
Aurel keluar dari kamar mandi dan mengelap wajahnya dengan handuk kecil, make up tebal di wajahnya sudah bersih. saat ia menoleh ke tempat tidur,iya tersenyum dan tak menyangka kalau kini akhirnya mereka menikah secara sah juga dan hubungan mereka sudah resmi menghalal, mau ngapain aja, udah nggak ada batasan lagi tapi.... suaminya malah sudah terlelap duluan di malam pertama mereka. iya mulai berkenan masa lalu, malam pertamanya yang lalu yang mereka habiskan dengan memainkan bermain kartu, iya tersenyum kecut saat teringat malam pertamanya dengan Aris, dokter kandungan itu langsung mencumbuhnya ketika baru saja masuk ke dalam kamar dan tak mau melewatkan barang sedetik pun waktu, seolah nafsunya sudah di ubun-ubun saja.
orang naik ke atas tempat tidur dan merebahkan diri di samping Ilham, dengan menepi semua kenangan tentang Aris. iya takut mau mengingat kepahitan dulu,apalagi kini ia telah menemukan pria yang benar-benar mencintainya dengan tulus dan menerima dirinya apa adanya.
Aurel memiliki memiringkan tubuhnya menghadapi Ilham dan menatap wajah pria berkulit putih yang sudah terlelap itu. kakak angkatnya itu telah berhasil meluluhkan hatinya.
''dek,0 kamu udah keluar dari kamar mandi? kakak ketiduran Ilham membuka matanya.
'yah lanjut lah tidurnya, kak, aku juga mau tidur ini.''Aurel menelantarkan tubuhnya dan mendadak menjadi malu kepada kakaknya itu.
''kok lanjut tidur? nggak malam pertama dulu kita?''tanya Ilham sok polos, dengan menahan tawa. apalagi saat melihat aura wajah Aurel yang memerah tadi.
''hmm... besok aja lah, ya, kak."Aurel membelakangi Ilham, detak jantungnya mulai berdebat tak karuan.
"kok besok? sekarang lah...."Ilham tersenyum jahil dan memeluk istrinya dari belakang.
"kak..."Aurel semakin berdebar-debar saat tangan Ilham sudah melingkar di pinggangnya,padahal mereka sudah terbiasa tidur berpelukan seperti ini tapi sekarang auranya terasa berbeda saja dari malam-malam yang lalu.
"siap,kamu? papa dan Mama request cucu laki-laki katanya....."Ilham berbisik telinga istrinya itu...
"kak, Aurel mendadak risih bercampur malu juga, walau ini bukan yang pertama tapi tetap saja ia berdebar ta karuan.
"tunda besok saja apa sekarang sayang?"Ilham memutar tubuh istrinya itu untuk menghadap ke arahnya, iya ingin melihat ekspresi aurelia yang dulu bisa menggodanya dan kini gantian dia lagi.
"nggak mual lagi, kan dipanggil sayang? atau panggil bunda aja ini?"Ilham menahan tawa.
Aurel,tertawa juga, ya masih ingat waktu awal-awal mereka menikah dulu, saat ia memarahi Ilham memanggilnya dengan sebutan sayang"tapi sekarang keadaan sudah berbeda, hatinya terasa berbunga mendengarnya.
"gimana, sekarang apa nanti? Ilham memainkan alisnya, menggerak-gerak naik dan turunnya membuat senyum Aurel memudar karena grogi.
"hmm .... siapa takut ayo deh!"Aurel melingkarkan tangannya di leher Ilham dengan berusaha tenang, sebab ia tahu kakaknya itu sedang membalas dendam, biasanya dia yang suka nantangin.
"hmmm..." kini kirimkan Ilham lagi yang saat Aurel menatapnya, akhirnya skor 1-1.
''ayo sayang''malam pertama kita....''kini giliran Aurel yang menahan tawa.
"hahaha.... ntar dek, kakak baca doa dulu."Ilham jadi keringatan karena saking groginya.
"awas, jangan baca doa makan, ya! bacanya ayat kursi saja, biar nggak ada setan lewat"Aurel cekikikan. merasa diledekin, Ilham langsung mendekat wajahnya ke arah sang istri.
