
Selesai wawancara semua orang bersalaman dan bubar dari acara tersebut. Banyak juga yang memberikan ucapan selamat pada Viona, termasuk kru-kru dari TV tersebut. Setelah makan siang dan sholat dzuhur, Viona langsung pergi ke lobi. Viona sedang menunggu pak San di sana, tiba-tiba Dandi datang menghampiri dia.
“Hai Vio, boleh gue duduk” Dandi datang.
“Hai, boleh, duduk saja” Viona sibuk main ponselnya.
“Selamat ya, loe udah berhasil sekarang. By the way cantik...” ucap Dandi.
“Thanks, what do you mean cantik?” Viona tidak paham.
“Maksud gue, loe cantik semenjak pake hijab, when?” jawab Dandi.
“Owh, pakai hijab, sejak gue lulus SMP. Masuk SMA gue langsung pakai hijab. Bagaimana kabar loe sekarang, sejak kapan pula loe punya TV ini?” tanya Viona juga.
“Gue baik, sejak 2 tahun yang lalu. Loe tahu kan dulunya bokap gue yang pegang ini TV, setelah lulus gue yang lanjutkan” jawab Dandi.
“Oh iya gue lupa” kata Viona.
“Kita pergi makan yuk, nanti kita ngobrol-ngobrol sebentar dan gue antar loe pulang” ajak Dandi.
“Boleh juga, tapi gue harus bilang sama rektor gue dulu” jawab Viona.
Kemudian datang pak San “ayo Vio, kita pulang”.
Viona dan Dandi berdiri “Pak saya pulang bareng mas Dandi saja, bapak bisa langsung ke kampus, nggak usah antar Vio pulang” ucap Viona.
“Owh baguslah kalau gitu, bapak pulan dulu ya” pak San langsung pergi.
“By the way, kita berangkat sekarang atau gimana?” tanya Viona.
“Tunggu bentar ya, gue mau temui sekretaris gue dulu” jawab Dandi.
“Loe punya sekretaris” Viona tersenyum “its ok, silakan, gue tunggu disini” Viona duduk lagi.
Dandi tidak ngerti maksud Viona, dia tetap diam disana “apa lagi, cepat!” ucap Viona.
Kemudian Dandi langsung pergi “gue sebentar kok”.
Setengah jam lebih Viona menunggu Dandi, dia baru datang. Sampai disana ternyata Viona ketiduran “Vio.. Vio.. bangun” Dandi membangunkannya.
Viona terbangun “kenapa lama kali, katanya sebentar”.
“I’m sorry, tadi ada masalah sedikit. Ayo kita pergi” Dandi minta maaf.
“Its ok, gue udah biasa kalau janji sama loe. Ayo!” ucap Viona sambil jalan duluan.
Dandi tersenyum, lalu dia mengejar Viona ke parkiran. Sampai di parkir, mereka naik mobil dan langsung pergi ke restoran favorite Viona.
“Kita makan disini ya, loe suka kan?” tanya Dandi.
Viona melihat jam “iya gue suka, ayo” Viona buru-buru masuk.
“Gue akan buat loe suka lagi sama gue Vio” kata hati Dandi.
Mereka langsung mencari tempat duduk, setelah dapat Vio langsung minta izin buat sholat. “Dandi, gue udah telat sebab nunggu loe lama kali tadi, gue mau sholat dulu tolong pesan buat gue ya” Vio langsung pergi.
“Kata gue, buru-buru karena makan di restoran favorite dia ternyata buru-buru mau sholat. Sabar saja loe Dandi, loe seperti nggak tahu saja Viona bagaimana” Dandi bicara sendiri.
Dandi memanggil pelayan dan memesan makanan buat mereka berdua. Makanan sudah sampai tapi Viona belum juga datang, sudah setengah jam Dandi menunggunya. Dandi sibuk lihat ponselnya, tidak lama kemudian Viona datang.
“Sorry kalau gue lama” Viona langsung duduk.
__ADS_1
“Its ok. Gue pesan loe itu, nggak kenapa-kenapa kan?” ucap Dandi.
“Nggak apa-apa, ini kan makanan kesukaan gue. Wait loe masih ingat?” ucap Viona.
“Of course lah gue ingat, tempat kita sering makan dulu. Ayo kita makan !” ajak Dandi.
“Loe sekarang tinggal dimana? Nggak mungkin kan, loe pulang balik Bandung!” tanya Viona.
“Kan bokap gue ada rumah disini” jawab Dandi.
“Iya, gue tahu, dimana?” ucap Viona.
Dandi tersenyum “loe masih sama, suka marah. Gue tinggal di perumahan yang sama dengan Radit”.
Viona terkejut “apa, loe kenal Radit?”.
“Kenal lah, dia kan senior gue di kampus, lagian gue sering lihat loe ke rumah Radit. Gue juga tahu kalian berdua ada hubungan kan, masih sama Radit kan?” tanya Dandi.
“Nggak, udah 2 tahun gue nggak pacaran sama dia. Kalau loe sering lihat gue, kenapa loe nggak panggil gue” ucap Viona.
“Gue sempat mau panggil loe, tapi setiap mau panggil loe udah jauh. Kenpa loe putus sama Radit?” tanya Dandi.
“Nggak ada apa-apa, mungkin nggak jodoh. Kalau loe sama siapa sekarang?” Viona tanya balik.
“Gue, gue nggak ada punya pacar sama dengan loe. Gue sukanya kan sama loe” jawab Dandi.
