Diceraikan Suami Dimalam Pertamaku

Diceraikan Suami Dimalam Pertamaku
bab 28 pengakuan palsu


__ADS_3

mendengar pengakuan tak terduga dari mulut Irfan,Aurel segera menoleh kearahnya, sedangkan Aris,ia jadi gelagapan sebab tak menyangka teman satu profesinya itu akan menggali lobang kematian untuk mereka termasuk dirinya.


''maksud mas Irfan gimana?aku tak butuh pengakuan palsu,aku ingin sebuah kejujuran,''jawab Aurel berusaha tenang, walau kini jantungnya mulai terpacu cepat.


sebelum Irfan membuka mulutnya,Aris sudah menghadiamu pria berkulit gelap itu dengan sebuah pukulan keras yang tak sempat ia hindari.


''jangan dengarkan dia,rel.itu hanya taktiknya untuk bisa merebut kamu dariku.ayo, cepat pergi dari sini!''aris merusaha menarik tangan Aurel pergi tapi mendapat tepisan sengit dari sang mantan istri.


''biarkan aku mendengar semuanya,mas,!''bentak Aurel.


''dia itu pengacau,sayang,jangan dengarkan dia!''ujar Aris lagi dengan hati yang dipenuhi kebimbangan.


''jangan panggil aku dengan sebutan menjijikkan itu,aku tak suka,kamu bukan siapa-siapaku lagi,kita hanya mantan!jangan pernah muncul di depan wajahku lagi.kamu itu pria kasar arogan,aku membencimu.ayo,mas irfan,kita pergi dari sini!''aurel menarik tangan Irfan untuk meninggalkan tempat itu.


''irfan yang sedari tadi berdebar-debar karena takut akan amukan Aurel karena kejujurannya kini menyunggingkan senyum dan menoleh ke arah Aris yang terlihat sangat dongkol.


''sialan sekali si irfan!''aris membuang pukulan keudara melihat seringaian jahat dari Irfan yang digandeng Aurel untuk pergi.


Aurel masih berusaha tenang saat mereka sudah berada di mobil dengan tujuan arah pulang.ia akan mengintrogasi Irfan saat dirumahnya nanti.ia harus bisa mengungkap semuanya.sudah saatnya ia tahu semua permainan ini dan siapa dalang sebenarnya dibalik kehamilan Tampa pernah ia sadar kapan digagahinya itu.


''ayo mampir dulu mas,kita harus bicara banyak hal atas pengakuanmu tadi.aku juga mau mengobati luka dibibirmu itu,''ujar Aurel saat mobil Irfan sudah tiba didepan rumahnya.


Irfan mengangguk lalu turun dari mobil.ia membukakan pintu untuk bik Imah dan menurunkan stroller cinta.aurel melangkah masuk dan sang mama langsung menyambutnya.


''cinta tidur bik?''tanya Della saat melihat bayi berusia 4 bulan itu terlelap didalam gendongan bik Imah.


''iya Bu, kecapean dia,''jawab bibik sambil melangkah masuk dan mengantar bayi mungil itu kekamar aurel.della mengekor dibelakang sang pembantu paruh baya karena ia akan mengintrogasi hasil jalan-jalan pagi ini.


''masuk mas,kita duduk ditaman belakang saja biar enak ngobrolnya,''ujar Aurel saat mereka masuk kedalam rumah.


''iya rel,jawab Irfan sambil memegangi bibirnya yang berdarah serta pipinya yang lebam akibat pukulan keras dari Aris.


Aurel mengajak Irfan ketaman belakang lalu mempersilahkan duduk.


''mas,kamu duduk disini dulu,aku mau ambil kotak obat.oh yah,kamu nggak lagi buru-buru mau kerumah sakit'kan?''tanya Aurel memastikan.


''nggak,nanti sore saja baru keklink,''jawab Irfan.


''bangus deh, berarti kita bisa bersantai-santai dulu dan nggak akan diburu waktu kayak kemarin.ya udah,aku masuk dulu sebentar,''ujar aurel sambil tersenyum tipis.


Irfan kembali mengangguk,ia berharap Aurel serius akan perkataannya saat ditaman kota tadi.ia akan sangat bahagia jika ibu dari putrinya itu mau menikah dengannya.ia sudah bosan menggila dan ingin berubah menjadi orang baik setelah ini.ia hanya manusia biasa yang juga menginginkan kebahagiaan rumah tangga yang sakinah.


