
[sayang,tinggal dua hari lagi malam tahun baru tiba.gimana dengan permintaan ku?]
sebuah chat masuk ke ponsel, itu dari Revan pacarku, aku menggigit bibir dan bimbang, permintaan cowok yang sudah dua tahun mengisi hatiku yang itu sungguh sulit untuk dipenuhi. Dengan ragu, kuketik sebuah balasan untuknya.
[maaf ref, aku belum bisa mengabulkan permintaanmu, aku sayang sama kamu.]
segar aku kirim balasan untuknya,dua menit kemudian, dia sudah membalas chat dariku.
[kamu itu nggak sayang sama aku, Reyna! kalau kamu sayang aku, kamu nggak akan nolak keinginanku, pacar yang sangat mencintaimu.]
Kuala nafas panjang, itu bukan kali pertama Revan selalu memaksa keinginannya, sudah sejak dari dua bulan yang lalu, dia selalu membahas tentang hal ini. dia sudah berani menjemput, katanya sebagai tanda jadian kami aku takut bisa menurunkan aku memang sangat mencintainya jauh sebelum kami berpacaran.
belum sempat aku membalas, pesan dari pria bertubuh tegap itu, dia kembali mengirim pesan lagi.dia tahu kelemahanku yang memang teramat mencintainya dan tak pernah mau hubungan kami berakhir begitu saja sebab aku menginginkan hubungan kami sampai keranjang pernikahan jika sudah lulus kuliah nanti.
[sayang, jangan begitu! aku nggak mau kita putus, apa kamu tak bisa bersabar sampai kita lulus kuliah dan menikah nanti? kalau kita sudah sah,aku pasti makan dengan senang hati menyerahkan apa yang memang menjadi hak mu.]
Segera kuketik tombol sent Dan berharap untuk mau mengerti, kuusap wajah dengan kesal lalu mematikan laptopku, aku tak bisa menyelesaikan tugas makalah ini jika pikiran sedang terkena seperti sekarang.
[aku beri kamu waktu sampai besok, tanggal 31 Desember, kalau kamu masih, terpaksa kita putus! aku akan bertanggung jawab denganmu, Reyna. hubungan kita tak main-main,aku serius dengan dokter kita sudah merencanakan menikah jika lulus kuliah nanti. Jadi, tak ada salahnya kamu menuruti keinginanku, toh aku akan jadi suamimu nanti.]
kuletakkan ponsel di atas bantal, setelah membaca pesan dari Revan. kepala ini terasa mumet memikirkan semua ini, di satu sisi ....aku Masih memikirkan dosa dan akibatnya, kalau aku sampai hamil, bagaimana? kuliahku yang baru semester enam itu akan putus di tengah jalan, sedangkan aku adalah anak sulung, harapan dari orang tuaku,mereka sangat berharap aku bisa menjadi sarjana dan mendapatkan pekerjaan yang bagus dan bisa membanggakan keluarga tentunya, apalagi keluargaku golongan ekonomi kelas bawah, ayahku hanya seorang buruh tani sedangkan ibuku hanya seorang penjual gorengan yang untungnya dia kumpulkan untuk biaya kuliahku.
Revan, dia anak orang kaya yang lalu bisa memenuhi kebutuhanku karena kadang uang kiriman dari ibu tak cukup sampai sebulan, sejak berpacaran dengannya, aku tak perlu khawatir masalah uang, iya sudah terbiasa memberikanku uang jajan dan belanjain barang-barang, aku merasa sangat bergantung dengannya, aku juga tergantung karena memang mencintainya walau gaya pacaran kami sudah hampir melewati batas, aku kadang tak bisa menahan diri walau yang satu itu masih bisa kujaga, walau sudah berkali-kali ia pinta.
****
tanggal 31 Desember pun telah tiba, dari pagi sampai sore, aku sudah mulai gelisah, antara menuruti keinginan harapan atau putus darinya, aku tak yakin bisa mendapatkan cowok saroyal dan sebaik dia, walau dia agak mesum, tapi dia ganteng, selama 2 tahun bersama, kami sudah tiga kali putus nyambung, dan aku akan selalu down jika putus dengannya, bahkan aku mogok makan hingga berhari-hari hingga bolos kuliah juga.
pukul 21.15, sebuah motif pesan masuk ke ponselku, ini dari Revan. [aku jemput pukul 21.00, kita jalan-jalan dan abis itu ke pantai, teman-temanku ngadain acara bakar-bakar di sana oke sayang.]
