Diceraikan Suami Dimalam Pertamaku

Diceraikan Suami Dimalam Pertamaku
bab 33 masih ada orang baik


__ADS_3

Hingga siang, Ilham masih terikat di batang pohon besar. ada beberapa warga yang berjaga, mendatanginya sesekali lalu pergi. dia masih berusaha untuk melepaskan ikatan tali di tangannya, sambil berdoa dalam hati agar ada keajaiban dari Tuhannya agar bisa menyelamatkan diri dari warga pulau yang menurutnya aneh itu. Pak Imron, satu-satunya orang yang baik padanya juga tak menampakkan batang hidungnya setelah ia diikat di sini di tengah-tengah pulau.


''bang, aku bawain makan siang untuk kamu. ayo makan! Aku suapin, ya?''Nayla menghampiri Ilham sambil membawa sepiring yang berisi nasi dengan lauk ikan bakar makanan Mak Iyem.


''aku tidak lapar, terima kasih.''Ilham mendengus kesal.


''jangan begitu, Abang! kamu belum makan sejak dari pagi titik ayo buka mulutnya, Nayla suapin, ya?''Nayla memasang tampang polos, seolah tak terjadi apapun. tangannya kini hendak menyuapkan makanan ke mulut pria tampan yang sudah ia jebak tadi malam itu.


''tidak usah, aku tidak mau!''Ilham membuang wajah, iya tak mau membuka mulut dan memakan makanan dari wanita yang telah memfitnahnya itu.


''Abang, nanti kamu sakit kalau nggak makan titik aku sedih loh, makanlah Abang sayang!''Nayla masih membujuk Ilham dengan tampang sok manisnya.


Ilham diam, iya tak mau menatap ke arah wanita dengan rambut yang dikuncir ke atas itu, walau kini Nayla mengelilingi tubuhnya sambil membawa sepiring makanan.


''bang rumah jadi kamu beneran tidak mau makan?''tanya Nayla sambil mencibik.


''iya, pergilah kau mah tinggalkan aku!''lirik Ilham.


dengan merengut kesal, Nayla berlalu dari hadapan Ilham. iya sedih karena Ilham menolak makanan darinya, padahal ia berharap rencananya dengan sang Mama kini berhasil. akan tetapi kumat ternyata pria asing itu tetap bersih kuku menolaknya walau dia sudah berusaha mempercantikkan diri setiap hari.


hingga malamku Mak Ilham masih terikat di batang pohon itu emak Iyem datang bersama sang ketua adat, menghampirinya dengan gaya sinis.


''bagaimana, orang asing apa kamu mau mengaku dan menikahi Nayla? atau masih tetap bermalam di tengah hutan ini sampai besok, sampai tiba ajalmu dilempar batu sampai mati?!''katanya sang ketua ada.


''ayolah, Ilham apa susahnya mengaku tanda tanya daripada kamu mati!''ujar mak Iyem.


''aku tetap tidak mau mengakui hal yang tak pernah kulakukan,'' jawab Ilham.


''baiklah kamu masih tak mau mengaku titik selamat digigit nyamuk dan binatang lainnya saja, semoga kamu masih bernyawa sampai besok.''sang ketua ada tersenyum sini, sambil berlalu membawa obor yang sedari tadi ditancapkan di dekat Ilham.


kini, tak ada lagi penerangan di dekat Ilham hanya ada cahaya temaram saja di bulan di atas sana. ia menghela nafas dan kembali mencoba membuka ikatan tali di tangannya, tapi usahanya nihil, ia tetap tak bisa melepaskannya, hanya tangannya saja yang terasa sakit.


tubuhnya terasa lemas, ia lapar karena sejak pagi hingga malam belum ada makan apapun titik nyamuk hutan juga sudah menyerang tubuhnya, membuat kulitnya bentol-bentol dan gatal.


''ya Allah, berikan pertolongan kepada hambamu.......''Ilham membatin.


tubuh yang lemas dan kecapekan akan usaha yang tiada membuahkan hasil, Ilham terlelap juga.


''nak,''bangun! sebuah suara mengejutkan Ilham, disertai goyangan di punggungnya.


dengan mata yang berat, Ilham membuka matanya dan mendapati pak Imron sedang berusaha membuka ikatan tali di tubuhnya. pria tua itu terlihat memegangi sebuah pisau dan memotong tali tali yang melilit dirinya.


