Diceraikan Suami Dimalam Pertamaku

Diceraikan Suami Dimalam Pertamaku
bab 43 tebar pesona


__ADS_3

"kak, ada hal penting yang harus kita bahas...."Aurel menarik tangan Ilham untuk masuk ke dalam kamar, dan membiarkan kedua putrinya bermain bersama bik Ijah, sang pembantu yang bekerja di rumahnya.


"ada apa, sayang?"kakak baru pulang kerja ini.... Masih capek, nanti malam saja kalau mau minta jatah,"ujar Ilham saat kini dirinya sudah ditarik secara paksa sang istri untuk masuk ke kamar mereka.


"huss..... jatah melulu yang dipikirkan, anak udah dua.... mesumnya dikurangin dong kak!"omel Aurel sambil menarik Ilham ke tempat tidur.


"tambah satu lagi, sayang. cari yang cowok ayo deh!"Ilham menarik istrinya ke dalam pangkuannya.


"kak, jangan bercanda melulu.... ada hal yang penting yang ingin aku bahas sama kamu."Aurel berusaha melepaskan dirinya dari pangkuan suaminya itu.


"apa sih dek?"katakan saja!"Ilham mendekatkan wajah mereka.


"lepasin aku dulu, kak!"gimana mau bicara kalau wajah kita nempel gini?"Aurel mendorong wajah suaminya dengan kesal.


"katakan saja, ruang! mau dibawa atau mau di atas ini?"Ilham menaik turunkan alisnya, iya paling senang jika menggoda sang istri.


"astaga kak,... kok makin mesum gini sih...."Aurel menghela nafas jengkel.


Langsung terbahak, karena telah sukses mengerjai istrinya itu.iya melepaskan Aurel dari pelukannya dan mendudukkan istrinya itu di hadapannya.


"oke oke... coba ceritakan.... apa hal penting yang kamu mau katakan itu, sayang?"tanya Ilham sambil membukakan kancing kemejanya itu.


"kak,Irfan.... tinggal di sebelah rumah kita...."ujar Aurel.


"oh ya? Jadi, yang dia yang membeli rumah pak Hasan itu?"tanya Ilham dengan dahinya yang berkerut, iya juga sedikit bimbang akan kabar ini.


"iya kak,gimana ini ?"aku jadi takut sama dia.... apalagi kemarin... dia sudah berani kasih boneka baby sama Cinta dan aura..."ujar Aurel lagi.


"kalau begitu, kita harus lebih waspada lagi sama anak-anak. jangan biarkan mereka main di halaman lagi, kamu harus selalu patah mereka,dek. kakak jadi bimbang kalau begitu..."Ilham membuka kemejanya.


"iya kak, makanya.... apa kita pindah rumah saja untuk menghindari dia?"katanya Aurel sambil menggigit bibirnya dengan bimbang.


"hmm... jangan sampai pindah rumah,sayang. kita harus lebih waspada saja, kita juga tidak boleh terlalu takut pada Irfan, sebab kita hanya boleh takut kepada Allah. nanti kakak akan rekrut 1 satpam lagi untuk berjaga-jaga di rumah kita ini, juga satu pengasuh yang harus menunggu cinta di sekolahnya. Bagaimana menurutmu,dek?"ujar Ilham.


"boleh juga kak,, tapi aku tetap aja bimbang, Irfan itu mantan nabi dia penjahat... menurutku dia juga orangnya nekat."Aurel Manghela napas berat.


"kita berdoa saja, semoga Irfan itu sudah berubah karena ia sudah mendekam sekian tahun dipenjara. kamu harus tenang, dek nggak boleh terlalu cemas, nanti malah gagal lagi program hamilnya,"ujar ilham, berusaha meredam kepanikan istrinya itu.


"issshh.... mulai lagi deh, siapa juga yang lagi program hamil,"Aurel mermaid sebab suaminya itu selalu mendesak untuk punya anak lagi.


"ya udah, sekarang aja kita bikinnya..."Ilham kembali meraih istrinya itu ke dalam kehidupan.


