
keparat! ku pacu mobil dengan kecepatan kencang. hati ini terasa sangat sakit melihat penginapan kiara padahal aku tak pernah merasakan hal ini sebelumnya dengan pacar terdahulu. selama ini, aku tak pernah punya perasaan serius dengan seorang wanita karena yang kuinginkan hanya tubuh mereka saja tapi dengan Kiara aku merasa berbeda, aku ingin serius dengannya dan aku tak rela dia disentuh pria lain walau sahabatku sendiri.
"Van, jangan ngebut ah!"tegur Deni sambil menepuk bundaku.
tak ku hiraukan perkataan Deni, mobil tetap kupacu dengan kecepatan kencang, beberapa saat kemudian, mobilku telah telah berhenti di sebuah klub, tempat inilah yang bisa menghilangkan stress dan penatnya pikiran.
aku langsung turunan masuk ke tempat yang merupakan surga dunia, tinggal pilih saja. ada minuman pereda pikiran, ada obat-obatan yang bisa membuat terbang melayang dan ada wanita yang akan melayanimu sehingga terlena.
ternyata sudah ada Aman, Bobby dan Ferdi di sana, mereka sedang menari-nari menikmati musik yang bikin geleng-geleng, dengan sambil membawa botol minuman, aku lagi duduk depan meja bartender dan memasang minuman favorit, seperti biasa, Deni selalu menjadi penonton. aku heran dengannya, temanan dengan para b******* tapi kok masih betah sekali begitu, ku arahkan segelas minuman kepadanya tapi dengan sopan iya menggeleng memberi isyarat dengan tangannya kalau ia tak mau.
"kalian udah lama di sini?"tanyaku kepada ketiga temanku yang sepertinya sudah mulai teler itu.
"barusan datang sih,"jawab Amran sambil duduk di sampingku.
"ngajakin Andre, tapi_"Robby menggantung kata-katanya.
"tapi apa?"tanya aku mulai terpancing emosi, teringat kelakuan Andre dan Kiara tadi.
"nggak apa-apa, ayo minum lagi!"Robby menuangkan minuman ke gelas ku.
"hmmm.... apa kalian udah lama tahu tentang Andre dan Kiara ?"tanyaku dengan sorot mata tajam kepada ketika temanku itu.
"kamu udah tahu, van?"tanya Ferdi dengan mata terbelalak.
"hmmm.... kalau kalian udah tahu sejak lama, kenapa nggak ngasih tahu aku?"tanyaku geram sambil mendaratkan tinju ke perut Ferdi.
"agghhh !"Ferdi mengadu sambil memegangi perutnya dan bersiap membalas pukulanku tapi Deni sudah keburu menghalanginya...."
"jadi kalian pendukung Andre?!"aku semakin meradang, menatap tajam Ferdi yang sama keturunan bule sepertiku.
"bukannya gitu, Van, kukira kamu sengaja mengoper Kiara kepada Andre,"jawab Ferdi dengan membalas tatapan tajam ku, sambil memegangi perutnya.
."enak saja! kalian kira, Tiara itu bola apa.... pakai secara dioper segala?!"aku turun kembali dari kursi dan langsung menyerang Ferdy dengan membabi buta, ku pukuli dia dengan geram, menumpahkan segala sakit hati karena ulah Andre dan Kiara.
__ADS_1
Deny, Robi dan Amran berusaha melerai kami, tapi mereka semua berhasil kudorong dengan kasar, ku daratkan beberapa kali pukulan keras ke wajah fardy, wajahku juga bonyok karena tinjuannya.
beberapa saat kemudian, kami sudah diamankan dua penjaga klub, dan diusir keluar. aku sapu dengan kasar, darah di tepi bibir, rasa sakit di wajah juga tubuh ini masih tak sebanding dengan rasa sakit hatiku atas perselingkuhan Kiara, aku benar-benar terhina, aku merasa harga diri ini begitu jatuh dan turun level pasca pelecehan 6 panci itu dan kini malah diselingkuhin, semua rasa tercampur aduk jadi satu, aku benci semuanya.
"ayo pulang!"ah Deni memapahku masuk ke mobil, di depan kami arobi dan Amran juga memapah Ferdi untuk masuk ke mobil mereka.
"ikut ke rumah Revan dulu, guys !"perintah Deni kepada mereka bertiga.
aku hanya terdiam dengan pikiran yang tak tentu arah.
****
beberapa saat kemudian, kami telah tiba di depan rumahku dan ternyata ada Andre dan Tiara disana.setan! ada apa lagi mereka ke sini! ketika aku turun dari mobil, kiara langsung berlari menghampiriku.