''mas ini minum dulu,''ujar Aurel sambil menghampiri Irfan yang ternyata sedang melamunkan pernikahan mereka yang akan ia gelar secepatnya jika Aurel mau,biar Aris gigit jari dan menyesal ia tersenyum dalam hati.


''iya,''jawab Irfan sedikit gelagapan sambil membenarkan posisi duduknya.

__ADS_1


''mau minum dulu,atau aku obati dulu lukanya,mas?tanya Aurel dengan memasang tampang manis,ia membawa handuk kecil dan air hangat juga obat oles untuk bengkak.


''saya minum dulu deh, sebenarnya....nggak usah repot, rel,ini cuman luka kecil kok......''irfan meraih gelas dihadapannya lalu menenggaknya separuh.


''nggak apa-apa,gimana?itu pipinya memar loh,aris memang keterlaluan,dia kasar juga arogant!''jawab Aurel sambil mendekat dan bersiap untuk mengompres pipi Irfan dengan air hangat.


''biar saya sendiri saja!''dengan cepat ,Irfan meraih handuk kecil itu lalu mengompresnya kewajah. sebab jantungnya terasa mau meledak karena bisa sedekat ini dengan Aurel.apalagi dia memang kurang bisa mengendalikan hasratnya dengan seseorang wanita,ia takut salah bertindak dan akan menjadi bom bagi dirinya.


''gimana sakitnya mas,agak berkurang nggak?''aurel Masi berusaha baik sebab ia mau membuat Irfan menceritakan rahasia besar itu,ia ingin mengusutnya dengan tuntas.


''iya,udah nggak sakit lagi, terimakasih,ya rel,jawab Irfan sambil tersenyum.


''hmm.... sama-sama,''aurel membalas senyuman pria berlesung pipi itu,ia berusaha bersikap santai walau dalam hati agak risih karena menurutnya tatapan Irfan itu liar dan mesum.


untuk beberapa saat, keduanya sama-sama diam,Aurel sengaja memberikan waktu Irfan yang mungkin sedang mempersiapkan kata-katanya.akan tetapi,kurang lebih berdiam 20 menit.irfan tak juga membuka mulutnya, padahal Aurel sudah siap untuk merekam pembicaraan mereka dengan ponsel ditangannya.


''mas kok diam saja?lagi mikirin apa?tanya Aurel.


''eh, nggak!''jawab Irfan sambil menyeka keringat didahinya, perasaannya jika tak enak saat ini.


''coba ceritain pengakuan mas Irfan ditaman kota tadi,aku mau mendengarkannya!''kata Aurel tak sabar lagi.


''eh itu...hemm....''irfan jadi gelagapan.


''kata mas Irfan tadi....katanya....mas adalah ayah biologis dari putriku cinta, seorang bayi yang terlahir tanpa kusadari kapan dibikinnya dan dengan siapa,coba mas Irfan jelaskan semuanya!aku mau mendengarkannya,biar aku yakin kalau memang mas beneran ayah dari anakku itu,sebab.....aku ingin dia bertanggung jawab dengan kami.kak Ilham kakak angkat yang bersedia menikahku setelah dicampakkan mas Aris,kini belum diketahui keselamatannya,kini cinta sudah tidak punya ayah lagi,makanya dengan begitu....aku semakin berkeinginan untuk mencarinya.aku sudah tak mau kembali kepada mas Aris,dia tak layak menjadi suamiku dan juga ayah dari anakku.kalau memang benar mas Irfan ayah anakku,maka aku ingin mas Irfan bertanggungjawab atas kami,nikahi aku!''ujar Aurel semantap mungkin,agar Irfan percaya akan kesungguhan palsunya.


''ya,tapi kalau mas Irfan memang ayah dari putriku sebab aku ingin anakku cinta bisa merasakan kasih sayang ayah kandungnya,aku ingin dia memiliki keluarga yang sempurna walau dia lahir dari sebuah ketaksengajaan,''jawab Aurel lagi.


''jika maumu seperti itu,saya sangat setuju.saya juga ingin bertanggungjawab atas kalian,saya ingin membinah rumah tangga denganmu.rel,saya ingin memperbaiki semuanya.kita lupakan kejadian kelam itu, menikahlah denganku!''irfan meraih tangan Aurel dan menggenggamnya.


