Dijual Ibu Tiri Dibeli Mafia Kejam

Dijual Ibu Tiri Dibeli Mafia Kejam
Kembali diingatkan


__ADS_3

Anaya yang merasa aneh dengan sikap Albert, dirinya sama sekali tidak bisa untuk menebaknya.


"Terus, apa maksudnya suruh membuatkannya kopi pahit yang panas coba? kalau hanya di seruput doang. Sungguh sangat merepotkan. Bilang aja kalau cuma mau mengerjai aku, dih! benar-benar menyebalkan." Gumam Anaya yang masih duduk.


Karena tidak ada kegiatan, akhirnya Anaya memilih untuk menemui Bi Ratna. Setidaknya mempunyai kesibukan dan tidak merasa bosan dan jenuh ketika berada di rumah.


Sedangkan Albert yang tengah bersiap-siap untuk pergi, dia tidak lupa menghubungi Arsen untuk mengantarkannya ke tempat tujuan.


Arsen yang selalu siap siaga ketika dipanggil atau dibutuhkan, selalu tepat waktu. Begitu juga dengan Yusan, sama halnya yang selalu tepat waktu dalam melakukan tugasnya.


Selesai bersiap-siap, Albert segera keluar dari kamar.


"Ayo kita berangkat. Antar aku ke rumahnya dokter Auno." Perintah Albert.


"Baik, Tuan." Jawab Arsen sambil memberi hormat kepada bosnya.


Kemudian, keduanya segera berangkat ke tempat tujuan, yakni ke rumah dokter Auno untuk melakukan pengobatan.


Didalam perjalanan, Albert masih diam. Entah apa yang sedang dipikirkannya, Albert hanya melihat jalanan lewat jendela kaca mobil.

__ADS_1


"Arsen."


"Ya, Tuan." Sahut Arsen yang tengah fokus menyetir mobil.


"Apakah kamu sudah membatalkan kerja sama soal penyelundupan barang yang pernah kamu pesan?" tanya Albert sambil menatap jalanan.


"Sudah, Tuan. Mereka tidak mau melepaskannya. Kerja sama akan tetap berlanjut. Soal tempat untuk menampung barang-barang yang akan dikirimkan dari luar negri, tetap aman dan terkendali. Hanya saja, Tuan untuk diminta ikut beroperasi. Juga, pembagian hasil akan di rubah." Jawab Arsen sambil menyetir mobilnya.


Albert tidak menanggapinya.


"Katakan pada orangnya, kalau aku tetap membatalkan kerja sama. Aku mengatakan keluar dari kerja sama."


"Tuan yakin? apa tidak sayang meninggalkan kerjaan yang sudah menjadi candu untuk Tuan? bahkan, kita bersaing dengan yang lainnya sangat ketat."


"Tujuan Tuan, memangnya apa tujuannya Tuan?"


"Aku ada sesuatu yang harus aku selesaikan dalam jangka dekat ini. Mungkin juga aku membutuhkan waktu yang lama untuk mengungkapkan kebenarannya. Maka dari itu, aku membatalkan kerja sama, dan mau fokus dengan tujuanku. Kalau kamu bersedia membantuku, aku akan membicarakannya nanti sama kamu bersama Yusan."


"Apa yang tidak untuk Tuan. Saya siap membantu Tuan kapanpun dibutuhkan."

__ADS_1


"Bagus. Aku suka dengan keputusan kamu. Sekarang juga, kamu tambahkan gasnya. Hari ini aku tidak mempunyai banyak waktu untuk bersantai."


"Baik, Tuan." Jawab Arsen ketika mendapat perintah dari bosnya.


Setelah itu, Arsen segera menambahkan kecepatannya sesuai yang diperintahkan bosnya.


Benar saja, tidak memakan waktu yang lama, akhirnya sampai juga di rumahnya dokter Auno.


Saat itu juga, Albert segera masuk ke rumahnya. Sedangkan Arsen menunggunya di depan rumah dan ditemani salah seorang penjaga rumah dokter Auno.


Sampainya di dalam ruangan khusus, Albert tengah diobati oleh dokter Auno dan juga mengganti perban.


"Kaki kamu kenapa jadi bengkak begini? pasti sama kamu buat jalan terus, benarkah?"


"Mau gimana lagi, aku abaikan rasa sakitnya. Kalau aku memanjakan kakiku, yang ada badanku sakit semua. Kamu 'kan tahu sendiri, aku paling tidak suka untuk diam, otak maupun kedua tanganku dan kedua kakiku." Jawab Albert sambil menahan rasa nyeri dan juga sakit bagian kaki yang terkena temb_akan.


Dokter Auno hanya menggelengkan kepalanya, lantaran mendapat pasien yang keras kepala seperti Albert.


"Aw! pelan dikit kenapa itu ngobatinnya, perih tau itu." Pekik Albert saat terasa nyeri ketika lukanya tengah dibersihkan.

__ADS_1


"Makanya sudahi itu pekerjaan kamu yang ilegal. Aku sama sekali tidak mendukung kamu. Bukankah kamu itu mempunyai otak yang cerdas, gunakan itu. Apalagi mau menikah, kamu tidak akan mungkin terus-menerus bersembunyi dibalik punggung istrimu. Se rapat-rapatnya kamu menyembunyikan sesuatu pada pasanganmu, suatu saat kamu akan ketahuan." Ucap dokter Auno tengah mengingatkan teman karibnya.


Tidak peduli jika marah, yang terpenting selalu mengingatkan, pikir dokter Auno.


__ADS_2