
''nayla, ini mama bikinkan obat untuk calon suamimu itu.ayo bantu bangunkan dia,biar bisa minum ramuan ini!''ujar seorang wanita paruh baya sambil membawa gelas seng besar saat memasuki kamar anak gadisnya.
''iya ma,jawab Nayla sambil mendekati pemuda yang kondisi begitu lemah itu,
''abang,ayo bangun!''ujar Nayla dengan suara lembut dan tentunya sambil tersenyum-senyum sendiri,ia begitu senang ,akhirnya tuhan menjatuhi ia jodoh walau menunya dilaut.
''uhuuuuk....''sang pemuda terbatuk dan duduk dengan dibantu Nayla.
wanita paruh baya dengan kaos kedodoran serta kain yang terikat di pinggangnya itu segera meminumkan ramuan yang dibawahnya.
''nah,bagus tubuhmu akan terasa hangat setelah meminum ramuan ini.calon mantu.cepat sembuh,biar bisa cepat menikah dengan anakku.... hehehe....''wanita dengan gigi berwarna hitam karena terlalu banyak memakan sirih juga Sugi itu terkekeh,sedangkan putrinya dengan rambut kribo seperti tak pernah sisiran itu semakin melebarkan senyuman.
''agghhh!!''sang pemuda yang ternyata adalah korban pesawat Lion JT-007 itu menyerang kesakitan lalu kembali berbaring, pikirannya masih tak menentu dengan seluruh tubuh yang terasa sakit.
''istirahat lagi, Abang!''ujar Nayla sambil membenarkan selimutnya untuk menutupinya sang pemuda yang masih belum bisa membuka matanya secara lebar.
''ya sudah,,mama keluar dulu,mau bantuin bapakmu jemur ikan.kamu disini saja,Nayla,jagain calon suami mu nanti hilang!''ujar sang mama sambil membalikkan badan lalu keluar dari kamar putrinya.
Nayla mengangguk,matanya kembali fokus menatap makhluk tampan dihadapannya.ia masih tak percaya atas nikmat Tuhan yang ia temukan tadi pagi, cita-citanya untuk punya suami ganteng kesampaian juga.
''ya tuhan,aku beruntung banget,rencana Tuhan memang tak terduga.akhirnya dia menjatuhkan juga jodoh untukku dari langit sana,pemuda nan rupawan, teman-teman pasti pada iri pergi ke pernikahan ku nanti,''ujar Nayla sambil menatap lekat sang pemuda berkulit putih bersih walau masih terlihat pucat.
Nayla menggeserkan tubuhnya semakin mendekat kearah pemuda yang matanya masih terpejam rapat itu,tatapannya lekat dan mengagumi rupa juga warna kulit yang sangat berbeda dengan penghuni pulau yang menjadi tempat tinggalnya karena meyoritas penduduk di pulaunya berkulit hitam.
''aku yakin ,dia pasti jatuh dari kayangan....soalnya pemuda sini.....nggak ada yang setampan dia.....''nayla memberanikan diri mengusap wajah sang pemuda yang ternyata adalah Ilham ,suami Aurel.
''dek,kakak akan pulang..... tungguin.....''gumam Ilham dalam lelapnya,seluruh tubuhnya terasa sakit dengan kepala yang berat dan juga mata yang belum bisa ia buka.
perasaannya masih tak menentu saat ini,antar sabar dan ketidakberdayaan karena sudah berhari-hari mengapung dilautan dan berjuang untuk tak tenggelam setelah terlempar dari pesawat karena ledakan dahsyat itu.lalu berenang seharian sebelum akhirnya menemukan bahan pohong yang hanyut,yang membuatnya bisa mengapung Tampa harus berenang lagi.disaat keputusasaannya untuk tetap bertahan hidup,bayangan Aurel dan cinta membuatnya kuat untuk tetap berjuang untuk menyelamatkan diri walau mungkin hanya dirinya saja satu-satunya korban yang selamat sebab saat semua penumpang panik,ia malah sedang melaksanakan sholat Maghrib.semua juga tak luput dari kekuasaan Allah dan takdir kematian yang belum menghampirinya.
