DILEMA (Menentukan Pilihan)

DILEMA (Menentukan Pilihan)
Shopping


__ADS_3

Viona seperti biasa sedang di butik, tiba-tiba karyawannya masuk “assalamualaikum, mbak!”


“Waalaikummussalam, iya kenapa?” tanya Viona.


“Diluar ada asisten Rian, mau ketemu sama mbak”.


“Suruh masuk saja”.


Karyawan tadi keluar dan menyuruh Rian untuk masuk, Viona sudah duduk di sofa. “Selamat pagi, nona” ucap Rian.


“Pagi, silakan duduk” ucap Viona.


Rian duduk didepan Viona “ada apa asisten Rian?” tanya Viona.


“Saya kesini mau ngantar ini” Rian mengeluarkan amplop berisi kartu kredit.


“Apa ini!” Viona mengambilnya dan membuka amplop. “Untuk apa ini semua?” tanya Viona.


“Hari ini kan bos sudah janji mentraktir seluruh sahabat nona dan nona untuk shopping. Karena sekretaris bos tidak bisa datang, makanya saya yang datang. Sekarang nona sama sahabat nona bebas mau pergi kemana saja” penjelas Rian.


“Kan gue sudah dikasih sama Delon kartu kredit, ini semua untuk apa lagi?” Viona tidak mengerti.


“Kalau yang sama nona itu memang buat nona dan sandinya sudah diganti sama bos dengan tanggal pernikahan nona besok. Kalau yang ini khusus buat belanja hari ini, nanti bos akan mengambilnya kembali. Oya nona, nona hari ini terakhir datang ke butik kata bos. Sebab mulai besok nona tidak boleh keluar rumah tanpa bos. Mengenai pengajian akan diadakan dua hari menjelang pernikahan, diadakan di rumah nona. Bos juga sudah mengundang anak yatim piatu sama jemaah masjid dekat rumah nona” kata Rian.


“Kenapa dia memutuskannya sendiri?” Viona sedikit sebal.


“Itu saya tidak tahu nona, coba nona yang ngomong sama bos” Rian langsung memanggil Delon.


Delon mengangkatnya “ini nona” Rian memberikan ponsel sama Viona.


Viona mengambilnya “apa maksud semua ini?”.


“Yang mana syang?” Delon tidak paham.


“Pertama masalah kartu kredit, okelah aku paham. Kemudian masalah aku tidak boleh ke butik mulai besik, aku juga paham sebab mama dan pap juga sudah melarang. Yang membuat aku sebal mengenai pengajian, kenapa gak bicara sama aku?” ucap Viona.


“Kamu tenang dulu ya. Kamu tahu gak acara kita H-4, sekarang aku sengaja menyuruh kamu pergi shopping sama sahabat kamu. Besok kita akan fitting baju terakhir, besoknya lagi baruk kita mengadakan pengajian. Kenapa aku minta di rumah kamu, sebab aku tahu kamu besar disana dan pasti kamu akan kangen terus sama rumah kamu itu. Asal kamu tahu, mulai dari kita selesai resepsi kamu tidak akan tinggal di rumah kamu, kamu akan tinggal di rumah aku. Semua itu aku lakukan hanya untuk kamu, sayang” penjelasan Delon.


“Hmz... aku jadi terharu. Ya sudah, aku setuju, terus kenapa dua hari menjelang kita nikah?”.


“Karena setelah pengajian, besoknya kita akan langsung ke puncak dan kamu tidak akan bisa ketemu sama aku lagi. Meskipun kita tinggal di tempat yang sama, kamu juga butuh persiapan khusus buat acara tersebut. Sayang, semuanya sudah aku rencanakan, jadi jangan khawatir lagi, ya” Delon.


“Iya sudah, aku terima. Makasih ya sayang aku my hubbie” ucap Viona.

__ADS_1


“Iya, sma-sama” Radit langsung mematikan panggilan.


“Oke asisten Rian, akan saya terima semuanya. Loe bisa kembali bekerja seperti semula, oya loe jangan lupa beri undangan sama Sera dan Pak Hans” Viona mengingatkan Rian.


“Iya, nona. Ini saya mau langsung kesana” ucap Rian.