__ADS_1
aku menggigit bibir bimbang, dari cat ini, Revan tak ada menyebut tentang permintaannya itu dan semoga ia sudah lupa, aku hanya bisa berdoa dalam hati.
[oke sayang.]
ku balas pesannya dengan berusaha bersikap tenang.
[pakai baju yang kemarin kita beli aku suka lihat kamu pakai baju itu i love you.]
chat dari Revan muncul lagi di ponsel,aku tersenyum sana Dan berharap dia memang benar lupa dengan permintaannya itu sebab aku tak bisa memberikan kesucianku kepadanya walau tubuh ini sudah berjamah jarinya sebab ia sudah terbiasa mencium dan memelukku.
sesuai janji, tepat pukul 21.00 Revan sudah datang di kostku, aku sudah berdandan cantik malam ini dan bersiap menghabiskan malam tahun baru bersama.
"ayo sayang,hujannya sambil merangkul punggung motor ninjanya yang terparkir di depan pagar rumah kost.
aku naik ke motor Revan dan memeluknya erat, pria berjaket jeans itu mulai memacu motornya dengan tangan kiri yang mengelus denganku yang meningkat di pinggangnya. aku merasa menjadi cewek paling beruntung karena bisa menjadi pacar Revan, cowok blasteran indon Jerman yang lumayan populer di kampus.
aku tak merasa risih walau hanya satu-satunya cewek di sini, sebab ada Revan di sampingku.lima temannya itu memang jomblo, jadi wajar kalau tak membawa cewek, hanya Revan saja yang punya pacar, begitulah menurut cerita dari pacarku.
tepat pukul 00.00, mereka mulai membakar kembang api yang berwarna-warni yang bertebaran di angkasa, menghiasi langit malam tahun baru ini, Revan menggenggam erat tanganku, kami bertatapan.
"happy new years, sayang. semoga hubungan kita selalu langgeng sampai menikah nanti."ujarnya sambil mendaratkan kecupan hangat di dahi ini, i love you."aku tersenyum senang dan merasa hal ini sangat romantis, Revan memelukku dari belakang dengan sambil menatap kembang api aneka warna di atas sana.
"kita ke tenda yuk, aku capek besoknya tiba-tiba.
"hmm.... mau ngapain, sayang? kita pulang aja yuk, udah pukul 01.30 ini,"ujarku dengan perasaan mulai tapi enak.
"nanti aja pulangnya, kita nyantai di tenda sambil makan jagung bakar yuk, Revan menarik tanganku menuju tenda.
aku terpaksa mengikutinya, kami duduk di tenda sambil menikmati jagung bakar,tiba-tiba Revan langsung mendaratkan ciumannya di bibirku dengan tangannya yang bergentayangan kemana-mana.
__ADS_1
"jangan, sayang!"aku mendorongnya yang sudah bersiap menindihku.
"ayolah Raina, kali ini saja! aku mau kamu buktikan cintamu!"rayuannya.
"aku takut hamil, fan, aku mohon jangan, aku membenarkan pakaian.
"please sayang, jangan kecewakan aku! Revan mendorong kembali tubuhku dan kembali melancarkan aksi ini.
"jangan fan, aku berusaha meronta.
"plak plak
Revan menampar wajah ini dan membuatku tak bisa lagi melawannya, kejadian yang tak diinginkan pun terjadi, dia telah merenggut mahkota keperawananku.
beberapa saat kemudian.
Revan menyeringai puas dan menyudahi aksinya, sedangkan aku,hanya meringis kesakitan dengan hati yang sama perihnya karena telah terenggut kesucian yang selama ini berusaha untuk ku jaga.
"hmm... berdua saja nih senang-senangnya?kita kita nggak diajak?"Rizal, teman Revan mengintip dari balik pindah.
"kalian mau juga? Ambil deh!"Revan keluar dari tenda dengan menyangkutkan bajunya di pundak.
"fan, dari aku berusaha bangun saat Rizal kini masuk ke tenda dan menatapku penuh nafsu.
nasibku memang sungguh sangat sial di malam tahun baru ini, setelah Revan merenggut kesucian, dia malah membiarkan teman-temannya ikut menikmati tubuhku, di malam itu, aku di*pe*ko*sa bergantian. hingga tak sadarkan diri lagi dan lebih mirisnya, mereka meninggalkanku begitu saja di tepi pantai dengan tanpa busana.
Revan, aku membencimu!"aku bersumpah, aku membalas dendam padamu!.
Bersambung
__ADS_1