Diceraikan Suami Dimalam Pertamaku

Diceraikan Suami Dimalam Pertamaku
bab 38 hukuman


__ADS_3

''cinta udah bobo, dek? tanya Ilham saat istrinya itu sudah naik ke atas tempat tidur.


''udah, kecapean dia, susunnya cuman habis setengah botol, udah teler aja dia,''jawab Aurel sambil melepaskan ikatan di rambut nya.


''dia tahu kalau ayah dan bundanya mau lembur ku mah makanya dia Bobo awal dan nggak rewel,''Ilham langsung memeluk istrinya itu.


''hmm..... semangat amat,''ejek Aurel sambil tersenyum jahil.


''iya dong, namanya juga pengantin baru,''Ilham menahan tawa dan mendekatkan wajah mereka.


dua menit kemudian, keduanya sudah melakukan olahraga malam kedua yang membuat ketagihan karena baru merasakan indahnya surga dunia. keduanya melakukannya Dengan Cinta. tanpa rasa malu dan juga gengsi lagi,dan menyadari kalau mereka sama-sama menginginkannya setelah sekian lama ia menjaga diri untuk hal yang satu ini.


*******


''dek, kakak berangkat ke kantor dulu,yah.''Ilham menghampiri istrinya yang masih tertidur pagi ini, sedangkan ia sudah siap dengan pakaian kerjanya.


''loh... kok udah ke kantor sih, kak?''Aurel mengucek matanya, menatap sang suami yang sudah rapi dengan setelan jas berwarna hitamnya.


''iya, sayang.'kan udah satu minggu libur,''jawab Ilham sambil mengusap mengusap wajah istrinya itu.


''tambahin seminggu lagi liburnya.''Aurel segera bangun, mendekati sang suami dan memeluknya dari belakang.


''hmm.... masih pagi, dek, nunggu malam aja,''Ilham membalikkan tubuhnya, lalu mendaratkan ciuman di pipi sang istri.


''sekarang aja,kak, yuk lah!"Aurel meningkatkan tangannya di leher sama suami dan membuka kancing kemeja.


"kakak disuruh papa menggantikannya rapat pukul 07.30. jangan,dek, udah rapi gini juga."Zaki melepaskan tangan istrinya itu.


"sebentar aja,kak,""menahan tawas saat melihat suaminya malah keringatan akan ulahnya, iya memang paling senang ngerjain suaminya itu.


"hmm... godain aja, udahlah.... kakak bisa terlambat ini."Ilham segera turun dari tempat tidur.


laurela sun terbaru melihatnya sudah kelabakan akan olah.


"awas kamu yah dek, jam istirahat kantor nanti kakak pulang loh."Ilham membenarkan pakaian sambil membuka kancing kemejanya yang terbuka atas Sula istrinya itu.


"siang nanti aku sama mama mau ke salon, nggak ada di rumah."Aurel segala menghampiri box di mana cinta masih terlelap.


"kalau gitu kamu habis rapat kakak pulang dulu ambil jatah,"Ilham memeluk istrinya dari belakang.


"isshh..... dasar mesum, katanya tadi nunggu malam aja."Aurel mengulum senyum dan kembali melingkarkan tangannya di leher sang suami.


"Ilham, udah pukul 07.15. kok belum berangkat juga?"terdengar suara Malik dari depan pintu kamar mereka.


"ya udah, kakak berangkat dulu. jangan mancing kolam ikan terus, nanti ikannya habis."Ilham mengecup bibir istrinya secara kilat lalu berlari menuju pintu.


Aurel tertawa melihat tingkah suaminya itu,aroma pengantin baru selalu membuatnya tersenyum atas semua kejadian lucu di antara mereka. suaminya juga begitu mudah tergoda, dirayu sedikit pasti akan langsung terperdaya.


*****


hari ini sidang keputusan hukuman untuk Irfan dan Carolina digelar.Aurel dan Ilham sudah hadir di ruang sidang untuk mendengarkan keputusan terakhir dari sang hakim.


"saudara Irfan shakil, terbukti bersalah karena melakukan perkosaan kepada saudari aurelia. untuk itu, akan dijatuhkan hukuman selama 7 tahun penjara dan dipotong masa tahanan 3 bulan 26 hari."hakim membacakan keputusannya dengan mengetuk palunya sebanyak 3 kali.


