
Maya alias Aris kembali ke rumahnya dengan perasaan yang tak menentu, ia sudah lelah menangis dan semuanya takkan kembali seperti semula. walau menangis darah pun, fisiknya takkan bisa kembali lagi seperti semula.
"apa yang harus dilakukan dengan tubuh ini?"aris menatap dirinya di depan cermin, penyesalannya begitu mendalam atas perbuatan yang hanya karena emosi sesaat namun berakibat sangat fatal.
pria dengan bentuk fisik wanita itu menghelah nafas berat lalu duduk di tempat tidur, diraihnya ponsel dari dalam tas lalu mulai berselancar di sosial media, mencari informasi tentang pesantren yang dapat dia datangi untuk memulai tobatnya.
*****
sedangkan di rumah Aurel, Ijah sedang bimbang karena Maya tak pulang-pulang hingga tengah malam, padahal pengasuh dari cinta itu pamit pergi berobat sejak dari pukul 09.00 pagi hari.
"buk, gimana ini sih Maya? apa di hati culik atau kenapa ya?"tanya Ijah sambil berlari menghampiri orang yang baru kembali dari dapur setelah mengambil air minum.
"siapa juga yang mau culik orang yang gede gitu ijah? mungkin dia langsung dirawat di rumah sakit atau juga malah pulang kampung ya sudah, biarin aja deh dulu.
mungkin besok juga pulang."Aurel tak terlalu mengambil pusing tentang menghilangnya pengasuh yang selalu membuatnya jengkel, walaupun tak bersalah dengannya.
"apa kita nggak lapor polisi aja,buk?"ijah kembali bertanya dengan cemas.
"nunggu satu kali 24 jam baru lapor polisi, ya sudah tidur sana!"ujar Aurel.
Ijah menggigit bibirnya, dan melangkah menuju kamarnya.hatinya masih aja bimbang akan teman sprofesinya yang menghilang itu padahal ia tahu Maya juga sedang sakit, semula, iya berkeinginan untuk menemaninya berobat tapi ayah menolak, sedangkan Aurel juga menyuruh Maya berobat sendirian aja.
Aurel melangkah menuju kamar lalu masuk,Cinta dan aura sedang tertidur di tempat tidur yang bersebelahan dengan tempat tidurnya.
"kenapa dek?"Maya masih belum pulang juga?"tanya Ilham yang memang sudah tahu akan hilangnya pengasuh dari putrinya itu.
iya,kak. Ijah minta lapor polisi atas hilangnya Maya,padahal belum juga 24 jam hilangnya dan menurutku enggak penting-penting sama dia, biarin saja dia hilang,"jawab Aurel.
"kok gitu ngomongnya? kayak ada dendam ke Sumatera aja..."Ilham menahan tawa melihat raut wajah jengkel di istrinya saat membicarakan Maya.
"heran juga sih, ya kak ... aku itu bawaannya jengkel aja sama Maya walau dia nggak ada salah juga, bawaannya mau marah-marah aja kalau lihat wajah sok cantiknya itu,"fajar Aurel sambil mengingat perlakuannya kepada Maya.
"aneh kan, ya? Kalau kakak... serasa kenal sama dia, tapi nyatanya nggak kenal. dia itu kayak nggak asing gitu."Ilham pun merasa hal yang sama.
menurut kakak..... Maya itu mirip siapa?"tanya Aurel dengan raut serius.
"Aris !"
"aris!"
Aurel dan Ilham menyebut nama pria dari masa lalunya itu bersamaan.
"hah, kak Ilham juga menganggap Maya mirip Aris?"Aurel tak menyangka kalau pikirannya sama dengan sang suami.
"agak mirip, tapi pastinya dia bukan Aris lah, Ilham mengusap wajahnya.
"iya nggak mungkin aris, ayo tidur deh, kak, ngantuk."Aurel merebahkan dirinya.
harus juga tak mau ambil pusing masalah Maya, dugaannya besok juga bakalan pulang pengasuh dari putrinya itu.
