
''ma, tolongin...suamiku mau kabur ini!''teriak Nayla dengan tetap memeluk Ilham dari belakang.
''astaghfirullahal'adzim,jangan seperti ini !lepaskan saya!''ilham berusaha melepaskan diri gadis yang tak tampak seperti orang nggak waras itu.karena penampilannya berantakan dengan rambut acak-acakan.
''nayla,ada apa?''sang mama datang bersama bapaknya,''eh,calon suamimu sudah sadar?''sumbang wanita paruh baya itu sambil tersenyum dan membenarkan kain di pinggangnya.
''ma,bukan calon lagi tapi sudah jadi suami'kan udah nikah semalam....''ujar Nayla dengan mengedipkan sebelah mata kepala sang mama.
''ah iya,mama sampai lupa.syukurlah,mantu mama udah bangun dan sehat ,ayo kita serapan dulu!''wanita paruh baya mendekat lalu menggandeng tangan Ilham.
bapak hanya terbengong,tak mengerti akan permainan istri dan anaknya yang saling kedip- kedipan mata itu,ia tak mau ambil pusing terserah saja.
''maaf ibu, bapak dan Nayla....saya ada dimana ini?''ilham melepaskan tangan mama dan juga Nayla,ia melangkah mendekat dan mengedarkan pandangan ke sekeliling.
Ilham menghela napas bingung.tempat ini begitu asing baginya.didepan sana,terlihat lautan yang membentang luas,sedangkan disekeliling rumah terdapat deretan pohon kelapa.
''kamu berada dipulau xxx nak.bapak dan Nayla menemukanmu ditepi laut dengan memeluk batang pohon,lalu kamu membawamu pulang....ujar bapaknya Nayla.
''lalu...kita menikah dan kini sudah resmi menjadi suami istri,aku mencintaimu sayang...''nayla kembali mengapit lengang Ilham dan merebahkan kepalanya.
''saya mohon jangan mengada-ada....saya sudah punya anak dan istri,dan saya mau pulang...''ujar Ilham berusaha melepaskan diri dari Nayla.
''aaaaa......Abang...jangan gitu dong,baru juga tadi malam kita bermesraan,masa sekarang sudah lupa saja?aku istrimu bang....''nayla merengut dengan menghantakkan kakinya.
''ya sudah,,Nayla mungkin suamimu ini lupa kalau kalian sudah menikah.kita makan dulu,aja,biar dia segera pulih dan sehat ,ayo,mantu mama tersenyum kepada Ilham.
Ilham benar-benar tak mengerti akan situasi yang sedang ia hadapi sekarang,sedangkan ia merasa tak pernah menikah atau juga bercinta dengan wanita berambut kribo itu,ia masih perjaka ting-Ting dan hanya Aurel saja yang akan tetap ada dihatinya sampai kapan pun.ia tak mau terjebak selamanya dipulau ini.untuk sementara,ia akan memulihkan tangannya dulu,ia harus makan yang banyak biar cepat sehat lalu kabur dari sini.
beberapa saat kemudian,Ilham dan keluarga Nayla udah selesai serapan,dengan menu ubi rebus yang dimakan dengan ikan kering dan juga sambal terasi.walau makanan itu janggal dan aneh dilidahnya,Ilham memaksakan dirinya untuk makanannya.
''ma,jagain suami Nayla dulu ,Nayla mau mandi basah dan dandang yang cantik dulu,''ujar Nayla sambil senyum-senyum,menatap Ilham yang membuatnya begitu kesemsem.
''iya mandi sana!sabunan dan samphoan Nayla ,abis itu.... rambutnya kasi minyak kelapa biar bagus dan mengkilap,jangan jorok lagi.suamimu ini tampangnya selangit loh......hehehe......''sang mama terkekeh sambil menatap Ilham yang terlihat makin risih dengan keluarga yang menurutnya aneh itu.
''siapa namamu nak?''tanya bapaknya Nayla saat menghampiri Ilham.
''nama saya Ilham pak.bapak sendiri siapa namanya?saya sangat berterima kasih karena bapak sudah menyelamatkan saya,''ujar Ilham.
''panggil saya pak Imron,dan istri saya ma Iyem ....''jawab pria berkumis tebal yang tingginya hanya sebatas bahu Ilham itu.
''dan istrimu itu...namanya ... Nabila,Nabila binti Imron,''ma Iyem menyempil diantara suaminya dan Ilham.
pak Imron hanya melongos mendengar ocehan istrinya,lalu mengajak Ilham untuk turun dari rumah.
''pak, menantu kita jangan sampai hilang!pantau terus,kalau nggak.... putrimu bakalan jadi janda dan aku tak mau itu terjadi....''teriak ma Iyem.
