
Carolina menikah keringat tidak hanya setelah selesai membersihkan rumah yang akan mereka kontrakan, yang letaknya berada tepat di sebelah rumah madunya yang kini juga menjadi tempat tinggalnya. iya tak punya pilihan lain,selain harus menuruti keinginan suaminya yang ingin berpoligami agar mereka bisa tetap hidup, semua ya lakukan karena rasa cinta yang teramat sangat yang membuatnya rela diperlakukan seperti pembantu sejak beberapa tahun terakhir ini.
"car,, aku lapar."pria pengangguran tapi memiliki dua istri itu menghampiri Carolina lalu duduk di depan meja makan.
"hmm... mas....maaf... aku belum sempat masak,"jawab Caroline.
"ah.... kamu ini, kok belum masak sih?"Ricky sang suami berang karena sudah menjadi kebiasaannya setelah bangun, makanan harus sudah terhidang di atas meja.
"aku baru selesai bersihin rumah sebelah,mas,, disuruh Elsa, katanya sore nanti akan ada orang yang mau ngontrak,"jelas Carolina sambil bangkit dari depan meja makan.
"alasan saja kamu ini, buruan masakin aku mie instan aja deh, lapar ini, kalau aku mati... mau kamu jadi janda?!"Ricky melototi istri pertamanya itu.
"iya mas aku masakin,"Carolina melangkah cepat menuju meja kompor.
"beberapa saat kemudian, Ricky sudah menikmati mie goreng buatan Carolina.
"mas, makan mie instan kamu?"Elsa sama istri muda yang selalu sibuk dengan kedua anak kembarnya menghampiri sang suami, selalu melirik sambalado yang terlihat sedang memotong sayuran di dekat meja kompor.
"iya dek, Carol belum masak, katanya kamu suruh bersihin rumah di sebelah, sampai dia baru mau masak pas udah siang begini."Ricky menghabiskan sendokkan terakhir mie gorengnya.
"aku'kan ngelarang kamu makan mie instan mas, kok masih makan mie instan aja sih? Elsa menatap kesal sang suami selalu melangkah mendekati sama.
"Mbak car, mas Ricky kok dikasih makan Indomie sih? Indomie itu nggak baik untuk kesehatan, emang kamu mau suami kita sakit?"Elsa memarahi madunya yang kini ia anggap sebagai pembantu gratis.
"mas Riki udah kelaparan, sa, sedangkan aku baru mau masak, makan mienya juga nggak sering nggak akan sakit kok,"Carolina menatap bengkel wanita bertubuh gemuk dengan postur rendah itu.
"ah .. mbak car suka ngeles aja, masaknya yang cepat, aku dan anak-anak juga lapar ini, awas aja kalau masakan Mbak car hari ini keasinan lagi!"Elsa membalikkan badannya dengan tampang judes.
Carolina membalas nafas panjang lalu melanjutkan aktivitas masaknya. iya memang tak pandai masak, tapi keadaan memaksanya harus bisa melakukannya. Jadi, karena sudah kepepet, menjadi terbiasa.
sambil memasak, pikiran Carolina mulai bercabang kemana-mana, dia memikirkan Ricky tanpa restu kedua orang tuanya, dia bertindak sendiri. padahal kedua orang tua masih ada walau tinggal di luar negeri, bukannya sama ortu tak mencoba menghubungi dia,tapi Carolina yang tak suka hidupnya diatur-atur memilih memutuskan hubungan dengan orang tuanya semenjak ia lulus dari dokter karena merasa bisa hidup sendiri, tanpa bantuan kedua orang tuanya lagi.
kini, ia menyadari kesalahannya tapi itu semua akan sulit kembali seperti semula, Carolina merasa hanya memiliki Ricky saja, suami yang amat ya cintai dan rela di poligami, itulah Caroline. kalau sudah mencintai seseorang, maka ia akan rela melakukan apa saja demi cintanya itu.
"sayang, aku lagi pengen... ayo ke kamar!"Ricky menghampiri Carolina dan memeluknya dari belakang.
"mas, aku lagi masak,"jawab Carolina yang terkejut dari lamunannya.
"udah selesai kok itu, ayo ke kamar dulu!"Ricky mematikan kompor di hadapan Carolina lalu mengangkat ikan goreng di dalam wajan dan memasukkan ke dalam piring.
"mas, ikannya baru aja aku masukkan.... belum matang itu..."Carolina mengerutkan dahinya tapi Ricky sudah menarik tangannya untuk keluar dari dapur.
