Diceraikan Suami Dimalam Pertamaku

Diceraikan Suami Dimalam Pertamaku
bab 61 dilecehkan enam [ bancis ]


__ADS_3

ah, kenapa mesti ketemu Tono dan satu kelas pula? Nadia temannya Revan yang hanya berpura-pura lugu dan mengaku tapi ikut andil, bohong, semua itu hanya kebohongannya saja! aku takkan bisa percaya keadaannya, dia sama gilanya dengan temannya yang bermodal kegantengan namun berotak mesum itu!"cih, aku benci, kok hembuskan tubuh ke atas tempat tidur,lalu meraih ponsel sambil memikirkan teror selanjutnya yang akan kuhadiahkan kepada Revan. aku tersenyum miring sebab ide langsung muncul di kepala ini, kuketik sebuah pesan yang akan kukirimkan kepadanya.


[ kak Icha, nanti jemput di tempat biasa, ya! ]


aku pura-pura chat salah nomor, dua menit kemudian, cek KU langsung dibacanya.


[ maaf dek, kamu salah nomor barangkali, aku bukan kak Icha, tapi David.]


hmm... aku memungkinkan senyum dan kembali mengetik balasan.


[ oh,maaf,bang, habis nomornya mirip, maaf ya, ya,bang,udah ganggu.]


aku kembali mengirimkan umpan dan semoga sang ikan mas itu langsung memakannya dengan rakus.


[ enggak ganggu kok, dek, emang umurnya berapa ini? masih sekolah kah?.]


aku semakin mengembangkan senyum, dia terpancing juga.


[ iya bang, masih sekolah, kelas XII SMA.]


tak perlu menunggu lama lagi, chat kami terus berlanjut hingga berjanji untuk video call nanti malam, dia juga sudah mengirimkan photos gantungnya dengan wajah ala bule, aku mengernyitkan dahi, mencari akal, siapa yang akan kau suruh untuk menyamar menjadi anak SMA yang centil ini, kupejamkan mata sambil menyusun siasat untuk mengerjai mantan siaran itu.


*****


aku menyeringai puas setelah berhasil menyusuh Irma, anaknya ibu kost untuk video call dan mengaku sebagai intan, anak SMA yang cantik juga menggemaskan.


[dek, ketemuan mau nggak?]


baru saja aku kembali ke kamar, get Rivan udah kembali masuk,aku menyungkinkan senyum karena target telah memakan umpan ini dengan sempurna.


[boleh bang, tapi malam aja ketemuannya, di tepi pantai ya!]


kukirimkan pesan itu kepadanya.


[kok di tepi pantai? kenapa nggak di kafe saja atau juga di taman begitu?]

__ADS_1


dengan sinis, aku kembali mengetik balasan, sedang di kepalaku mulai menyusun siasat.


[di pantai biar romantis soalnya adik suka pantai.]


[oke, pukul 19.30 di tepi pantai.]


[oke bang, nanti aku pakai baju putih ya dengan rambut panjang.]


Yes, rencanaku lancar, tinggal eksekusi saja, dasar omes [otak mesum] begitu mudahnya diperdaya, andai aku dulu sebentar sekarang, mungkin kehormatanku takkan terenggut oleh para setan-setan itu.


****


sore harinya, aku sudah berada di pantai dengan segala perlengkapan, aku sengaja memilih pantai ini sebab sepi dan jarang dikunjungi, menurut kabar burung, pantai ini angker makanya jarang dikunjungi.


pukul 19.30, Revan sudah menelpon dan mengaku sedang dalam perjalanan,aku sudah berpesan kepadanya untuk datang sendirian saja tapi jika dia membawa lima temannya itu juga tak masalah itu lebih bagus lagi.


"halo, intan, kamu udah di mana?"suara Revan mulai menelpon membuatku menyunggingkan senyum.


"udah di tepi pantai, bang,"jawabku dengan suara yang kubuat berbeda dari biasanya, semoga dia tak curiga.


"pantainya gelap deh, Abang masih di mobil ini. gimana kalau kamu ke sini aja?"Abang nungguin di mobil,"ujar Revan lagi.


"oh, ya jadi begitu? ya sudah, Abang turun ini, teleponnya jangan dimatiin!"


"iya, Abang sayang....."jawabku dengan suara lembut.


dari arah jalan,terlihat Revan turun dari mobil dan menggunakan senter di ponsel untuk menuju masuk ke arah pantai, aku menyeringai sambil bersembunyi di balik pohon, saat Revan telah tiba di pinggir pantai, sambungan telepon langsung ku matikan.