"jangan dulu deh kak!"Aurel berusaha menghindar.


"kita harus punya anak laki-laki, dek, biar ada yang jalanin bunda dan kakaknya. kakak juga nggak enak juga. Cuman gantungnya sendirian saja, jadi.... kita harus bikin satu lagi ini..."ocee Ilham dalam melancarkan aksinya sore ini.


Aurel tak kuasa menolak lagi, ada benar juga perkataan suaminya itu, aura juga sudah 3 tahun lebih, jadi sudah bisa dikasih adik dan ia juga berharap bisa dapat anak laki-laki biar suaminya itu puas dan tak menuntut untuk punya anak laki-laki.


*****


Irfan yang sedang dipakai sudah mengamati rumah Aurel, tak melihat putrinya keluar dari rumah hari ini. padahal ia selalu menantimu walau hanya sekedar menatapnya dari balkon atas. ia selalu merindukan senyuman ceria dari cinta Putri sematang wayangnya.


"andai anakku bersama Carolina hidup, aku akan lebih bahagia lagi.ah... Carolina, ke mana dia sekarang? sungguh kita ia mematahkan hati ini..."Irfan berguman sendiri sambil membayangkan penolakan Carolina waktu itu.


untuk menghilangkan rasa bosannya di rumah sambil menunggu panggilan pekerjaan, iya memutuskan untuk berselancar di sosmed, barangkali saja bisa bertemu yang bening-bening langsung berkerut saat melihat sebuah foto wanita **** dengan mama Clara di sebuah aplikasi tokotok. wanita dengan postur tubuh tinggi itu terlihat berkelilitan dengan berbagai foze dan jogetan seksi. hasrat lelakinya seketika bangkit saat melihat sosok Manto dan sempurna di layar ponselnya itu. dari aplikasi tokotok, dia berlanjut ke akun Instagram lagi dan di sana lagi-lagi ia melihat pemandangan yang memilukan mata.


[hey boleh kenal nggak ]

__ADS_1


Irfan dengan nama samaran"Randi"iseng-iseng mengirim DM akan akun clara. Ditanggapi, syukur, nggak pun tidak masalah baginya.


[Hay juga RAN salam knl.]


senyum Irfan langsung mengembang saat melihat balasan dari Clara.


[kamu cantik sekali]


Irfan semakin bersemangat dengan kepala yang mulai membayangkan sexynya tubuh lawan chatnya itu.


[terima kasih.]


[ nggak boleh minta nomor wa-nya?]


[ boleh saja,089999xxxxxxxx.]


[ boleh vc? ]


[nanti saja, saya sedang mau pergi.]


[ kalau begitu langsung ke taman saja malam ini, gimana Clara?]


[ boleh. saya pergi dulu,bayyy....]


[ok nanti malam hati-hati ]


Irfan merasakan hatinya berbunga-bunga, walau belum pernah melihat wujud aslinya dari wanita bernama'clara'iya yakin dia cantik dan sexy. iya semakin tak sabar untuk bertemu malam nanti dengan calon pacarnya, pria berkulit sawo mata itu begitu percaya diri.


******


kakak mau ke mana malam begini?"tanya Aurel menghampiri suaminya yang sudah rapi dengan kemeja berkagis-garis berwarna abu-abu.


jawab Ilham sambil merangkul pinggang istrinya.


"beneran pak fajar? jangan macam-macam, ya,kak! jangan coba-coba mau main gila, kebakaran kubikin muntah tapi selingkuhanmu seperti novel terbarunya'ever naffae'penulis favoritku itu.fajar Aurel yang selama beberapa bulan terakhir ini mulai Soekarno di sebuah aplikasi menulis online untuk membaca banyak cerita yang bersuguhkan di sana.


"hahaha....ada-ada saja kamu dek, mana mungkinlah kakak mau selingkuh."Ilham mendaratkan ciuman di dahi istrinya.


