Diceraikan Suami Dimalam Pertamaku

Diceraikan Suami Dimalam Pertamaku
bab 24 mereka sangat mirip


__ADS_3

"cita kamu dimana?"teriak Aurel panik dengan mengedarkan pandangan ke sekeliling halaman rumahnya, lalu berlari menghampiri roda berwarna pink dimana bayinya tadi berada.


debaran didada Aurel semakin tak terkontrol, raut wajahnya langsung memucat.walau ia tak pernah menginginkan bayi itu sejak dari dalam perut, tapi hatinya terasa menjerit juga saat bayi yang paling disayangi kakaknya itu kini menghilang.


"ya tuhan,, kemana bayinya kak Ilham?"deru panasnya semakin memburu,air matanya seakan berlomba berjatuhan,"tolongg....bayiku diculik!"teriaknya kesal.


bik Imah yang mendengar teriakan Aurel dari luar pagar segera berlari dengan membawa kantong belanjaannya,ia bergegas membuka pagar dan menatap Aurel yang panik.daru arah teras terlihat seseorang pria sedang menggendong cita mendekat kearah Aurel yang kini terlihat kebingungan.


"aurel!"seri pria bertubuh tinggi tegap itu.


"ahhaaahhh....tatata....


terdengar Ocehan khas dari cinta,sibayi berambut keriting.


Aurel segera membalik tubuhnya dan mendapati Irfan menggendong sang bayi.


"cita."seru Aurel sambil memindahkan bayi yang sedang tertawa itu kedalam gendongannya."dokter Irfan, bagaimana bisa kamu ada disini?apa...kamu mau menculik bayiku?!"sambungnya dengan tatapan jengkel kearah Irfan yang kini sedang menunjukan senyuman yang termanis.


"maaf, tadi..... waktu saya datang....bayimu itu sedang sendirian dihalaman.maaf.....kalau saya telah lancang masuk tanpa izin, soalnya pintu pagar tidak terkunci,"ujar Irfan dengan kedua tangan tersumpuh didepan wajahnya.


"mau ngapain kamu kesini?kok bisa tahu rumahku?"Aurel menatap curiga teman seprofesi dari mantan suaminya itu.


"sebenarnya nggak tahu...tadi pas lewat.... kebetulan lihat bayi yang fotonya kamu kirim tadi malam ...."jelas Irfan tadi.


"ih,ni orang kayaknya tukang bohong,masa tadi bilangnya pas dia datang,dia lihat bayiku sendirian dihalaman makanya digendong,terus bilang lagi dia mampir karena lihat bayi yang mirip difoto tadi malam .... nggak beres dia!"Aurel menatap sengit Irfan,ia curiga kalau temannya Aris ini terlihat jahat dengannya.pakai sok-sok'an mau memberikanku siapa ayah bayinya pula.


"non Aurel,,tadi kenapa teriak-teriak?''bik Imah melangkah mendekat,setelah melihat drama ibu kehilangan putrinya tadi.ia senang, ternyata Aurel mulai menyayangi bayinya walau ia masih tak mau menunjukkan secara terang-terangan.


''hmm..... nggak apa-apa, bawa deh bayinya kak Ilham masuk!''ujar Aurel saat melihat wanita paruh baya itu menghampirinya.


''iya non,bibi mau menyimpan belanjaan dulu sama cuci tangan!''ujar bik Imah sambil mempercepat langkahnya masuk kedalam rumah.


''ahhaaa....haahhh....''ocehan cinta mulai keluar dari mulutnya saat melihat Irfan yang kini menatapnya sambil tersenyum.


''boleh saya gendong bayimu lagi,rel?siapa namanya?cita,ya?''irfan mengulurkan tangannya dan bayi rambut keriting itu langsung mengangkat tangan,seolah mengenali kalau ayahnya kini telah datang.


Aurel tak bisa menghalangi cita yang seolah begitu suka saat pria berkulit gelap itu mengulurkan tangannya,dan bayinya langsung berpindah kedalam gendongan sang ayah biologis walau Aurel belum tahu akan rahasia itu.


Irfan membawa cinta duduk di kursi teras,mereka langsung terlihat akrab.aurel menautkan alisnya ,menatap kedua mahluk yang menurutnya sangat mirip.batinnya mulai menduga yang macam-macam tapi berusaha ia tepis Karena ia tak menyukai pria berwajah India itu,Irfan benar-benar bukan tipenya,jika pria itu memang berkeinginan untuk mendekatinya.


taklama kemudian,bik Imah sudah terlihat ke teras dan tersenyum melihat cinta yang begitu akrab dengan pria ia duga adalah teman dari majikannya itu.