"intan, kamu di mana?"teriak Revan dengan gaya sok ganteng.


Revan mengedarkan pandangan ke sekeliling,iya mencari sosok intan sambil duduk dengan ponselnya tapi ponsel di tanganku sudah ku nonaktifkan.


"intan, ini aku udah datang, Abang David keluarlah!"teriak Revan.


kubiarkan dulu dia berputar-putar di sekeliling pantai, saat dia hendak berbalik arah, patung yang kudanda hari seperti kuntilanakdengan menggendong bayinya ku tetap tombol untuk menghidupkan lampu yang hanya menyinari wajah agar terlihat saran sukses membuat Revan menjerit kaget.

__ADS_1


"aku disini,bang...hihhiih..."dari arah samping, seorang buncis yang ku sewa juga berdandan ala kuntilanak juga mengejutkan Revan.


"agghhh... agghhh....!!!"Revan menjerit histeris.


kini giliranku muncul tepat di hadapannya dengan membawa boneka bayi yang penuh darah.


"bang....."panggilku dengan suara yang kubuat seram dengan dandanan ala kuntilanak tentunya.


"agghhh....."jerit Revan semakin kelabakan, karena kini ada tiga kuntilanak yang menghadangnya.


ku lempar boneka bayi digendonganku ke tangannya, Revan semakin histeris dan menjerit-jerit seperti orang kesurupan.


aku tertawa keras dengan tawak khas nikung selalu memamerkan kuku-kuku panjangku dan mengarahkannya kepada pria mesum itu, dia jatuh tertukar dan mencoba melarikan diri, aku langsung bersiul kencang,sontak beberapa bengkes yang sering mangkal di taman langsung berdatangan, dengan kostum ala kuntilanak tentunya. semuanya tertawa kencan dan mendekat ke arahnya.


aku tertawa puas dan bersiap mengabadikan rekaman mantan pacarku itu diperkosa anak banci, ini baru pembalasan dendam part 2, akan masih part-part selanjutnya, sayang, hahaha....


Revan berusaha mendorong hantu para banci itu yang kini berebut untuk mentol-toel dirinya, seorang pria perkasa yang berotak mesum ini malah dikeroyok kaleng-kalengan,ini sungguh merusak reputasi cowok populer zaman kuliah dulu karena banyak cewek yang antri buat jadi pacarnya tapi rata-rata semua cewek yang jadi pacarnya pasti akan dicicipi olehnya dan akan diputuskan setelah bolong keperawanannya.


"agghhh... Tolong.... Tolong...."jerit Revan kencang.


aku mendekat dan langsung menempel lakban di mulutnya, kini dia tidak bisa bersuara lagi, beberapa saat kemudian, cowok blasteran Jerman lndon level kegantengannya itu di atas rata-rata, kini sudah terlecehkan oleh enam banci, aku tertawa puas, melihat dia meronta di dalam kegelapan malam dan tak bisa melawan lagi, ini belum seberapa.


setelah Revan terlihat tak berdaya, tak lupa kusiram air cabe yang sudah ku persiapkan tadi, dia langsung menjerit histeris kembali,segera kuajak enam benci itu untuk mengemasi segala atributnya nyi lalu segera pergi dari pantai itu dan membakar segala bukti lalu membuangnya ke tempat sampah.


"ini untuk kalian dan anggap kita tidak pernah ketemu oke?"ku urutkan beberapa lembar uang berwarna merah ke hadapan enam banci kaleng itu.


"aduh Chin, nggak perlu repot-repot kok... aqiqah udah ambil dompet si doi kok dan isinya lumayan banyak deh ayy.... lengkap sama ATM dan kartu kredit,"ujar salah satu dari mereka.


"ambil uangnya saja, kartu ATM dan kartu kredit sebaiknya jangan. nanti malah kalian bisa dilacak, buang sekarang!"perintahku.


"oke deh Chin, Atikah buang.


*****


aku pulang ke kamar kost dengan hati yang puas, mengingat ekspresi Revan tadi membuatku sangat geli, Playboy diperkosa para banci, bisa viral ini,aku menyunggingkan senyum sambil mengamati kembali video rekaman di pantai tadi, rasakan itu,Revan.

__ADS_1


Hahaha.... akan kutunggu berita viralnya di koran tapi kayaknya kamu takkan berani lapor polisi deh, reputasimu akan hancur!kurai handuk lalu mandi dan membersihkan diri dari kuman-kuman di pantai tadi, walau kini sudah hampir subuh.


Bersambung


__ADS_2