"pulangnya jangan terlalu malam kak, lewat pukul dari pukul 21:30, ancam Aurel.


"hmm... Galak amat! ya udah kakak berangkat dulu biar urusan cepat gelar dan cepat pulang. titip anak-anak, ya sayang."Ilham menggandeng tangan istrinya menuju pintu lalu keluar dari kamar.


cinta dan aura yang sedang duduk di dekat televisi sambil disuapin makanan kalau bi Ijah, langsung menghampiri ayah dan bundanya, dan menyerah keduanya mau pergi.


"ayah ikuuut...."rengek cinta.


"Rara juga ikut...."aura gak mau kalah.


"saya ada urusan kerjaan, nak. main sama bunda dan bi Ijah aja, dulu ya."Ilham mengulurkan tangan kepada kedua putrinya.


Cinta dan aura langsung saling kepada ayahnya dan mengangkatnya ke depan pintu.Ilham segera masuk ke dalam mobilnya dan kemudian tancap gas menuju restoran tempat janjian dengan partner bisnisnya itu.


15 menit kemudian, telah tiba di restoran tempat janjiannya bersama pak fajar. keduanya memilih menikmati makanan malam dulu, baru membicarakan masalah bisnis.


*****


"toloong..."

__ADS_1


terdengar suara teriakan seorang dari arah kanan ke tempat parkiran, saat Ilham sudah berpisah dengan partner bisnisnya di depan restoran.iya melangkah menuju mobilnya dan melihat seorang wanita sedang terduduk di lantai parkiran. sepertinya wanita berpakaian sexy itu tersandung karena high heelsnya yang terlalu tinggi.


"kenapa, mbak?"tanya Ilham sedikit risih saat melihat wanita dengan pakaian yang serba kekurangan bahan itu,dia langsung kirim pesan Aurel agar tidak menyapa wanita manapun kita sedang berada di luar negeri.


wanita yang ternyata adalah kelara alias Aris yang kini telah berevolusi itu sedikit terkejut saat melihat orang yang menyapanya sekarang, tapi ia berusaha bersikap wajar sebab kini identitasnya telah berubah 100%.


"eh... saya jatuh,mas. bisa bantu saya berdiri?"jawab Clara dengan suaranya yang serak-serak becek, mirip suara lucinta Luna.


Ilham meringis sambil menggaruk kepalanya, sambil celingukan.... mencari petugas keamanan, iya enggah mendekat walau kini wanita di hadapannya sudah mengulurkan tangan dengan gaya manja. perubahan hari sungguh perfect. Ilham pun tidak lagi mengenali sosoknya sekarang dan ia menyunggingkan senyum puas di dalam hati. di otaknya mulai berpikir susunan rencana untuk menghancurkan rumah tangga Aurel, mantan istrinya yang tak bisa ia miliki lagi itu.


"mas,kok cuman bengong?nggak mau nolongin saya? Clara kembali merengek dengan tatapan menggoda ke arah Ilham.


Bukannya tergoda, Ilham malah semakin merinding melihat tingkah wanita di hadapannya itu.


"pak sini... Tolongin.... ada yang jatuh ini,"teriak Ilham saat melihat dua satpam yang sekaligus berperan jadi tukang parkir dihalaman restoran bintang lima itu.


dua orang satpam itu langsung berlari ke arah Ilham dan langsung berebutan untuk menolong Clara, Ilham segera membalikkan badannya menuju mobil, akhirnya dia bisa bernafas legah sekarang.


Clara berdecak kesal melihat tingkah Ilham yang tak mau menolong dirinya itu. padahal ia merasa sudah menjadi wanita sempurna dan herannya suami dari Aurel itu malah tak mau liriknya, cuek saja. iya jadi terobsesi untuk menaklukkannya, sebab ia akan merasa menjadi wanita sempurna jika ada pria sejati jatuh cinta kepadanya."


"ya udah, sana kalian ! gue bisa berdiri sendiri! bentak Clara kepada kedua satpam yang kini sedang curi-curi kesempatan untuk menyentuh juga memiliki sintalnya itu.


