
agghhh..... sial, kenapa bisa ketinggalan ponsel segala?"aku segera berlari menuju ke mobil Untung saja, Kiara hanya mengajak makan di restoran dekat rumah, dia juga nggak bawa dompet, dasar.
eh apa ini? aku mengerutkan dahi saat melihat sebuah bingkisan di samping kursi kemudi, aku tersenyum dan menduga ini adalah surprise dari Kiara, wanita yang sudah 3 bulanku pacari, dia memang selalu membuat kejutan manis untukku. sebaiknya aku pura-pura nggak tahu saja biar dia senang.
kupacu mobil menuju restoran, di mana Kiara sedang menungguku, dia tersenyum saat melihat kedatanganku, ah.... aku semakin tak sabar mendapatkan hadiah lainnya selain dari sekedar bingkisan kado yang harus membuatku pura-pura senang saja.
"sayang kok lama?"rengeknya manja.
"cuman sebentar kok, hmm... kamu udah pesan rupanya, ayo kita makan!"aku duduk di hadapannya.
Kiara tersenyum lagi dan mulai menikmati makanannya, serta tak lupa sambil menyuapkan ke mulutku juga, dia membuatku seperti anak bayi saja, namun aku akan girang jika dia menyuapkan langsung dari bibirnya.ah otak mesum ku kembali bekerja.
baru saja kami hendak pulang, ponselku malah berdering, ada panggilan masuk dari Ferdi temanku.
"Van, kamu di mana? aku dan teman-teman ada di depan rumah kamu nih?"cecarnya saat panggilannya kuterima.
"lagi di restoran, tapi udah mau pulang, tunggu aja!"jawabku sambil menggandeng pinggang ramping Kiara.
panggilan telepon kuakhiri, lalu masuk ke dalam mobil.
"siapa yang telepon, yank?"tanya Kiara.
"Ferdi CS, mereka ada di depan rumah,"jawabku sambil memacu mobil menuju rumah.
sepuluh menit kemudian, mobilku telah tiba di depan rumah dan benar saja, kelima temanku itu sudah menunggu di depan rumah sana.
aku mengajak Kiara untuk turun dari mobil lalu meraih kotak kado yang tadi, menatap pacarku itu dengan senyum yang mengembang, biar saja. kelima temanku yang jomblo itu ileran, aku tertawa jahat melihat mereka yang selalu ngenes, sungguh berbeda jauh denganku yang selalu gonta-ganti pacar, namun tentunya setelah mendapatkan barang berharga miliknya,hmm... semua pasti tahu, apa yang diincar cowok sepertiku.
"sayang, apaan ini isinya?"aku lebih senang jika dikasih kado berbenda asli, bukan benda mati,"tanya aku pada Kiara dengan sambil melempar kunci rumah kepada Ferdi, agar ia membuka pintu.
"apaan si,sayang, itu bukan dariku. kamu dapat dari mana?"Kiara Mala pura-pura, padahal aku udah tahu skenarionya palingan juga,bakal dikasih kaos atau celana pendek lagi. atau juga bingkai fotoku bersamanya, padahal cowok lebih suka kado yang asli.
__ADS_1
"hmm.... Oke deh, kita buka sama-sama di dalam kalau begitu."aku tersenyum sambil membawa bingkisan kado seukuran kotak mie instan itu.
kuletakkan kotak kado itu di atas meja ruang tamu, beberapa orang temanku ada yang langsung menuju dapur, ruang tengah juga kamar, mereka sudah menganggap rumahku ini sebagai rumah mereka sendiri.
"buka dong, Van, kalau isinya kue ulang tahun, bagi gue sepotong,yah!"Andri duduk di hadapanku.
ah, Andri mah emang doyan apa saja, dia embat. kado-kado sebelumnya yang dari Kiara juga dia yang ambil, dia memang selalu ingin mencicipi barang bekas ku.
