
kubumulih perut yang kini tumbuh janin enam b******* itu, kupikir setelah itu aku akan bisa melanjutkan kehidupan meski menjadi bahan guntingan selama sebulan ini, nyatanya..... kepahitan hidup akan terus berlanjut, janin ini harus memusnahkan, aku tak mau dia hidup, aku tak mau! aku ingin membalas dendam kepada enam pria Tak punya otak itu, tapi dengan keadaanku yang seperti ini, bagaimana mungkin.
segera aku ke masih bareng-bareng hari ini juga, akan aku pindah tempat kost, tak ada yang boleh tahu tentang kehamilan ini, cukup kasus p*r*o*s*a*n itu saja yang tersebar luas, namun masalah kehamilan ini tak ada yang boleh tahu, aku tetap harus lanjut kuliah, jadi ini harus bisa ku lenyapkan,harus! aku harus bisa menjadi pengacara dan penjarakan para pelaku perbuatan biadab itu, aku harus bisa membela kaum wanita yang teraniaya, seperti diriku yang sekarang, aku tak mau ada rayna yang lainnya,cukup aku saja yang menjadi budak cinta hingga akhir nya terpuruk seperti sekarang.
tak ada yang tahu tentang kepergianku, bahkan ibu kost sekalipun, kamar kost ini sudah kubayar setahun di muka, jadi tak masalah kapan pun aku mau pergi, one Revan juga yang membayarnya, dia begitu banyak andil dalam kehidupanku, dari tempat kost pakaian hingga kebutuhan sehari-hari, dia yang membiayai semuanya. keperawanku sudah ia rambut mungkin itu bayaran yang sudah pantas, jadi aku tak ada hutang lagi dengannya.
saldo di ATM masih 20 juta, itu juga pemberiannya setiap bulan yang ku tabung hingga bisa terkumpul sebanyak itu, Untung saja, uangku yang ditransfer Revan juga ikut setiap bulan masih ku tabung di ATM, jadi dapat ku gunakan di saat mendesak begini, Revan, untuk saat ini, akan ku biarkan dulu kamu bernafas dengan tenang, tunggu saja nanti saatnya, dendam ini tetap akan kubelaskan kepadamu.
****
hari terus berlalu, janin sialan ini tak kunjung gugur juga walau sudah ku minum pil penggugur, kandungan sekalipun, aku juga sudah pernah ke dukun beranak dan meminum kamu darinya tapi semuanya gagal, entah apa rencana Tuhan? aku hampir lelah menjalani semua ini.
Beberapa kali,sempat terpikir untuk mengakhiri saja kehidupan ini tapi saat berlatih sudah siap kepotong kan ke pergelangan tangan, wajah letih ibu mulai terbayang di kepala dan acara bunuh diriku selalu gagal.
kini usia kandunganku sudah menginjak lima bulan dan masih belum ada yang tahu tentang kehamilan ini, setiap pergi ke kampus, perutnya sudah terlihat membuncit ini selalu kulilit dengan korset agar mengempes dan berharap janin itu mati.
di kampus, aku masih selalu sendirian dan tak mau membaur dengan teman-temanku yang dulu, kapan lagi di kots aku tak pernah keluar rumah selain hanya untuk berangkat kuliah,aku benar-benar menutup diri dan tak ingin ada yang tahu tentang semua yang kusembunyikan sekarang.
__ADS_1
follow masih banyak yang menghasilkan korban perkosaan sepertiku, bagus banget untuk bisa menyelesaikan studi secepatnya membuat nilai-nilai yang kudapat selalu bagus, aku yang dulu malas belajar dan hanya memikirkan cinta, kini sudah tidak lagi, aku harus bisa menjadi lebih baik lagi, ternyata,fokus kepada kuliah dan tak memikirkan urusan pacaran sangat berpengaruh kepada nilai, aku sudah merasakan sekarang dan menyesali kebodohanku dahulu,yang hanya memuja cinta namun akhirnya perjuangan berujung nafsu dan pelecehan yang kudapat.