“Makasih asisten Rian” ucap Viona sebelum Rian pergi.


***


Setelah kepergian Rian, Viona langsung memberitahukan di grup “assalamualaikum guys, gimana pergi shoppingnya”.


“Jadi...” Jesika.


“Jadi, dimana?” Lala.


“Iya, dimana?” Luna.


“Gimana tempat biasa di mall yang biasa” Jesika.


“Oke..” Luna.


“Oke..” Lala.


“Siip..” balas Lala dan Luna.


“Wulan gimana @Viona” Jesika.


“Biar gue yang hubungi dia” Viona.


Setelah selesai Viona langsung menghubungi Indra “assalamualaikum, Vio” jawab Indra.


“Waalaikumussalam. Abang dimana sekarang?” tanya Viona.


“Ini mau ke rumah sakit, abang shift siang sekarang”.


“Bisa jemput Wulan sebentar bang, antar Wulan ke mall biasa kita shopping. Nanti pulangnya biar Jesika yang antar” ucap Viona.


“Iya, nanti abang langsung jemput Wulan. Tapi Vio bilang dulu sama dia, nanti dia terkejut kalau abang datang kesana”.


“Alah, lebay sekali abang. Bukannya abang suka Wulan?” ledek Viona.


“Pasti Delon sialan sudah cerita sama kamu, ya. Kalau gitu biar abang saja yang hubungi dia, ya udah assalamualaikum” Indra menutup panggilan.

__ADS_1


“Waalaikumussalam. Gengsi amat, nanti dilamar orang baru tahu rasa” gumam Viona sambil mengambil tasnya.


Viona turun kebawah, sudah di tunggu oleh Lala dan Luna. Mereka akan pergi memakai mobil Lala. Viona nanti akan dijemput sama Delon, makanya Viona tidak bawa mobil. Sebab Viona juga sudah dilarang Delon membawa mobil sebelum selesai pernikahan mereka, begitupun juga Delon, dia juga sudah dilarang sama bunda.


Mereka sampai di mall, setelah menunggu Wulan dan Jesika datang. Mereka langsung menuju tempat mereka shopping. Mereka akan shopping perlengkapan buat mereka masing-masing. Dari tas, baju, sepatu, dan hal lainnya. Kemudian mereka langsung membeli perlengkapan buat mereka sebelum akad nikah Viona. Sebab mereka akan mengadakan beberapa acara bersama dan khusus buat mereka.


Setelah berapa jam mereka mengitari mall, mereka merasa kecapekan karena lelahnya belanja. Mereka langsung mencari kafe buat makan siang. Setelah makan siang mereka lanjut lagi mencari keperluan yang belum mereka dapat. Hari semakin sore, akhirnya mereka sudah selesai membeli semua keperluan mereka masing-masing. Mereka duduk di foodcourt sambil minum dan makan kue.


Ponsel Viona berdering, Delon yang menelepon “assalamualaikum my hubbie” jawab Viona.


“Waalaikumussalam, sudah selesai shoppingnya?” tanya Delon.


“Sudah, ini lagi duduk nunggu kamu jemput”.


“Iya, turun lagi, aku udah di depan”.


“Ya udah, aku kesana sekarang” Viona menutup ponselnya. “Guys, pulang yuk. Gue udah di jemput sama Delon” ajak Viona.


“Ayo..” mereka semua langsung berjalan keluar.


Sampai di luar, Rian dan Delon sudah menunggu di depan mobilnya. Mereka jalan menghampiri Rian dan Delon, Rian langsung mengambil belanja Viona dan memasukan ke bagasi mobil.


“Bagaimana?” tanya Delon pada semua.


“Terimakasih mas, sudah traktir kita semua” ucap Wulan.


“Sama-sama, yang penting kalian happy” jawab Delon. “Pada pulang pakai apa?” lanjut Delon.


“Jesika pulan sama Wulan mas” jawab Jesika.


“Kita berdua selalu bersama” ucap Luna.


“Ya sudah, sampai ketemu lagi” kata Delon.


Viona langsung pamitan sama sahabatnya dan langsung masuk mobil. Sedangkan sahabat-sahabatnya langsung pergi ke mobil mereka, mereka juga langsung pulang bersama.


--


--


--


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2