
dengan taksi bersemangat dan tubuh yang terasa pegal-pegal, Maya alias Clara menemani cinta ke sekolah, saat hendak melewati pagar rumah, pak Karno menetapnya dengan rasa bersalah.
"isshh... tua bangka itu sangat menyebalkan, dia telah merenggut kesucianku sebagai seorang wanita, dia telah menjabat semua bagian dari tubuh seksi ini."semuanya berkuman dalam hati sambil duduk di depan sekolah cinta"awas aja akan ku bikin perhitungan dengan."
saat cinta keluar istirahat pun, Maya hanya banyak diam, iya benar-benar tak bergairah hari ini. di saat ini sudah bersiap pulang, Irfan malam menghampiri mereka.
"Hay,, kamu mau pulang?"spay Irfan.
"hmm...."Maya menangis kesal sambil menarik tangan cinta untuk naik ke motor maticnya.
"langsung pulang, atau jalan-jalan dulu, nggak kita?"tanya Irfan sok ramah.
"hmm.... langsung pulang soalnya takut dimarahin bundanya cinta,"jawab Maya sambil master tor motornya.
"nanti saya bisa telepon Aurel dan izin ngajakin kalian jalan-jalan, gimana? cinta mau kan jalan-jalan sama Om Irfan!"Irfan pasang tampang Rama kepada anak dan calon istrinya itu.
cinta tak menjawab,iya juga takut akan pesan bundanya yang sudah terang-terangan melarangnya untuk mengobrol dengan tetangga yang kata bendanya itu sangat jahat jadi ia harus berhati-hati.
"maaf ya mas, Irfan, kata nyonya Aurel... pulang sekolah harus langsung pulang ke rumah dan gak boleh kemana-mana. pamit dulu,"Maya berkata dengan malas selalu berlalu dari hadapan Irfan.
Irfan hanya bisa menghela nafas berat, selalu melangkah menuju motornya yang baru saja ia beli kemarin dari uang hasil kiriman dari kakaknya yang saat ini tinggal di luar negeri, sedangkan di kota ini, sebatang kara dan tak memiliki keluarga. orang tuanya tinggal di luar negeri, jadi, tak ada keluarganya yang tahu tentang apa yang telah menimpanya selama ini.
*****
Maya segera memacu motornya menuju kediaman Aurel dan Ilham, iya tak banyak bicara, iya iya saja ketika cinta mengajaknya ngobrol sepanjang jalan, belum hilang rasa pesannya atas kejadian tak mengenakan tadi malam, eh di sekolah pasti ketemu Irfan lagi.
ketika sampai di depan rumah,apa karena segera membukakan pagar rumah dan Maya segera memacu motornya masuk ke garasi, Maya langsung turun dan berlari masuk.
"Maya..."pak karno tiba-tiba menghampiri Maya yang hendak keluar dari garasi.
ayah hanya menangis kesal dan mempercepat langkahnya, pak karno sudah keburu menarik tangannya.
"Maya tunggu!hmm.... saya mau bicara,"pak karno berdiri di hadapan Maya, iya terus dihantui rasa bersalah karena telah menodai wanita jadi-jadian di hadapannya.
"tak ada yang perlu dibicarakan minggir kamu! aku mau masuk,"Maya menarik tanganmu dari genggaman pria paruh baya di hadapannya.
"Maya, saya mau minta maaf atas kejadian... maafkan saya... saya tidak sengaja.... semuanya yang terjadi itu... di luar kehendak saya... Maaf..."pak karno menatap Maya dengan rasa bersalah yang teramat sangat, iya merasa telah melakukan dosa besar, iya juga tak mengerti mengapa ia bisa melakukan hal semalam.
"anggap saja tak pernah terjadi apapun diantara kita!"ujar Maya dengan suara yang pelan tapi ketus.
"ta...tapi... Maya... saya telah melakukan dosa besar kepadamu... saya ingin menembusnya..."pak karno mengusap wajahnya, iya tahu,iya takkan pantas bersanding dengan wanita cantik dan sempurna di hadapannya tapi ia ingin mencobanya."saya... Saya... ingin menikahimu."
"hai tua bangka.... jangan mimpi,ya kamu. dasar gending!! Maya mendorong pak karno lalu meninggalkannya.
dengan langkah cepat, Maya segera meninggalkan garasi lalu berlari menuju pintu.
