Diceraikan Suami Dimalam Pertamaku

Diceraikan Suami Dimalam Pertamaku
bab 23 mencoba untuk membuka hati


__ADS_3

[ bagaimana rel?apa kita bisa bertemu malam ini?]


Irfan mengirimkan chat kepada Aurel dan menunggu balasan dari wanita yang pernah ia nodai dengan kejinya,karena ia melakukan itu tampah sepengatahuan mantan istri dokter Aris itu.


[maaf,tidak bisa.katakan lewat chat saja,siapa orang itu?]


begitu balasan dari Aurel,ibu dari bayi perempuan yang paling sangat ingin ia jumpai itu.ia hanya melihatnya saat baru lahir, selebihnya bayi itu hanya ia jumpai di dalam mimpi,lebih cepat disebut menerornya.


Irfan menghembuskan napas berat,padahal ia ingin sekali untuk berbicara dari hati kehati sekaligus melamar aurel untuk menjadi istrinya jika Aurel berkenaan,setelah ia membeberkan duduk permasalahan.ia tak perduli dengan ancaman Carolina,yang jelas ia ingin memperbaiki kesalahannya yang mau diperalat oleh mantan pacar dari Aris itu.


[saya ingin berbicara langsung denganmu.]


Irfan Kembali membalas chat Aurel.


[ya sudah kalau begitu,maaf.....saya tetap tidak bisa datang.saya jarak dokter Irfan bisa mengerti,saya ibu-ibu dengan bayi yang baru berusia 4 bulan,jadi saya tidak bisa bebas untuk keluar malam.terimah kasih atas niat baiknya.]


Irfan mengusap wajahnya,ia bisa mengerti keadaan Aurel,tapi kapan mereka bisa bertemu jika begitu?ia tak mau jika nanti Aris mengacaukan rencananya.ia memutuskan untuk tak membalas chat dari Aurel lagi,ia akan.memikirkan cara untuk bisa bertemu berdua saja dengan-nya nanti.


****


''non,cinta udah tidur,bibik keluar dulu,ya.''bik Imah menghampiri Aurel yang terlihat sibuk dengan ponselnya.


''eh,apa bik,?''dia mendongakkan kepalanya,dan menatap wajah paruh baya yang selalu mengenakkan stelan kebaya itu.


''saya pamit keluar dulu.kalau non cinta nangis minta susu,nanti tolong non Aurel bikinin dia susu,yah!?''ujar bik Imah lagi.


''duhh.....bik,kok aku sih?kenapa nggak diwaba tidur ke kamar bik Imah saja.''aurel jadi kebingungan,sebab harus mengurusi bayi yang tak tertuang itu malam ini karena kakaknya sedang tak ada.


''pesan mas Ilham.......ya gitu,saya cuman disuruh buat boboin,abis itu...ya....nona Aurel lagi yang jagain,''bik Imah dengan takut-takut karena majikannya itu suka marah tak terduga semenjak musibah hamil tanpa suami yang dialaminya.


''hmm.....jadi gitu,,kalau dia nangis nanti kuantar kekamar bik Imah saja.ya udah deh,,bibik boleh keluar sana!''jawab Aurel pasrah dengan mata tertuju pada box dimana bayinya sedang tertidur.


bik Imah membalikkan badan lalu melangkah menuju pintu dan kemudian keluar dari kamar Aurel.ia menutup pelan pintu itu karena takut cinta terkejut.


setelah bik Imah keluar dari kamarnya,Aurel turun dari tempat tidur lalu melangkah pelan menuju box bayinya.ditatapnya bayi berambut keriting yang sedang terlelap itu,lalu meraih ponselnya dan mengambil fotonya.


ia segera melangkah menuju tempat tidur dan bermaksud mengirimkan foto itu kepada Ilham biar Kakaknya itu jadi kangen dengan mereka.


[kak,cepatnya pulang!aku nggak bisa ngurusin bayimu sendiri,mana bik Imah udah balik ke kamarnya.kalau dia nangis,aku harus apa?]


Aurel segera menekan tombol kirim dan menunggu balasan dari kakaknya itu yang belum juga melakukan vedio call,padahal janjinya kalau sudah tiba di penginapan maka dia akan memberikan kabar.


tak lama kemudian, tampaklah nama'' kak Ilham''terpampang dilayar ponsel Aurel dan ia langsung menggeser tombol hijaunya.