''aurel meringis,tapi menahan diri untuk tak menepis tangan kekar itu sebeb ia belum mendengarkan pengakuan Irfan yang sepenuhnya.


''kapan kamu melakukan hal itu,mas.dan dimana ?terus .....kenapa sampai aku tak tahu?apa cinta anak hasil suntikan atau bagaimana? maklum....kalian itu para dokter kandungan yang sangat cerdas,aku yang awam ini sulit untuk memahaminya,''ujar Aurel lagi.


''sebelumnya...aku mohon maaf yang sebesar-besarnya,rel,aku melakukannya saat kamu sedang dalam keadaan tidak sadar.cinta bukan anak hasil suntikan,tapi murni hasil perbuatan ku,''jawab Irfan sambil mengusap wajahnya.


''kapan mas,dan dimana?''desak Aurel tak sabar.


''hmmm....apa perlu saya membeberkannya secara detail,rel?saya sudah mengakui semuanya,apa masih tak cukup?''irfan berusaha mengontrol kata-katanya, sebab ia tak mau menceritakan semuanya secara detail,ia tak mau semuanya terbongkar sebab tujuannya mengakui semua itu hanya ingin menikahi Aurel saja tapi ia tak mau sampai masuk penjara,jadi ia takkan membeberkan semuanya secara gamblang


''perlu mas,kalau nggak....aku takkan bisa percaya,bisa saja ini hanya akal-akalan mu...., seperti yang dilakukan Aris ,dia juga mengaku sebagai ayah biologis cinta,tapi hasil tes DNA sudah membuktikan kalau DNA mereka tak cocok.''aurel menatap tajam Irfan.


''kalau begitu ,saya juga akan melakukan tes DNA biar buktinya jelas,''jawab Irfan dengan cepat


''sebelum tes DNA,aku juga ingin mendengar asal-usul cinta, kapan kamu menodaiku mas?mengapa aku sampai tak sadar waktu itu? sampai-sampai aku menduga kalau aku diperkosa setan.''aurel terus mengorek informasi yang disembunyikan Irfan.

__ADS_1


Irfan berpikir sejenak,ia tak mau sampai menyeret Carolina sebenarnya tapi....dia berdecak kesal,ia jadi serba salah untuk menguak semuanya.


''kamu ingat nggak, waktu mengalami kecelakaan dijalan lingkar kota...saat kamu mau pergi ketemuan aris?kamu pingsan dan dilarikan kerumah sakit,saat itulah.....saya mengambil kesempatan....jawab Irfan dengan hati-hati.


''ia aku ingat,jadi waktu itu?jadi....mas Irfan melakukan dirumah sakit? bagaimana bisa?mas'kan seorang dokter kandungan,kenapa bisa menangani pasien kecelakaan?''aurel menautkan alisnya.ponsel disampingnya masih terus merekam pembicaraan mereka.ia masih berusaha menahan kemarahan akan kenyataan tak terduga sebab semuanya belum terkuak habis.


''hmm....waktu itu....saya tak sengaja melihatmu pingsan diruang IGD sedangkan dokter yang menanganimu...sedang sibuk dengan pasien lain,jadi....saya memanfaatkan kesempatan itu untuk menodaimu.maaf....saya sangat tak bermoral waktu itu,dan saya sangat menyesali semuanya.maafkan saya,rel.saya akan menembus semua kesalahan ini, saya berjanji akan menjadi suami dan papa yang baik untuk cinta.coba kita ambil hikmahnya saja,mungkin kita memang ditakdirkan untuk berjodoh, walau diawali dengan kesalahan.maafkan saya rel,''irfan tiba-tiba berjongkok dihadapan Aurel, dengan tatapan memohon.


Aurel menarik nafas dalam-dalam dan membicarakan tangannya digenggam oleh Irfan,ia berusaha tersenyum, sedangkan di kepalanya mulai menyusun suatu rencana yang akan ia tujukan untuk sang ayah biologis.


''oh...jadi....aku pingsan,pantas saja waktu itu...aku merasakan hal aneh,yang diperban kepala,tapi bagian tubuhku yang lain juga ikutan sakit.....''aurel menghembuskan nafas.