Viona tersedak dan Dandi langsung memberikan minum “loe jangan mulai lagi Ndi. Loe tahu kan jawaban gue apa!”
“Gue tahu, sampai kapan pun gue akan tunggu loe” jawab Dandi.
“Nggak usah janji-janji deh, gue udah sering dengar itu semua. Setiap loe janji gue pasti kecewa juga akhirnya” ucap Viona.
“Sekarang gue serius” kata Dandi.
“Cepat kali baliknya, kita pergi jalan-jalan dulu atau pergi nonton, gimana?” Dandi masih ingin bersama Viona.
“Gue nggak bisa, bentar lagi maghrib. Lagian gue besok banyak pekerjaan dan gue harus bangun pagi. Kalau kita pergi jalan-jalan atau nonton pasti sampai rumah kemalaman. Jadi gue kecapekan dan malas bangun pagi, lain kali sajalah” ucap Viona.
“Ok, fine, kita balik” Dandi mengalah.
Dandi memanggil pelayan untuk bayar makanan mereka. Kemudian dia langsung mengantar Viona ke rumahnya. Sebelum sampai rumah Viona, waktu maghrib sudah tiba, Viona langsung minta berhenti di masjid untuk sholat. Selesai sholat mereka langsung pulang ke rumah Viona. Sampai di rumah Viona, dia langsung turun dari mobil Dandi. Dandi langsung memberhentikan Viona sewaktu dia mau jalan masuk ke rumah.
“Vio tunggu” ucap Dandi sambil turun dari mobilnya.
“Iya, kenapa?” tanya Viona.
“Loe banyak berubah sekarang kan, rajin sholat dan sudah pake hijab. Gue rasa gue emang suka balik sama loe” ucap Dandi.
“Dandi jangan mulai lagi, gue tahu kalau loe itu emang suka balik sama gue. Tapi untuk sekarang gue minta maaf, gue nggak bisa” Viona menolaknya.
“Ya udah kalau loe nggak mau, gue harap pertemuan kedua kita ini tidak akan sampai disini saja ya!” ucap Dandi.
“Ya ngga lah, loe lupa gue ada kontrak sekarang sama TV loe. Otomatis kita pasti akan ketemu lagi. Sebelum gue lupa, ini undangan pertunangan buat loe” Viona mengasih undangan.
Dandi kaget “pertunangan, pertunangan loe?”
“Loe ini kenapa sih, lebay kali sekarang. Itu pertunangan mas Vandi dan kak Vani, itu juga undangan doa syukuran gue. Jangan lupa datang dengan pakaian yang sopan ya, soalnya nanti ada pengajian” ucap Viona.
“Loe emang suka ngejek gue kan!” Dandi kesal.
“Udahlah, gue masuk. Sekali lagi thank you, assalamualaikum” Viona langsung masuk ke rumah.
__ADS_1
Sampai di dalam rumah semua orang sedang makan malam “mbak kok udah malam sampai rumah?” ucap mama.
Viona menghampiri mereka “tadi ketemu sama Dandi, jadi kita pergi makan dulu baru di antar pulang” jawab Viona.
“Dandi mana?” tanya papa.
“Dandi senior mbak waktu SMP pa, jadi yang punya stasiun TV tadi dia. Jadi kita ketemu dan mbak di ajak makan sama dia” jawab Viona.
“Owh gitu, mbak nggak makan lagi” ucap mama.
“Nggak ma, udah kenyang. Adek mana?” tanya Viona.
“Adek tadi di jemput Salsa, dia tidur di rumah bibi kamu” jawab mama.
“Ya udah ma, pa, mbak ke atas dulu” Viona langsung pergi.
Sampai di kamar Viona menelepon Kiki “assalamualaikum buruk”.
“Waalaikumsalam jelek, why?” tanya Kiki.
“Besok kita ketemu yuk, ajak Fuji sekali. Sebab aku mau bicara mengenai wedding kalian, bisa?” tanya Viona.
“Ok, siip. Aku jemput atau kita ketemu saja?” tanya Kiki lagi.
“Kita ketemu saja, sebab aku mau ketemu abang Indra dulu” ucap Viona.
“Ok, itu aja?” ucap Kiki.
“Iya, udah ya, assalamualaikum” Viona menutup telepon.
“Waalaikumsalam” Kiki menutup telepon.
Setelah menelepon dengan Kiki, Viona langsung menelepon Indra “assalamualaikum bang”.
“Waalaikumsalam Vio, sehat?” tanya Indra.
“Alhamdulillah bang. Abang besok libur kan, ketemu yuk, ada yang ingin Vio omongin” ajak Viona.
“Boleh, abang jemput atau Vio jemput abang?” tanya Indra.
“Vio yang jemput abang, abang di apartemen atau di rumah sakit?” tanya Viona.
“Abang di rumah sakit, besok pagi sebelum pergi abang mencek pasien abang dulu” jawab Indra.
“Ok bang....” ucap Viona.
“Vio tunggu, kata mas Vandi dia akan tunangan, kapan?” tanya Indra.
“Sabtu besok bang, sebenarnya Vio ajak abang ketemu juga mau bilang itu tadi. Kapan mas bilang sama abang?” tanya Viona.
“Dua hari yang lalu, mas nelvon menjelang berangkat ke London” jawab Indra.
“Owh.. ya udah bang, Vio mau tidur dulu, capek” ucap Viona.
“Ya udah, istirahat lagi, assalamualaikum” Indra menutup telepon.
“Waalaikumsalam” jawab Viona, setelah itu dia langsung tertidur.
--
--
__ADS_1
--
BERSAMBUNG