*****
Berhari-hari, Maya alias Aris alias Clara tak kunjung pulang juga,Ida dan pak Karno sudah mencari ke berbagai rumah sakit untuk menanyakan pasien bernama "Clara"sepertinya ama yang tercantum di ktp-nya yang ditahan Aurel, Ilham juga sudah melapor polisi atas kasus menghilang pengasuh anaknya itu.
__ADS_1
sedangkan wanita transgender yang dicari-cari dan dilaporkan hilang itu sudah berada di sebuah pesantren,setelah mengantongi hasil pemeriksaan dokter yang menyatakan dirinya positif menderita kanker lambung stadium 2.
di depan seorang ustaz pengelola pondok pesantren, Aris sedang duduk dengan menundukkan kepalanya,penuh penyesalan dan mengutarakan niatnya untuk dibimbing bertaubat atas apa yang dilakukan,iya telah memotong rambut panjangnya dan kini sudah berpenampilan seperti laki-laki walau dada dan bokongnya masih berbentuk seperti wanita.
"astaghfirullahal'adzim, transgender itu haram hukumnya, dan akan dilaknat Allah wAllahu alam."sang ustaz menetap perihatin laki-laki dalam wujud wanita yang telah salah jalan itu, namun kini bergerak hatinya untuk bertobat.
saya ingin bertaubat, pak ustaz.... Paris menangis penuh sesal,"bimbinglah saya ke jalan yang benar, ustad, walau pengampunan Allah belum tentu saya dapatkan. saya ingin meninggal dengan tenang dan dikembalikan ke kodrat saya sebagai laki-laki.
"masalah pengampunan dari Allah, itu hanya rahasianya, kita makhlukNya, hanya bisa tawakal dan ikhtiar memperbaiki diri, saya apresiasi keinginan kamu ini."sang ustaz tersentuh juga akan keinginan bertaubat wanita transgender di hadapannya itu.
"terima kasih, pak ustadz."Aris menghapus air mata di wajah, hatinya terasa sejuk mendengar perkataan sang ustaz.
"baiklah,"Aris aulian, saya akan membimbing kamu mendekatkan diri kepada sang pencipta, hal yang kamu lakukan sekarang sudah benar,walau fisikmu tak bisa kembali menjadi laki-laki karena operasi yang sudah kamu lakukan, setidaknya kamu sudah berniat untuk bertaubat,kodratmu tetaplah laki-laki dan di sini kamu tetap harus berpenampilan seperti laki-laki, hal pertama yang harus dilakukan kamu harus melaksanakan salat taubatan nasuha,"ustadz paruh baya itu menatap sekilas Aris.
"terima kasih, ustadz, sudah mau menerima saya di pesantren ini."harus merasa lega, di akhirhidupnya ini mendapatkan hidayah walau lewat sakit yang Allah titipkan di tubuhnya itu.
"hmm..... mulai hari ini,kamu harus berpakaian seperti santri lainnya yaitu dengan sarung dan baju koko serta peci, kamu kini sudah kembali menjadi Haris aulian, seorang laki-laki dan bukan wanita lagi."
Aris mengangguk, tekadnya sudah bulat,ia ingin mendekatkan diri kepada Allah sebab selama ini ia memang hidup tanpa agama. Iya sadar, pesannya sudah menggunung jika dikumpulkan. iya pernah berzina bertahun-tahun, lalu mengonsumsi minuman keras dan puncak dosa terbesarnya yaitu mengubah kodratnya.
"ya sadar,awal semua permasalahan ini berawal dari talak yang ia jatuhkan kepada Aurel secara gegabah dan hanya mengedepankan ego saja,andai dia bisa sedikit bijak dan menyelidiki penyebab kehamilan dan ketakwaan Aurel dulu, dan tak langsung menceraikannya, mungkin nasibnya takkan terpuruk sekarang.
harus menghela nafas berat, kini ia sudah berada di dalam kamar berukuran 3mx3m. kamar khusus yang diberi untuknya karena ia takkan di kamar kan bersama santri lainnya karena ia memiliki bentuk fisik yang berbeda walau ia seorang laki-laki.
mulai hari ini Aris akan memulai kehidupan barunya,sebagai seorang dengan tujuan hidup mendekatkan diri kepada sang maha pencipta dan mengharapkan ampunan atas segala dosa-dosanya.