''nak,maafkan saya karena baru bisa menolongmu sekarang karena harus menunggu situasi aman dulu. maafkan ke tak berdayaan saya yang tak bisa menentang istri dan anak,''ujar pak Imron dengan nada berat, sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling karena tak ingin ada yang memergoki mereka.


''tidak apa-apa, saya bisa mengerti posisi, pak Imron. Lalu, kenapa bapak menolong saya sekarang?'tanya 'ilham dengan haru.


''karena saya kasihan kepadamu, nak, juga kepada anak dan istrimu yang menunggumu di kota xxx sana. pergilah dari sini, bawalah sampan saya. kayu ke arah utara sebab di arah sana biasanya ada kapal-kapal nelayan dengan menggunakan mesin, mintalah pertolongan kepada mereka titik kalau mau menunggu datangnya kapal barang, pastinya akan sangat lama. bawalah makanan ini, kamu pasti lapar. juga lampu ini, hidupkan pas sudah sampai di sampan saja. sampai menunggu datangnya pagi, susuri saja Kuala itu. semoga kamu bisa sampai ke kotamu nak.''pak Imron memberikan bungkusan makanan juga gua lampu strongking kecil.


''kalau sampan pak Imron saya bawa, bagaimana nanti cara bapak mencari ikan?''tanya Ilham ragu setelah tubuhnya telah terlepas dari tadi yang melilit seluruh tubuhnya tadi.


''jangan pikirkan, yang penting kamu bisa terbebas dari hukum adat. Pergilah! kamu masih ingat kan caranya mengayuh sampan! kalau masuk air, segera timba air itu dan buang nanti perahumu bisa karam! Ujar pak Imron lagi.

__ADS_1


''terima kasih, pak Imron, saya akan selalu mengingat kebaikan bapak ini. Saya berjanji, jika saya sudah bisa pulang ke kota xxx, saya akan membalas semua kebaikan bapak ini.''Ilham memeluk pria tua itu.


''iya, cepatlah pergi dari sini! sampan saya bertambat di tempat biasa, kamu ingat kan? Hati-hati, semoga tuhan selalu melindungimu nak ilham. pak Imron menepuk pundak pria jangkung di hadapannya.


''amin, saya pamit.''Ilham mengalami pak Imron lalu berlari menuju pinggir laut di mana sampan pak Imron berada.


setelah Ilham menghilang dari hadapannya, pak Imron segera kembali ke rumahnya agar anak dan istrinya tak tahu apa yang sudah ia lakukan ini. ia tak kuasa ribut dengan istrinya, jika menentang rencana yang sebenarnya sudah ia ketahui itu demi menjebak Ilham untuk mau menikahi Nayla, putrinya yang amat tergila-gila dan harus merengek untuk dinikahkan dengannya. Mak Iyem yang merencanakan semuanya demi memenuhi keinginan sang Putri tunggal yang begitu ngebet kawin. sesungguhnya, Ilham memang tak pernah melakukan apa-apa terhadap Nayla, iya masih tetap perjaka hingga detik ini.


sesampainya di sampan milik pak Imron,Ilham segera naik dengan membawa bungkusan makanan dan lampu kecil itu. ia mulai menggayut perahu itu perlahan, menyusuri tepian laut, melewati tanaman bakau yang ditanam di tepian. setelah agak jauh, iya berhenti sejenak untuk mengisi perutnya, iya lapar dan agar tetap bertenaga mengayuh sampan ini hingga menemui kapal nelayan nanti.


*****


''aagghh.. sial, aku jadi aku akan dituntut dengan hukuman 12 tahun?''Irfan membelalak matanya saat mendengar penuturan dari pengacaranya.


''kita bisa banding kok, saya akan meminta keringanan hukuman untukmu karena pengakuanmu yang tak berbelit-belit juga keinginanmu untuk bertanggung jawab kepada Aurel. tenang saja!''sang pengacara menepuk pundak kliennya itu


''kalau Carolina bagaimana?''tanya Irfan dengan memegang kepalanya, ia sangat stress dan menyesali perbuatannya dahulu.


''Carolina dituntut pasal 55 ayat (1) dan (2) dengan hukuman yang sama denganmu karena ia yang menjadi otak pemerkosaan ini,''jawab sang pengacara.