********
''sedangkan dirumah aurel,mereka sedang bersiap-siap untuk pergi bersama Irfan yang mengajaknya jalan-jalan ketaman kota pagi Minggu ini.
''rel,kamu yakin mau pergi bersama dengan dokter Irfan?kita belum tahu,dia orang baik apa nggak,''ujar sang mama cemas sambil menarik tangan Aurel keruang tengah, sedangkan Irfan sudah menunggu diteras.
''dokter Irfan temannya mas Aris ma.dia baik sama cinta dan pengen mengajaknya jalan-jalan,bik Imah juga ikut kok,Aurel ngajak pergi cuman berdua saja kok,''jawab Aurel.
''kamu sudah nggak sedih lagi,rel.karena masalah ilham?papamu saja belum pulang dari kota xxx, jenazah ayahnya cinta belum diketemukan hingga saat ini,''ujar Della lagi.
''ma,kak Ilham nggak meninggal,jangan menyebut namanya dengan embelan jenazah,dia pasti selamat.dia akan pulang dan Aurel sangat yakin akan hal itu.aurel akan tetap nungguin dia dan nggak akan bersedih atas kecelakaan yang menimpanya itu.ya sudah ,Aurel pergi dulu,nggak enak juga dokter Irfan udah nungguin itu....''ujar Aurel menatap sang mama.
''ya udah,kalian hati-hati! pulangnya jangan terlalu siang !''della menggandeng Aurel menuju teras,dimana bik Imah,cinta dan juga dokter Irfan sudah menunggu.
''tante ,saya izin mau ajak Aurel,cinta dan juga bik Imah jalan-jalan ketaman kota,''ujar Irfan sambil mengulurkan tangan dihadapan Della,pria bertubuh tinggi itu sedikit membungkukkan tubuhnya saat mencium punggung tangan nenek dari putrinya itu.
''iya dokter, hati-hati ! pulangnya jangan terlalu siang!''ujar Della.
__ADS_1
kami pergi dulu, Tante, assalamualaikum,''ujar Irfan sambil tersenyum.
''waalaikum'salam.''della melambaikan tangan menatap putri dan cucunya yang kini sudah masuk kedalam mobil hitam milik dokter berwajah India itu yang menurutnya sangat mirip dengan cinta cucunya.pikiranya mulai menduga-duga tapi ia tak mau menuduh kalau Tampa bukti.
****
setengah jam kemudian,mobil Irfan telah tiba siraman kota.dimana dirinya pernah bertemu Aurel saat cinta Masi didalam perut dikala itu.ia merasa sangat bahagia saat ini karena Aurel terlihat mulai mau menerima kehadirannya dan belum memutuskan untuk berterus terang atau tetap menyimpan rahasianya rapat-rapat.
Aurel mengeluarkan ponselnya dan mendapati chat dari Aris,ia lalu duduk di kursi taman.bik Imah mendorong cinta didalam stroller, berputar-putar disekitar taman, sedangkan Irfan membeli jajanan yang dijual dipinggir jalan karena ia tahu Aurel menyukai aneka cemilan itu.
[selamat pagi ,rel.lagi apa?]
Aurel melongos kesal,entah kenapa ia tak suka jika membaca chat dari aris.tangannya malah membuka chat yang ia kirim kepada Ilham seminggu yang lalu,dihari kecelakaan maut itu, hingga detik ini, chatnya masih belum terkirim juga.
''hey,,,ini saya beliin cemilan juga minuman,''ujar Irfan sambil meletakkan belanjaannya,ada tiga botol air mineral,cilok,tela-tela,bakso bakar, empek-empek,dan juga sekantong basreng.
''hem.... terima kasih, dokter.... Jawab Aurel sambil tersenyum tipis, lamunannya buyar seketika dan ia berusaha untuk tak sedih karena pikirannya kini hanya tertuju kepada Ilham.ia begitu sangat merindukan suaminya itu,dan akan tetap menunggu kepulangannya.
''jangan panggil dokter, panggil mas Irfan saja,biar lebih akrab gitu!''ujar Irfan sambil tersenyum.
