Diceraikan Suami Dimalam Pertamaku

Diceraikan Suami Dimalam Pertamaku
bab 35 i love you


__ADS_3

''permisi, kami dari tim Basarnas ingin mencari korban pesawat Lion JT 007 yang kemarin ada menelpon dari wilayah ini.''terdengar suara rombongan tim Basarnas di depan rumah pak Imran, nelayan yang menumpang Ilham sudah beberapa hari ini.


''ya,, istri pak Amir melangkah ke depan pintu.


Ilham yang saat itu sedang berada di belakang rumah langsung ikutan keluar.


''Ilham!''teriak Malik senang saat melihat anak angkatnya itu.


''papa!''sakit tersenyum harus saat melihat pria yang paling berjasa dalam hidupnya itu berdiri diantara tim berpakaian serba orange itu.


''nak, Alhamdulillah.... akhirnya kita bisa berkumpul lagi!''Ilham melangkah mendekat.


''Alhamdulillah,pa, Ilham Masih diberi umur yang panjang..... semua berkat doa papa, mama, dan Aurel tentunya.''Ilham memeluk-malik dengan harukoma air mata kebahagiaan meluncur di pipi keduanya.


hari itu juga, Ilham dibawa pulang dan perjalanan 2 hari 2 malam pun kembali ditempuh Malik dan tim Basarnas.


*****


dua hari dua malam perjalan di lautan sudah mereka arungi, Ilham juga sudah memberikan keterangan atas dirinya yang telah selamat dari kecelakaan maut itu pada tim evakuasi juga kepada tim Basarnas juga pihak pesawat Lion JT 007.


kini Ilham sudah berada di dalam taksi menuju arah rumahnya. ia sudah tak sabar untuk bertemu anak dan istrinya yang sudah sekian bulan berpisah darinya.


''pa, jangan bilang Aurel dulu kalau ilham akan pulang,''ujar Ilham kepada sang papa.


''hmm.... papa bilang tadi ditelepon, kamu sih nggak bilang....''Malik menahan tawa.


''ya udah, nanti Ilham sembunyi dulu kalau begitu, papa masuk aja duluan dan bilang Ilham hilang lagi gitu....''Ilham tersenyum tipis, dengan susunan rencana di kepalanya.


''ah, kalian ini ada-ada aja. udah dewasa dan udah berstatus suami istri juga,kok masih juga main petak umpet.''Malik kembali tertawa.


''hahaha....... Ilham malu kalau diledekin begini.''Ilham mengusap wajahnya.


''enggak kok, nak,lakukan saja sesuka kalian.papa dan mamamu senang sekali bisa melihat kalian bahagia titik apalagi kini Aurel sudah bisa menerima cinta, iya sudah kembali seperti dulu lagi,''ujar Malik.


''oh,ya? Ilham sangat senang mendengarnya,''Ilham menyandarkan punggungnya ke belakang.


''iya,,,Aurel banyak berubah setelah kalian berpisah,dia sudah kembali sholat dan selalu mendoakan untuk keselamatan kamu. kasus perkosaan terhadapnya juga sudah terkuak, pelakunya adalah Irfan,''Malik mulai bercerita tentang semua peristiwa selama kepergiannya.


Ilham mendengar cerita papanya dengan hati yang lega karena semua ganjalan sudah terkuak dan orang yang berlaku jahat itu sudah dihukum di penjara. cerita tentang Aris pun juga didirikan Malik, keduanya bercerita sepanjang jalan pulang.


setengah jam kemudian, taksi sudah berhenti di depan rumah dan Malik langsung turun. di depan rumah, Della dan Aurel sudah menanti dengan Tak sabar.


''pa,, kak Ilham mana?''cecar mata sambil menggandeng tangan sang papa ketika tiba di teras rumah.


''hmm..... ayo masuk dulu deh, nanti papa ceritakan dalam saja!''jawab mandi sambil merangkul bahu putrinya dan mengajaknya untuk masuk ke dalam.


''pak Ilham ke mana lagi pak? apa dia sakit atau bagaimana? jangan sembunyikan semuanya pak!''Aurel menahan tangis melihat sang papah hanya datang seorang diri.