''kok baru menelpon sekarang sih,kak?kemana saja?''cecar Aurel kesal karena pikirannya mulai menduga yang macam-macam sebab kakaknya itu pergi bersama Riska , sekretaris papanya yang lumayan cantik dan masih mudah lagi.


''maaf,,dek,ini baru nyampai di hotel.tadi mampir di restoran buat makan dulu,si Riska kelaparan soalnya dia belum makan pas pagi tadi,''jawab Ilham,ia terlihat sedang duduk diatas tempat tidur dan belum sempat berganti pakaian pula.


''jadi,,kakak makan berdua dengan Riska dong?''aurel melongos kesal.


''iyalah, dek pergi juga berdua,jawab Ilham sambil menyandarkan ponselnya di bantal.ia membuka jaket berbaring dan kemudian menatap layar ponselnya,dimana tampak wajah cemberut istrinya yang mulai menampakkan gelagat cemburu itu.


''issh.....nyebelin!''aurel merenggut kesal,entah kenapa dia tak bisa untuk bersikap santai sedangkan hatinya terasa panas saat ini.


''nggak ngapain-ngapain kok,dek.sentuhan juga nggak.cemburuan sekali!''ilham menahan tawa.


''apa,aku cemburu?ya nggaklah!''aurel menggigit bibirnya,ia baru menyadari kalau tingkahnya sekarang memang pantas disebut sebagai cemburu.


''kalau ada cemburu,pasti ada cinta dong ya? kayaknya....aku memang sudah jatuh cinta padanya.baru ditinggal beberapa jam saja,aku sudah kangen setengah mati begini.hikkss...kangen,kak....''aurel membatin dengan raut wajah berubah sedih.


''dek,,kok bengong?kakak mau mandi dulu,ya,gerah ini.''ujar Ilham lagi.


''eh,,kakak udah lihat foto cita-cita yang kukirim nggak?bayimu kangen itu....jangan lama-lama,besok harus sudah pulang!''ujar Aurel Masi dengan mode cemberut.

__ADS_1


''namanya cinta dek,kok diubah jadi citra sih?Ilham menahan tawa.


''ah,Biarin deh,,cinta kek,cita citata kek,.....udah lihat fotonya belum?dia sedih....abisnya cuman diboboin sama bik Imah,kangen ayahnya dia.....''ujar Aurel lagi.


''cinta atau bundanya yang kangen ini?oh ya,foto apaan,dek?kamu nggak ada ngirim foto deh.....''ilham mengerutkan dahinya.


''eh,, kakak nggak ada terima foto bayi kakak yang rambutnya tambah keribo itu?''aurel mengerutkan dahinya.


''ilham menggeleng .


''ya udah aku matiin dulu, jangan-jangan aku salah kirim,kak.....''aurel jadi gelagapan.


''iya,matiin aja,kakak mau mandi dulu,ya ''


Aurel segera menekan tombol merah untuk mengakhiri panggilan telepon,lalu melihat foto juga chat yang menurutnya pasti salah kirim.


''astaga,kok aku malah ngirim foto cita ke dokter Irfan,sih?''aurel menepuk jidatnya dan ingin segera menghapuskannya tapi pesan itu sudah dibaca dan dapat balasan pula dari dokter Irfan berwajah India itu.


[ hmm....dia lucu sekali,cantik kayak kamu.]


Aurel menghembuskan nafas kasar,karena habis membalas chat dokter Irfan yang ingin mengajaknya bertemu,ia sampai salah kirim pesan segala,segera dihapusnya daftar riwayat chatnya dengan Irfan juga Aris, ia tak mau sampai salah kirim pesan lagi.


*****


sedangkan di apartemennya Irfan sedang tersenyum-senyum sendiri sambil mengamati foto putrinya yang ia dapat karena Aurel salah kirim.rasa ingin segera menemui bayi mengemaskan itu semakin membuncah di hatinya,ia sangat ingin bertemu dan juga menggendongnya.apalagi bayi dengan rambut yang sama ikal dengan rambutnya itu semakin mirip dengannya.tampa berpikir panjang lagi,Irfan menjadikan foto cinta sebagai foto profilnya dan iya juga menjadikannya status dengan caption''my princess.''


tak lama setelah itu, Carolina langsung mengirimkan chat untuknya.irfan tersenyum kecut saat membaca pesan dari wanita yang sudah ia jauhi itu semenjak mereka kepergok Aris waktu didepan pintu apartemen Carolina.


[segera hapus status wa- mu itu bodoh.]