"semoga Allah membukakan pintu ampunan untukku."aris membatin.
******
setelah berbulan-bulan mencari referensi,akhirnya Irfan memutuskan untuk menjadi seorang muslim dan meninggalkan agama lainnya yang selama ini hanya tercantum di KTP itu saja.
Irfan mulai menjual rumah yang ia beli di samping rumah Aurel itu,ia memilih untuk menjauh dan tak lagi mengusik kebahagiaan putrinya yang pastinya akan lebih bahagia dan terjamin hidupnya jika bersama Aurel dan Ilham.
Irfan malas sering ke rumah Margaretha untuk menemui carna, dan ia mulai berpikir untuk melamar wanita 45 tahun itu untuk menjadi istri sebab Margaretha begitu sempurna sebagai seorang mama di matanya, iya juga tahu kalau Margaretha itu janda, dan ia ingin menjadi pelindung untuk ibu dan anak itu.
dengan percaya diri, Irfan langsung membeli sebuah cincin dan buket bunga untuk ia berikan kepada Margaretha, Mama dari carnaval, anak laki-laki yang ia sayangi itu dan ingin menjadi sosok ayah yang baik untuknya. iya tak peduli akan umur mereka yang terpaut hampir 10 tahun itu, yang ia inginkan hanya menyempurnakan agamanya. iya berharap ridho dan keberkahan dari yang maha kuasa, ia ingin menjadi pelindung untuk keduanya apalagi karnaval pernah berkata kepadanya, kalau ia ingin punya ayah meski Mamanya sudah, namun tetap saja ia menginginkan keluarga yang lengkap.
"mar, maaf.... jika saya lancang tapi.... saya harus tetap mengatakan selama ini, agar kamu tahu kesungguhan ini,saya.... ingin melamarmu menjadi istriku, saya ingin menjadi ayah untuk carnal, putramu.... Saya... Ingin.... kita bisa menjadi orang tuanya dengan visi dan misi, menjadi keluarga yang sakinah mawaddah dan warohmah."Irfan langsung mengemukakan keinginannya saat bertemu Margaretha di atas.
Margaretha yang tak pernah menyangka akan seperti ini, tentunya saja kaget setengah mati, iya yang hampir hampir setengah abad, tapi malah dilamar, dan tak pernah kepikiran oleh nya untuk menikah lagi, apalagi dengan Irfan, mantan kekasih dari kliennya yang terkenal suka main perempuan itu.
"maaf fan, saya tidak punya waktu untuk bercanda sama kamu, kalau kamu ke sini mau ketemu carnavan, dia sedang tidak ada di rumah, barusan dia bersama bibi Surti ke swalayan, sedangkan saya sibuk, sebaiknya kamu pulang!"ujar Margaretha dengan raut wajah datar sebab ia tak suka di prank seperti ini, apalagi dengan usia yang sudah tak mudah lagi.
"mar, saya sangat serius...... izinkan saya untuk menjadi pendamping!saya berjanji akan menjadi ayah yang baik untuk karnaval serta suami yang baik untuk kamu. saya ingin punya keluarga..... saya sayang sama kamu dan karnaval...."Irfan berlutut di hadapan Margaretha.
wanita paruh banyak itu memijat kepalanya yang mendadak sakit melihat tingkah Irfan memperlakukannya, apalagi pakai acara berlutut dengan menyodorkan sebukit bunga dan cincin, iya juga teringat kejadian di depan lapas beberapa tahun silam, di mana Irfan juga pernah melamar Carolina dan mendapatkan penolakan.