Carolina tak kuasa menolak ajakan suaminya itu, iya menurut saja saat Ricky menarik tangannya ke kamar dan meminta diatas yang sebab tadi malam suaminya itu tidur bersama Elsa.
Ricky langsung menggendong Carolina ke tempat tidur dan menunutaskan hasratnya, sang istri yang memang tak pernah menolak ajakan suami, oke oke saja dan selalu stay setiap saat.
keduanya suami istri itu mulai melakukan olahraga siang dengan sangat bersemangat seperti biasanya sebab Carolina memang mempunyai libido yang menggebu, keduanya memang sangat cocok dalam hal saling memuaskan.
"mbak car, kamu di mana? ikannya kok nggak makan begini sih?!"terdengar teriakan Elsa dari arah dapur yang langsung menjatuhkan sepiring ikat emas yang masih mentah itu.
"mas.... hemm...Elsa... ngamuk itu di dapur..."pudar Carolina di setelah permainan mereka.
"ah .... biar saja."Ricky tetap fokus pada aktivitasnya.
Elsa semakin geram karena madunya tak datang juga menghampiri di dapur, suami mereka juga tak terlihat, ya bergegas melangkah menuju pintu kamar madu yang ia jadikan pembantu itu, serat ricky berdahil tak menceraikan Carolina agar mereka tak perlu membayar pembantu lagi dan ia menyetujuinya dengan berat hati.
ketika sampai di depan kamar madunya,Elsa langsung mendengar suara kenikmatan dari dua pasangan yang sedang berada di puncak nirwana itu, darahnya semakin naik ke ubun-ubun sebab ia selalu melarang Ricky menggali istri tuanya itu.
"mas, kamu lagi ngapain sama Mbak Carolina?!"teriak Elsa sambil menggedor pintu kamar Caroline.
__ADS_1
Ricky tak memperdulikan teriakan Elsa, ia tetap melanjutkan permainannya bersama sang istri pertama.
hingga setengah jam berlalu, barulah Ricky menyudahi permainan mereka dan keluar dari kamar Carolina dengan keringatan.
"mas, tega kamu ya, nyuekin aku!"Elsa yang ternyata masih berdiri di depan kamar menghayatkan kesan lalu berlari menuju kamar mereka yang berada di lantai atas.
"sayang... maafkan mas,pergilah kau mengejar istri mudahnya yang kaya raya itu karena memiliki banyak rumah kontrakan, kos-kosan, pencucian mobil juga motor. jadi ia tak perlu capek-capek kerja lagi, tapi uang akan datang dengan sendirinya setiap bulan, tugasnya sebagai suami hanya untuk memenuhi nafkah batin dua istrinya, juga status suami, di mata masyarakat.
Carolina keluar dari kamar dan menuju dapur.
"ya ampun..."Carolina melotot kesel saat melihat dapur dalam keadaan sangat berantakan karena amukan Elsa.
dengan berdekak kesal, wanita tinggi semampai itu mengurai sapu dan stok dan stok untuk membersihkan makanan yang tadi ia masak berserakan di lantai karena amukan istri muda dan ia sudah tak heran lagi karena mereka sudah tinggal bersama selama 5 tahun terakhir.
*****
sedangkan di kamarnya,Ricky sedang membujuk sang istri muda dengan berbagai macam rayuan gombalan dan berharap Elsa segera luluh.
"maaf sayang.... Carolina godain mas, padahal mas udah nolak, jangan marah lagi...."reggae masih berlutut di hadapan sang istri.
"jadi... Mbak kak Mba car yang ajakin tempur siang-siang begini? nggak kepanasan apa? di kamar dia kan nggak ada ac-nya..."Elsa semakin naik pitam.
"panas banget, sayang...."
"huh.... kamu juga mau sih, mas!"
"aku dipaksa sayang....!"
Elsa beranjak ke tempat tidur dengan hati yang masih panas,
"ceraikan saja dia mas, aku sudah nggak sanggup harus berbagi kamu sama dia!"Elsa dengan kedua tangan dilipat di dada.
Ricky bangkit dari berlututnya dan mengikuti Elsa ke tempat tidur, lalu duduk di sampingnya.
"bukannya gitu sayang.... aku tahu kamu mampu."Ricky menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"lalu apalagi alasan yang membuat kamu tetap mau mempertahankan dia mas? dia hanya wanita mandul yang tak bisa memberikanmu keturunan!"ujar Elsa lagi dan untuk kesekian kalinya dia membujuk sang suami untuk mau menceraikan sang istri pertama.