''hmm... dia masih di wawancara suamimu akan segera pulang,nak. dia tidak kenapa-kenapa.''Malik jadi tidak tega melihat wajah pilu putrinya yang sudah hampir mau menangis.


''jadi, dia lebih memilih berbincang-bincang dulu dengan wartawan dibandingkan bertemu denganku, pak?''Aurel menahan kesedihan yang kini sudah berganti dengan rasa kesal.


''bukannya begitu,nak-''Malik jadi bingung untuk mengarang kebohongan seterusnya.


belum selesai ucapan sang papa Aurel sudah beranjak masuk kamar titik padahal ia sudah berdandan secantik mungkin untuk menyambut kedatangan suaminya, tapi yang ditunggu malah tak datang juga,hatinya sedih campur kesal.


''menyebalkan, udah ditungguin berjam-jam... eh malah belum mau pulang!''Aurel menggerutuk kesel sambil berlari menaiki anak tangga untuk menuju kamarnya di lantai atas, kamar yang tak pernah ia tidur lagi semenjak menikahi kakak angkatnya itu.


Aurel melangkah masuk ke dalam kamarnya dengan langkah gontai, perasaannya tak menentu saat ini. mungkin rasa rindu yang sudah tak terbendung lagi yang membuat emosi jadi tak terkontrol.


''kak, kamu nggak kangen aku, apa? kok malah mentingin masuk TV daripada ketemu aku, istrimu!''gerutu Aurel sambil melangkah menuju jendela kamar yang menghadap ke arah kolam renang di lantai bawah.


hatinya sangat kesal saat ini. tiba-tiba, dari arah luar kamar yang tak tertutup itu terlihat Ilham yang memasuki kamar dan kemudian melangkah pelan mendekati istrinya yang sedang melamun di depan jendela itu.


Ilham langsung memeluk Aurel dari belakang, tanpa suara dan hanya suara detak keras di dadanya yang terasa di belakang sang istri.


''kak, ini kamu?''Aurel meraba sebuah tangan yang kini memeluk dirinya itu.

__ADS_1


Ilham masih tak bersuara, pelukannya malas semakin erat.


''kakak, kangen.....''air mata Aurel langsung berjatuhan tanpa komando, walau Ilham tak bersuara tapi iya hafal pelukan dengan lebaran keras di dada ini.


Aurel membalik tubuh, mata keduanya langsung beradu titik senyum penuh kerinduan terlihat jelas di mata dua insan yang saling mencintai itu.


''kok malah nangis sih?''Ilham tersenyum sambil menghapus air mata di wajah wanitanya itu.


Aurel menggigit bibirnya, berusaha untuk menghentikan tangis tapi air mata malas semakin deras saja.dipeluknya kembali pria di hadapannya, agar rasa rindu ini segera terobati.


''aku kangen banget sama kamu,kak. akhirnya kita bisa bertemu kamu jangan pernah pergi lagi, kak! Aku aku nggak akan biarin kamu ke mana-mana lagi! pokoknya nggak boleh!''hujan aurel disela Isak tangisnya.


''terus ngapain aja boleh?''tanya Ilham senang sambil mengusap kepala istrinya itu.


''di rumah aja pokoknya, jangan kemana-mana! aku nggak mau kehilangan kakak lagi,''ujar Aurel.


''jadi, pelukan saja sepanjang hari kita?tanya Ilham menggoda istrinya itu.


''iya,''jawab Aurel sambil mengusap dada suaminya itu.


''hmm... sesak nafas kakak, dek, kalau dipeluk terus kayak gini!''Ilham menahan tawa.


Aurel melepaskan parutannya dan menatap wajah sang suami.


''kenapa lihatin kakak kayak gitu? kakak gosong dan jelek ya?''Ilham menatap dirinya dan juga kedua lengan tangannya yang terlihat matang agak kecoklatan karena sengatan matahari selama di pulau juga berbagai peristiwa panjang yang telah ia lewati.


''kamu kurus, kak; mengusap pipi kakaknya.


''hmm... Dan makin hitam dan jelek'kan?''Ilham tersenyum kecut.