"sidang akan dilanjutkan 30 menit lagi, untuk membacakan keputusan hukuman untuk saudari Carolina Anastasya.


hakim memundurkan kursinya dan terlihat berbisik-bisik dengan tim penasihat, sambil membaca berkas di hadapannya.


"kak Irfan cuman kena hukuman 7 tahun, padahal aku berharap dia dihukum 12 tahun."Aurel menatap kecewa Ilham, yang kini menggenggam tangannya dengan erat.


"mungkin... karena dia langsung mengaku dan tak membuat pengakuan berbeda, sepertinya.... pengacara gandengan dia juga kuat. ya sudahlah, 7 tahun itu mah lama loh, dan karir dokternya udah hancur juga, semuanya itu lebih dari cukup."Ilham mencoba memberikan pengertian kepada istrinya.


untuk beberapa saat, suasana hening sejenak. Irfan menundukkan wajahnya lalu menghembuskan nafas kesal,padahal ia berharap di penjara 2 tahun saja tapi pengacaranya malah tak bisa mengusahakannya. ya bangkit dan kembali duduk di samping pengacaranya.

__ADS_1


"tenang,kita masih bisa mengajukan banding. kamu tenang saja, Irfan. kamu takkan mendekam selama itu."sang pengacara berkata dengan mantap.


"sidang akan dilanjutkan kembali."


Ilham dan Aurel kembali mau fokuskan pandangan ke depan. di kursi tersangka, sudah duduk dokter ahli kandungan blasteran Indon dan Jerman itu, dengan perut yang terlihat berisi karena sudah masuk usia 4 bulan kehamilannya.


"kak, Carolina kayaknya hamil deh...."berisik Aurel.


"masa sih dek? dari mana kamu bisa lihat wong dia duduknya menghadap ke depan itu?"Ilham mengerutkan dahinya.


"tadi kak, pas dia jalan ke depan hakim tadi."jawab Aurel yakin.


Ilham mengangkut saja, sebab hakim sudah bersiap membacakan keputusan hukuman kepada Carolina.


"saudari Carolina anatasya dinyatakan bersalah karena menjadi otak pelaku pemerkosaan atas saudari aurelia, maka dengan itu ia akan dijatuhi hukuman yang sama dengan saudara Irfan syakil yaitu 7 tahun penjara dan dipotong masa tahan 3 bulan 26 hari. sedangkan untuk kasus video porno, akan digeret dengan hukuman 2 tahun penjara. Jadi, total masa hukuman adalah 9 tahun."hakim mengetuk palu sebanyak tiga kali.


Carolina menatap tajam ke arah hakim, lalu beralih kepada Irfan. iya semakin membenci Irfan, ditambah lagi perutnya yang membuncit juga atas ulah Irfan.


"sidang ditutup!"


Carolina mendatangi pengacara dan tetap merencanakan untuknya niat banding, sebab ia takkan mau dihukum selama 9 tahun. apalagi hukumannya lebih lama dari Irfan, jelas saja ia takkan bisa terimanya.


sidang berakhir, kedua tersangka sama-sama akan mengajukan naik banding. Ilham menggandeng tangan istrinya keluar dari ruang sidang,walau Aurel terlihat tak puas akan hukuman kedua tersangka atas kejahatan terhadapnya. akan tetapi, sedikit banyaknya, iya menikmati hikmahnya juga atas kejadian itu. iya bisa mengetahui sepak terjang Aris. sehingga akhirnya menemukan jodoh sejatinya yaitu tak lain dan tak bukan adalah kakak angkatnya sendiri walau dulu tak perna terpikirkan olehnya akan jatuh cinta juga. dan hikmah yang paling indah adalah cinta bocah berusia 10 bulan kini menjadi kesayangan semua orang.


sedangkan di ruang sidang yang berbeda, hakim juga sedang membacakan keputusan hukuman kepada Aris dokter kandungan itu dijatuhi hukuman 4 tahun walau kini ia juga mengajukan naik banding.


*****


"kak, kayaknya Carolina beneran hamil deh..."ujar Aurel saat mereka mampir di sebuah rumah makan pinggir laut karena keduanya memang sama-sama menyukai makanan sejenis seafood.


