Diceraikan Suami Dimalam Pertamaku

Diceraikan Suami Dimalam Pertamaku
bab 36 Alhamdulillah akhirnya sah


__ADS_3

''hai, Putri ayah dan bunda... masih main saja titik belum ngantuk, ya?''Ilham yang baru selesai menunaikan salat isya menghampiri cinta yang masih bermain di tempat tidur. 'salim dulu sama ayah!''sambungnya sambil mengalurkan tangan ke arah bayi berambut keriting yang sudah pandai duduk sendiri itu.


''ahhhaaaahhh.... yayaaaaaahhh...''cinta mengoceh sambil meraih tangan Ilham dan hendak memasukkan ke mulut.


''bukan dimakan, sayang, tangan ayah ini, tapi dicium..... Salim namanya.''Ilham mengajarkan cinta untuk Salim kepadanya.


''Yayaaaa.... ahhaaa.... ayaaah....''ocehan cinta lagi dengan merentangkan tangannya, minta digendong.


''Masya Allah rumah kamu udah bisa menyebut nama ayah,nak?''Ilham langsung meraih cinta ke dalam pelukannya, ia tidak menyangka kalau bayinya itu kini sudah pandai bicara dan kata pertama yang ia ucapkan adalah' ayah.'


''dek, cinta udah bisa panggil ayah loh....''ujar Ilham senang saat Aurel menghampiri mereka.


''masa sih kak? dari kemarin cuman'yayaya'aja ocehannya....''jawab Aurel sambil duduk di pinggir tempat tidur.


''coba panggil nama' ayah'lagi,nak biar bundamu dengar! aayaahhh...''Ilham menatap Putri kecilnya itu yang kini ia duduk di atas perutnya itu.


''aaaa...aayy... ahhaaahhh...''jawab cinta sambil tertawa dan menampakkan deretan giginya yang sudah tumbuh masing-masing dua pada atas dan bawah.


''aaaaa....yah...ayah.... ayaahhh.....''ujar Ilham lagi.


''aaaaa.... ayah!''cinta mengikuti perkataan ayahnya.


Ilham langsung tertawa senang dan segera duduk titik Aurel turut senang putrinya sudah pandai menyebut nama ayah, diusapnya rambut keriting itu dan menderetkan ciuman di pipi chubby putrinya.


''pinter, kak, Cinta, kayak kamu!''Aurel mengusap kepala putrinya itu.


''coba panggil bunda nak!''bun....dan,bunn...da... bundaaaaa...''Ilham kembali menatap cinta, bayi bertubuh semok dengan bola mata hitam pekat itu.


''bubuuu....buuu... ahhaaa....''yayaya...''Sinta memasukkan jarinya ke mulut dan mengeluarkannya lagi, ia begitu senang karena ayah dan bundanya sudah kembali berkumpul.


''bunn....daa...bunnn....da.... bundaaaaa....''Ilham masih dengan sabar mengajarkan cinta.


''buuuuun..... buuubuuuunnn....''jawab cinta.


''dek, cinta makin pinter aja.. dia langsung bisa loh. berarti harus sering diajak ngobrol biar dia bisa cepat berbicara, ujar Ilham.


mengangguk dan meraih botol susu yang tadi ia letakkan di atas nakas. cinta langsung dipindahkan ke pangkuannya.


''udah bobo pukul 20.00 nak, ayo tidur!''Aurel menepuk bantal dan cinta langsung berbaring di bantalnya.


Aurel menepuk pantat putrinya itu dan cinta mulai menikmati sebotol susu hangat. Ilham tersenyum bahagia melihat istrinya yang sudah sangat banyak berubah dari sebelum mereka terpisah beberapa bulan silam.


''habis bobokin cinta, bobokin kakak lagi, ya.''Ilham meletakkan dagunya di bahu sang istri Seraya memeluk dari belakang.


''kak, nggak usah berisik deh.... tuh cinta bangun lagi.''Aurel berusaha menutupi kegugupannya, dan wajah yang merona. ia sangat bahagia saat ini, orang yang ia rindukan kini sudah kembali memeluknya.


''ya udah, jangan lama-lama! kangen dibobokin kamu, sayang,''bisik Ilham yang langsung berbaring ke bantalnya.


