
Hai readers setia... berjumpa lagi dengan Anaya dan Albert..
Masih di dalam kamar. Anaya masih dengan kegugupannya dan juga rasa takut yang tengah menghantui pikirannya saat berada didalam satu kamar dengan lelaki yang sudah membelinya dengan harga yang cukup besar nominalnya.
"Kamu kenapa?" tanya Albert saat memegangi dagunya dan menatapnya dengan serius, yang pastinya membuat detak jantung Anaya semakin berdegup dengan kencang.
Bahkan, Albert sendiri dapat merasakannya.
"Aku- aku cuma takut saja, aku takut belum siap." Jawab Anaya dengan asal, tidak peduli baginya jika jawabannya sangatlah memalukan.
Perlahan, Albert lebih mendekatkan lagi wajahnya hingga tinggal beberapa inci lagi bibirnya dapat menyentuhnya.
Napas yang tidak karuan, lagi-lagi membuat Anaya panas dingin rasanya. Sedangkan Albert sendiri tidak peduli meski terlalu cepat tanpa benih-benih rasa cinta, tujuannya hanya untuk mengikat Anaya agar tidak menjadi sasaran empuk oleh orang tuanya dan adiknya.
__ADS_1
"Apakah kau sudah siap melayaniku?" tanya Albert dengan napasnya yang terasa hangat.
Anaya yang mendapat pertanyaan, pun tidak tahu harus menjawabnya apa. Takut jika menolak, lebih takut lagi jika melayaninya.
Tanpa peduli jika istrinya harus memberontak, Albert langsung menyambar bibir miliknya Anaya yang sudah begitu menggoda. Tidak peduli jika Anaya melakukan penolakan, tujuannya hanya satu untuk mengikat istrinya agar menjadi miliknya seutuhnya.
Anaya pun membulatkan kedua matanya dengan sempurna saat suaminya merampas miliknya, yakni mencium bibirnya. Tidak ambil diam, Albert terus memancing istrinya agar mendapat respon darinya. Juga, kedua tangannya tidak ambil diam, ia terus aktif dengan segalanya hingga membuatnya semakin membara dan juga menggebu.
Anaya yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolak, dan takut jika akan mendapat perlakuan kasar dari suaminya, hanya meneteskan air mata hingga kedua tangannya mengepal begitu kuat dan mencengkram seprei.
Albert menjatuhkan tubuh istrinya di atas tempat tidur, Anaya di bawah kungkungan suaminya yang sulit untuk berkutik.
Albert yang tidak mempedulikan istrinya yang tengah meneteskan air mata sambil manahan suara tangisnya agar tidak pecah, Albert terus mencu_mbu istrinya hingga kini keduanya sama-sama tidak ada sehe_lai benang pun yang menempel di tubuh mereka masing-masing. Keduanya hanya terbalut oleh selimut untuk menik_mati malam pertamanya.
__ADS_1
Air mata yang keluar di kedua sudut matanya Anaya, kini membanjiri kedua pipinya saat dirinya harus melayani suaminya. Albert sama sekali tidak mempedulikannya, ia terus melanglang buana dimalam pertamanya bersama sang istri. Tidak ada rasa cinta, hanya kepu_asan untuk dinikmatinya hingga keduanya berakhir diujung kenik_matan yang terakhir hingga terkulai lemas dan jatuh di atas tempat tidur.
Anaya yang merasakan sakit yang lumayan luar biasa ketika harus menyerahkan mahko_tanya kepada suami yang sudah membelinya, ada perasaan sedih yang begitu dalam ketika mah_kota yang berharga miliknya telah diambil oleh lelaki yang sudah bersikap kasar kepadanya.
Albert yang seolah tidak mempunyai rasa bersalah, ia segera bangkit dari posisinya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sedangkan Anaya masih dalam balutan selimut dengan tubu_hnya yang polos.
Sungguh malam pert_ama yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya jika akan melakukannya bersama lelaki yang sama sekali tidak dicintainya.
Anaya yang masih berbalut selimut tebal, tengah bersandar di kepala ranjang tempat tidur.
Albert menyeringai saat menatap sebuah cermin, entah apa yang sedang ia pikirkan. Mungkinkah karena malam pertamanya? atau mungkin saja rencana yang sedang disusun dengan rapi.
Selesai mandi, Albert berjalan mendekati Anaya yang sedang bersandar sambil melamun.
__ADS_1
"Tidak perlu kau sesali, kita melakukannya secara kesepakatan. Jadi, diantara kita tidak ada yang dirugikan. Aku akan segera membantumu untuk menunjukkan kebenarannya. Sekarang juga, cepetan kau mandi, dan segeralah istirahat." Ucap Albert sambil mengenakan kaos oblong.
Anaya masih diam, seolah dunianya telah hancur dan gelap.