Irfan semakin jengkel dengan Carolina dan ia memutuskan untuk memblokir nomornya,ia sudah tak berselera dengan tubuh wanita murahan itu.ia kini lebih tertarik dengan Aurel dan bayinya.


pria dengan alis tebal itu mulai menyusun rencana,agar ia bisa menemui bayi yang belum ia ketahui siapa namanya itu.inilah kesempatannya,lagi pula menurut chat salah kirim itu,kakak angkat Aurel sedang tak dirumah jadi ia harus bisa memanfaatkan situasi saat ini.


****


[ kak....]


ia mengertik sebuah pesan dan segera mengirimkannya kepada Ilham.


[ iya dek,, ada apa? buruan tidur,udah pukul 22:00 ini,cinta ada nangis nggak?dia biasanya bangun tengah malam,minta mimik, jadi siapin aja susunya didalam botol,kalau dia nangis tinggal dikasih air saja, siapkan pempersnya juga,ia akan ganti pempers setiap tengah malam sebab akan bocor jika tak diganti, kasihan dia.]


Aurel menarik nafas panjang sambil menoleh kearah bayi kakaknya ia mengharapkan bayi itu tak bangun malam ini dan besok saja baru bangun,ia tak mau repot karenanya.hingga detik ini,ia masih merasa berat untuk menerima bayi tak tertuang itu.


ia mengurungkan niat untuk bilang kangen kepada kakaknya itu, segera disimpannya ponsel ke bawa bantal dan memutuskan untuk tidur biar kalau cinta nangis ia tak bisa mendengarnya.


****


"owee... owee... owee...."sayup-sayup terdengar suara tangisan ditelinga Aurel.


ia membuka mata juga dan segera bangun,lalu turun dari tempat tidur untuk mendatangi cinta yang ternyata sudah menangis sejak tadi.dengan sedikit panik,Aurel segera membuatkan susu untuknya lalu menyumpalkannya kedalam mulut bayi mungil itu tapi sang bayi menolak dengan terus mengangkat tangan dan juga kakinya.ia seperti minta digendong.


""bayi,,,kamu kenapa?udah dikasih susu masi saja menangis dan menolak juga, jangan nangis dong! ayahmu sedang tak ada ini....""ujar Aurel dengan bingung.


cinta masih saja menangis,Aurel mencoba membuka pempers sebab kata kak Ilham kalau bayi menangis itu kalau nggak haus,ya dia ngompol dan juga geli.


""astaga,bau Pesing... tukang ngompol kamu,ya!"Aurel meringis kesal mendapati popok sang bayi basah.


cinta menghentikan tangis saat pempersnya dibuka,ia langsung tersenyum menatap sang bunda yang kebingungan caranya menggantikan pempers.


"duh....gimana ini?ya Allah....anak siapa si kamu.....kok doyan ngompol gini,mana bau lagi....isshh....andai kamu itu....anak yang kuinginkan,dibikinnya dengan senang hati dan rasa cinta dengan ayahmu,mungkin...aku nggak akan sebenci ini denganmu...."Aurel bergumam sambil menggantikan pempers sibayi berambut keriting,ia mulai tak tega dengan bayi yang semula ingin disiksanya.


ditatap kembali sang bayi yang kini menatapnya dengan mata berkaca-kaca bekas menangis tadi,ia semakin kangen dengan pria yang menyayangi bayi tak tertuang itu.siapa lagi kalau bukan Ilham,kakak angkat yang sudah berganti status jadi suami itu.

__ADS_1


"kak,cekatan pulang....aku nggak bisa ngurusin bayi ini sendirian...."gumamnya sambil membayangkan senyum Ilham jika sedang bermain bersama cinta.bayi yang bukan darah dagingnya tapi yang begitu ia sayangi.


dengan hati yang mulai terasa sedih,Aurel meraih cinta kedalam gendongannya lalu membawanya ketempat tidur dan kemudian menyumpal mulutnya dengan botol susu.


"tidurlah bayi,ayahmu sedang tak ada disini.jadi kamu jangan rewel!"ujar Aurel pelan sambil menatap lekat sang bayi yang kini sedang menghisap botol susunya.


menatap bayi tak bertuan itu membuat rasa rindunya terhadap Ilham menjadi sedikit terobati karena kakaknya itu begitu menyayangi bayinya sejak dari dalam kandungan ,ia tak melakukan hal apapun terhadap bayi yang tak diinginkannya hanya demi kakaknya,kalau menurutkan rasa sakit hatinya,mungkin ia sudah membunuhnya tapi ia urungkan hal itu.


cinta menggelengkan kepalanya saat botol susu itu sudah kosong,ia mulai tersenyum-senyum kepada sang bunda dan ingin mengajaknya bermain.