******
usia kandungan yang sudah lumayan besar, membuatku semakin sulit untuk menyembunyikannya saat berangkat ke kampus, setelah memakai korset, jaket selalu kukenakan agar perut buncit ini tak terlihat, walau terkadang,aku sampai kesulitan bernafas karena kekencangan korset yang melilit perut ini dan sialnya, benih enam setan itu masih betah saja di dalam sana walau sudah recoki berbagai obat.
pulang dari kampus, taxi aku tumpangi malah mogok di pinggir jalan, aku kesorean pulang karena keasyikan membaca di perpustakaan, mahasiswi terusan hukum itu hanya banyak membawa dan berwawasan luas, aku juga harus bisa menghafal semua pasal juga undang-undang.
"maaf non,naik ojek aja deh,ya! kayaknya ini taksi nggak mau hidup, kasihan nonnya sedang hamil pula,"ujar sang sopir taksi.
aku terkejut mendengar ucapanmu ternyata mengetahui keadaanku sekarang yang sedang berbadan dua.
"dari bentuk tubuh nona saya tahu kok, nah, itu ada tukang ojek,"jawabnya sambil melambaikan tangan kepada tukang ojek yang kebetulan lewat.
aku tak tahu harus berkata apa lagi, mau menyangka juga tak ada gunanya, ku ulurkan uang kepadanya karena ia telah mengantarku setengah jalan.
"nggak usah bayar non, buat bayar ongkos ojek aja,"jawab sama sopir yang usianya mungkin sebaya dengan ayahku di kampung.
__ADS_1
"ya sudah, terima kasih pak,"udah kok sambil bersiap naik ke motor tukang ojek.
motor ojek melaju perlahan karena sama sopir taksi berpesan kepadanya agar tak mengapa seorang penontonnya ini adalah seorang ibu hamil, aku malas protes,sebab dia itu katakan kenal denganku karena wajahku selalu mengenakan masker jika kemana-mana kacamata juga tak lepas lagi walau mataku tak menderita rabun, handset juga tak lepas dari telinga ini juga agar aku tak mendengar gibaan orang-orang tetangga yang aneh itu.
"eh, aku seperti melihat mobil sport terbuka, iya sedang bersama seorang wanita yang kini sedang menuju ke sebuah rumah.
"bang berhenti dulu!"perintahku sambil menepuk pundak si abang tukang ojek.
"siap,non!"jawabnya sambil menghentikan motornya, ini rumahnya?"
"bukan, saya cuman mau melihat sih pengendara mobil merah itu saja,"jawabku sambil mendekat ke pagar rumah.
kutautkan ada sambil mengamati rumah mewah itu, mungkin ini rumah Revan juga, yang kutahu rumahnya bukan yang ini waktu kami masih pacaran dulu, kedua orang tuanya memang tak tinggal di Indonesia tapi selalu memberinya banyak uang sebab keluarganya punya beberapa cabang perusahaan di sini juga, begitu yang kuketahui dari Revan,begitulah ceritanya kepadaku besok akan kucari tahu lagi tentang kehidupan Revan yang ternyata masih bisa bernafas dengan setelah meninggalkanku tanpa busana di pantai, setelah memperlakukan layaknya binatang.
aku kembali naik ke motor tukang ojek dan menyebutkan alamatku yang memang sangat jauh dari kampus,butuh waktu 1 jam seperti aku memang mencari tempat tinggal yang tak ada orang mengenaliku di sana agar tak ada yang tahu jika aku membuang bayi ini nanti, jika dia sudah ku lahirkan.
*****
__ADS_1
beberapa hari berlalu sejak aku melihat Revan,aku sudah melakukan penyelidikan dan ternyata itu memang rumahnya yang baru ia beli beberapa bulan yang lalu,iya juga pindah kampus demi menghindari diriku yang di depannya melaporkan dirinya ke polisi Dan hebatnya, dia juga ganti nama menjadi David,oh, aku sungguh tak menyangka akalnya seluas, oke, lanjutkan saja pembalasan untukmu juga sedang on the way
Bersambung.