Diceraikan Suami Dimalam Pertamaku

Diceraikan Suami Dimalam Pertamaku
bab 26 keyakinan aurel


__ADS_3

beberapa hari berlalu pasca kecelakaan pesawat di perairan laut xxx,tim SAR sudah berhasil mengidentifikasi beberapa serpihan pesawat juga beberapa organ tubuh yang ditemukan oleh seorang nelayan secara terpisah.ada yang menemukan sepotong tangan,dan ada juga yang menemukan sepotong kaki.menurut kesaksian beberapa nelayan yang saat itu berada disekitar tempat kejadian peristiwa,terjadi dua ledakan sore itu namun tak ada yang melihat langsung kejadian na'as itu.


menurut kepala Basarnas,sangat kecil harapan untuk para korban bisa selamat.sudah dipastikan kalau seluruh penumpang dan awak pesawat meninggal sebab menurut rekaman kejadian dikotak hitam, pesawat mengalami kerusakan mesin lalu mencoba mencari pendaratan darurat tepi saat itu sedang terbang diatas laut.tiba-tiba, pesawat menukik jatuh lalu meledak saat menyentuh air laut.


pencarian Masi terus dilakukan untuk mengindentifikasi para korban,dan penumuan potongan anggota tubuh juga serpihan pakaian selalu ada saja setiap hari.para keluarga korban semakin ramai memenuhi posko evaluasi dan Malik ada diantara salah satu orang-orang di sana.ia menanti ditemukannya tubuh atau barang apa saja yang berhubungan dengan Ilham, menantu.separu hatinya berharap anak angkat yang sekaligus merangkap menjadi menantu itu bisa selamat.tapi jika melihat korban yang ditemukan dengan kondisi tubuh yang tak lagi utuh,ia berharap tubuh Ilham juga bisa ditemukan dengan layak dan bisa didatangi makamnya untuk didoakan.


''hallo, assalamualaikum pa,gimana?apa menantu kita sudah ada kabarnya?''tanya Della sore itu saat menghubungi suaminya lewat panggilan telepon.


''waalaikum'salam'salam belum ma,papa akan tetap di kota ini sampai Ilham ada kabarnya,papa nggak akan pulang dulu sebelum menemukan petunjuk tentangnya.aurel gimana kabarnya?''jawab Malik cemas saat teringat putrinya yang masih sangat berharap Ilham bisa selamat dari kecelakaan maut itu.


''masi seperti saat kamu pergi,pa.masih murung dan berkeyakinan Ilham tidak kenapa-kenapa.kasihan putri kita pa.''della menyeka air matanya.


Malik menghela nafas berat,ini hal yang sangat sulit baginya.lebih menyakitkan dari kejadian talak dimalam pertama itu.ia berharap Aurel bisa tabah dalam menjalani takdir ini dan berdoa putrinya itu menemui kebahagiaan suatu hari nanti dan takkan pernah dihampiri kesedihan lagi.


''ya sudah,kamu tetap hibur dia.jangan kekantor dulu,temainin aurel dan cucu kita dirumah.masalah kantor sudah suruh Rendi dan Riska yang menghendel semuanya.kalian baik-baik disana,jaga kesehatan dan pola makan ''assalamualaikum,''ujar Malik.


''iya pa,kamu juga jaga kesehatan disana.'waalaikum'salam.''della mengakhiri panggilan telepon dengan suaminya.


Della melangkah keluar dari kamarnya lalu menuju halaman belakang,dimana Aurel sedang berada.ia sedang melamun dengan pandangan nanar kearah cinta yang berada di dalam stroller disampingnya.


''aurel,kamu melamunin apa,nak?''tanya Della Sambil duduk di hadapan putrinya.


''kangen kak Ilham ma.''air matanya langsung berjatuhan tampah komando.


''tadi papamu menelpon,katanya belum ada kabar tentang Ilham, beberapa kantong jenazah korban yang sudah ada di temukan belum ada yang cocok dengan DNA Ilham,''ujar Della.


''nggak akan ada yang cocok ma,sebab kak Ilham nggak ada diantara korban itu,dia selamat dan baik-baik saja,hanya sedang berada di suatu tempat yang sulit untuk dijangkau.papa suruh pulang saja,''jawab Aurel dengan wajah datar.


Della tak mau membantah keyakinan putrinya itu,dia tak mau berkomentar apapun,apa lagi dari sejak diketahuinya berita kecelakaan,Aurel beranggapan demikian.


''assalamualaikum.''sebuah suara mengagetkan Aurel dan Della,keduanya langsung menoleh kearah suara.