''tolong....bawa cita masuk bik!''perintah aurel.


''namanya cinta non,bukannya cita!''bik Imah menahan tawa sambil mengulurkan tangannya kearah bayi yang berambut keriting itu.


''ah biar deh,aku mau manggil dia dengan nama yang gampang disebut saja.''aurel melototi bik Imah.


''ayo sama bibik,cinta!''bibik Masi mengulurkan tangannya didepan bayi bertubuh semok itu.


''tataaaa.....''Cinta menggeleng dan menyembunyikan dirinya dibalik lengan Irfan.


''adu,, sombongnya.....ayo sama bibik!bik Imah meraih lengan sang bayi.


cinta menggeleng dan menepis tangan bik Imah,ia tak mau melepaskan tangannya dari leher Irfan.


''non Aurel,,cinta nggak mau sama saya,gimana ini non?bik Imah menggaruk kepalanya.


''ya udah,biar sama saya dulu,bik,saya orang baik-baik kok.nggak mau nyulik bayinya Aurel,''ujar Irfan sambil tersenyum.


''mas ini namanya siapa?kok saya baru kali ini melihat si mas-nya ?apa temannya non Aurel atau mas Ilham ?''tanya bik Imah.


''saya Irfan,temannya aurel,''jawab Irfan.


Aurel melongos,sebab ia tak merasa berteman dengan dokter yang menurutnya aneh dan suka sok kenal itu.ini dia kesekian kalinya Irfan selalu bersikap sok akrab,padahal mereka kenal juga secara terpaksa.


''ya sudah kalau begitu,,saya masuk dulu,ya non.mau bikin minuman untuk mas Irfan,''ujar bik Imah sambil menatap kearah Aurel.


''eh,,nggak usah repot-repot,bik!''irfan pura-pura tak enak hati,padahal memang itu maunya dia biar bisa lebih lama lagi bersama putrinya yang mungkin hanya bisa ia temui hari ini saja karena besok-besok belom tentu ia bisa mendapatkan momen setepat hari ini.


''nggak merepotkan kok mas,anggap aja upah udah jagain non cinta.''bik Imah tersenyum sambil membalikkan badannya.


bik Imah melangkah masuk,Irfan jadi salah tingkah saat melihat Aurel yang ternyata mengamatinya sejak dari tadi.

__ADS_1


''rel,,kok cuman berdiri saja?ayo duduk sini!''irfan menoleh kursi disampingnya.


dengan masih menyimpan seribu tanda tanya di kepalanya,Aurel mendekat juga sambil menggeser kursi itu sedikit menjauh dari dokter sok akrab itu,ia tak melewatkan kesempatan untuk mengambil foto Irfan dan cinta secara diam-diam dan semakin menyadari kalau keduanya memang mirip, seperti anak dan ayah Sajam


''kok jauh gitu duduknya?saya nggak menggigit loh,cinta aja suka sama saya...''irfan mengulum senyum,berusaha untuk menarik perhatian dari anaknya itu.


''maaf,jika bukan muhrim dan saya ini wanita bersuami,to the points saja,apa maksud dokter Irfan datang kesini?''nggak ada yang melahirkan Lo dirumah ini...''ujar Aurel dengan tatapan segit kearah Irfan.


''haaaa....kamu bisa melucu juga?!''irfan langsung tertawa mendengar kata-kata Aurel yang menurutnya lucu,apalagi saat ini hatinya memang sedang berbunga-bunga karena bisa sangat dekat dengan anak yang memang sejak lama ingin ia jumpai itu.


Aurel melongos kesal melihat teman Aris itu malah tertawa renyah di hadapannya.


''siapa juga yang mau melucu,saya ini mau marah !''jawab Aurel kesal.


Irfan pura-pura bego saja,ia tak perduli dengan tampang judes wanita di hadapannya,malahan ia semakin menyukainya.


''aurel memang jauh lebih baik juga cantik dari Carolina,wajar kalau Irfan lebih memilih dia.aku aja udah jatuh cinta ini.''irfan bergumam dalam hati sambil curi-curi pandang.


taklama kemudian,bik Imah sudah kembali ke teras sambil membawa dua gelas minuman dan juga cemilan lalu meletakkannya dimeja dekat Irfan dan Aurel.


''ayo cinta sama bik Imah!''bik Imah kembali merayu cinta untuk mau digendong dengannya dengan mengiming-imingi botol susu.


cinta langsung berpindah gendongan bik Imah,Irfan melambaikan tangan kearahnya dan seolah tak rela dipisahkan.aurel semakin jengkel saja.


''cinta masuk dulu,bye...om Irfan...bye...bunda...''bik Imah menirukan bahasa cinta lalu membawanya masuk.