Margaretha berpikir keras, iya sebenarnya ingin menghindari Irfan karena tak ingin ayah biologis dari karnaval, merebut putra kesayangannya itu, namun, kini Irfan malah datang dengan menawarkan sebuah ikatan yang sakral, jujur dari hati, iya tak yakin mantan nara pidana kasus perkosaan itu dapat menjadi suami yang baik untuknya, ditambah pula,iya tak punya sedikitpun hati sebab perasaannya sudah lama mati semenjak dicampakkan mantan suaminya yang lebih memilih pelakor dibandingkan dirinya.
"mar, kamu mau yah jadi istriku?"Irfan membuyarkan lamunan Margaretha,fan, kalau kamu mengingatkan bisa bertemu setiap hari dengan putraku, maka kamu tak perlu sampai menikahi saya, kamu boleh bertemu dan bermain bersamanya sebab....
"Margaretha menghela nafas, iya masih ragu untuk jujur atau terus mengubur semua rahasia ini, akan tetapi, kebenaran tetap harus diungkap, iya juga kasihan dengan carnaval yang yang pernah menanyakan siapa ayahnya.
__ADS_1
"bukan hanya karena itu mar, kamu tahu kan.....saya ini memang sedang mencari seorang istri dan saya melihat sosok itu ada pada kamu..... sosok wanita baik, sayang sama anaknya dan pastinya juga akan menyayangi pria yang akan menjadi suami."Irfan berkata dengan mantap.
"aku sudah tua fan, jadi sudah tak berkeinginan untuk menikah lagi.hmm.... Masalah carnaval, ada sebuah kebenaran yang akan kuberitahukan padamu bangunlah, jangan berlutut seperti ini, ayo bicara di dalam!"Margaretha mengajak Irfan masuk ke ruang tamu dan ini perdananya iya mengajak pria itu masuk ke dalam rumahnya sebab selama ini hanya boleh bertamu sebatas teras saja.
"ada apa mar? carnaval kenapa?"Irfan tanya cemas karena ia tak ingin terjadi hal buruk kepada bocah laki-laki yang sangat ia sayangi itu.
Margaretha menarik nafas panjang sebelum memulai ceritanya,iya ingin Irfan tak lagi mengutarakan keinginan gilanya jika sudah mengetahui kebenarannya ini.
"begini fan, Naval itu.... sebenarnya adalah putramu.... Bersama Carolina, bayi yang diakui klienku itu meninggal ketika dilahirkan, jadi, iya itu darah dagingmu.... aku menyayanginya... tapi kumohon jangan ambil dia sekarang.... kamu boleh ke sini kapanpun, untuk saat ini hingga aku meninggal nanti, biarkan dia bersamaku, jika aku mati.... kamu bebas memiliki putramu itu.... Jadi, jangan berpikir untuk menikahiku hanya demi bisa dekat dengan Naval, sebab... Dia itu memang anakmu...."Margaretha merasa lega akan kejujuran yang sudah lama ia pendam ini.
Irfan tersenyum lebar, kenyataannya ini sungguh membuat hatinya senang, keinginannya untuk menikahi Margaretha semakin bulat,karena wanita yang memang tak cantik itu telah mengurus anaknya dengan sangat baik, iya tak memandang cantik dan modis lagi,tapi ia menginginkan seorang wanita yang tulus dan ia menemukannya pada diri wanita dengan tinggi 155 cm itu, dengan tubuh sedikit gemuk dan warna kulit hampir sama dengannya.
"saya tak salah pilih kalau begitu, kamu memang wanita yang tepat untuk menjadi istriku, Margaretha saya mohon.... menikahlah dengan Irfan syaqiel ini... kita akan membesarkan Naval bersama, kita akan menjadi keluarga yang harmonis, apa kamu tak menginginkan hal itu?"Irfan mantap serius wanita di hadapannya.
"Irfan, orang menikah itu harus saling cinta.... jangan main-main dengan hubungan pernikahan!"Margaretha masih belum mempercayai kesungguhan Irfan.
"cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu, yang sekarang ingin kudengar jawaban darimu....
maukah kamu menerimaku menjadi pendamping hidupmu?"Irfan berkata dengan mantap.