Aurel tersenyum dan melirik suaminya yang sudah terbaring di samping kirinya itu. Cinta yang memang sudah saatnya tidur langsung terlelap. Ilham langsung merentangkan tangannya saat Aurel membalikkan badannya hendak berbaring dan posisi di tengah-tengah. cinta di samping kanan, sedangkan Ilham di samping kirinya.


''kak kangen banget sama kamu, dek.''Ilham langsung meraih Aurel ke dalam pelukannya.


''sama, kak, aku juga kangen banget sama kamu.''Aurel membenamkan kepalanya di dada suaminya, hatinya begitu terharu sehingga air mata langsung meluncur begitu saja.


Ilham mendaratkan kecupan di dahi Aurel dan langsung mengangkat wajah istrinya itu saat mendengar isakan pelan.


''Kok malah menangis lagi? Ilham menghapus air mata di wajah istrinya.


''air mata bahagia ini, kak, terharu banget... akhirnya bisa memelukmu lagi......''jawab Aurel.


''udah ah, jangan menangis gitu! ayo, tidur,!''Ilham membalikkan tubuh Aurel untuk menghadap ke arah cinta yang sudah tertidur pulas dan dengan memeluk boneka hello Kitty hadiah dari Irfan, ayah biologisnya.


''apaan sih, kak? protes Aurel karena Ilham memaksa untuk membelakangi dirinya.

__ADS_1


''tidur, sayang.''Ilham mendekatkan wajahnya dan tiba-tiba mencium bibir mungil yang terlihat mau ngomel itu.


Aurel melongo, Ilham berani menciumnya sekarang, tanpa digoda dan tanpa diminta pula seperti waktu itu.


''ayo, tidur!''Ilham kembali membalikkan tubuh Aurel dan memeluknya dari belakang.


''kak, kamu berani kis aku?''Aurel menahan tawa.


''kenapa emangnya, jatah lebihnya nanti saja, nunggu udah sah di mata hukum dan agama! Hahaha....''bisik Ilham sambil tertawa pelan karena takut Putri terbangun karena ulah kedua orang tuanya yang sedang kangen-kangenan itu.


Aurel menahan senyum sambil mengusap lengan Ilham yang kini melingkar di pinggangnya. ia mulai memejamkan mata dan terlelap, berharap hari esok tetap bahagia, sebahagia ini.


******


seminggu berlalu, Ilham Masih betah di rumah saja, mengurus cinta dan bermanja dengan istrinya. Malik dan Dila sudah merencanakan untuk mengadakan acara pernikahan kedua untuk keduanya.


''rel, Ilham, duduk di sini! duduk kalian berdua!''panggil Malik kepada putri dan menantunya itu


''iya, pa ada apa?''tanya Aurel sambil duduk mamaku cinta.


''Mama dan papa sudah menyiapkan pesta pernikahan untuk kalian, jadi besok pagi kita acara akan nikah dulu.terus sorenya acara resepsi di hotel xxx dan ini tiket bulan madu ke Bali.''Malik meletakkan tiket pesawat juga kartu undangan pernikahan yang keduanya tak tahu sama sekali.


''apa,pa, besok? Aurel melongo.


''Ilham, hafalin Ilham ijab kabulnya kalian itu harus menikah kembali setelah Cinta lahir dan kini cucu papa ini sudah bisa duduk tapi ayah dan bundanya masih belum nikah lagi. papa mau request cucu cowok sama kalian, biar pasangan. ujar Malik sambil mengusap jenggotnya.


Ilham dan Aurel Saling lirik.


''acara akad nikah pukul 08.00 di masjid xxx, tidur awal malam ini soalnya besok tukang rias akan datang pukul 05.30,''timpal Della dengan wajah semringah, ia senang bisa melihat kebahagiaan di wajah putrinya itu Dan berharap takkan ada kesedihan lagi setelah ini.


Ilham mengganggu, sedangkan Aurel masih melongo saja.


''kenapa, dek .kok bengong? nggak mau nikah?''bisik Ilham.


"pokoknya beres,rel, kalian cuman siapkan diri saja. ya udah, sini cucu Oma Oma kita mau jalan-jalan sore dulu."Della memindahkan cinta ke gendongannya.