"brakk"
Maya menabrak tubuh Ilham yang hendak keluar dari pintu utama, suami dari Aurel itu terlihat tergesa-gesa, Maya sudah melempar senyum manisnya tapi Ilham acuh sajadan melewati tubuhnya lalu berlari menuju mobilnya yang terparkir di depan rumah.
"aduh... Jantungku berdebar-debar... Apa... aku telah jatuh cinta kepada Ilham?"oh no!"Maya membatin sambil mesem-mesem, menatap Ilham yang sudah pergi dengan mobilnya.
"Maya, ngapain kamu senyum-senyum di depan pintu begitu.... itu cinta minta bantu ngerjain PR!"Aurel menatapnya tajam dari arah ruang tamu.
Maya langsung gelagapan dan melangkah cepat memasuki rumah, dalam hati dia sangat kesal dengan tingkah galak mantan istrinya itu, yang suka ngomel dan marah-marah tak jelas kepadanya, iya juga kesel dengan sikap cuek Ilham, alih-alih mau jadi pelakor, tahunnya iya malam mau dinikahi satpam tua yang bikin hatinya jengkel itu, apalagi saat mengingat tetangga sebelah rumah, Irfan, juga sangat jengkel.
*****
sebulan berlalu
sore ini, Irfan membawa bingkisan lagi untuk disampaikan kepada Maya, di dalamnya tak lupa selipkan surat cinta sebabnya kesusahan untuk berkomunikasi dengan gadis pujaannya itu sebab ia tak memiliki nomor ponsel, iya tak peduli wanita itu aslinya bernama Clara dan diganti nama menjadi Maya, yang ia perduli.... iya jatuh cinta kepadanya dan ingin memulai hubungan yang serius.
"Maya!"Irfan yang sedang mengintai dari Balikpapan segera berlari keluar saat melihat Maya baru saja kembali dari supermarket dengan motornya sebab Aurel menyuruhnya untuk membelikan mainan untuk anak-anaknya.
__ADS_1
"Maya, kamu dari mana?"aku punya hadiah untuk kamu, yang kemarin itu kamu udah terima'kan?"Irfan menghentikan motor yang dikendarai Maya dan memegang tangan sang pujaan hati..
"apaan sih?!"Ketut Maya sambil menarik tangannya.
"ini aku punya hadiah untuk kamu."Irfan berusaha pasang tampang manis walau Maya ketus terhadapnya.
"hahaha... palingan isinya coklat lagi, aku nggak suka!"Maya menepis hadiah dari Irfan.
"hmmm... bukan coklat, tapi sesuatu yang lain, oh,, begini saja, karena kita sudah ketemunya walaupun tinggal berdekatan, aku mau bilang sekarang saja niat baikku sama kamu Maya.... aku jatuh cinta sama kamu, dan aku ingin kita membina rumah tangga kamu mau nggak jadi istriku?"Irfan berlutut di hadapan Maya sambil membuka kotak kado yang ia hadiahkan tadi, lalu mengeluarkan kotak cincin dan memberikan kepada Maya.
Maya memutar bola mata dengan melihat tingkah norak Irfan.
"Maya, maukah kamu menikah denganku?"tanya Irfan dengan sungguh-sungguh.
"enggak!"jawab Siti Ketut dengan menstater motornya kembali,
"Maya kumohon.... aku serius, aku beneran jatuh cinta kepadamu,"ujar Irfan lagi.
"aku nggak minat sama kamu, jangan pernah ganggu aku lagi!"Maya melempar kotak cincin yang disodorkan Irfan di hadapannya.
Irfan terdiam, iya tak menyangka kalau akan mendapatkan penolakan sepahit ini, Maya alias Clara alias Aris segera memacu motor matic nya masuk.
Maya alias cinta melangkah masuk lalu memberikan belanjaannya kepada Aurel, iya pamit ke dapur untuk mengambil minuman, perutnya juga mendadak lapar setelah dilamar Irfan, iya mau makan yang masam-masam rasanya.
"Mbak Ijah"ini mangga siapa di kulkas?"tanya kepada Icha yang sedang mencuci piring.