"mungkin aja"jawab Ilham sambil mencomot udang crispy ke saus sambal di hadapannya.


"kena karma deh dia rasain..."Aurel melengos puas walau tadi iya terkesan kecewa atas masa hukuman yang tak bisa maksimal itu.


"iya kak, Allah memang adil. dia yang telah membuatku sengsara atas dendam Tak teralaskannya,kini merasakan juga apa kurasakan dulu. malahan ia mengalami masa itu di dalam masa sulitnya."


Aurel menghembuskan nafas lega.


"percayalah aku balasan Allah itu nyata adanya dan yang terpenting.... jadikan pelajaran dan ambil hikmahnya, ayo makan sayang. jangan bengong saja, para penjahat itu sudah dihukum dan kita akan hidup bahagia."Ilham menguapkan cumi crispy ke mulut istrinya.


Aurel membuka mulutnya dan menerima suapan dari sang suami, hidupnya kini sudah tak ada kekurangannya lagi, semua terasa telah terselesaikan. iya juga telah memiliki suami yang paling baik juga Putri yang menggemaskan, yang semakin hari semakin pintar dan kini sedang belajar berjalan.


"ayo, sayang buka mulutnya lagi!"Ilham kembali menyuapkan makanan ke mulut sang istri, iya begitu memanjakannya yang membuat Aurel semakin meleleh akan sikap manis sang suami.


Aurel tersenyum Semanan dan kembali menerima suapan dari Ilham, dunia seakan milik berdua tak menghiraukan para pengunjung restoran lainnya.


*****


hari terus berlalu, l kandungan Carolina semakin membesar dan bertambah bulannya, Irfan selalu mengunjunginya setiap dua kali seminggu. dan selalu berhasil menyogok petugas untuk mengantarnya menemui ibu dari calon anaknya itu.


"sayangku mah kamu lagi pengen makan apa? bilang saja kalau kamu ngidam mau makan apa, gitu! kamu udah nggak mual muntah lagi kan? tanya Irfan kepada Carolina yang penampilannya sudah tak seperti dulu lagi, kini tubuhnya sudah melebar karena pengaruh kehamilannya.


"aku ngidam kabur dari penjara ini, ayo pikirkan caranya!"bisik Carolina sambil melirik dua petugas lapas yang sedang menjaga mereka saat bertemu di ruang besuk.


"jangan bertingkah yang aneh deh, lagi pula kita sudah naik banding. hukuman kita akan berkurang, kamu tenang saja. kalau duluan aku yang keluar dari penjara, aku akan tetap menunggumu,"ujar Irfan dengan suara pelan.


"ah... Bullshit saja, semua karenamu, bodoh!"Carolina mendesis kesal.


"jangan marah-marah terus kamu tidak boleh stress, biar anak kita selalu sehat."Irfan mengusap perutnya membuncit yang sudah masuk usia 7 bulan itu.


Carolina menepiskan sengit tangan Irfan.


"tinggal 2 bulan lagi, dia akan lahir. aku sudah tak sabar untuk melihatmu."ujar Irfan tersenyum.

__ADS_1


"kau takkan melihatnya, aku akan membunuhnya setelah lahir nanti!"ancaman Carolina yang selalu ingin memancing kemarahan pria di hadapan.


"jangan,Carolina. dia buah Cinta kita, aku menyayanginya."Irfan meraih tangan Carolina.


"cih..... Cinta katamu! dia adalah anak yang takkan pernah kuinginkan, hamilnya saja terpaksa karena tak bisa digugurkan. jangan berharap yang macam-macam, setelah bebas nanti..... aku takkan mau berurusan denganmu lagi!"ujar Carolina dengan ketus.


"Carolina, aku memang mencintaimu sejak dulu, hanya saja..... kamu tak pernah mengindahkan perasaanku. bukankah kamu juga tahu hal itu? kamu tak masih mengharapkan Aris, bukan? dia dihukum 4 tahun, dan akan duluan bebas dari kita."