Malik bangkit dari tempat duduknya dan merangkul istri dan cucunya.


"mau ke mana mah? Tanya Aurel.


"jalan-jalan dong, kalian di rumah saja! siapkan diri untuk acara besok!"Della menoleh dan menahan tawa melihat ekspresi bimbang di wajah Aurel.


Della dan Malik melangkah menuju pintu dan menyuruh pak Karto menyiapkan mobil. mereka akan mengajak cucunya jalan-jalan.


Aurel bangkit dari duduknya dan melangkah menuju anak tangga untuk naik ke kamarnya di lantai atas. seharusnya ia senang, tapi kini kebimbangan malah menguasai hatinya.iji memang bukan hal yang pertama baginya sebab ia juga sudah pernah menjadi pengantin saat pernikahan pertamanya dengan Aris. entah kenapa kau mah bayangan malam pertama mengerikan itu kembali terkenang.


Aurel menutup pintu kamarnya lalu duduk di samping tempat tidur hatinya semakin kalut saja. bukannya ia tak mau menikah dengan Ilham, mau, ia mau sekali.itulah hal yang diinginkan, tapi bayangan kegagalan pernikahan seolah menghantuinya sebab ia tak mau mengalami kegagalan untuk sekian kalinya. padahal, ia sudah merasa nyaman dengan hubungannya yang semingguan ini.


"dek, kakak masuk ya? Ilham mengetuk pintu kamar dan mendorongnya pelan.


Aurel menoleh ke arah pintu dan menatap Ilham yang kini memasuki kamarnya. ia mencintai pria yang kini sedang menuju ke arahnya itu tapi ia mendadak takut dengan pernikahan di antara mereka.


"kamu kenapa dek?"tanya Ilham yang bisa melihat kebimbangan di mata Aurel atas rencana yang sudah disusun Dila dan Malik besok.


Aurel hanya diam dengan meremas jari jemarinya.


"kamu belum siap menikah sama kakak atau gimana? katakan saja!"tanya Ilham lembut.


"entahlah, kak, aku juga nggak ngerti dengan perasaanku sekarang.. aku sayang sama kakak dan mau.. kalau hubungan kita diresmikan lagi, tapi... agghhh.. entahlah... aku jadi bimbang sekarang..."Aurel menghembuskan nafas berat.


"kalau kamu belum siap kita nikah besok, berarti minta diundur saja, biar kamu bisa mikir-mikir lagi. Atau.... kamu masih mencintai Aris?""Ilham sedikit kecewa dengan tingkah Aurel.


Aurel menggeleng dan menjawab, nggak gitu"kak, aku udah nggak punya perasaan apapun lagi dengan Aris, cuman ...."

__ADS_1


"cuman apa? katakan saja!"Ilham menatap lekat Aurel.


"aku takut....gagal lagi,....kak,, aku takut kakak nyampakin aku kayak Aris...."lirik Aurel sambil menggigit bibirnya.


"Hmm... iya enggak lah, dapatinnya aja susah, masa mau dicampakkan,"ujar Ilham sambil tersenyum."kakak juga nggak akan tega buat nyampatin kamu, dek, kasihan.... takut tulang patah-patah m..."sambungnya sambil tertawa.


"ih.... kok malah ngeledekin sih.... "Aurel merengut.


"itu namanya nervest, pasti takut diapa-apain pas malam pertama nanti. iya,?Ilham tak dapat menahan tawanya dengan menggerakkan alisnya, kini gantian ia yang menggodain menggoda istrinya itu.


"apaan sih kak?""Aurel mendadak jadi malu, pipinya terasa panas mendengar ledekan Ilham.


Ilham mencubit wajah cemberut Aurel, hijab puas jika berhasil membuat kesel bunda dari cinta itu.


"udah deh kak, jangan ngeledekin terus? nyebelin tahu nggak?!""sungut kesah Aurel kesal.


Ilham meraih Aurel ke dalam pelukannya dan berkata,"tenang saja dek! pas malam pertama nanti, bakalan sayang disayang-sayang kok dan nggak akan ditalak atau juga dituduh hamil."