"ambil aja kalau mau, itu dikasih bu RT, soalnya tadi pas aku pulang belanja... dia lagi panen mangga,"jawab Ijah.
mata Maya jadi berbinar-binar, iya langsung mengambil piring dan pisau, lalu duduk di depan meja makan untuk mengupas mangga mudanya, padahal ada mangga yang matang, tapi ia malah memilih mangga yang masih muda.
beberapa saat kemudian,Ijah yang sudah selesai mencuci piring langsung menghampiri Maya yang terlihat begitu menikmati mangga mudah dihadapannya.
"duh..."Maya, yang matang kan ada, kok malah makan yang muda sih,"kan asem...."Ijah meringis menatap ekspresi Maya yang tidak merasa asam sedikit pun itu.
Ijah menerima mangga dari Maya dan menggigitnya sedikit, matanya langsung memejam karena rasa asam.
"manis apaan? asem begini... Aduh.... Maya..."Ijah membalikan mangga bekas gigitannya.
"hmmm.. manis lo ini, ya udah kalau nggak mau, aku habisin."Maya menghabiskan sepiring mangga itu tanpa rasa asam sedikit pun, dia merasa sangat puas, rasa kesal di hatinya mendadak hilang, kini suasana hatinya kembali membaik.
pak karno yang sedari tadi mengamati tabiat Maya, merasakan ada sesuatu yang terjadi kepada wanita yang telah ia nodai itu, iya mulai berpikir kalau meyakini hamil karena strategi malam itu.
setelah merasa kenyang, Maya melangkah ke kamarnya, ia akan mandi dulu, setelah itu bermain bersama anak-anak Aurel karena itu memang sudah tugasnya.
"Maya,, pak karno menahan pintu kamar Maya yang hendak ditutup.
"apaan sih?"sana kamu, dasar tua bangka nggak tahu diri!"Ketut Maya dengan hati yang kembali kesal melihat pria paruh baya itu masuk ke dalam kamarnya.
"kamu hamil, Maya?"tanya pak Karno.
Maya hendak terbahak saat mendengar pernyataan konyol itu tapi ia segera menguasai dirinya sebab ia harus jaga sikap sebagai seorang wanita, walau yang dikhawatirkan pria tua di hadapannya sangat mustahil baginya.
"Maya, saya lihat kamu merujak mangga, itu tandanya kamu sedang ngidam, kamu sedang hamil?"ini anakku'kan? aku ingin bertanggung jawab, mari kita menikah!"ujar pak Karno dengan raut wajah yang begitu serius.
"ihh.. siapa juga yang hamil? sana kamu, aku mau mandi. ganggu aja, kalau aku teriak.... biar kamu dipecat sama nyonya Aurel!"Rancamaya sambil mendorong tubuh pak karno untuk keluar dari kamarnya.
"Maya, saya serius.... saya harap kamu tidak berpikir untuk menggugurkan janin itu, dia tak berdosa, akulah yang bersalah...."pak Karno masih saja mengoceh walauMaya sudah menutup pintu kamarnya.
"setelah suara pak Karno tak terdengar lagi,Maya merenung Siti nak sambil memegangi perutnya yang memang nampak lebih berisi.
"nggak mungkin, masak pria bisa hamil!"Maya tertawa sambil menggede ngeri, walau itu mustahil baginya tapi ia takut juga jika ia beneran hamil.
segera berlari ke kamar mandi dan mengguyur tubuh bahenolnya dengan air dingin, dia membenci pak Karno, dia juga membenci Irfan, tapi sepertinya ia mencintai Ilham.
__ADS_1
"aduh... normal nggak sih.... download jatuh cinta kepada Ilham?"tapi... aku kini memang seorang wanita, wanita itu pasangannya...ya... Seorang pria, aku memang refleks sebagai seorang wanita.... Tapi... Ilham tak tergoda juga,"Maya membatin.
*****
"hoek .....hoek...."Maya menahan rasa mual dan sedang menemani cinta dan aura bermain, iya langsung berlari menuju dapur dan memuntahkan makan siang hari ini.
"Maya, kamu kenapa?"tanya Ijah saat Maya keluar dari kamar mandi yang terdapat di dapur.
"masuk angin kayaknya Mbak, aduh... Perutku sakit... sakit begini..."Maya memegangi perutnya sambil duduk di depan meja makan.