"sayang, maafkanlah aku.... aku nggak mau kita putus!"ujarnya dengan menatap terkejut keadaan diriku yang langsung babak belur."kamu kenapa?"sambungnya dengan mencoba memegang wajahku.
sebelum jemarinya menyentuh wajahku, segera ku tepis dengan kasar,aku mendadak jijik dengannya, tiba-tiba, Andre langsung berlutut di hadapanku.
"yank,,, maaf.... Tiara tiba-tiba memelukku dari belakang.
berani-beraninya dia menyentuhku! ku balikkan tubuh ini dan mendorongnya dengan kasar dan tak lupa ku tonjok wajah sok cantiknya itu.
"Van, Deni segera menarik tubuhku dan menjauh dari Tiara.
Andre langsung menolong selingkuhannya itu dan menatapku dengan marah, Deni menarikku masuk ke dalam rumah, sebelum pertempuranku dengan Andre terjadi lagi namun kami sempat beradu tetap.
aku tak habis pikir, mau apa lagi kedua cecunguk itu datang ke rumahku? puas apa main kucing kawin di depan mataku, dasar setan!.
langsung ku jatuhkan tubuh ke sofa, dengan nafas naik turun, emosi ini masih meletup-letup rasanya, kurang ajar, b*******.
"minumlah dulu!"Deni membawakan ku minuman sebotol air mineral dingin.
langsung kurai dengan malas dan meminumnya sedikit.
__ADS_1
"mabuk kamu Van,? kok tega sekali main tonjok aja kepada Tiara?"tanya Deni sambil duduk di hadapanku.
.. hanya diam lalu mengusap wajah, kepala ini masih terasa sakit dengan perut yang mual, woek,, aku berlari menuju dapur dan memuntahkan segala yang ku makan seharian ini.
"besok pagi, aku temani kamu ke rumah sakit"udah Dani tiba-tiba saat aku hendak melangkah keluar dari dapur.
ah,, mau ngapain?"tanya aku malas sambil menuju ruang tengah dan berbaring di atas spring bed yang sengaja kuletak di situ.
"untuk berobatlah, lihat saja wajahmu babak belur begitu, nggak takut infeksi apa?"aku jemput kamu pukul 09.00,"Deni berlalu dari hadapanku sambil meraih kunci mobilku,"aku pinjam mobilmu, Van, buat pulang ya, istirahatlah!"
aku melengos, dan memejamkan mata. namun bayangan ulah Andre mutiara kembali terdiam di ingatan, ****! aku benci mereka.
sesuai janji, pagi ini Deni sudah muncul kembali di hadapanku, dia memaksaku untuk susah memeriksa segala penyakitku, mulai dari susah buang air kecil hingga susah buang air besar, bagian belakang ini pernah mengeluarkan darah hingga menetes di kloset dan membuatku shock.
"saudara Revan terkena penyakit proctitis, ucapan dokter membuatku menautkan alis, sakit apa itu? aku baru kali ini mendengar namanya.
"a_pa itu.... proctitis ?"tanyaku dengan terbata-bata.
"proctitis adalah peradangan pada lubang anus dan lapisan tekstur (bagian bawaan usus yang menuju ke anus). areptome adalah saluran berotot yang bersambung dengan ujung usus besar, pres keluar dari tubuh melalui rektum. proctitis dapat menyebabkan nyeri pada rektum dan sensasi seperti ingin membuang air besar secara terus-menerus, gejala proctitis, dapat berlangsung sebentar ataupun kronis alias menahun,"jelas sang dokter.
aku menghela nafas berat, kesialan seakan bertubi-tubi menyerangku, oh Tuhan,, apa salah dan dosaku sehingga kamu begitu sentimen terhadapku?"agghhh... aku tak percaya adanya Tuhan bulshit saja!.
Deni mengantarku pulang ke rumah dan kejutan kembali menyambutku, dua orang polisi sedang berada di depan rumahku. maaf, dengan saudara David?"tanya sang polisi.
"eh,,iya,,eh,,,bukan,,,eh,,,benar,,,saya,, David,"aku tergagap.
"kami membawa surat penangkapan untuk anda, atas tuduhan tindakan tak menyenangkan kepada saudari Kiara,,anda terkena pasal penganiayaan berencana,"ujar sang polisi yang kembali membuat jatuh ini terasa mau putus.
rahangku mengeras, berita yang hampir membuat diriku jantungan. tega sekali Tiara mengadukan ku ke polisi. dia memang wanita tak punya otak! hari ini benar-benar sial! hari kemalangan beruntun menerpaku.
"ini fitnah pak, aku mencoba menghilangkan polisi mengapit kedua tanganku.
"silakan jelaskan di kantor saja!"dua polisi telah menyeretku masuk ke dalam mobil polisi.
__ADS_1