''ah,iya maaf....saya lupa,''aurel tertawa hambar lalu meraih bakso bakar didepannya,tapi ia tak langsung memakannya sebab ada rasa curiga atas apa yang diberikan orang yang ia anggap asing itu.
''nggak ada racun atau obat biusnya kok,rel,biar saya dulu yang makan.....''irfan yang bisa membaca pikiran wanita dihadapannya itu mengambil bakso bakar ditangan Aurel lalu memakannya.
''eh !''aurel sedikit kaget karena dokter berkulit gelap itu mengetahui isi kepalanya.
''makanlah,aman kok,saya orang baik-baik,kamu tak perlu takut saya racuni atau apalah,''ujar Irfan sambil tersenyum kecut.
''oh itu yah,....saya tahu.....Aris sudah pernah bercerita, siapapun ayah dari cinta,dia pasti memiliki alasan melakukan itu semua.belum tentu juga dia jahat,namanya manusia ini....tak luput dari khilafah dan salah....''jawab Irfan berusaha tenang,lalu meraih bungkusan cilok dihadapannya dan memakannya untuk menghilangkan rasa groginya karena tatapan Aurel membuatnya jadi salah tingkah, apalagi orang yang dibicarakan itu adalah dirinya sendiri.
''hahh.....saya itu penasaran saja,kapan dan dimana gitu?terus orangnya siapa,nggak habis pikir saja soalnya selama hidup ini....saya tak pernah punya musuh atau bermasalah dengan orang.hidup saya datar saja,mulai dari jaman SMA, kuliah, hingga dijodohkan dengan mas aris.semuanya baik-baik saja,hingga.....''aurel menarik napas panjang,ia tak mau kembali mengingat perlakuan kejam Aris dimalam pertama.
Irfan hanya diam.ia tak bisa menimpali curhatan Aurel.
''saya yakin,semua masalah yang menimpah saya ini pasti ada hubungannya dengan mas Aris sebab.....sebelum kehadiran dia....hidup saya baik-baik saja.bagaimana menurut mas Irfan?benar tidak analisa saya?sebab ....kata mas Irfan,tahu kan siapa orang itu ,coba katakan sekarang!saya mau tahu, siapa orang yang tak bermoral itu?!''aurel menatap tajam Irfan.
''hmm.... rel,maaf....Aris tak mengizinkan saya.... menyebutkan orangnya....''jawab Irfan dengan mengusap wajahnya.
''kalian berdua itu sama saja,saya pikir.....kamu berbeda darinya,nyatanya sama saja!''jawab Aurel sambil membuang wajah,lalu kembali menatap layar ponselnya untuk membalas chat dari Aris.
''bukannya begitu rel,saya tak kuasa ikut campur dalam permasalahan kalian.kamu lihat sendiri bagaimana sepak terjan Aris,dia tak segan-segan main kasar kalau ada yang mencampuri masalahnya.jadi,kamu tanya dua saja,dia tahu semuanya kok,''jawab Irfan,ia jadi takut kalau Aurel mengetahui semuanya sebab ia sudah mendapat angin segar dengan keadaan sekarang.
Aurel tak menjawab,ia yakin cepat atau lambat semuanya pasti terungkap.bik Imah membawa cinta mendekat ,dan Irfan langsung memindahkan putrinya itu kedalam gendongannya.
''bik,ayo dicicipi cemilan kita.cinta biar sama saya dulu.....''irfan tersenyum sambil memangku cinta.
bik Imah mengangguk lalu duduk dihadapan aurel, sedangkan Irfan duduk disampingnya.secara diam-diam,Aurel mengambil foto Irfan bersama cinta lalu mengirimkannya kepada Aris dengan caption:[lagi ditaman kota bersama dokter Irfan,dia ngajak aku dan anakku jalan-jalan dihari libur ini,dia baik ternyata,pantas saja putriku suka sama dia.]
__ADS_1
Aurel segera mengirimkan pesan kepada Aris,ia memang sengaja mau membuat mantan suaminya itu cemburu.
Aris yang melihat chat dari Aurel langsung bangkit dari tempat tidurnya,ia merasa telah disalip oleh Irfan,dan ia takkan tinggal diam saja,dengan cepat ,ia segera memasang jaket dan mengganti celana pendeknya dengan celana panjang ,ia akan menyusul kesana dan takkan membiarkan Irfan merebut mantan istri yang masih ia harapkan itu.