Ilham yakin,semua ini hanya kebohongan dan karangan ma Iyem dan Nayla saja untuk menjeratnya terjebak selamanya di pulau ini.ia harus bisa menemukan jalan pulang.
pak Imron mendekati keranjang yang berisi ikan asin yang harus dijemur untuk dijual kepada para tengkulak yang akan datang sekali setiap sebulan kepulau tempat tinggalnya ini.
. Ilham sedikit menahan napas saat pak Imron mulai menjemur ikan-ikan itu diatas panggung yang terbuat dari kayu yang dialasi sebuah terpal besar.aroma yang keluar dari ikan asin itu tercium amis dan busuk.
Ilham berjalan kearah pinggir laut lalu mengedarkan pandangan ke sekeliling,ia menyusuri dan mencoba mencari tahu tentang pulau ini.setengah jam berkeliling,ia tak menemukan apa-apa,pulau tempatnya berada ini terletak ditengah-tengah lautan.jadi disekeliling hanya ada lautan yang mengelilingi pulau ini.ia tak mendapatkan informasi apapun,hanya tatapan aneh para penghuni laut yang menatapnya takjub hingga mengelilinginya dan menjadikannya tontonan,sebab wujud Ilham sungguh berbeda dengan warga asli pulau yang mayoritas berkulit hitam dengan rambut keriting hingga kribo.
''hey,,pergi kalian,dia ini suamiku!''nayla tiba-tiba menggandeng tangan Ilham dan menarik dari kerumunan warga pulaunya.
Ilham sedikit lega karena berhasil keluar dari kerumunan aneh itu yang tiba-tiba sudah membuatnya bagai tontonan.
''abang,,aku kan sudah bilang..... jangan kemana-mana,nanti kamu dimakan warga sini!ujar Nayla.
__ADS_1
''a-pa.... di- makan?!''ilham bergidik ngeri.
''iya warga pulau ini suka makan orang asing,kecuali keluarga ku....kami nggak mau makan manusia ganteng kayak kamu,kamu makannya ikan asin saja.... hehe....jawab Nayla.
Ilham berusaha melepaskan lengannya dari apitan Nayla.tapi wanita dengan rambut lepek yang dikepang dua itu semakin mengeratkan gandengannya.
''apa dipulau ini tak ada telepon?''tanya Ilham sambil menghentikan langkahnya didekat penjemuran ikan bapak Nayla.
''hah telepon?mahluk apaan bernama telepon itu?''nayla bertanya dengan mengerutkan dahinya.
''itu.... yang berkomunikasi dengan orang yang jauh.....bentuknya segiempat kecil dan ditempel ketelinga kalau mau menggunakannya....''jawab Ilham berusaha menjelaskan.
''nak...jangankan telepon,listrik pun tak ada dipulau ini,kami hidup dari alam yang tak ada barang elektronik seperti yang ada di kota itu....''pak Imron yang menjawabnya.
Ilham menghela napas berat,ia sedikit frustasi dengan keadaan sekarang,tak pernah terbayangkan sebelum olehnya kalau akan terdampar di pulau ini.dikepalanya mulai terbayangkan wajah Aurel dan cinta.yang pastinya sedang kebingungan karena ia tak kunjung datang.
pak ...saya mau pulang.....''ujar Ilham.
''bang kamu nggak akan bisa pulang kemana pun, tinggallah disini!kita membina keluarga yang bahagia dan menciptakan keturunan yang tampan dan cantik serta putih sepertimu....''nayla kembali mengapit lengan Ilham .
''nayla,saya ini sudah punya istri dan anak,saya mau pulang.pak Imron,bagaimana caranya agar saya bisa pulang ke kota xxx?''tanya Ilham sambil melepaskan tangannya dari Nayla dan mendekati pak Imron yang masih menyusun ikan-ikan diatas penjemuran.
''kota xxx itu sangat jauh dari sini dan aku juga tak tahu caranya untuk kesana.''pak Imron menyudahi pekerjaannya.
''bang,pulau ini tak bisa dijangkau dengan kendaraan apa pun,menetaplah disini,kita juga sudah menikah,kamu sudah memperawani aku tadi malam.....barusan tadi aku sudah mual-mual loh....kayaknya udah hamil ini...''nayla memegangi perutnya dengan berpura-pura mual.
pak Imron hanya menggeleng-geleng kepala melihat tingkah Putrinya itu,Ilham tak menghiraukan ocehan Nayla sebab ia tak percaya sedikit pun.
''pak, ikan-ikan asin ini akan dijual atau untuk dikonsumsi sendiri?''tanya Ilham tiba-tiba
''untuk dijual nak,dan inilah mata pencarian kami dipulau ini,''jawab pak Imron lagi.