''maafkan kekhalifahan saya,rel.saya memang salah,saya bajingan,saya manusia bejad,saya memang penjahat.akan tetapi,berikan saya kesempatan untuk memperbaiki semuanya! please....''irfan menggenggam erat tangan Aurel,ia menatapnya penuh harap.


''hmm.....baiklah,jika ceritanya seperti itu.aku masih shock mas,berikan aku waktu untuk berpikir,sebaiknya kamu pulang aja dulu mas!''jawab Aurel sambil pura-pura mengusap matanya.padahal ia tak menangis sama sekali,hatinya malah merasa puas akan pengakuan Irfan karena bukti sudah ia kantongi untuk menjerat Irfan kepenjara.


''hmm.....kamu nggak akan melaporkan saya kepolisi'kan,rel?saya mohon jangan,rel!biarkan saya bertanggungjawab dengan menikahimu!''irfan masih belum mau bangkit dari posisi berjongkoknya.


''iya,beri aku waktu untuk mencerna semua pengakuanmu ini mas,hatiku terasa sangat sakit saat ini,biarkan aku sendiri dulu'' jawab Aurel sambil pura-pura menangis,seolah dia wanita lemah agar Irfan percaya kalau ia takkan mengadukan masalah ini.


''baiklah saya pulang dulu, assalamualaikum.''irfan segera bangkit sambil menghembuskan napas bimbang,melihat Aurel yang kini membuang wajah darinya.


''waalaikum'salam.''jawab Aurel pelan.


Irfan membalikkan badan lalu melangkah meninggalkan taman belakang rumah aurel,hatinya terasa tak enak saat ini,ia takut kalau Aurel melaporkannya ke polisi.padahal ia sudah mengarang sesuatu kebohongan yang takkan menyeret siapa pun didalamnya tapi dengan harapan Aurel mau memaafkannya dan menikah seni,lalu melupakan semuanya dan memulai kehidupan baru serta membina rumah tangga yang sakinah.


sepeninggalan irfan,Aurel meraih ponsel disampingnya,senyum masam tersungging di bibirnya serta rencana yang akan ia lancarkan.hanya omong kosong jika ia mau memaafkan Irfan dan menikah dengannya,ia akan memberikan pembalasan yang setimpal.


setelah Irfan pergi dengan mobilnya,Aurel bergegas berlari masuk ke kamarnya dilantai atas.ia akan mendengarkan rekaman pembicaraannya dengan irfan barusan.lalu setelah itu ia akan segera ke kantor polisi,ia akan menjerat pria tak tahu diri itu.


*****


Ilham membuka mata dipagi ini saat sinar matahari mengenai wajahnya.ada sebuah tangan di dadanya.memeluk dirinya dari samping,ia menoleh dan meringis kaget saat melihat penampakan gadis berambut kribo disampingnya.


''astaghfirullahal'adzim.....''ilham bergumam sambil menurunkan tangan gadis berkulit gosong itu dari tubuhnya lalu bergeser dan bangun.


''sayang....kamu udah bangun?''nayla menatap senang sang pemuda yang sudah ia anggap jadi calon suaminya itu.


''hah, sayang....kamu ini siapa dan saya ada dimana?''tanya Ilham sambil celingukan, mengedarkan pandangan ke segala arah,diruang kamar ukuran 3mx3m yang hanya muat diisi kasur saja.


''duh,, suamiku....kamu lupa ingatan ternyata....kita baru saja menikah dan baru habis melewati malam pertama, kayaknya.....besok aku udah hamil deh.....''nayla tersenyum menyeramkan.


''ya Allah ,jangan ngawur kamu,saya ini sudah punya anak dan istri!''ilham segera bangkit lalu keluar dari kamar dan Nayla langsung memeluknya dari belakang.


''bang,jangan pergi!aku sudah tak perawan lagi karenamu,jangan mencampakkan aku seperti ini!''ujar Nayla.

__ADS_1


Ilham menghela napas berat,ia benar-benar tak mengerti akan maksud wanita yang kini memeluknya dengan paksa.ingatan terakhirnya,ia masih berada dilautan,memeluk batang pohon agar tak tenggelam,dan ia tak sadar kapan dibawa ke rumah dengan dinding kayu ini.


bersambung.....


__ADS_2