
[pemer*ko*saan di malam tahun baru: telah ditemukan korban pe*ko*saan di pantai paskah pesta perayaan malam pergantian tahun. Diduga korban yang seorang mahasiswi jurusan hukum fakultas xxx diper*sa secara bergantian oleh beberapa orang. hingga saat ini, korban masih belum bisa dimintai keterangan, iya masih bungkam dan diduga mengalami shock berat.]
begitulah isi berita di koran online yang kau baca pagi ini tentang betapa malam tahun baru yang aku alami, sebelum hilang rasa sakit bekas kejadian na'as, kini aku juga harus menanggung malu karena aib, semoga keluargaku di kampung tak ada tahu tentang berita ini, biarlah aku menanggung semuanya sendiri sebab dari awal semua memang salahku yang terlalu bucin dan tak ingat pesan orang tuaku, beberapa orang polisi sudah mencoba menginterogasi, aku tetap masih ada tak ingin bicara, walau ku beritahu pun, aku yakin sekali Revan dan teman-temannya sudah melarikan diri dari kota ini.
sudah tiga hari aku dirawat di rumah sakit tanpa siapapunnya menemani sebab aku memang tak mengizinkan pihak rumah sakit untuk menghubungi siapapun, apalagi ponsel juga aku matikan sore ini,aku merasa sudah agak segar dan berencana untuk melarikan diri dari ruangan serba putih, aku capek di intorigasi polisi melulu,aku juga capek mendengar belas kasihan dari penghuni rumah sakit yang mengetahui keadaanku sekarang. aku malu terus berlama-lama di sini, beberapa orang malah mengintip diam-diam hanya untuk melihat korban pe*mer*ko*aan itu di malam tahun baru.
Dengan diam-diam,aku melangkah perlahan karena bagian bawah masih terasa nyeri saat di bawah jalan, aku berusaha menahan rasa sakit ini dan berjalan sambil menyusuri dinding menuju pintu keluar rumah sakit kemudian menyetopkan sebuah taksi untuk diantar ke rumah kotsku, Untung saja suasana kost sepi, jadi tidak ada yang tahu tentang kepulanganku.
segera kukunci pintu kamar, lalu menjatuhkan diri di tempat tidur. Aku yakin, seisi kost pasti sudah heboh tentang beritaku, ya Tuhan,berat sekali hujan ini Dan semoga aku kuat.
hati terasa semakin nyeri saat melihat foto-foto kebersamaanku bersama revan yang tertempel di dinding kamar, dua tahun kami lewati bersama jadi begitu banyak kenangan tentang. aku tak pernah menyangka, kalau dia bisa melakukan semua ini kepadaku, sungguhan bayaran untuk semua barang-barang juga uangnya ia berikan selama ini, harga diri dan masa depanku yang menjadi taruhannya. air mata meleleh begitu saja dan segera kusapu dengan kasar selalu melepaskan foto-foto itu dengan cara bukan dan penuh.
Revan, kamu memang binatang! kejadian malam itu berputar kembali di ingatan, mereka menggilirku secara ramai-ramai, enam orang, ternyata cintamu hanya sebatas nafsu setan saja,kukira kamu akan puasa telah berhasil merenggut mahkotaku tapi kamu malah membiarkan teman-temanmu untuk ikut andil.semoga adik atau kakak perempuan atau anggota keluargamu yang lain juga ada yang mengalami nasib serupa denganku,kamu memang bisa melarikan diri dari kejaran polisi tapi kamu takkan bisa menghindari dari hukuman Tuhan, kamu mahasiswa jurusan hukum, tapi malah melakukan perbuatan yang melanggar hukum, agghhh... goblok banget kepala dan kembali membenamkan kepala ke bantal. menumpahkan segala air mata penyusunan.
selama seminggu, aku tak keluar dari kamar kost, pikiran ini masih butuh, aku tak tahu harus melakukan apa, kuliah, aku tak punya semangat lagi. aku takkan sanggup mendengarkan cibiran teman-temanku di sana, seisi kamu juga pasti heboh dan sudah mengetahui berita viral ini. kalau aku pulang kampung, ibu dan ayah pasti sangat sedih karena aku putus kuliah dan petaka yang menimpaku ini. ya Tuhan, tunjukkan jalan terbaik yang harus hambaMu tempuh.