"udah deh, kak, nggak usah dibahas malam pertama dulu! hafalin deh ijab kabulnya komah jangan sampai salah sebut nama, nanti bakalan nyebut nama Nayla pula!"Aurel menarik dirinya dari pelukan Ilham.""


Ilham langsung terbahak saat teringat Nayla, si gadis pulau itu. iya sudah menceritakan semuanya kepada Aurel, apa saja yang ia lakukan setelah 2 bulan terdampar di negeri orang itu.


"nah, ketawa deh.... kangen dah....tu, Aurel tertawa.


"hahaha nggak usah ingat-ingat deh, dek, si Nayla.... Untung saja bisa balik. kalau enggak...."Ilham merebahkan dirinya ke tempat tidur sambil meraih ponsel Aurel.


"kalau nggak apa, kak?"Aurel merampas ponselnya Ilham meraih selimut dan menutupi badannya.


: nggak kenapa-napa, kakak mendadak meriang kalau ingat Nayla. kamu sih.... pakai nyebut-nyebut namanya....."Ilham menutupi selimut badannya dengan keseluruhan.


Aurel menahan tawa dan mengundurkan badannya lalu bersandar ke bantal sambil memainkan ponselnya.


"dek, sini!""Ilham bangun dan menyimpan ponsel Aurel ke atas nakas ia meraih istrinya itu untuk berbaring di sampingnya.


"apa sih kak?"tanya Aurel kesel kenapa ponselnya diambil.


"latihan malam pertama dulu kita,"jawab Ilham sambil memainkan alisnya.


"kak, jangan mesum, ya! aku teriak nanti!"Aurel sedikit ngeri melihat tingkah Ilham.


Ilham mengacak rambut Aurel dengan gemas, lalu mencubiti kedua pipi istrinya itu. Keduanya begitu bahagia dan bersama-sama Tak sabar menanti hari esok, di hari pernikahan yang sama-sama mereka inginkan. bukan pernikahan karena aib lagi tapimenikah karena cinta dan keinginan untuk selalu bersama serta menyempurnakan ibadah.


*****


hari pernikahan pun tiba juga.kali ini tak hanya ada bapak penghulu dan dua saksi saja yang hadir, tapi semua tetangga, kerabat juga rekan bisnis, Malik dan Della tak merasa malu lagi atas cibiran para tetangga. lagi pula Aurel dan Ilham juga hanya saudara angkat yang tak memiliki ikatan darah sama sekali, jadi sah-sah saja untuk menikah.


acara ijab kabul berlangsung khidmat. acara resepsi juga berlangsung meriah,semua anggota keluarga bersukacita dan mendoakan untuk ke langganan pernikahan Ilham dan Aurel.


"Ilham, Aurel, ini kunci kamar hotel kalian. dan ini tiket pesawat untuk besok, nanti langsung berangkat saja,"ujar Malik saat acara resepsi udah selesai.


"ahhaaahhh... Yayaaaa... bubuu....Bun..""ocehan Ilham digendongan Della.


Adella menepis tangan Ilham yang hendak meraih cinta.


"cinta aman sama mama dan papa, kalian fokus saja bikin adik buat dia. pas pulang dari bulan madu nanti, kami tunggu kabar gembiranya,"ujar dela sambil tersenyum.


"ya,elah ma...."Ilham menahan tawa sambil melirik Aurel.


"iya sudah, mama dan papa pulang dulu."Malik menggandeng bahu istrinya dan meninggalkan Aurel dan Ilham yang masih terbohong di dalam kamar hotel yang sudah disulap menjadi kamar pengantin.


"ayo masuk kak, aku capek ini. buka pintunya!"hujan Aurel sambil menatap pintu nomor 13 itu.


Ilham segera membuka pintu kamar dan mengerutkan dari saat melihat dekorasinya. ini hal yang asing baginya,karena hal ini yang pertama dalam hidupnya walau bagi Aurel sudah menjadi malam kedua baginya, iya tak pernah mempermasalahkan semua yang telah berlalu, dan akan mengambil hikmahnya.ia selalu berprasangka baik akan ketentuan Allah dan mengambil baiknya saja, cara Allah menjodohkan mereka memang sungguh tak terduga.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2