''baguslah, aku tak rela jika hukumannya ia lebih ringan dariku!''jawab Irfan ketus.


sang pengacara menganggukkan kepala.


''bagaimanapun caranya saya mau mendapatkan hukuman yang seringan ringannya! saya akan membayarmu berapapun, dan andai kamu bisa membuat saya lepas daru jerat hukuman ini, itu lebih bagus lagi!''Irfan menatap tajam sang pengacara berambut jarang itu.


''tenang saja, pak Irfan, saya akan mengusahakan semampunya tapi untuk bebas dari segala tuntutan..... itu sangat tidak mungkin, yang saya hanya bisa membuat hukuman menjadi lebih ringan saja,''jawab sang pengacara.


******


Aris menghela nafas berat, hidupnya benar-benar sudah hancur saat ini, walaupun sang pengacara sudah meminta penangguhan hukuman untuknya tapi dia tetap dijerat undang-undang pornografi dengan hukuman 6 tahun penjara walau ia mengaku sebagai korban dalam hal ini.


yang paling mengenaskan adalah Carolina, ia dituntut oleh dua kasus sekaligus titik yang pertama kasus sebagai otak pemerkosaan terhadap Lauren dan yang kedua kasus video pornonya bersama Aris. iya benar-benar frustasi dan sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya walau berhasil digagalkan oleh petugas.


pemeriksaan demi pemeriksaan saat mereka jalani setiap hari, 3 dokter ahli kandungan yang sempit pemikirannya dan hanya mengedepankan ego dan nafsu. tingkah pendidikan seseorang ternyata tak menjamin akhlaknya akan ikut baik pula dalam cerita ini.


Aurel, korban dalam permasalahan ini sudah bisa menerima segala kenyataan. keinginannya untuk melenyapkan bayi tak berdosa itu pupus sudah, malahan ia sangat menyayanginya dan akan selalu memilih saat sosok Ilham dalam senyuman cinta.


''aku kangen kamu....''motor owner sambil download bayi lima bulan yang sudah belajar dulu itu walau masih suka jatuh.


bayangan wajah Ilham selalu memenuhi pikirannya setiap hari, apalagi saat malam begini.ia begitu merindukan sosok pria yang selalu memeluknya setiap malam itu, pria yang teramat baik juga sabar dalam menghadapi segala tingkahnya.


''kak, aku nggak sanggup jika tanpa kamu....cepatlah pulang! apa kamu tak kangen sama anak dan istrimu ini?'' air mata mulai berjatuhan,dengan dada yang terasa sesak.


Aurel mahapus air matanya. dia bisa bersikap tegas jika di depan kedua orang tua tapi akan selalu menangis setiap malam karena merindukan titiknya cinta yang tumbuhnya dengan sehat, walau semakin hari wajahnya semakin mirip Irfan, aksi pemerkosa yang ia harapkan bisa dihukum mati itu.


''maafkan kelakuan bunda selama masih mengandung kamu, nak, bunda jahat sama kamu..... tapi sekarang nggak akan lagi. bunda sayang banget sama kamu,nak, kita akan menunggu ayahmu pulang dan kita akan menjadi keluarga yang bahagia.''Aurel mempati dan berusaha tegar dengan harapan Ilham akan turunan kembali bersama.


Aurel berusaha memanjangkan matanya tapi dia tidak bisa, perasaannya begitu tak tenang malam ini, hingga akhirnya ia putuskan untuk bangkit dari tempat tidur lalu menuju kamar mandi untuk berwudhu. ia akan sholat malam dan mendekatkan diri dengan yang maha kuasa Allah, sang pemilik nyawa setiap umat-nya.dia akan mendoakan suaminya agar selalu panjang umur dan selalu baik-baik saja di manapun berada.


''ya Allah, ya Robbi, berikan umur yang panjang kepada suami hamba. anugerah India dengan kesehatan. Termudahkanlah permudahlah setiap urusannya dan kembalikan dia kepada kami, dalam keadaan sehat wal'afiat. Hamba yakin, engkau takkan memberikan ujian diluar batas kemampuan hamba-nya. hamba rindu dia, ya Allah, kembalikan dia ke dalam keluarga hamba. Amin ya robbal'alamin.''Aurel kembali melangitkan doa malam ini, dia sepertiga malam, di saat matanya terjaga dan merindukan pria yang begitu baik kepada dari sejak awal berjumpa dan dalam ikatan saudara.