"buka deh, yank! aku jadi penasaran akan isinya, awas saja kalau itu dari selingkuhan kamu!"cara memunculkan bibirnya yang membuatku geram ingin... hmmm..."selingkuhan yang mana sih, yank? setiap hari sama kamu saja, mana sempat buat selingkuh."aku memeluknya dari samping, Kiara tersenyum malu-malu.
"heleeeeeehhh..... kok malah mesra-mesraan sih?"buka dong cepat kadonya, lapar nih!"Andre merebut sambil mengelus perutnya.
kulepaskan pelukan dari tubuh ramping pacar kesekianku itu, terlalu kembali fokus kepada kado dari pengiriman misterius kalau ini memang bukan dari Tiara.
kubuka dengan cepat kertas kado warna-warni dengan motif kembang api tahun baru,hah,kini tinggal membuka kotaknya saja.kuraih kertas dari dalam kardus dan membaca tulisannya.
"happy new years,"ujarku dengan mengerutkan dahi.
Andre mendekat,saat aku kembali membuka isi kotak itu yang di dalamnya terdapat bungkusan dengan kantong plastik berwarna merah, hmm
... seperti ada bau amis, aku mendengus lalu membuka ikatan kantong plastik.
"agghhh...."jeritku histeris saat melihat sosok bayi berwajah pucat di dalam kantong plastik itu.
"kenapa yank?"Kiara memegang punggungku.
ya Tuhan, bayi siapa itu?"jantungku ini berdebar kencang.
"apaan van, isinya?"Revan mendekati kotak itu dan membukanya.
sama sepertiku, Andre juga menjerit histeris.
__ADS_1
"bayi siapa itu?"teriak Andre kencang.
mendengar keributan di ruang tamu, keempat temanku lainnya juga muncul di sini dengan tatapan heran.
"aku nggak tahu, ndre! kukira itu kado sprise dari Kiara, nyatanya mayat bayi,"aku meringkuk di sofa.
Kiara dan keempat temanku lainnya juga kaget melihat isi kotak kado itu, entah kerjaan siapa ini?"kelima temanku saling pandang saat membaca kertas tertulis happy new years di dan menatap ke arah kotak berisi mayat bayi itu.
"van, jangan-jangan...."Ferdi memegangi dadanya.
aku langsung paham maksud dari Ferdi, dan langsung ke pikiran Raina, mantan pacar yang pernah kami kerjai di pantai, di malam tahun baru.
"nggak mungkin!"aku berusaha menyangkal walau firasat ini tertuju kepadanya.
"ya sudah kita pulang saja!"ujar Tono,satu-satunya temanku yang tak ikut andil dalam strategi di malam tahun baru itu.
"iya, pulang aja yuk, guys!"Amran segera memasang jaketnya.
"eh, kok pada pulang? terus mayat bayi ini gimana?"tanya aku kesal sambil bangkit dari sofa.
"telepon polisi saja!"usul Bobby sambil bersiap bersama empat temanku lainnya.
"kalau polisi udah datang ke sini, jangan bilang kalau kami berlima juga melihat mayat bayi itu?"bilang saja kalau hanya kalian berdua saja yang melihatnya, kami nggak mau repot jadi saksi atau apalah....?"Andre meraih kunci mobilnya.
tanpa mendengarkan perkataanku lagi, kelima temanku itu sudah berebutan berlari keluar, aku menyuruh Kiara untuk segera menghubungi polisi walau aku agak risih dengan aparat berseragam cokelat itu
"sayang, nanti jangan panggil aku Revan ya!"panggil aku David, aku udah ganti nama, walau teman-temanku masih sering kecoplosan memanggil aku Revan!"perintahku kepada Kiara saat dia telah selesai menelpon polisi.
"iya, sayangku David,"cara mendekat ke arahku. dengan cemas,aku menunggu kedatangan polisi dan sambil menyusun kata-kata yang tepat jika diinterogasi nanti. aku tak mau peristiwa malam tahun baru bisa terseret ke masalah ini, sebaiknya tulisan happy new years ini ku amankan dulu..
Bersambung
__ADS_1