
bunyi bel berkali-kali, di depan rumah pintu membuatku harus keluar dari kamar, saat membuka pintu, terlihat empat temanku di depan sana dan langsung masuk tanpa aku suruh lagi, dari mobil merah milik Deni, Andre keluar belakangan dan melangkah ragu. aku sedang malas marah dengannya, ya sudahlah, berlalu takkan aku bahas lagi, ada Deni, Andre,Robi,Amran dan Ferdi. mereka kini menatapku dengan prihatin, sudah lama kami tak pernah berkumpul selengkapnya, biasanya mereka selalu sibuk sendiri.
"Van, kamu belum ada ke mana-mana'kan hari ini?''tanya Deni sambil keluar berlalu menuju dapur.
aku mengalah nafas panjang dan menunggu kedatangan temanku yang sudah jadi pengacara itu, Nadia pasti bisa menolongku untuk membereskan semua permasalahan yang sedang kuhadapi saat ini, hanya dia yang bisa kuandalkan.
Deni kembali dari dapur dengan membawa secangkir minuman yang mungkin adalah kopi sebab aromanya begitu semerbak, dia memang suka kopi dan kadang selalu membawa diri tas kecil miliknya.
''aku baru lihat videonya dan begonya.... Angela yang lihat duluan, agghhh !!!''aku berdecak kesal sambil menyandarkan punggung ke sofa.
''emang kalian ada di mana?''tanya Deni sambil menghisap kopinya.
''ke restoran dan ke mall, gila'aku nggak ngeh waktu orang-orang pada bisik-bisik sambil mengarah kepadaku, aku malu, den,sial!'aku mengepalkan tangan dengan geram.
''ngeyel sih, tadi pagi kan udah aku telepon agar tak keluar rumah dulu.''Deni meletakkan secangkir kopinya.
''den,, aku nggak berani keluar rumah lagi, setan! siapa yang merekam dan menyebarkan video itu?! umpat ku kesal.
''kamu nggak sadar kalau malam itu ada yang merekam adegan perkosaan oleh enam banci itu?''Deni menautkan alis sambil menatapku.
''kayaknya emang ada yang merekam, tapi aku hanya bisa melihat cahaya ponsel saja, salah satu dari banci berkedok kuntilanak itulah pokoknya, menurutmu.... aku harus bagaimana, den?''aku menatapnya dengan nelangsa, semua kejadian ini membuatku begitu terpukul,bagaimana tidak? video memalukan itu sudah tersebar seluruh Indonesia, aku saja sengaja tak mau aku ke polisi karena takut kejadian itu diketahui banyak orang, tapi kini masalah itu malah muncul ke permukaan dan menjadi berita viral.
''segeralah bersiap, akan ku temani kamu ke kantor polisi untuk membuat laporan, para banci itu harus segera ditindak dan agar yang merekam juga menyebarkan video itu bisa dihukum karena telah melanggar pasal 29 UU nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi, juga UU nomor 19 tahun 2016 dan UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE(informasi dan transaksi elektronik).''Deni mulai mengeluarkan undang-undang keahliannya yang sebelumnya pernah aku pernah pelajari juga namun tak tertinggal di otak ini.
''apa nggak bisa cuman kamu saja yang pergi den? aku terasa tak punya wajah jika keluar dari rumah,''ujarku dengan mengusap wajah ini, ingin rasanya kembali ke Jerman saja hari ini juga.
''kamu tetap harus ikut, aku akan mendampingimu kamu sebagai pengacara mu, nanti aku yang akan bantu bicara dan bikin laporan,''ucap Deni lagi.
''pakai masker aja, Van, biar nggak ada yang kenal sama kamu,''usul Andre yang sedari tadi hanya diam.
aku beranjak bangkit dari sofa, lalu melirik tajam kepada Andre yang terlihat menunjukkan wajah saat melihat sorot mataku.
''kenapa ikutan ke sini juga?''mana Kiara itu?''tanya aku dengan senyum kecut, hati ini masih terasa sakit jika teringat perselingkuhan mereka.
''Tiara udah punya pacar baru lagi, aku dicampakkan ama dia,''jawab Andre pelan.
__ADS_1
''udah deh, jangan bahas cewek nggak benar itu lagi, buruan bersiap, van, perintah Deni.
aku melangkah menuju kamar dan kemudian berganti pakaian, aku sengaja mengenakan jaket tebal yang lengkap dengan penutup kepalanya dan sesuai saran Andre masker langsung kenakan.
''beberapa saat kemudian, aku sudah keluar dari kamar, robby Andre, Dani Ferdi sudah berpindah ke ruang tengah, Mereka terlihat sedang berebut stik PS , lagu lirik pembongkaran isi lemari es,deny menghampiriku.
''yuk,Van, biar kita berdua saja ke kantor polisi, yang lainnya biar tinggal di rumah saja,''ujar Dany.