Irfan Masi melambaikan tangan saat anaknya sudah tak terlihat pun dan Aurel semakin menatap aneh kepadanya.


''hmm...saya ini penyuka anak kecil loh,dan anak kecil juga pada suka sama saya, sayangnya tuhan belum ngasi istri,jadi belum bisa punya anak kecil deh,''ujar Irfan yang sebenarnya menyadari tatapan aneh Aurel terhadapnya.


Aurel hanya melongos dan tak menanggapi perkataan irfan.


''buruan katakan apa yang mau kamu bicarakan!''ujar Aurel dengan memutar bola matanya.


''hmm.....saya minum dulu,ya.tenggorokan jadi kering ini....''irfan meraih gelas jus dihadapannya sambil memikirkan kata-kata yang akan ia lontarkan kepada ibu dari Putrinya itu.


''buruan,dokter Irfan,saya tak punya waktu lama.dokter juga pastinya mau kerumah sakit' kan?biar cepat selesai,jadi cepat katakan lah!''aurel menatap tajam pria dengan jambang tipis diwajahnya itu yang mungkin tak sempat cukuran.


''rel''kayaknya saya belum bisa bicara sekarang, lain kali saja,nanti saya kesini lagi,ada panggilan darurat dari rumah sakit,saya harus pamit sekarang.''irfan bangkit dari tempat duduknya dan berputar-putar sedang tergesa-gesa padahal hal ini hanya alasannya saja agar bisa datang lagi lain waktu.


''kok banyak benar lapisnya,langsung sebut nama saja kok susah!''aurel menggerutu kesal.


''nggak bisa langsung sebut nama,saya juga harus mengatakan maksud dan tujuan si pelaku.jadi nanti saya akan datang lagi dan membicarakan hal ini sama kamu.''irfan tersenyum sambil melangkah turun dari teras.


''jangan-jangan..... dokter irfan- lah pelakunya!''aurel menyeletuk yang sukses membuat raut wajah Irfan jadi memerah.


''hahaaaa..... ada-ada aja kamu,ya sudah saya pergi dulu.''assalamualaikum.''irfan mempercepat langkahnya menuju pagar.


''waalaikum'salam''aurel mengerutkan dahi.irfan semakin mencurigakan menurut-nya.ia semakin menyimpan tanda tanya besar.ia semakin tak sabar untuk merekam perkataan irfan nanti.andai dugaannya benar,tak hanya pelakunya yang akan ia Hadiankan kepada perusak masa depannya itu,ia juga akan menuntunnya di muka pengadilan.


*****


[kak,pulang nggak hari ini.]


Aurel mengirimkan chat kepada Ilham ketika jam makan siang tiba.


[ belum tahu dek,ini baru selesai rapat.habis makan siang langsung ke lokasi proyek kantor cabang.kamu lagi apa?udah makan belum,?cinta rewel nggak.]


''aurel menghembuskan kesal jika Ilham tak jadi pulang sore ini,ia merasa sangat kesepian dan juga rindu yang semakin menggebu,ia juga sudah merencanakan akan mengatakan isi hatinya malam nanti.jika mereka sudah bertemu,ia ingin Irfan tahu ,kalau kini ia sudah mencintainya,dan siap untuk meresmikan pernikahan mereka.pilihannya tetap jatuh kepada sang kakak angkat,walau Aris masih berusaha untuk mengejarnya dan malah nambah satu orang lagi yaitu Irfan.dikejar-kejar dua pria aneh itu,jadi untuk menghindar dengan aman ya dia memang harus segera menikah lagi dengan Ilham agar pernikahan mereka sah Dimata hukum dan agama.


[pokoknya kak Ilham harus pulang sore ini,kalau nggak,aku akan marah.]


Aurel mengirim chat ancaman dan berharap kakaknya beneran pulang.dua menit kemudian,Ilham Langsung melakukan vedio call.


''assalamualaikum dek,ujar Ilham.


saat menatap wajah Ilham dilayar ponsel, jantungnya mendadak menjadi berdebar-debar,ia semakin tak sabar untuk bertemu suaminya itu.


''waalaikuam'salam.kakak lagi dimana itu?tanya Aurel.


''lagi direstoran dek,sama Riska lagi mau makan,''jawab Ilham sambil tersenyum.


''oh..... gitu....''aurel menampakkan wajah cemberutnya.

__ADS_1


''doain saja urusan kakak disini cepat selesai,ya biar bisa cepat pulang ketemu kamu dan cinta,kakak kangen kalian berdua.''ujar Ilham sambil menikmati makannya.