Ricky diam sambil mengusap wajahnya.
"katamu.... kamu hanya mencintai aku saja, mas.... buktikan cintamu dengan hanya menjadikan aku saja istrimu satu-satunya!"desa Elsa lagi.
"sayang.... jangan begitu, Carolina itu... Sebatang kara,ia sudah tak punya siapa-siapa lagi, mas Tak tega jika harus menceraikan dia,"jawab Ricky akhirnya.
"hmmm..... kita kirim saja dia jadi TKW di luar negeri kalau begitu."Elsa berkata asal karena ia sangat kesal saat ini.
"kasihan Carolina sayang,.... biarkanlah dia tetap menjadi pembantu kita saja.."ricky merayu.
"ya sudah kalau begitu, pilih aku atau dia....? Tentang Elsa.
Ricky membuang nafas kasar, Elsa sungguh membuatnya bingung,iya masih mempertahankan Carolina karena ia memang mencintai istri pertamanya itu.dan ia juga mendapatkan kepuasan yang berbeda dari pada saat berhubungan dengan Elsa.
"kamu pilih siapa, mas? kalau kamu pilih Mbak Carolina, maka kalian boleh angkat kaki dari rumahku sekarang juga."Elsa menatap tajam pria di hadapannya.
Ricky menelan ludah mendengar ancaman Elsa.
"kamu itu udah enak jadi suamiku, mas, aku menerima kamu apa adanya, walau kamu itu pengangguran, kamu tak perlu capek-capek kerja dan aku tak pernah menuntut materi dari kamu, karena aku udah punya semuanya itu. aku cuman mau kamu itu fokus jadi suamiku saja!"Elsa membuang pandangan dari sang suami, kesabarannya sudah habis saat ini, ya sudah tak tahan lagi untuk terusan berbagi suami dengan wanita lain, iya merasa 5 tahun ini sudah waktu yang lumayan lama.
Ricky kembali menarik nafas panjang, iya dilema berat saat ini,Elsa begitu serius dengan perkataannya dan ia jadi takut jika esa mengusir dirinya dan Carolina tapi istri keduanya itu sungguh tak pandai memuaskan di ranjang, itu yang membuatnya masih terus mempertahankan sang istri pertama, selain itu.carolina juga jauh lebih sempurna dari Elsa, dari segala kecantikan dan penampilan.
__ADS_1
"cepat, jawab mas, kamu pilih aku atau mbak car? Elsa mengerahkan tatapannya kepada Ricky.
"aku akan mencari pekerjaan, dan aku akan memberimu nafkah lahir dan batin, aku takkan memilih salah satu diantara kalian, karena kalian berdua istriku! aku mencintai kalian berdua !"Ricky menelan ludah, wajahnya sangat serius,iya ingin menggertak Elsa karena ia tahu istri keduanya itu sangat mencintainya.
"mas, aku nggak minta kamu kerja, aku cuman mau kamu menceraikan Carolina"pekik Elsa kesal.
"aku tak mau mencarikan siapapun, aku takkan mau melakukan hal yang dibenci Allah itu, maafkan aku,El......"Ricky pura-pura sedih sambil duduk di pinggir tempat tidur.
"mas, aku nggak sanggup lagi... kalau harus terus begini, aku nggak sanggup harus berbagi suami begini, hatiku sakit mas."Elsa tak dapat lagi menahan tangisnya.
Ricky mendekati istri keduanya itu, yang wajahnya tak secantik Carolina, Elsan hanya memiliki tinggi 150 cm saja, sedangkan Carolina 168cm . warna kulit keduanya pun jauh berbeda, Carolina berkulit putih, sedangkan Elsa sawo matang. itu juga alasan Ricky tetap mempertahankan Carolina,iya menikahi Elsa si janda kaya raya itu hanya demi kesejahteraan hidupnya karena Elsa mempunyai banyak aset.
"sayang.... aku hanya mencintaimu, sedangkan Carolina... aku hanya kasihan saja kepadanya."Ricky meraih Elsa ke dalam pelukannya.
"baguslah kalau begitu...tapi... aku tetap tak suka.. mas tidur sama dia...."rengat Elsa di sela Isak tangisnya sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami.
"maafkan mas...sayang."Ricky menghapus air mata di wajah bulat istrinya itu.
"kalau kamu nggak mau menceraikan dia... kirim dia jadi TKI di luar negeri saja mas......"bujuk Elsa untuk sekian kalinya.