"heheheh.... Nona nggak kenapa-kenapa? kalau nggak bisa jalan, biar Abang gendong....."satpam yang wajah bulat itu tersenyum mesum ke arah Clara.


"Iiish.... nggak perlu, gue bisa jalan kok...."ujar Clara sambil menepis tangan kedua pria di samping kanan dan kirinya itu.


"hmm.... yang bener nih? kalau mau dianterin pulang juga boleh.... Hehehe"satpam yang satunya lagi.


"isshh.... nggak usah!"Clara mendorong dua satpam itu lalu melangkah menuju restoran sebab ia ada janji makan malam bersama pria bernama Randy, yang inbox di rumah di IG.


dengan menahan rasa sakit di kakinya karena terjatuh tadi, Clara memasuki restoran sebab dia lapar dan belum makan malam biarpun tak bertemu dengan pria yang mengajaknya bertemu itu.


"Clara"Irfan yang sedari tadi sudah keluh kesah menunggu kedatangan gebetan barunya itu langsung melambaikan tangan ke arah wanita dengan dress mini berwarna hitam dengan dada yang terbuka dan pahat jenjang nan mulus, yang membuatnya menelan ludah saat mengamati wanita bernama Clara yang sukses membuatnya langsung jatuh cinta itu.


Clara alias Aris tak menyangka kalau pria bernama' Randy 'itu adalah Irfan, salah satu musuh bubuyutannya juga. dia ingin kabur tapi Irfan sudah menghampirinya.


"Hay....saya....Randy....yang ngajakin kamu ketemuan itu...."Irfan menghampiri Clara sambil tersenyum takjub pada sosok semok di hadapannya, otak mesumnya mulai naik ke ubun-ubun saat melihat penampakan wanita berpakaian sexy itu.


" hay..."clara sedikit gugup tapi ia tetap harus bersikap profesional sebagai seorang wanita walau kini iya jijik melihat Irfan yang sudah menggandeng tangannya menuju meja makan.


"silakan duduk Clara...."Irfan menarikkan kursi untuknya.


"hmm.... terima kasih..."jawab Clara dengan suara manja, ciptaan dokter bedah ternama yang sudah kodratnya itu.


"saya kira kamu nggak mau datang...."ujar Irfan dengan tatapan lekat ke arah Clara.


"hmmm.... Sorry... tadi ada sedikit tragedi..." ujar Clara, usaha santai ruang tatapan dari Irfan yang menatapnya mesum.


"0h ya,, ayo pesan makanan dulu. kamu mau pesan apa?"Irfan memberikan buku menu ke tangan Clara.


negara yang jengkel dan memang benci Irfan, menatap daftar menu dan ia berniat memesan makanan yang paling mahal biar Irfan tidak bisa bayar sebab ia yakin mantan napi di hadapannya ini pastinya tidak punya banyak uang. dia akan mengerjai musuh bebuyutannya itu.


Irfan melambaikan tangan ke arah waiters, untuk mencatat menu pesanan mereka, ya sedikit mengerutkan dahi saat mendengar banyaknya makanan yang dipesan Clara. wanita cantik yang ia yakini takkan makan banyak karena menjaga bentuk tubuhnya.


"kenapa RAN?sorry .. Gue lapar..."ujar Clara sambil tersenyum saat meja makan sudah penuh dengan makanan pesanannya.


"ah... nggak apa-apa, ayo makan sayang...."Irfan memegang dagu Clara dengan gemes, apalagi saat melihat bibir seksi ciptaan manusia itu.

__ADS_1


Clara tersenyum dan mulai menikmati makanannya, sedangkan Irfan, ini hatinya bimbang apalagi saat mengintip harga makanan di daftar menu. Sedangkan uang di dompetnya hanya ada satu juta saja, akan tetapi demi kesan pertama dengan wanita yang ia inginkan akan menjadi jodohnya itu, ya harus tetap jaga image


Bersambung


__ADS_2