''waalaikum'salam'' jawab Della saat melihat penampakan Aris dihadapan mereka,berdiri didepan pintu yang mengarah ke taman belakang rumah.


''selamat sore,Tante aurel,dan cinta.ucap Aris dengan senyuman ramah.


Aurel hanya melengos,ia tak suka melihat raut wajah Aris saat menatap kearahnya.ia tahu mantan suaminya itu kini bersorak gembira atas kecelakaan yang telah menimpah Ilham.


''hmm...ada apa Aris kamu kesini?''tanya Della, dengan raut wajah yang tak senang.


''mau silaturahmi saja,Tante,sama Aurel dan putrinya,''jawab Aris sambil duduk didekat stroller cinta.


''hmm....keadaan Aurel sedang tidak stabil,jangan mengajaknya berbicara dengan hal yang tak penting.yah sudah saya masuk dulu,''ujar Della sambil beranjak meninggalkan kedua mantan suami istri itu.


Aris mengangguk kepada Della,dan setelah Wanita paruh baya itu masuk,ia menggeser duduknya dekat Aurel.


''rel,jangan sedih lagi,Masi ada saya yang akan menggantikan kak Ilham untuk jagain kamu dan cinta,''ujar Aris sambil mencoba meraih tangan mulus didekatnya.


dengan cepat,Aurel segera menepisnya dengan sengit.


''kak Ilham baik-baik saja,kamu nggak akan bisa buat gantiin dia!''jawab Aurel sinis.


Aris menghela napas panjang sambil mengamati Aurel,ia bisa melihat raut cinta diwajah mantan istrinya itu untuk Ilham,ia tak menyangka saja kalau Aurel akan jatuh cinta kepada saudara angkatnya yang menikahinya demi menutupi aib setelah ia dicampakkan karena kehamilan tak jelas itu.


''assalamualaikum.''irfan yang diantar bibik Imah ketaman belakang mengucapkan salam saat melihat Aris bersama Aurel dan juga putrinya.


Aris melongos kesal saat melihat kedatangan Irfan,Aurel hanya menjawab di dalam hati saja ucapan salam dari dokter Irfan berwajah India itu.


''hay,,saya nggak ganggu ''kak?lagi ngobrolin apa ini?''sapa Irfan sok akrab seperti biasanya,dia tersenyum sambil menghampiri cinta yang langsung menyambut kedatangannya dengan senyuman dan juga ocehan khas bayi.


''ya ganggulah,kamu itu mau ngapain kesini?Aris melengos kesal.


bik Imah menggaruk dahinya saat melihat dua pria yang kini sedang bersitegang.irfan terlihat tersenyum kepada cinta dan menyapanya lalu memberikan sebuah boneka,sedangkan Aris melengos kesal melihat tingkah saingannya itu.ia lebih menyukai sikap Irfan yang menurutnya ramah dan juga santai, dibandingkan sikap Aris yang sombong dan arogan.

__ADS_1


''santai, RIS,saya cuman mau ketemu cinta saja soalnya saya bawain mainan baru,''jawab Irfan tersenyum.


''ahhaaa....tataaa..... ''cinta yang sedari tadi hanya bermain sendiri langsung mengoceh senang saat melihat Irfan juga boneka berwarna pink yang kini dipeluknya.


''hadiahmu sudah diterima cinta'kan?jadi,kamu buruan pulang sana!''ketus Aris.


''kok kamu jadi ngusir saya sih?Aurel aja nggak keberatan.....saya main sama putrinya.''irfan menyunggingkan senyum mengecek kearah Aris.


''saya sedang berbicara hal penting sama Aurel dan kamu selalu mengacaukan semuanya?''aris sambil emosi.


''sudah kukatakan kepadamu kemarin mauku,saya menginginkan apa yang kamu mau,''jawab Irfan lagi.


''kurang ajar kamu!''aris mengepalkan tangannya.


''jadi kalian berdua ke sini hanya mau ribut saja?!''aurel menatap keduanya bergantian.


Aris dan irfan terdiam,mereka hanya saling lirik saja.


''nggak seru kalau cuman adu mulut saja,coba turun kehalaman sana!terus adu jotos,aku mau lihat.... siapa yang paling jago diantara kalian berdua?''tantang Aurel kesal melihat tingkah dua dokter yang menurutnya sangat kekanak-kanakan.


aurel menatap kesal keduanya.aris terlihat mengusap wajah,sedangkan Irfan pura-pura sedang mengajak cinta ngobrol.bayi berambut keriting itu menarik-narik ujung jari Irfan dan memainkannya, sedangkan sang ayah biologis begitu menyukai momen ini.


