih tusuk sate itu dan memakannya sendiri.
"gimana,kak,enak?"tanya Aurel sambil tersenyum.
"enak dong, kakak yang bikin, kan calon mister chef...." Ilham meraih 1 buah sate itu dan menyebabkan ke mulut sang istri.
"gimana, de, enak nggak?"tanya Ilham dan berharap istrinya itu suka.
"enak enak sama kak, enak banget,"Aurel mengajukan jempolnya.
"Alhamdulillah kalau enak, Ilham menarik nafas lega.
"buka mulutnya, k, aku ngidamnya lihat kakak yang makan!"Aurel memberi syarat agar suaminya itu menegakkan badan dengan tangan yang sudah bersiap menyiapkan sepiring sate itu.
"masa kakak sih, dek? kamu dong yang makan!"Ilham merimis karena Aurel terus menyiapkan satu kepiting ke mulutnya.
"dek bayinya maunya ayahnya yang makan, buka mulutnya lagi,kak!"Aurel kembali menyuapkan sate itu ke mulut sang suami.
beberapa saat kemudian.
"kalau ujung-ujungnya kakak yang disuruh makan, lebih baik minta dijadikan satu kepiting.udah ngeluarin daging dari kulitnya susah dan mikirin buat bisa nusuk juga bikin pusing,"Ilham saat sudah kembali dari menyimpan piring kotor ke dapur.
"hehehe.... namanya juga sedang ngidam, kak, ini bawaan bayi kamu loh.... bukannya maunya aku...."tawuran menahan tawa melihat wajah letih suaminya.
"ayo ganti rugi, kita main lima ronde.... pokoknya sampai pagi!"Ilham menarik istrinya itu ke dalam pelukannya dan mencium pipinya dengan gemas.
"hahaha... jangan kak!"aural memeluk Suami.
"bercanda,kok sayang, ya sudah, ayo tidur!"Ilham merebahkan dirinya dan menarik sang istri ke dalam pelukannya.
keduanya mulai memejamkan mata, sedangkan cinta sudah beberapa malam ini memilih untuk tidur bersama Oma dan opanya, karena semenjak perut sang bunda semakin membuncit, iya mulai menjauh dan lebih banyak bersama sang omah.
****
dua tahun berlalu,, carnaval, putra Irfan dan Carolina tunggu menjadi bocah laki-laki yang tampan dan pintar.Margaretha yang seorang janda karena ditinggal suaminya kawin lagi merawat anak kliennya itu dengan sangat baik. iya mulai menyayangi dan sudah menganggapnya sebagai anak sendiri.
"siapa dia?"tanya Carolina saat sang pengacara datang bersama anak kecil yang wajahnya sangat mirip dengan Irfan.
"dia putra."jawab Margaretha sambil menunjuk karnaval yang kini sedang duduk di pangkuannya.
"Margaretha. bukannya aku menyuruhmu membuang anak sial ini, shift,"bukannya senang melihat sang putra yang tumbuh sehat dan tampan,ia malah melompat kesal dan memalingkan pandangan darinya.
"Carolina,dia dara dagingmu. mungkin saat ini kamu membencinya,jika suatu hari kamu menginginkannya, maka aku akan mengembalikannya kepadamu. untuk saat ini, aku akan mengurusnya dengan baik," ujar Margaretha.
"ambil saja dia untukmu, dan jangan pernah katakan padanya kalau aku adalah ibunya. aku tak mau punya anak Dan aku sudah menganggap dia mati,"Carolina mengusap wajahnya dengan kesal.
"Hay, jangan sibuk mengurusi anak sialan itu saja, urus secepatnya kebebasanku. aku sering bosan di sini, aku mau bebas!"sambungnya dengan kesal.
"kamu yang sabar, aku sudah mengusahakan semuanya. aku juga sudah berusaha menyogok hakim. sepertimu yang sudah kamu perintahkan. kamu berdoa saja, semoga masa hukumanmu ini segera berakhir, jawab Margaretha.
"bawa anak itu pergi dan jangan pernah membawanya ke sini lagi, aku tak mau melihatnya! ingat kamu jangan sampai Irfan tahu anak itu, sebab dia tahu anak itu sudah mati!"putus Carolina sambil bangkit dari kursinya dalam menghampiri penjaga, iya segera dibawa masuk ke dalam sel tahanannya.
__ADS_1
Bersambung....