"hmm... akan mas pikir kan dulu sayang, jangan marah lagi ya."Ricky mengecup pipi istri keduanya itu.
Elsa kembali luluh karena ia sangat mencintai Ricky,jadinya Tak bisa juga terlalu memaksakan kehendak sebab ia tak mau suaminya yang ganteng itu meninggalkan dirinya, via rela membiarkan Ricky tetap berada di rumah juga karena ia tak mau suaminya itu digondol pelakor,sebab menurutnya kalau suaminya punya pekerjaan maka ada celah untuknya berselingkuh karena punya uang sendiri, kalau seperti sekarang,semua keuangan ia yang mengendalikan dan hanya memberikan jatah rokok serta segala kebutuhan sang suami.
*****
mas, masa Elsa mau nyuruh aku jadi TKW ke luar negeri?"emang dia nggak puas dengan menjadikanku pembantu di rumah kalian?"tanya Carolina saat mereka bertemu di lantai atas, kalau itu sang mantan dokter kandungan hendak menjemur pakaian.
"hmm...."Ricky menggaruk kepalanya.
"mas, aku masih bertahan di sini dengan merendahkan derajatku.... hanya karena janjimu yang akan menceraikan Elsa setelah kamu menguasai semua harta Elsa!"Carolina menghentikan, kini tatapannya tajam ke arah pria yang wajahnya mirip Rizky Aditya itu.
"sayang... kuharap kamu bersabar... aku sedang mengusahakan untuk mendepak wanita pendek itu dari kehidupan kita, aku masih berusaha mencari berkas semua asetnya,"Ricky mendekati istri pertamanya itu.
"ah.... aku tak percaya denganmu, mas. yang kulihat... kamu asik-asik saja punya istri dua dan dilayani layaknya raja, sudah 5 tahun, masih saja begini dan Tak ada kemajuannya!"ujar Carolina lagi.
"beri aku waktu setahun lagi,kalau aku masih tak bisa menemukan berkas-berkas harta Elsa dan memindahkan namanya atas namaku, maka aku akan meracuninya."Ricky menggaruk kepalanya.
"jangan gila kamu mas, itu sih sama aja gila, aku sudah trauma berurusan dengan hukum,jangan nekat kamu!"Carolina membuang nafas kasar.
"kuharap kamu bersabar kalau begitu sayang,"reggae meraih tangan Carolina dan menciumnya.
"kalau dalam setahun, kehidupan kita tetap saja begini....maka aku akan pergi, aku tak sanggup kalau seumur hidupku hanya menjadi pembantu, daripada jadi TKW. lebih baik aku pulang ke Jerman, aku masih punya keluarga di sana mas."Carolina menarik tangannya dari sang suami.
"car, aku takkan membiarkanmu dikirim jadi TKW, Elsa hanya mengancam saja, dia takkan berani melakukan itu, kuharap kamu bisa lebih bersabar lagi."Ricky berusaha meyakinkan istri pertamanya itu.
"Mba car, kamu di mana?! jemur bajunya kok nggak kelar-kelar juga sih?!!! teriakan melengking Elsa dari lantai bawah terdengar sampai di balkon atas, di mana Carolina berada sekarang.
"istrimu yang bohay sudah teriak-teriak gitu."Carolina segera melangkah meninggalkan Ricky, iya menuruni anak tangga dan menghampiri madunya.
"ada apa El?"aku baru selesai jemur baju, aku juga sudah masak,kalau lapar...ya.. Tinggal masuk saja. di rumah juga udah kubersihkan, jangan teriak-teriak terus, telingaku tidak budek?"putus Carolina sambil melewati sang madu yang berdiri di sampingnya.
bisa mengepal tangan kesal mendengar perkataan Carolina.
"pergi ke warung rujak ujung jalan, aku lagi kepengen makan rujak!"ujar Elsa sambil menyerahkan selembar uang rp20.000.
"hmm.... pakai racun sekalian nggak?!"Carolina mencubit, kalau aku mati tiba-tiba, itu pasti ulahmu dan aku sudah memberitahu pengacaraku. kamu dan mas sorry kita akan mendapatkan apa-apa!"jawab Elsa ketus.
"hah.... pantas saja kamu makin cepat tua, selera hormonmu di bawah rata-rata ternyata!"Carolina tertawa sinis
__ADS_1
Elsa tak menanggapi ocehan sang madu, iya berlalu menuju ruang tengah dan mendapati dua anak kembarnya sedang rebahan di sana.
. Bersambung