[saya akan kesana,kamu hati-hati,Irfan itu orang jahat!saya tak mau kalian sampai kenapa-kenapa.]
Aris membalas chat aurel,lalu segera keluar dari kamarnya.ia bergegas berlari menuju garasi lalu tancap gas menuju taman kota.
setengah jam kemudian,Aris sudah berada ditaman kota dan ia sudah melihat ada mobil Irfan disana.ia segera mengedarkan pandangan untuk mencari keberadaan Aurel dan putrinya.
''aris kamu juga disini?''irfan menautkan alisnya saat melihat mantan pacar dari Carolina itu sudah berada di hadapannya.
''aurel minta jemput, makanya saya datang,''jawab Aris berbohong sambil duduk Di samping Aurel.
Aurel mengerutkan dahinya,namun malas untuk menanggapi.
''beneran rel,kamu minta dijemput sama Aris?kalian perginya sama saya,jadi pulangnya juga akan sama saya juga,''ujar Irfan tak senang.
''hmm....kami pulang pakai taksi saja,ayo bik, bawa cinta pulang!''ujar Aurel sambil bangkit dari kursinya.
''rel, kamu jangan pakai taxi,saya yang akan antarin kamu pulang,''irfan yang sedang menggendong cinta menarik tangan Aurel.
Aurel segera menarik tangannya dari genggaman irfan,Aris tak mau ketinggalan,ia langsung memindahkan cinta kedalam gendongannya lalu memberikannya kepada bik Imah yang berdiri disampingnya.
''bik, cinta masukin stroller lalu bawa dia kepinggir jalan,aku akan mengemasi botol susunya dulu,''ujar aurel sambil memasukkan botol susu cinta kedalam tasnya.
''ayo rel, pulang!''aris maraih tangan aurel.
Aurel kembali menepisnya,ia tak menginginkan kedua pria dihadapannya,ia hanya ingin mengetahui siapa orang yang telah menyebabkan dia hamil dimalam pertama pernikahannya,itu saja.
''aurel akan pulang dengan saya!''irfan mendorong bahu Aris,dan menghampiri Aurel.
''aku takkan pulang bersama salah satu dari kalian, kalian berdua sama-sama jahatnya,jadi jangan saling menuding salah satunya.kalau kalian orang baik, kalian takkan melindungi si pemerkosa itu,orang yang telah menghancurkan hidupku!''aurel mendorong dua pria yang dihadapannya dengan jari telunjuk ia arahkan kedepan wajah keduanya.
''rel,saya takkan mempermasalahkan hal ini, semuanya tidak penting!saya hanya ingin kita kembali bersama.saya akan menerima cinta dan kita akan memulai kembali rumah tangga kita.''aris berusah meraih tangan aurel.
''semua itu sangatlah penting,mas,aku ingin tahu.... siapa ayahnya cinta!''jerit aurel kesal.
''emangnya kamu mau apa dengan orang itu,dia orang jahat! biarlah Tuhan yang akan membalas kelakuannya!''ujar Aris lagi.
''aku mau dia yang menikahku,aku mau cinta bisa bertemu dengan ayah biologisnya,aku ingin membina rumah tangga dengannya sebab kata irfan....belum tentu juga orang itu jahat,bisa jadi ia hanya khilafah,jadi aku mau orang itu muncul dihadapanku sekarang!''ujar aurel lagi.
Irfan yang sedari tadi muram mendadak mendapat secercah harapan segar jika yang dikatakan Aurel benar.
''oh.... kalau begitu... anggap saja saya ayahnya cinta,saya akan mengakui semuanya.... sayalah ayah biologis cinta,jadi menikahlah dengan saya!''ujar Aris.
Aurel menautkan alisnya dengan tangan memegang ponsel,ia sedang merekam obrolan mereka.
__ADS_1
''rel,,,saya mau mengakui sesuatu...bukan Aris ayahnya cinta,tapi saya....''irfan melangkah mendekat kearah Aurel.
bersambung....