''hmm.....moga bisa pulang nanti sore,ya kak.ada hal penting yang mau aku omongin ini.makanya cepat pulang,''ujar Aurel lagi.


''iya,iya....kakak makan dulu ya,nanti sambung chat saja!''ujar Ilham lagi.


''iya kak bye....''


''assalamualaikum.''


''waalaikum'salam.''


panggilan video berakhir.aurel yang sedang gelisah ditempat tidurnya itu sangat berharap Ilham bisa pulang hari ini juga karena ia sudah tak sabar untuk mengungkapkan isi hatinya.


''kak,aku sayang sama kamu....''kangen setengah mati.''aurel menutup wajahnya dengan membayangkan wajah bahagia Ilham saat ia akan mengatakan hal itu.


Aurel tersenyum sendiri,ia merasakan bunga-bunga sakura seakan berterbangan sekarang.ia baru menyadari saat ini setelah berpisah jauh walau baru sehari.ia merasa hampa saat kakaknya tak ada disini.


''tring'


ponselnya bergetar dan Aurel segera meraihnya.


[emang mau ngomongin hal penting apaan sih,dek?jadi penasaran.]


ternyata itu chat dari Ilham,dan Aurel segera mengetik balasan untuknya.


[ada deh, pokoknya penting.makanya cepatan pulang!]


[ iya dek,kakak usahain pulang sore nanti.eh kasih clue-clue dong hal penting tentang apa ini?]


[ haha.....nunggu udah ketemu aja,nggak seruh kalau dibocorin.]


[iya deh,kakak mau lanjut kerja lagi.]


[iya kak, hati-hati.]


[iya]


Aurel mengakhiri chatnya dan meletakkan ponselnya disamping bantal,ia akan tidur siang dulu biar sore menjelang malam nanti bisa menyambut kakaknya yang akan pulang dari luar kota itu.


****


[dek,kakak jadi pulang sore ini,pakai pesawat pukul 17:15.ini udah di bandara ,Riska nggak kebagian tiket ,jadi dia pulang besok pakai pesawat pagi.kakak kangen banget sama kamu dan cinta.nggak usah jemput, kakak naik taxi saja.]


Aurel mendapati chat itu diponselnya yang dikirim pukul 16:45 tadi.sedangkan kini sudah pukul 17:30.


[iya kak, hati-hati yah!.]


chatnya hanya centang satu,berarti kakaknya itu sudah di pesawat dengan tujuan kotanya.ia tersenyum senang dan semakin tak sabar untuk bertemu dengannya.


berarti kakaknya itu tiba di rumah pas magrib,ia segera bangun dari tempat tidur lalu menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya.


setelah merasa segar ,aurel melangkah menuju pintu keluar dari kamar.diruang tengah terlihat ada papa dan mamanya yang sedang bermain dengan cinta.


Aurel melangkah mendekat, bermaksud menghampiri ketiganya,sang papa terlihat sedang membesarkan volume televisi.ia sedang menyaksikan sebuah berita dan terlihat seseorang pembawa acara sedang membawakan sebuah berita dengan gambar pesawat dilayar sampingnya.


''indonesia kembali berduka,telah terjadi kecelakaan pesawat lagi beberapa menit yang lalu.pesawat lion-air JT-007, penerbangan rute Kuta xxx menuju kota zzzz diduga jatuh diperairan laut xxx,dengan jumlah 150 penumpang,142dewasa 2 anak-anak dan 5 pilot kru.saat ini tim SAR langsung terjun ke TKP dan sedang dalam pencarian.


''kak Ilham!!! Aurel menjerit histeris saat melihat berita itu,sebab kakaknya itu pulang sore ini walau ia tak tahu pakai pesawat apa.


''ada apa aurel?''della menoleh Aurel yang sudah menangis menatap televisi didepan mereka.


''kak Ilham pulang sore ini ma,apa pesawat yang jatuh itu.... pesawat yang ia tumpangi?!''jerit aurel lagi.


''emangnya Ilham pakai pesawat itu?Della menghampiri Aurel dengan berusaha menenangkannya.


''aku nggak tahu ma,yang jelas kak Ilham dipesawat sore ini.....''tubuhnya langsung bergetar ,dengan air mata yang sudah membanjiri wajah.


bik Imah yang mendengar teriakan Aurel,segera berlari menuju ruang tengah dan mengamankan cinta kedalam gendongannya.


Malik bangkit dari sofa dan menatap layar televisi untuk memastikan apakah anak angkatnya yang sudah berganti status menjadi mantunya itu ada dipesawat yang jatuh itu atau tidak.daftar nama penumpang mulai ditampilkan di layar televisi dan semua mata tertuju kesana.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2