"kak"sekarang?"Aurel menggigit bibirnya.
"hmmm.... abisnya kapan lagi?"Ilham semakin mendekatkan wajahmu mereka dan menautkan bibirnya.
Aurel memejamkan matanya dan membiarkan Ilham mengambil haknya, menyempurnakan ibadah pernikahan mereka dengan penyatuan raga dengan harapan segera timbulnya bibit keturunan yang mereka dambakan.
****
"dek, ayo bangun ! udah Subuh, kita sholat berjamaah dulu! Ilham memeluk Aurel dan berbicara di dekat telinganya.
Aurel membuka matanya dan menarik selimut yang menutupi tubuhnya, lalu menatap Ilham yang terlihat segera bangkit dan memakai bajunya.
"kakak kamu ngapain aku?"Aurel pura-pura history saat mendapati dirinya tanpa busana karena ulah suami barunya itu tadi malam.
Hahaha.... nggak usah modus minta jatah ulang deh,, habis sholat,baru ronde kedua."Ilham mengajak anak istrinya itu sambil turun dari tempat tidur.
Aurel cekikikan juga sambil memunguti pakaiannya dan memakainya. lalu turun dari tempat tidur dan meraih handuk di atas meja.
"kak,kak mandi bareng kita?"Aurel menggedor pintu kamar mandi.
__ADS_1
"udah deh, dek, nggak usah memancing di kolam ikan. gantian ah mandinya, nggak usah gedor-gedor gitu!"jawab Ilham sambil menyirami tubuhnya.
Aurel cekikikan dengan terus menggedor kamar mandi, senang saja rasanya menghargai suaminya itu yang pastinya jadi nggak tenang saja saat mandi itu.
"dek, jangan kedol-kedor, kenapa? sampai lupa ini niat mandi mau junub."Ilham menyirkan dahinya, Aurel memang jahil dan ia jadi geram.
setelah melaksanakan mandi wajib, Ilham segera berwudhu, lalu membuka kamar mandi dengan hati-hati.
"kak!"Aurel menyambut Ilham di pintu kamar mandi.
"jangan sentuh dek, kakak udah wudhu ini,"ujar Ilham sambil memundurkan tubuhnya."geser kamu, kakak mau lewat!"
"hehehe aku sentuh ya.... biar batal dan wudhu lagi..."Aurel menahan senyum Dan memasuki kamar mandi.
"jangan bercanda terus, dek
kakak udah-udah ini, Ilham berusaha menghindari dari sentuhan istrinya yang mulai menjahilinya lagi.
"hahaha lewat deh.....kak? buruan!"Aurel menggeser tubuhnya dari depan pintu kamar mandi.
dengan sedikit risiko mailham keluar dari kamar mandi sambil melirik Aurel yang masih tersenyum jahil ke arahnya.
"kena! Aurel menyentuhkan tangan kakaknya dan segera berlari masuk ke kamar.
"jahil banget sih, dek!"Ilham menghembuskan nafas kesel.
terdengar tawa puas dari arah kamar mandi titip Ilham menengos lalu tersenyum atas ulah nakal istrinya itu kemudian melangkah menuju lemari untuk mencari pakaiannya. mau tak mau, iya harus menunggu istrinya selesai mandi, barulah iya wudhu kembali.
berapa saat kemudian, kedua sudah selesai melaksanakan salat subuh berjamaah. Aurel mengulurkan tangannya ke arah sang suami.
"semoga jadi istri solehah, dan bunda yang baik untuk anak-anak kita nanti."Ilham mengecup dahi istrinya.
"kak,laper, pesan makanan gih! tuh telepon."Aurel juga melipat mukenanya lalu kembali ke tempat tidur.
"iya, Ilham marahi telepon dan menelepon untuk memesan makanan.
"ka, ambilin ponselku di dekat meja rias, putar Aurel saat suaminya itu selesai menelpon waiters.
"iya,jawab Ilham sambil berangkat meja rias dan sekalian meraih tiket pesawat untuk mereka terbang ke Bali hari ini.