''ya udah,kami pamit pulang saja.maaf...kalau sudah mengganggu kamu rel!''ujar Aris sambil menepuk punggung Irfan,''ayo pulang.


'''kamu duluan saja ,saya baru datang kok,masih pingin main sama cinta,''jawab Irfan mengeluarkan cinta dari stroller nya.


''nggak bisa gitu,kita berdua harus sama-sama pulang.ayo!''ajak Aris dengan memaksakan.


aurel menautkan alisnya,ia jadi jengkel melihat tingkah Aris.


''mas,kamu saja yang pulang sana! dokter Irfan biarkan saja bermain dengan cita.putriku itu menyukai dia,''bela Aurel.


Aris menghembuskan napas kasar,ia kembali duduk di kursinya dan mengurungkan niat untuk pulang jika Irfan tetap tinggal disini.


''bik duduk disini,lihatin cita...kali saja diculik dua dokter ini,aku mau mandi dulu.ujar aurel beranjak menuju pintu lalu masuk.


bik Imah mengangguk lalu duduk di kursi bekas Aurel.ia tahu,dua dokter di hadapannya ini sedang memperebutkan hati majikannya.


*****


di kamar mandi,Aurel sambil merenungkan dua dokter yang sedang bersama putrinya saat ini.ia heran saja,keduanya mulai sering datang kesini dan terlihat sedang berkompetisi,akan tetapi,hati kecilnya mengatakan kalau kehamilan tanpa sebab yang dialaminya berhubungan dengan keduanya,apa lagi irfan mengaku mengetahui siapa ayah biologis dari cita.


dengan cepat, Aurel segera berpakaian lalu meraih ponselnya ia baru ingat ,kalau dirinya pernah memotret Irfan dan cinta tempo hari, sebelum kecelakaan yang dialami suaminya.


diraih ponselnya diatas nakas,lalu membuka gelery foto kemudian mengamati foto putrinya dan Irfan.


''mereka sangat mirip,apa keduanya adalah ayah dan anak?apa dokter Irfan yang telah memperkosaku?tapi kenapa dan dimana?''aurel membatin sambil mengigit bibir bawahnya.''aku harus mengungkap misteri ini,tapi bagaimana caranya?apa aku memang harus bersikap baik kepadanya?''


Aurel berfikir keras, dahinya sambil berkerut saat ini.inginnya ia habis mengungkap semua ini sebelum Ilham kembali.jadi,saat kakaknya itu pulang.mereka akan bahagia tanpa adanya masalah lagi.


taklama berselang,terdengar suara ketukan pintu lalu suara bik Imah memasuki kamar sambil menggendong cinta.


''irfan dan Aris sudah pulang,bik?''tanya Aurel menatap kepada wanita paruh baya yang kini sedang meletakkan cinta diatas tempat tidur.


''udah non,''jawab bik Imah.


''apa mereka ribut lagi setelah aku ke kamar tadi?''


''nggak mas,Aris hanya diam dengan wajah angkuhnya,kalau mas Irfan,dia pamit pulang setelah mendapatkan telpon dari rumah sakit


katanya kapan-kapan dia akan datang lagi untuk bermain bersama cinta,''jawab bik Imah.


''oh gitu,ya udah,bibik boleh pergi.cita biar sama aku saja,''jawab Aurel sambil tersenyum kearah putrinya.

__ADS_1


bik Imah mengangguk lalu melangkah keluar dari kamar majikannya.


''nak,kamu kok suka sekali sama om Irfan?coba kasih tahu bunda,apa hubungan kalian?apa dia itu ayahmu?tanya Aurel sambil menatap putrinya yang sedang berputar-putar ditempat tidur.


''tataaaa.....aa....aaa....''ocehan cinta sambil tertawa.


''oke nak, akan kita selidiki pria asing itu,tapi kamu harus tahu....ayah biologis mu itu seorang bajingan.kita tidak memerlukan dia.ayah sejatimu hanya kakak Ilham,dia ayah terbaikmu.kita harus selalu doakan dia agar cepat pulang dan kembali berkumpul bersama kita,''ujar Aurel lagi.


taklama berselang, terdengar suara adzan magrib dari masjid,Aurel bergegas menuju kamar mandi untuk berwudhu,semenjak nasehat bik Imah kemarin ,ia mulai melaksanakan sholat kembali,cinta ia baringkan didekat sajadahnya,saat ia melakukan ibadah wajib itu.


******


''hay,beberapa kali lagi aku harus bilang,jangan dekati aurel!dia milikku dan hanya akan menjadi milikku!''aris mendatangi Irfan diapartemennya.