__ADS_1
****
"assalamualaikum Rayna."suara lembut ibu lewat telepon membuat lamunan ku buyar.
"waalaikumsalam Bu,"jawab kok sambil menyapu buliran air mata.
"gimana kabar kamu di sana, nak? baik-baik aja' kan nak? tanya ibu dengan logat guru sekolah dasar yang lemah lembut,sebab dia sudah puluhan tahun mengabdi tapi status anaknya tak suka bergantung menjadi PNS. kasihan ibu.
"Rayna baik-baik aja kok,Bu. keluarga di sana bagaimana kabarnya? ayah dan adik-adik?"tadi aku sambil membayangkan wajah mereka.
"Alhamdulillah kalau begitu, kami juga baik-baik saja di sini. kamu nggak lagi sakit'kan Reyna. soalnya ibu mimpiin kamu terus dan dari kemarin menelepon, nomor kamu malah nggak aktif.''suara ibu terasa cemas.
setelah kurang lebih setengah jam berbicara via telepon dengan ibu, aku jadi tak tega untuk berhenti kuliah. aku memang sudah hancur tapi tak boleh semakin hancur,aku tetap harus melanjutkan kuliah yang mungkin tak sampai dua tahun lagi akan selesai. aku tak tunggu memikirkan semua ini sambil mengumpulkan semua semangat.
"kuliahnya yang benar ya nak?"jangan kecewakan ayah dan ibu! Kamulah tumpuan harapan kami."kata-kata ibu selalu berjanji yang sepanjang hari hingga terbawa ke dalam tidur juga. maka dengan itu,pagi ini sudah kuputuskan untuk ke kampus dan mengejar pembelajaran karena sudah dua minggu lebih absen.
__ADS_1
"itu dia Raina, berani juga dia tetap kuliah ya,!"
"sttt..... jangan kencang-kenceng ngomongnya, nanti dia dengar!"
"hadiah pikir, dengan mengenakan kacamata dan masker gitu, kita nggak akan kenal lagi dengannya apa?!"
"udah ah kasihan tahu!"
iya, kasihan dia, jangan dikibahin lagi, dia itu korban!"
begitulah ocehan teman-teman sekelas saat melihatku memasuki kelas, aku sengaja memilih bangku paling belakang, di pojok dan sendiri. teman dekatku Bianca juga tak mau dekat. mungkin dia titik berdekatan dengan korban pelecehan, ternyata saksi di masyarakat lumayan berat,padahal aku korban tapi malah dijauhi dan menjadi bahan Gibran berhari-hari, bukan mauku seperti ini, semua itu musibah, biarlah. demi kedua orang tuaku, aku akan menuliskan telinga dan membisukan mulut untuk tak terpengaruh akan cibiran itu. tujuanku datang ke sini hanya untuk kuliah,mendapatkan ilmu juga gelar akan bisa mendapatkan pekerjaan yang bagus suatu hari nanti, begitulah tekad yang harus ku tanam kan di hati ini.
masalah revan dan teman-temannya, aku tak melihat mereka di kampus ini, mungkin benar kalau mereka telah melarikan diri, walau aku tak ada memberitahukan kepada polisi siapa pelaku pelecehan terhadap, aku yakin, polisi tetap akan melakukan pengusutan atas kasus ini.
sudah satu bulan pasca peristiwa naas hiburan kini sudah memasuki awal bulan Februari, sebuah kenyataan pahit terjadi lagi, yang kutakutkan terjadi, tespek di tanganku kini menunjukkan garis 2 yang artinya aku positif hamil. ya Tuhan, ternyata ujianku masih terus berlanjut, kini aku hamil akibat pelecehan itu dan tak tahu benih siapakah ini karena ada enam pria yang telah menggagahiku secara bergantian di malam tahun baru itu Revan,Rizal,Saldi, Iwan,Erik dan Riski. aku yakin kenangnya ikutan andil. walau saat itu aku tak lagi dalam keadaan sadar.
__ADS_1
apakah yang harus kulakukan sekarang? Kukira, setelah kerjadian itu takkan ada kesedihan lagi, tapi ternyata kejadian lebih besar lagi malah kembali menerpa.
bersambung.