__ADS_1


******


Ilham terus mengayuh sampannya ke arah utara,sesuai pesan dari pak Imron dengan harapan bisa bertemu dengan kapal nelayan yang pulang melaut subuh ini. malam mulai dijemur fajar, matahari sudah mulai terbit dari timur yang menandakan tak lama lagi siang akan menginginkan pekatnya malam.


''ya Allah, capek sekali aku.....''bila ngobatin sambil menyeka keringatnya.


dari tengah laut, dia melihat sebuah kapal yang berlayar, senyumnya langsung mengambang kala itu. akan tetapi,kapal yang hendak ia panggil itu sudah lewat begitu saja walau ia sudah berteriak dan melambaikan tangannya. Ilham menghela nafas kecewa, mungkin karena posisinya kini berada di pinggir dan masih dalam suasana subuh, jadi sang pemilik kapal tak melihat dirinya. iya masih berpikir positif dan berharap akan ada orang baik yang mau menolongnya. iya terus mengayuh ke tengah laut, dengan harapan jika ada kapal nelayan yang lewat bisa ia berhentikan.


saat ia sampai di tengah laut, gelombang malam terasa menetas sampan kecil milik pak Imron itu, iya jadi risih akan terpaan ombak yang membuat sampan itu terombang-ambing. iya mengayuh ke kanan dan ke kiri, berusaha mengembangkan besarnya gelombang agar perahu itu Tak keram.


'sttt'


sebuah speed boat melintas cepat di dekatnya dan membuat sampahnya semakin digoyangkan gelombang,iya sedikit kewalahan mengimbangi badannya dan langsung menimba air yang masih ke dalam sampannya, sesuai pesan dari pak Imron jika sampai sampan kemasukkan air.


tiba-tiba, iya kembali melihat sebuah kapal dari kejauhan. dengan cepat, iya segera mengayuh sampannya ke tengah-tengah, agar terlihat dan meminta pertolongan.


''tolong... tolong saya!''teriaknya dengan mengangkat tangan ke atas saat kapal kain mendekat.


sang pemilik kapal nelayan itu tak melihat keberadaan Ilham, iya terus saja berjalan lurus ke depan.


''pak,tolong saya' woyyy.... berikan saya tumpangan!''teriak Ilham lagi dengan mengayuh sampan mendekat.


''syuuuut'


seperti ada yang menabrak sampan milik Ilham sehingga perahu kecil itu oleng dan ia jatuh tercebur.


''aagghh.... Tolong!!!!!''teriak Ilham nyaring.


''pak, ada yang jatuh dari sampan itu, ayo kita tolongin!''ujar seorang anak laki-laki, yang melihat Ilham jatuh dari sampannya.


pemilik kapal langsung memutar arah dan mendekat ke arah Ilham. seorang pria dewasa,rombongan dari nelayan satu kapal itu langsung terjun ke laut dan menolong Ilham untuk naik ke kapal mereka.


''aghh.... Agghhh... Alhamdulillah, akhirnya ada yang mendengarkan teriakan saya juga..... Uhuk....''gumam Ilham dengan mengeluarkan air yang tertelan olehnya.


''siapa kamu ini? sampanmu terbalik itu,''tanya sang penolong tadi.


''terima kasih pak, udah menolong saya, saya Ilham....''model Ilham dengan memegangi dadanya dengan nafas yang ngos-ngosan.


''rumahmu di mana?''katanya pria nelayan lainnya,''apa kamu nelayan yang sedang menjala ikan?''


''saya.... korban pesawat Lion JT 007 yang jatuh ke laut beberapa minggu yang lalu, tolong saya.... saya mau pulang ke kota xxx....'jelas Ilham.


''oh... jadi kamu ini korban pesawat yang jatuh di TV itu?''


Ilham mengganggu, ia senang ternyata nelayan yang menolongnya ini mengetahui berita tentang pesawat jatuh itu.


''saya mau pulang ke kota xxx, tolong saya....''ujar Ilham lagi.


''oh kalau kuota xx itu sangat jauh dari daerah ini,untuk sementara waktu... kamu ikut kami ke desa dulu, nanti kami ceritakan informasi caramu untuk pulang.....''


Ilham tersajam lega mendengar jawaban dari sang nelayan, ia merasa seperti mendapatkan angin segar dan berharap bisa kembali secepatnya ke rumah.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2