''setiapa awal bulan akan datang kapal tengkulak kesini untuk membeli ikan-ikan asin ini,lalu kami juga menukarnya dengan beras,perlengkapan dapur,pakaian dan juga barang lainnya yang mereka jual.begitulah kehidupan kami disini,kami tak pernah keluar dari pulau,warga luar pulau yang akan kesini.jelas Imron.
''kapan kapal itu datang kesini lagi?''tanya Ilham sedikit mendapatkan angin segar sebab ia bermaksud menumpang kapal itu untuk bisa pulang kekotanya.
''baru juga beberapa hari kapal itu datang,jadi bulan depan lagi....''jawab Imron.
selain kapal tengkulak itu,apa tak ada kapal lainnya yang singgah kepulau ini?''tanya Ilham lemas,karena ia harus menunggu satu bulan lagi untuk bisa keluar dari pulau ini.
''nggak ada lagi,nak,''pak Imron menjawab apa adanya.
''abang... sudahlah, jangan kemana-mana lagi.ayo pulang ah,disini panas,nanti aku malah makin gosong....''nayla menarik tangan Ilham.
''kamu duluan saja,saya masih mau disini,''jawab Ilham sambil duduk dipinggir laut.tatapanya lurus kedepan, hatinya benar-benar susah akan keadaannya ini.ia bersyukur,Allah masih memberikan umur panjang,tapi ia sedih karena terdampar kesusahan untuk pulang.
Nayla mencibik kecewa,pak Imron memberi isyarat kepada putrinya itu untuk pergi sebab ia tahu Ilham perlu menenangkan pikirannya karena tak bisa pergi secepatnya dari pulau ini dikarenakan tak ada akses jalan keluar.
dengan kesal, Nayla Melangkah menuju rumah berdinding kayu dengan atap daun itu,ia tahu,pria yang berwajah tampan itu takkan bisa pergi dari pulaunya ini dan mau tak mau ia akan menerima nasib menjadi suaminya,ia terkekeh sendiri dan tak sabar bisa mentoel-toel wajah rupawan itu.ia juga sudah membayangkan bakal memiliki anak-anak yang cantik dan ganteng jika mereka menikah nanti.
****
''jadi begitu pak , ceritanya.dokter Irfan sudah mengaku perbuatan kejinya kepada saya dan saya mau membuat laporan pemerkosaan atas diri saya 14 bulan silam,''aurel setelah memutar hasil rekaman pembicaraannya dengan Irfan tadi pagi.
''baiklah mba,aurel.laporan anda sudah saya catat.hari ini juga,kami akan menciduk tersangka dan meminta keterangannya.rekaman itu akan kami simpan sebagai barang bukti,apa anda masih punya salinannya?''jawab polisi yang mencatat laporan Aurel siang itu dipolres kota.
''iya pak,saya masih punya kok yang diponsel juga di laptop.baiklah,kalau masih perlu keterangan dari saya,saya siap.atau juga....bapak bisa mengabarkan pak Sanusi,beliau adalah pengacara saya.''aurel menarik napas lega sambil menoleh pengacara keluarganya itu.
''untuk saat ini, keterangan yang mbak aurel berikan sudah cukup,nanti akan kami hubungi jika ada perkembangan dari kasus ini,''jawab sang polisi lagi.
__ADS_1
Aurel manatap lega sang pengacara paruh baya disampingnya,ia sangat berharap Irfan dihukum seberat mungkin.
''mbak Aurel langsung pulang,yah.saya akan terus memantau Kasus ini saya akan mengabarkan perkembangannya.mbak tenang saja,dengan bukti itu....dokter cabul pasti akan dihukum seberat mungkin,''ujar sang pengacara saat mereka telah tiba diparkiran.
''iya pak,nanti kabari saya kalau parah polisi sudah menciduk irfan.dia harus dihukum seberat mungkin,gelar dokter Tak lantas untuk pria mesum seperti dia!''jawab Aurel dengan kesal.
''mbak Aurel tenang aja,semua akan berjalan sesuai dengan hukum yang berlaku.saya pastikan dia akan mendekam di penjara,''jawab pak Sanusi mantap.
Aurel tersenyum tipis,lalu membuka pintu mobilnya dan masuk,ia akan langsung pulang dan akan menunggu kabar tentang Irfan dirumahnya,dalam hati.ia tetap berharap akan kepulangan Ilham suaminya.hatinya kembali pilu saat teringan ayah dari putrinya itu,ia merindukan Ilham,tanpa ia sadari.air matanya langsung meleleh begitu saja,walau ia masih berusaha tegar dan optimis namun tetap bersedih juga.