"mau aku kerokin atau beli obat may?"tanya ijah prihatin
mayah menggeleng
"aku lapor nyonya Aurel aja,ya?"ujar Ijah.
"jangan, nanti malah diomelin lagi, kamu tahu kan dia suka marah-marah terus sama aku...."Maya merengut sambil memegangi kepalanya yang sakit juga perutnya yang terasa diaduk-aduk.
"jadi, aku harus apa untuk nolongin kamu Maya?"Ijah menatap Maya dengan kebingungan.
"Mbak Ijah tolong jagain anak-anak, aku mau izin istirahat ke kamar aja, kalau nyonya nyariin aku, tolong bilang aku lagi sakit,"ujar Maya sambil bangkit dari kursi meja makan dan melangkah menuju kamarnya.
Ijah mengangguk, dan langsung keluar dari dapur. lalu mendatangi cinta dan aura yang sedang bermain di ruang tengah.
*****
maya langsung ke kamar dan langsung berbaring di tempat tidur, lalu memegangi perutnya.
"masa iya aku hamil? koki yang ku alami seperti tanda-tanda lagi hamil, aduh hhmm.... ini novel keren remonce dan bukannya berganda fantasi, jadi sangat tak mungkin... wanita transgender bisa hamil...."Maya bergumam sendiri dan akan berani membayangkan jika tuduhan pak karno kepadanya benar.
"aku nggak hamil!"Maya menggeleng sambil memanjangkan matanya.
*****
Irfan yang ditolak Maya berulang-ulang, jadi uring-uringan setiap hari, ditambah pula, lamaran pekerjaan yang ia masukkan selalu ditolak pula. dengan pikiran yang tak menentu, iya bingung harus apa dan mau ke mana,menemui cinta pun ia tak bisa karena putrinya itu sudah memasuki masa libur karena ini tahun terakhir di sekolah TK dan bulan depan akan masuk sekolah dasar.
"eh... Aduh..m"Irfan yang mengendarai motornya sambil melamun mendadak membelokkan motornya ke samping saat melihat seorang bocah laki-laki menyeberang tiba-tiba dengan sepedanya.
"brakk..
motor Irfan menabrak pohon mangga di pinggir jalan dan ia langsung jatuh ditimpa kendaraan sendiri.
"carnaval... Aduh... jangan main ke jalanan!"seorang wanita paruh baya yang dikenal Irfan melihat mengejar bocah laki-laki yang hampir saja ia nabrak itu.
"mama... ada orang yang jatuh."carnaval menunjuk Irfan yang berusaha untuk bangun.
dengan susah payah dan kakinya yang keseleo, Irfan bangkit lalu membangunkan motornya.
"Margaretha!"
"Irfan!"
Irfan menatap pengacara dari Carolina itu, juga bocah laki-laki berusia 4 tahun di hadapannya.
"maafkan anakku fan, gara-gara dia.... kamu jadi jatuh,"ujar Margaretha dengan cemas karena takut Irfan mengenali putranya bersama Carolina yang dikatakan sudah meninggal ketika dilahirkan. iya menyayangi carnaval dan sudah menganggapnya sebagai anak sendiri.
"dia... Anakmu, Margaretha?"tanya Irfan dengan menautkan alisnya, menata bocah laki-laki dengan kulit kuning langsat dan beralis tebal itu, sekilas, iya mirip dengan cinta, putrinya bersama Aurel.
"hhmm.... Iya, putraku, maafkan kelakuannya yang menyeberang tiba-tiba. kamu nggak apa-apa'kan fan?''apa perlu aku menelpon ambulans dan tukang derek.... untuk membenarkan motormu yang rusak itu?"Margaretha berusaha bersikap santai dengan berharap Irfan tak mengenali carnaval.
"nggak perlu, aku cuman mau minta minum saja, boleh aku mampir ke rumah kalian?"Irfan tersenyum sambil mendorong motornya yang pohonnya karena menabrak pohon mangga.
"Margaretha terpaksa mengangguk, walau dengan hati yang kebak-kebik karena takut ketahuan Irfan kalau anaknya bersama Carolina sudah tumbuh menjadi anak yang lincah juga cerdas.
__ADS_1
Bersambung