''van, pulang dari kantor polisi mau ke supermarket ya, soalnya kulkasmu kosong itu, nggak ada yang bisa dimakan,''Amran keluar dari dapur sambil menggigit sebuah apel di tangannya''beli mie instan ke warung ujung jalan aja kalau mau makan,''aku melangkah menuju depan pintu.
beberapa saat kemudian, aku sudah berada di mobil Deny dengan tujuan ke kantor polisi, jantung jadi berdetak takaruan begini, tangan juga mendapat terasa dingin.
''ayo turun!''ajak Deni saat kami telah tiba di depan kantor polisi.
''den,, aku tak berani turun sebabnya kita kembali ke rumah, besok aku akan kembali ke Jerman saja, aku mau menghilang dulu dari Indonesia, sampai berita ini mereda, ucapku mantap setelah memikirkannya sepanjang jalan.
''van,, kamu nggak boleh lari-lari masalah begini? masalah itu harus dihadapi juga diselesaikan,''Deni menepuk pundakku.
''Deni, aku tak sanggup menghadapi interogasi dari polisi salah salah kata, kasus Raina malah bakal bersangkutan,''saat mengingat mantan pacar yang pernah ku kerjain dulu.yang kualami dari para banci itu seolah balasan dari apa yang telah kami perbuat kepada Reyna.
''sepertinya tidak, ayo kita pulang saja, ucapku dengan gugup dan tak sabar ingin segera meninggalkan tempatnya.
Deni menuruti perintahku, iya memacu mobil menuju pulang.
den, kok berhenti di sini?''aku baru tersadar, kalau dia menghentikan mobilnya di depan sebuah supermarket.
''mau belanja dulu, kamu tinggal di mobil saja kalau tak mau ikut turun,''Deni turun dari mobil lalu melangkah masuk ke dalam supermarket.
aku menyandarkan punggung ke jokmu belakang sambil mengamati para pengunjung supermarket yang keluar dari sana,eh,, aku seperti melihat intan, gadis SMA yang pernah video call,,, dia adalah otak yang menyesatkan sehingga aku bisa dikeroyok para banci itu, kuamati dengan teliti tiga anak SMA yang baru keluar dari supermarket itu, salah satu diantaranya memang benar gadis yang salah sambung dan berkenalan denganku itu, tak salah lagi, aku masih ingat dengan wajah imutnya, dia memang sosok bernama intan itu.
''dengan cepat, aku segera turun dari mobil dan mencegah tiga anak SMA yang lewat di samping mobil kami itu.
''intan!! panggilku saat berdiri di hadapannya,
''eh,''gadis yang berada di tengah-tengah dari dua temannya itu terlihat terkejut.
__ADS_1
''intan, masih ingat bang David?''tanya aku sambil membuka masker juga kacamata hitam ku.
melihat wajahku, gadis itu mengajak teman-temannya untuk segera pergi dari harapanku.
''kamu tak bisa pergi gitu aja!''kita harus bicara! di mana para banci itu? pasti kamu yang telah menyebarkan video memalukan itu?''lengannya dengan kasar.
''kamu ini siapa? aku tak kenal denganmu dan namaku bukan intan!''putar gadis berlesung pipi itu.
''jangan bohong, sebaiknya menghapus saja! Katakan tempat pertemuan para banci itu, aku akan membuat perhitungan dengannya!''aku menatap tajam.
''maksud Anda apa sih? Lepaskan! tolong.... tolong... ada penjahat!!!... jaret garis itu tiba-tiba sambil menggigit tanganku dengan keras.
''agghh.... aku mengaduh kesakitan.
''ada apa ini?''beberapa orang mulai menunggumu kami.
''tolong, pak, dia tadi menarik-narik dengan saya, mungkin dia sindikat penjual gadis belia,''ujar gadis bernama intan itu yang membuat para masa langsung mengagumiku tanpa ampun.
''heyy,, apa-apaan kalian ini? aku bukan penjahat!? jeritku sambil menghalau dengan tangan pukulan bertubi-tubi dari beberapa orang itu.
''ah,, mana ada penjahat mengaku Hajar terus?''teriak ibu-ibu dan terus mengeroyokku dengan membabi buta.
''heyy,, ada apa ini?'itu suara Deni.
aku sudah terkapar di halaman supermarket dengan sekujur tubuh yang terasa sakit.
''heyy,, ini teman saya, jangan asal keroyokan begini ya! saya akan lapor polisi!''suara Deni terdengar lantang sambil membantuku untuk bangun.
mendengar ancaman deny para beberapa pak ibu-ibu mulai pergi dari tempatku itu,, seorang bapak-bapak langsung menjelaskan duduk permasalahannya.
''kalian salah paham, teman saya ini orang baik-baik! ucap Denis sambil memapahku masuk ke dalam mobil.
kerumunan yang tadi mulai sepi, kamu telah masuk ke dalam mobil dan Deni mulai mengajukan mobilnya, ya Tuhan sekujur tubuh ini terasa sangat sakit, mataku juga sulit dibuka karena tonjokan yang mengenai pelipis, ku keluarkan fosil dan menatap wajahku dengan kamera depan ponsel, agghhh... wajah tampan ke kini telah berubah menjadi remahan peyek,sial,sial...
bersambung
__ADS_1