"ahhaaahhh....tatata...."cinta mulai mengoceh sambil meraih tangan bundanya,ia begitu senang bisa menyentuh wanita yang telah melahirkannya itu.


"tidurlah,bayi ! kok malah mau main sih?"ujar Aurel dengan menghembuskan nafas letih.


"tatata ...... ahhaaahhh....hahaha...."ocehan cinta lagi,seolah sedang berkomunikasi dengan bundanya yang terlihat kesal itu.


Aurel menampal mulutnya menahan untuk menguap,mata masih mengantuk.ia berbaring disamping sang bayi dan mulai memejamkan matanya.


"bayi...aku tidur dualuan yah,kalau kamu ngantuk ,tidur yah."ujar Aurel dengan sambil menguap.


cintah Masi saja mengoceh sendirian, hingga akhirnya letih,dan ikutan terlelap juga.malam ini,kedua ibu dan anak itu mulai berdamai,mereka tertidur layaknya orangtuanya dan anak,bukan sebagai musuh lagi .


*****


"dek,lagi ngapain?"Ilham menyala Aurel lewat video call pagi ini.


"baru bangun tidur kak,bayimu rewel ni....cepatan pulang!"jawab Aurel sambil mengucek matanya.


"hmm....baru juga ditinggal satu malam..."Ilham menahan tawa melihat wajah bangun tidur istrinya.


cinta yang sudah terbangun sejak tadi mulai mengoceh,dan Aurel segera mengarahkan layar ponselnya kearah mereka berdua.


"kalian tidur berdua,duh..... kakak senang banget liatnya....."Ilham tersenyum lebar saat melihat pemandangan yang menyejukkan mata itu.


"terpaksa kak,abisnya bayimu nangis tadi malam....."Aurel merenggut.


"kalau udah akur begini,kakak jadi pengen cepat pulang."Ilham tersenyum haru melihat Aurel sudah mulai mau menyentuh bayinya walau masih terlihat terpaksa.


"cepatan pulang kak,kangen....."ujar Aurel.


"iya,iya,kakak juga kangen kalian.akur-akur yah!"kakak mau mandi dan siap-siap pergi rapat pagi ini,"ujar Ilham.


Aurel melambaikan tangannya.


"assalamualaikum."


"waalaikumsalam."


panggilan telepon terputus,Aurel segera bangkit dari tempat tidur dan melangkah menuju pintu lalu membukanya.bik Imah sudah berdiri didepan pintu kamarnya ternyata.


"iya non,"bik Imah sambil tersenyum saat melihat cinta sudah berpindah ketempat tidur,ia sudah bisa menduga apa yang terjadi tadi malam.yang jelas,ia sangat senang Aurel sudah belajar menerima kehadiran putrinya.


*****


"non,tolong jangan cinta sebentar yah,bibik mau beli sayur sebentar didepan,"ujar bik Imah saat Aurel berdiri diteras,sedangkan cinta terlihat sedang bermain didalam roda dihalaman rumah.


belum sempat Aurel menjawab,bik Imah sudah berlari keluar pagar untuk menghampiri tukang sayur keliling yang sedang berhenti didepan rumah tangga sebelah.dengan menghembuskan napas jengkel,mau tak mau dia harus mengamati bayi yang sedang berjemur itu.


"ya ampun,bik Imah lama benget,aku lagi kebelet ini."Aurel memegangi perutnya dengan hati yang bimbang,antara berlari ke kamar mandi atau tetap nungguin cinta.


Aurel melirik kearah pagar yang sedikit terbuka tapi ia yakin cinta takkan bisa bergerak lalu jauh,ia hanya berputar-putar dibelakang teras saja.karena tak bisa menahan rasa mau pipis,ia berlari untuk masuk buang air dulu.


beberapa saat kemudian ,Aurel sudah merasa lega dan kini melenggang menuju teras kembali untuk melihat cinta yang ia tinggal .

__ADS_1


"bayinya kak Ilham...."Aurel melongo saat melihat roda empat cinta berada tadi sudah kosong saja."ya tuhan,kemana dia?"


bersambung........


__ADS_2