''kak, pulang....aku dan cinta nungguin kamu....''lirihnya dengan pandangan yang kabur akan air mata yang terus saja berjatuhan tanpa henti.
''dimana pun kamu berada, kudoakan agar kamu baik-baik saja,kak.kamu pria terbaik dalam hidupku,kak.kamu takkan terganti dan aku akan tetap nungguin kamu sampai kapan pun!''gumamnya lagi dengan keyakinan Ilham pasti akan pulang.
Aurel mulai terkenang masa lalu,saat kebersamaan mereka dahulu,saat statusnya masih kakak dan adik Aurel yang menjadi primadona di sekolahnya,tentu saja menjadi rebutan dan ia pun tak melewatkan kesempatan saat sang ketua OSIS menembaknya jadi pacar, masa-masa SMA penuh kenangan dan cinta pertama,walau ia tak benar-benar merasa jatuh cinta dengan Arnold.yang saat itu menjadi pacar pertamanya.
''mau kemana?''tanya Ilham kala itu saat Arnold menjemput Aurel di depan rumahnya, mereka mau kencang perdana dan kencang nyantai dikafe.
''mau jalan kak,kan sore Minggu ini,''
''saya Arnold kak,mau izin ajak Aurel jalan,''ujar Arnold sambil mengulurkan tangannya.
Ilham tak mau menyambut tangan cowok dengan alis tebal itu,itu hanya menampakkan wajah garang,layaknya seorang kakak yang selalu ingin melindungi adiknya.
''hmm.....pulangnya jangan sampai lewat pukul 17:00!"ujar Ilham yang waktu itu baru pulang dari kampus,ia melangkah menuju pintu.
"kak ini udah pukul 16:30 loh,,mau ngapain cuman 30 menit itu....Aurel melongos kesal.
"ya udah jangan kemana-mana! ngobrolnya diteras saja sambil mengamati kuaci,"jawab Ilham sambil berlalu.
Arnold dan Aurel hanya bisa sambil lirik kecewa dan memutuskan untuk mengikuti saran sang kakak.untuk duduk diteras saja dan menunda acara jalan-jalan mereka.
"kamu sih yank dandannya lama banget,padahal aku kesini udah dari satu jam yang lalu,"sengit Arnold kesal.
"kan biar cantik...."Aurel Aurel mengerucutkan bibirnya.
"biar nggak dandan ,udah cantik kok....."goda Arnold sambil meraih tangan Aurel.
Aurel jadi mesem-mesem,seperti sedang bertabur bunga sakura.
"hmm...Ilham berdehem nyaring saat melewati dua pasangan kekasih yang sedang pandang-pandangan itu.
sontak keduanya langsung menegakkan badan dan menarik tangan masing-masing.ilham menoleh kearah Arnold dengan menunjukkan jaket ditangannya ia mengajaknya untuk bermain bulu tangkis dihalaman.dengan sopan,pacar Aurel itu mendekat dan menuruti ajakan Ilham ,acara pacarannya berantakan sudah.
Aurel tersenyum sendiri saat membayangkan hal itu, Arnold satu-satunya pacarannya pas SMA yang memutuskan hubungan diusia 3bulan pacaran mereka.mereka putus Tampa sebab menurutnya,yang mungkin karena ulah Ilham yang selalu mengacaukan acara kencangnya.
zaman kuliah juga, Ilham pernah menyuruh pacarnya Aurel pulang saat mereka mau acara malam mingguan.saat itu Aurel sedang berdandan,dan ketika ke teras untuk menghampiri sang pacar,tahunya udah nggak ada lagi dan besoknya Aurel langsung diputusin.sejak saat itu,ia mulai malas berpacaran,dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama sang kakak yang ternyata memang menaruh hati kepadanya sudah sejak dari lama.
******
[apa yang kamu lakukan ,bodoh?aku melihat ada beberapa polisi ke apartemenmu.kamu dimana sekarng?cepat kabur keluar kota atau perlu keluar negri!jangan seret namaku jika menyangkut kasus aurel!]
Irfan membaca pesan dari Carolina saat ia baru keluar dari supermarket, jantungnya berdebar tak karuan,dengan cepat ia segera berlari menuju mobilnya lalu mengeluarkan boto air mineral didalam kantong belanjaannya.
''ya tuhan,apa yang terjadi?apa Aurel lapor ke polisi atas pengakuanku tadi pagi?''irfan bergumam sendiri sambil memegangi kepalanya.
''apa Aurel merekam pembicaraan kamu?''irfan menegakkan kepala sambil memukul setir,ia benar-benar kecewa dengan sikap Aurel jika memang semuanya itu benar.
bersambung.......
__ADS_1