''iya,tapi tetap cute kok dan Aurel... tetap cin-''Aurel menelan ludah, suaranya tadi terdekat tenggorokan.


''apaan,dek?cin....apaan?''ilham tersenyum lebar.


Aurel merasakan wajahnya memanas saat ini, ia jadi malu,apalagi kini Ilham menatapnya dengan sangat dekat dan menanti kelanjutan kata-katanya.


''hmm.....''Aurel berusaha meredamkan debaran keras di dada, sambil melingkarkan kedua tangannya di leher sang suami, ditatapnya lekat wajah pria yang sangat ia rindu juga cinta itu.''i love you, kak.''


''apa? seriusan atau bercanda ini?''Ilham tersenyum senang, tatapan mata mereka beradu.


''serius, kak, aku mencintaimu..... ''jawab Aurel mantap.


''aku juga mencintaimu, dek....''Ilham memderatkan ciuman di dahi Aurel dan memeluknya erat.


keduanya terus berpelukan dengan segenap kerinduan juga cinta yang kini telah terungkap dari hati.tak ada lagi halangan untuk melanjutkan rasa ini Ilham berjanji dalam nanti akan selalu menumpahkan kebahagiaan kepada wanita yang kini sudah membalas pada saat ini,akhirnya rasanya terbalas juga, tanpa paksaan dan tanpa desakan.


''maukah kamu menikah dengan kakak,dek?menikah karena cinta dan rasa ingin saling memiliki,''ilham melepaskan pelukannya dan meraih tangan Aurel.


Aurel tersenyum dan tak bisa berkata-kata lagi, hanya mengganggu kepala saja yang ia isyaratkan sebagai jawaban setuju. air matanya mengalir meluncur bebas,ia sangat bahagia sekarang bahkan melebihi bahagia saat Aris menimbanya dahulu. tiada makan malam romantis, atau juga cincin berlian yang indah juga diiringin musik biola,tapi suasana sekarang jauh lebih baik berkesan dan membuatnya terharu.


''mau, kak,mau banget....''jawab Aurel sambil menyapu air matanya.


''jangan menangis terus, ah! Coba tersenyum....''Ilham menghapus air mata di wajah istrinya itu.


''ini air mata bahagia, kak,''jawab Aurel berusaha menghentikan tangisnya.


untuk beberapa saat keduanya terlihat saling tatap. power sangat lega karena sudah mengungkapkan isi hatinya, iya juga bahagia karena hilang sudah kembali ke pelukannya sekarang. iya berharap agar tak kan ada kesedihan lagi setelah ini.


'krrzzzzz'


tiba-tiba, terdengar suara yang keluar dari perut Ilham.


''kak, itu bunyi perutmu? lapar kok gak bilang-bilang sih? Aurel menahan tawa.


''kirain bisa kenyang makan cinta, nyatanya masih tetap saja....''Ilham tertawa kecil sambil memegangi perutnya.


''ayo,kak, kita makan dulu! habis itu istirahat. Oh ya, udah ketemu Citra belum?''Aurel menggandeng Ilham menuju pintu.

__ADS_1


''hmm...cinta dek bukan citra!bantah Ilham.


''citra aja deh, enak nyebutnya!''Sanga Aurel.


''enak aja ngubah-ngubah nama putrinya kakak!''


''isss.... Makanya ngasih nama itu jangan susah-susah!''


''susah kok itu!''


Della dan Malik menatap senang anak dan menantunya yang terlihat menuruni anak tangga sambil bergandengan tangan itu.


''baru ketemu kok udah ribut aja, ajak Ilham makan dulu, rel! lihat dia deh kurus kering begitu!''sambut Della sambil menggendong cinta.


''hey.... putrinya ayah....''Ilham malam menghampiri Della dan mengalurkan tangannya ke Arah cinta yang tersenyum saat melihatnya.


''Ilham,makan dulu sana! setelah itu baru main sama putrimu ini....''Della menjauh dari dan memberi isyarat agar menantunya itu menurut.


''iya deh,ma.cinta..ayah makan dulu sebentar,ya!''ilham mengusap Pipit chubby putrinya itu.