"jangan main-main,fan!"pertahanan Margaretha mulai goyah."aku ingin wanita tua yang jelek, carilah wanita muda lainnya saja!"
"aku mau kamu mar, wanita yang sudah mengurus anakku dengan sangat baik selama ini. aku tak memandang fisik, tapi hati...."menatap mata Margaretha yang mulai berambun.
Margaretha menangis haru mendengar perkataan Irfan, ia menganggukkan kepala sebagai tanda setuju atas ajakan pria itu untuk menikah. mungkin tak ada salahnya ia membuka pintu hati untuk ayahnya car, anak laki-laki yang sudah ia anggap sebagai anak sendiri itu.
"mau menikah sama mantan napi ini ibu pengacara?"kata Irfan dengan senyumnya.
Margaretha mengusap pipinya yang basah sambil tersenyum, iya tak menyangka kalau endingnya akan seperti ini.
"insya Allah.... "Jawabnya.
"kita nikah besok kalau begitu, makin cepat makin bagus, biar cepat bisa bermalam pertama...."Irfan menahan tawa.
Margareta merasakan jantungnya berdebar-debar saat melihat Irfan tersenyum, yang menurut pandangannya matanya sangat manis sekarang,"walau sebelumnya, dia tak pernah membayangkan akhir yang terjadi seperti ini.
"jangan macam-macam kamu,fan, aku ini wanita tua... yang mungkin takkan bisa..."
"saya hanya bercanda, semoga bisa langsung hamil di malam pertama, biar Naval, ada adiknya...."Irfan kembali tertawa, hatinya begitu bahagia saat ini.
Margaretha hanya geleng-geleng kepala mendengar banyolan pria yang telah membuatnya jatuh cinta secepat ini. iya harap Irfan serius,
*****
sebulan kemudian,Irfan sudah menikahi Margaretha dan kini menjadi keluarga bahagia sesuai doa car selama ini.Tak butuh waktu lama untuk keduanya saling cinta sebab Irfan memang merindukan sebuah keluarga dan wanita sederhana yang bisa menerimanya apa adanya, Margaretha merasa kembali muda semenjak menjadi istri Irfan. iya memulai melakukan perawatan diri guna menyenangkan suaminya itu, Carolina ke mana dia?"mungkin pada bertanya ke mana dia?"ketika liburan di Bali,iya ketemu seorang pria kaya dan saling jatuh cinta hingga keduanya memutuskan untuk menikah, akan tetapi, semuanya tak seindah keinginan, ketika mereka sudah menikah, suaminya malah jatuh miskin karena perusahaannya bangkrut.
masalah Tak sampai hanya di situ, buah hati yang ditambah-dambakan tak kunjung hadir, apalagi kini mereka hidup dalam keterbatasan, Carolina sampai menjadi buruh cuci guna menutupi biaya hidup,menjadi tulang punggung suaminya membuatnya semakin kesulitan untuk hamil sehingga akhirnya, sang suami memilih poligami dengan janda kaya.
Carolina yang tak sanggup hidup miskin merestui pernikahan suaminya agar mereka bisa hidup enak di rumah janda kaya itu, lagi lagi, realita tak seindah ekspektasi, Carolina malah menjadi pembantu di rumah madunya, tambah lagi, suaminya lebih mencintai istri muda yang kini sedang hamil, sedangkan ia sendiri malah tak kunjung bisa punya anak, itulah karma yang diterima mantan dokter kandungan itu.
******
dan Aurel dikaruniai satu anak laki-laki ketika cinta menginjak kelas 4 SD dasar, sedangkan aura kelas 1, kebahagiaan keluarganya semakin lengkap saja, sedangkan kasus hilangnya Maya sudah ditutup, dan siapa jatah diri dari clara, mantan pengasuh cinta dan tak kunjung juga hingga detik ini, kisah Maya mulai menghilang seiring perjalanan waktu.
__ADS_1
Bersambung