Diceraikan Suami Dimalam Pertamaku

Diceraikan Suami Dimalam Pertamaku
bab 56 melahirkan


__ADS_3

semakin hari, aku semakin kesusahan untuk bergerak karena beban perut yang meskipun tak sebesar seperti orang hamil lainnya namun tetap terasa berat untukku.aku mulai kesusahan tidur dengan posisi yang nyaman dan mulai sering lapar walau tak pernah ku turuti untuk rajin makan,aku cuman makan sekali sehari saja biar perut ini tak terlalu besar juga dan dengan maksud untuk menyiksa bayi yang tak kuinginkan ini, dia adalah aib yang tak bisa untuk aku buang, maaf aku siksa dia Dan berharap dia segera mati.


sepulang dari kampus, aku langsung masuk ke kamar lalu membuka ikatan korset di perut agar nafas kembali plong, menyembunyikan kehamilan itu sangat susah ternyata. mungkin teman-teman di kampus tahu kalau aku hamil, hanya saja aku memang menuliskan telinga agar tak mendengar gosip mereka.


aku berusaha mengontrol pernapasan yang masih terasa sesak, lalu berbaring di tempat tidur untuk merelaskan tubuh, pinggang ini juga mulai sering sakit, aku tak bisa lama duduk lagi, derita wanita hamil itu sungguh berat, aku tak sanggup jika tak karena terpaksa, jahatkah aku yang tak pernah menginginkan bayi ini? terserah saja orang menikahiku, yang jelas, aku tak mau repot karena kehadirannya, aku harus bisa meraih cita-citaku sebagai pengacara dan membalas dengan kepada Revan juga teman-temannya.


*****


hari ini, aku sengaja izin dari kampus sebab pinggangku terasa sangat sakit, kalau menurut dugaanku, mungkin sudah saatnya lahiran karena skin-nya sudah bulan Oktober yang artinya kandungan sudah sembilan bulan,ya tuhan. lancarkan semuanya,rencana aku dan melahirkan seorang diri saja dan tak ada yang boleh tahu tentang ini, kuliah aku takut boleh berantakan, apalagi bulan depan sudah saatnya magang sambil menyusun skripsi juga.


Untung saja perlengkapan untuk persalinan sudah kusiapkan, dari subuh hingga sore, perutku terasa sangat sakit juga pinggang terasa amat nyeri, aku berusaha agar tetap mengeluarkan suara demi menahan rasa sakit ini, darah segera mulai terasa keluar dari organ bawah, walau sudah ku persiapkan Pampers, nama seperti ada yang hendak keluar,aku bangkit dari tempat tidur lalu menarik baskom pendekatan persalinan yang sudah persiapkan di kolong tempat tidur, dengan sambil berpegangan di dinding aku melangkah menuju kamar mandi.

__ADS_1


semuanya sudah siap, kantong plastik untuk tempat bayi juga baskom perlengkapan, ya Tuhan lindungi hambamu, pusing kak pedas terlalu bersandar kepada dinding kamar mandi, aku sengaja memilih melahirkan di sini, agar tidak melahirkanku tak diketahui siapapun.


ya Tuhan, rasa sakit ini semakin tak tertahan ku, kupikir handuk kecil, agar suaramu Tuhan kesakitanku tak terdengar penghuni kost lainnya.


agghhh....sakit...huh...huh....aku mulai mempraktekkan adegan persalinan yang sudah ku pelajari secara otodidak melalui YouTube, dengan sambil mengejan, kedua tangan mendorong perut buncit yang berisi bayi haram itu tentunya, campuran enam ****** pada b*******keparat itu.


terasa ada yang mulai keluar dari rahim ini,aku semakin memejantan tetap menekankan unggul pada lantai agar tetap ada kerobekan pada bagian bawah, begitu menurut info yang kubaca di Google.


aagghh.... jeritku tertahan, namun benda itu telah berhasil ku keluarkan, iya, dia bayi sialan itu, membuatku harus menderita per bulan-bulan, benih enam pria tak bermoral!.


huh...huh... huh.... aku berusaha mengontrol pernapasan, lalu menatap bayi yang baru saja aku lahirkan yang tanpa suara,padahal aku sudah menyiapkan menyimpan mulutnya jika dia menangis namun bayi itu terbujur kaku dengan tali pusar yang belum sempat kepotong segera kuraih gunting lalu memotong tali pusarnya, dan kemudian menekan ulu hati untuk mengeluarkan ari-arinya, segera kusimpan bagian bawah ini agar darahnya tak kembali mengalir.

__ADS_1


kupandangi kembali bayi yang berjenis laki-laki itu, iya sudah tak bernyawa ternyata, entah kapan ia meninggalnya, aku tahu, yang jelas, bukan aku yang membunuhnya, ya mati sendiri. aku bukan pembunuh! mungkin semua ini memang takdir Tuhan agar aku bisa membalas dendam dengan aman kepada enam ayahnya, lihat aku mau merepotkan dan menjadi beban hidupku, terima kasih Tuhan, karena telah mengambil dia secepat ini, aku tersenyum sinis.


kupajangkan mata sejenak, untuk meredakan rasa sakit ini,tanganku meraih beberapa jenis obat yang sudah persiapkan untukku minum agar sakit habis bersalin ini segera sembuh, obat anti nyeri, obat antibiotik suka vitamin agar tenaga aku cepat pulih, segera kutenggak semua jenis obat itu.


beberapa jam kemudian, bayi tak bernyawa itu sudah aku kemas,cantik di dalam kantong plastik lalu ku musnahkan ke dalam kotak dan kubus dengan kertas kado serta tak lupa memberi tulisan happy new years di dalamnya, bekas darah di kamar mandi juga sudah ku bersihkan tanpa jejak, takkan ada yang tahu pukul 00.00 tadi aku telah melahirkan seorang bayi yang sudah tak bernyawa.


aku bukan pembunuh bayi penuh dosa itu, bukan aku yang membuat dia mati tapi dia sadar diri sendiri, aku bukan pembunuh, aku bukan ibunya, aku tidak melahirkannya, dia hanya latihan hasil perkosaan malam petaka yang tak ingin pernah kurayakan lagi seumur hidup, aku benci pantai, aku benci tenda, aku benci kembang api, aku benci jagung bakar, aku benci malam tahun baru, karena mereka menjadi saksi aku dijadikan budak nafsu oleh enam setan itu tanpa balas ampun, mengingat kejadian terpahit itu, membuat air mata menetes begitu saja, bangkitlah Raina, kamu bukan wanita lemah! kamu wanita tangguh dan tak cengeng, cukup sudah kebodohanmu selama ini, sekarang saatnya bangkit menjadi wanita kuat yang harus bisa membalas dendam, ini kamu sudah bebas dari kutukan itu, saatnya bangkit dan siap menerjang enam target yang telah membuat masa depanku hancur, mereka harus merasakan kesakitan yang aku rasakan! aku mensugesti diri agar tegar dan tetap kuat.


kini aku sudah terbaring di tempat tidur dengan keadaan perut yang sudah rata dengan balutan korset agar perutku yang menggelambir ini kembali rata, tubuh terasa sakit semuanya, tak terasa ternyata aku belum ada tidur semalam dan kini sudah pagi rupanya, kupejamkan mata,aku ingin tidur akan malam nanti tenaga kembali fit dan bisa melancarkan aksiku selanjutnya


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2