"pukul berapa itu pesawatnya, kak? tanya Aurel saat menerima ponselnya.
"pukul 10.00, tenang saja... Masih sempat satu ronde lagi pas habis sarapan nanti,"jawab Ilham sambil menahan senyum.
"ceileh.... Gayanya..."Aurel mengerutkan bibirnya.
"namanya juga pengantin baru, kan selalu merindukan kehangatan."Ilham berbaring di pangkuan istrinya.
"isshh... lebay kata-katanya!"ejek Aurel.
"hmm.... lebay apanya?"Ilham menarik leher Aurel dan mengecup bibir mungil istrinya itu.
tok tok tok"
"Aurel mengangkat wajah dan mengelap bibirnya sambil tersenyum, suaminya itu semakin agresif saja dan enggak ada malunya lagi.
"brekfles,"terdengar suara dari depan pintu kamarnya.
"bukan,kak,aku lapar ini. mana kakak nyosor melulu,"mengejar Aurel memukul pelan bahu suami.
__ADS_1
"iya,iya, isi tenaga dulu kita baru olahraga lagi,"jawab Ilham sambil mengusap bibirnya.
Aurel hanya melongos-pura-pura sebel padahal mah suka.
kedua pengantin baru itu mulai menikmati sarapannya sambil meleseh dari lantai kamar.
''udah baca doa makan belum ke rumah kak? jangan doa mandi junub yang dibaca,"ejekan Aurel sambil melirik sang suami.
"hmmm... udah dong, sama doa sudah dibaca...."
""doa wudhu juga dibaca?"
"udah deh dek, makan dulu kita bawel amat!"Ilham menyimpan mulut istrinya itu dengan sendokan makan.
Aurel berhenti mengucek dan memuja dengan terpaksa memakanan yang sudah ada di dalam mulutnya itu.
******
"Alhamdulillaah, sarapannya enak banget."Ilham membaringkan dirinya ke tempat tidur dan merentangkan tangannya saat orang yang baru keluar dari kamar mandi menghampirinya.
"tidur lagi kita, kak. masih ngantuk banget aku."Aurel membaringkan dirinya di samping Ilham dan mengabaikan tangan suaminya itu yang memintanya untuk berbaring di dadanya.
"iya, Masih sempat satu ronde kita. Ilham menarik Aurel ke dalam pelukannya.
"kak,kok jadi genit gini sih? Aurel menahan galeri saat Ilham mulai mencumbunya.
."genit sama istri sendiri hukumnya wajib,"Ilham menahan tawa dan melanjutkan aksinya.
keduanya pengantin baru yang sedang hangat-hangat dan itu kembali berolahraga pagi dan menikmati indahnya penyatuan raga dengan rasa cinta, hingga akhirnya keduanya rekulais lemas dan terlelap.
*****
Aurel kembali merasakan perutnya perih, hingga akhirnya harus membuka mata.diraihnya ponsel untuk melihat waktu dan ia langsung bangun saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 13.35.
"kak, bangun! udah pukul 13.35 ini, Aurel menggoyangkan bahu sang suami.
"ah,kenapa sayang?"Ilham membuka sedikit matanya.
"udah pukul 13.35 kak, kita udah ketinggalan pesawat. tiket bulan madu kita hangus...."ujar Aurel.
"apa udah pukul 13.35"Ilham segera bangun dan meraih ponsel di tangan Aurel untuk memastikan keakuratan ucapan istrinya itu.
"iya, dan semua gara-gara kakak yang mesum!"Aurel mencari pakaiannya.
Ilham menarik nafas dan kembali berbaring.
"kak, kok malah tidur lagi.
"habisnya mau ngapain lagi?"
"buruan bangun ,terus mandi, kita ke bandara."Aurel berdecak kesal sambil meraih pakaiannya.
"udah deh, bulan madu di rumah kita saja, sekarang lanjut tidur, sore ntar baru pulang "Ilham menarik tangan Aurel dan membuang pakaian di tangan istrinya itu ke lantai.
"kak"
"tambah satu ronde lagi!"Ilham menggerakkan alisnya.
Bersambung.....
__ADS_1