"aku membenci laki-laki kamu, baik kamu ataupun Aris!jangan pernah ke sini lagi dan berharap yang macam-macam sebab aku takkan pernah mau dengan atau juga anak ini!"Carolina bangkit dari kursinya dan meninggalkan Irfan,dua penjaga lapas bagian wanita langsung mengapitnya untuk diantar kembali ke sel tahanannya.


sedangkan Irfan, iya juga kembali dibawa ke sel tahanan narapidana laki-laki, yang bangunannya terletak bersebelahan dengan sel tahanan perempuan.


*****


dua bulan berlalu, dari pagi Carolina sudah merasakan pinggangnya sakit. pengacaranya juga sudah dihubungi, setelah diperiksa bidan yang sengaja untuk didatangkan untuk memeriksanya itu mengatakan kalau iya akan melahirkan tapi pembukaannya baru satu.


Carolina menangis menahan rasa sakit dan berharap bayinya cepat lahir dan ia akan segera terbebas dari rasa sakit ini.


"Carolina, sungguh sial sekali.... permintaanku untuk membawamu ke rumah sakit bersalin ditolak, mereka maunya kamu melahirkan di dalam penjara ini saja, sebab katanya sudah mendatangkan bidan yang dikhususkan untuk menanganimu,"ujar pengacara dari balik jeruji besi, menatap Carolina dengan ibah.


"agghhh.....sakit!"menjerit Carolina kesal karena ia tak mendapatkan penanganan apapun. iya yang seorang dokter kandungan dan terbiasa menangani proses persalinan orang-orang tetapi kini malah diabaikan dan disuruh merasakan sakitnya.


"tahan, Carolina. kamu kan seorang dokter kandungan, kamu pasti bisa melakukan hal yang dapat mempercepat proses persalinanmu,"ujar sang pengacara.


"aku tak bisa bangun,aku bisa melakukan senam kehamilan sebenarnya tapi aku takut melakukannya itu. dengan keadaan menahan sakit begini, aku hanya bisa berbaring saja."Carolina memegangi perutnya yang semakin sakit juga pinggangnya.


yang yang serasa mau putus.


"ya sudah, kita berdoa saja agar bayimu cepat lahir,"ujar sang pengacara akhirnya.


"agghhh... aku tak punya Tuhan, aku tak mau berdoa,"kaktus Carolina dengan gelisah, iya semakin kesakitan.


******


setelah dua hari dua malam menahan rasa sakit dan berlinang air mata. pembukaan Carolina lengkap juga. kini ia sudah bersiap untuk mengeluarkan anak yang tak diinginkannya itu.


"agghhh.... Carolina menjerit nyaring.


"lagi... Lagi...."sang bidan mengarahkan.


Carolina kembali mengejan, tapi bayinya tak mau juga keluar.


"agghhh..... Bayi sial, nyalah kamu dari rahimku!"teriak Carolina kesal.


"tarik napas panjang.... dan hembuskan perlahan! Jangan mengumpat,buk, tapi coba ajak berbicara bayinya.... agar segera keluar!"ujar sang bidan.


"dia anak setan, aku takkan pernah menyengajanya bicara! bayi setan.... cepatlah lahir!"kamu sudah menyiksaku dua hari dua malam!"Carolina meracau.


"ayo, bu mengejan lagi?"sang bidan kembali memberi aba-aba.


Carolina kembali mengejan dan berjuang keras untuk melahirkan bayinya yang proses yang sangat panjang yaitu 9 jam lamanya. hingga pada akhirnya bayinya lahir terlahir juga.


"jauhkan dia dariku!"teriaknya dengan sisa-sisa tenaga.


Margaretha mendekat dan mengusap kepala kliennya itu, iya begitu ibah akan nasib Carolina.


"rahasiakan kelahiran anak sialan itu,katakan akan pada Irfan kalau anaknya telah mati!"ujar Carolina sebelum memejamkan matanya.


"baiklah ke rumah kamu istirahatlah!"besok aku akan ke sini lagi untuk membawakan obat-obatan agar segera pulih,"jawab Margaretha sambil menggendong bayi yang sudah dibersihkan oleh sang bidan.


"jangan dekatkan dia kepadaku, segera buang dia!"perintah Carolina.


Margaretha segera membawa bayi itu pergi dari dalam sel tahanan dan tak akan melakukan apa yang diperintahkan kliennya itu....

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2