''aku takkan mau mendengarkan ancamanmu, Aris.ilham sudah tiada,kita bisa berkompetisi dengan sportif untuk mendapatkan hati Aurel ,''jawab Irfan dengan senyuman.


''jika Aurel tahu hal yang sebenarnya,maka dia akan membencimu dan bersiaplah mendekam di penjara!''kata Aris yang tak mau kalah,dengan mendorong dada bidang pria tinggi sama dengan dirinya.


''katakan saja yang sebenarnya,kamu juga akan terseret,aku masuk penjara,dan video viral bersama Carolina akan beredar luas sebab aku takkan mau hanya dipenjara seorang diri,mantan pacarmu itu tetap akan aku sebut,''jawab Irfan santai.


''sialan!''aris bersiap melayangkan pukulannya kearah Irfan tapi pria berwajah tegap itu langsung menangkisnya dan memelintir tangannya.


''agghhh!''aris mengaduh.


Irfan mendorong Aris keluar dari apartemennya lalu menutupinya pintu.dengan kesal,Aris memukul pintunya sebelum beranjak dari sana.


Irfan beranjak ke ruang tengah,lalu merebahkan diri di sofa ruang tengah.diraih ponselnya,saat mengusap layarnya,terlihat fotonya bersama cinta, putrinya.ia begitu menginginkan anak yang terlahir dari sebuah konspirasi itu.ia tak menyangka kalau dirinya akan sangat menyayangi bayi itu.


pria berjambang tipis mengusap dagunya sambil membayangkan Aurel,ia jadi merindukannya juga.ia akan mencoba mengirimkannya pesan,dibalas syukur, nggak juga.nggak apa-apa, begitu pikirannya.


[selamat malam rel,?lagi apa?udah makan malam apa belum?cinta juga lagi apa?sudah bobok belum?]ia segera mengirimkan pesan itu lalu meletakkan ponselnya di atas dada.ia tak yakin kalau Aurel membalasnya dalam kondisi sedang berduka atas kecelakaan yang menimpah suaminya seminggu silam.


''tring''


ponselnya berbunyi dan ia langsung membukanya, senyumnya langsung mengambang sempurna saat melihat Aurel membalas pesannya.


[selamat malam juga,dokter Irfan.ini lagi bermain bersama putrimu,dan makan juga sudah.]


raut wajah gembira Irfan langsung berubah datar,ia bergegas duduk dan membaca pesan itu sekali lagi.kata'putrimu'sukses membuat jantungnya jadi berdebar-debar wajahnya menjadi sedikit memucat.


''ah,,Aurel pastinya typo saja, maksudnya pasti putrinya,''gumam Irfan berusaha tenang.


Irfan kembali mengetik sebuah pesan.


[kapan-kapan,aku mau ngajakin kamu dan cinta jalan-jalan keluar,mau nggak?']


[tentu boleh saja, dokter Irfan.]


Irfan melebarkan senyumnya dengan dahi yang berkerut.ia merasa sikap Aurel berubah drastis tapi ia sangat senang.


[jangan panggil, dokter.panggil saja mas Irfan saja.]


[oke,mas Irfan cita sangat menyukaimu,dia pasti senang bisa jalan-jalan denganmu nanti.kapan rencananya?hari Minggu besok,boleh juga.]


Irfan kembali menautkan alisnya,ia merasa sikap Aurel benar berubah drastis, mungkin karena cinta menyukainya.jadi Aurel juga akan membuka hati untuknya juga.ia berharap demikian.jika Aurel sudah jatuh cinta kepadanya,mungkin ia akan terus terang tentang semuanya.


''eh,,untuk lebih amannya.....mungkin tak usah diungkap saja .biarlah aku datang sebagai pahlawan dan merentangkan tangan kepada Aurel dan putrinya.aris, siap-siap menangis saja kamu !''irfan berbicara sendiri.


*******


sedangkan disebuah kamar yang sempit, seseorang putri nelayang sedang mengamati see seorang pemuda yang sedang berbaring diatas kasur lepek kamarnya.pemuda itu lebih terlihat mengigil,padahal ia sudah menyelimutinya.ia dan bapaknya menemukan pemuda tadi siang,ketika menyusuri pukat(perangkap ikan)yang terpasang dipinggir taman bakau,dalam keadaan memeluk batang dengan wajah memucat ,tapi saat mereka menarik kedalam sampan.pria itu masih bernapas.


''duhh, mimpi apa semalam sampai bisa Nemu pemuda segampang dia?jodoh mah memang tak terduga,anak nelayan....ya....Nemu jodohnya dilaut.''sang gadis bergumam sendiri sambil mesem-mesem.

__ADS_1


bersambung......


__ADS_2