Aurel sudah menantinya di meja makan dan mengambilkan makanan untuk Ilham. iya ingin belajar jadi istri yang baik, dan ingin memperbaiki tingkah lakunya. apalagi kita semua masalah telah menemui titik penyelesaiannya.


*******


Aris duduk seorang diri di rumahnya, kedua orang tuanya sudah pergi ke Jerman, meninggalkan dirinya dengan segera permasalahan. dia hanya bisa menyesali semua kejadian di masa lalu, benar-benar hancur saat ini. ijazah kedokterannya seakan sia-sia, apalagi iya dituntut hukuman 6 tahun penjara,walau sang pengacara masih mengusahakan hukumannya yang lebih ringan lagi tentunya.


''Aurel, Carolina.... kalian berdua wanita yang telah menghancurkan hidupku. aku benci kalian!''Aris melempar gelas minuman ke lantai.


''Carolina... aku akan membencimu seumur hidup nya!''kali ini botol anggur yang ia lemparkan ke lantai.


Aris ngamuk, semua barang ia lempar ke lantai. pikirannya benar-benar kacau saat ini, apalagi pengaruh alkohol sudah menguasainya.


pembantu di rumah Aris tak ada yang berani menenangkannya, mereka hanya malah bersembunyi ketakutan.hingga akhirnya sang pengacara berdatangan dan menenangkannya dan itu pun tak langsung tenang, mereka harus baku hantam dulu dan kemudian meringkusnya.


''kasihan ya, den Aris, mana bapak dan ibunya udah berangkat pula,''


''iya, aku jadi mau berhenti saja dari sini takut dibunuh sama dia.


''nggak akan kok, yang penting kita jangan dekat-dekat. nggak kelamin lagi dia bakalan masuk penjara, jadi rumah bakalan aman.


''makanya, sebelum bertindak itu dipikir dulu, jangan terlalu rutin nafsu dunia, siksanya pun dimulai dari dunia dulu deh akhirnya,''


''iya, jadi pelajaran ini, hanya karena nafsu dunia,semuanya hancur.''


begitulah bisik-bisik dari 3 pembantu di rumah Aris.


******


sedangkan di sel tahanan para wanita, Caroline sedang mengalami masa-masa sulit, iya sedang mengidam. kondisinya menjadi lemah dan tidak mau makan, ia selalu memuntahkan apa saja yang ia makan.


Irfan yang mendengar kabar ini jadi tak tenang juga, apalagi dia yang menghalangi Carolina menggugurkan anak mereka. iya kembali menyesali keadaan mereka sekarang, mengapa Carolina hamil di saat yang tidak tepat menurutnya tapi mau bagaimana lagi, ini suratan takdir yang mereka tulis sendiri.


''car, kamu yang kuat ya.''Irfan mengunjungi sel tahanan calon ibu dari anaknya itu.


''ini gara-gara anakmu, fan, aku jadi hampir mau mati begini!''Carolina menatap tajam Irfan, ingin rasanya ia mencekik pria brewokan itu.


''semuanya pasti berlaku kok,kita harus kuat menjalani semua ini.''Irfan menggenggam tangan kekasihnya itu.


''agghhh... sialan kamu,fan! Aku membencimu, gara-gara kamu! jangan sok menguatkan!''bentak Carolina kesal sambil bangkit dari kursi ruang besuk.


Carolina meninggalkan Irfan, emosinya semakin tak terkontrol saja semenjak hamil ini ditambah masa ngidam yang sulit.


Irfan mengusap wajahnya, ia ingin hidup gambar setelah masa tahanannya habis. apalagi kini Carolina mengandung anaknya, iya tersenyum dalam kesedihan, hatinya mendadak merindukan cinta, anak singa bersama Aurel. senyum bayi berambut keriting itu memenuhi kepalanya.


''nak,apakabarmu? semoga selalu sehat ya, papa akan merebutmu nanti setelah bebas. kita akan berkumpul dengan calon adikmu, kita akan menjadi keluarga yang bahagia nanti, tunggu papa datang,''Irfan membatin dengan senyum senis.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2