DILEMA (Menentukan Pilihan)

DILEMA (Menentukan Pilihan)
Kepulangan Viona


__ADS_3

Viona dan Dian sudah sampai di rumah daddy, mereka langsung masuk dan menuju ruang keluarga.


“Good night mom, dad” Dian bersalaman dengan kedua orang tua angkatnya.


“Good night” jawab momy dan daddy.


“Vio, come here” Floe memanggil Viona.


“Alex, this is Viona Verdinand and Vio this is Mr. Alex” Floe memperkenalkan mantan suaminya.


“Nice to meet you, Vio” ucap Alex, Viona hanya tersenyum.


“Mom, dad, Vio brought something for you” Dian mengeluarkan novel dan memberikan pada daddy dan momy angkatnya. “She brought his latest novel which was released a week ago and has been a best seller in Indonesia until now”.


“Verry good, Vio. Congratulation, I’m happy for you” Floe memeluk Viona.


“Thank you miss” jawab Viona sambil melepaskan pelukannya.


“Congrate Viona” ucap Alex.


“I hope miss and Mr. like the novel. I hope that when I return to Indonesia and later I will get good news about you both” ucap Viona sambil tersenyum.


Alex dan Floe saling melihat, sedangkan Dian juga tersenyum bersama Viona. “How do we have lunch first, after that we can continue our cenversation. You can also discuss momy’s project with Viona in the future, because Viona will return to Indonesia in two days. Before we came here we alsa sent some Vio goods, mom” Dian langsung mengalihkan pembicaraan mereka. Mereka langsung menuju meja makan yang sudah disiapkan sebelumnya oleh Floe.


***


Hari keberangkatan Viona sudah tiba, dia merasa deg-degan jalan menuju bandara. Viona diantar sama Dian sampai dia chek in, Dian memperhatikan Viona yang seperti gelisah.


“Kenapa lagi Vio?” tanya Dian sambil jalan.


“Nggak tahu mbak, perasaan Vio gak nyaman gitu. Apa Vio batalkan saja kepulangan Vio hari ini mbak” ucap Viona sambil duduk di kursi tunggu.


“Apa yang membuat kamu risau, apakah kamu masih memikirkan mantan kamu itu?” tanya Dian lagi.


“Iya mbak, Vio takut sekali ketemu sama dia. Apakah Vio akan sanggup kalau ketemu dengannya”.


“Sampai kapan kamu akan seperti ini, kamu pasti juga akan ketemu dengan dia. Apakah kamu akan lari terus, kamu harus hadapi semuanya. Mbak yakin kamu pasti bisa mendapatkan yang lebih baik dari dia, meskipun mbak tida tahu seperti apa dia” nasehat Dian.


Tidak lama kemudian terdengar suara untuk dia siap-siap untuk chek in “itu pesawat kamu sudah mau take off. Hati-hati ya, jangan lupa berdoa, kalau sudah sampai hubungi mbak. Siapa yang akan menjemput kamu?” tanya Dian.


“Mungkin abang angkat Vio mbak, soalnya Vio belum kasih tahu sama keluarga Vio mau pulang sekarang” jawab Viona.


Mereka langsung berpelukan dan saling melepas rindu sebelum Viona berangkat “makasih banyak ya mbak, atas bimbingan dan nasehat mbak selama ini. Mbak juga sudah menjaga Vio selama disini, Vio sayang mbak. Sampai ketemu di Indonesia mbak!” ucap Viona.


***

__ADS_1


Beberapa jam kemudian pesawat Viona mendarat dengan selamat di bandara. Viona jalan mengambil barang-barangnya, kemudian dia jalan sambil mencari Indra. Viona tidak melihat Indra, tapi dia melihat Delon yang melambaikan tangan sama dia dengan memanggil namanya.


“Kok dia yang jemput aku, kemana bang Indra” gumam Viona sambil jalan menuju Delon.


“Sore Vio, bagaimana perjalanannya?” tanya Delon.


“Alhamdulillah aman, abang mana?” tanya Viona.


Delon mendorong barang-barang Viona menuju parkiran “Maaf sebelumnya gue yang jemput loe. Tadi waktu gue jalan dari butik mau pulang, abang menelepon gue. Katanya dia ada operasi mendadak, jadi tidak bisa jemput loe. Abang minta gue antar loe ke sebuah kafe, katanya kamu pasti belum makan dan nanti disana abang yang akan jemput loe” penjelasan Delon.


“Hmz....” jawab Viona sedikit bete.


“Loe kenapa? Loe sepertinya gak suka kalau gue yang jemput loe” Delon melihat raut wajah Viona sedikit kesal.


“Tidak apa-apa kok...” ucap Viona.


“Loe gak usah bohong, gue tahu kok. Gue gak tahu salah gue dimana, loe tenang saja. Setelah proyek kita selesai, gue gak bakalan ganggu loe lagi kok. Mungkin ini juga proyek terakhir gue sama loe, gue gak bisa kerja sama dengan orang yang tidak suka sama gue” Delon langsung jalan dengan cepat menuju mobilnya.


Viona tertegun mendengar perkataan Delon “kenapa jadi kek gini, bukan itu maksud gue sebenarnya” gumam Viona sendirian berdiri tidak jauh dari mobil Delon.


Delon memasukkan barang-barang Viona kedalam bagasi mobilnya, ternyata Radit mengikuti mereka. Radit langsung menghampiri Viona yang berdiri tidak jauh dari Delon “Vio....”.


Viona kaget “mas... mas Radit ngapain disini?”


“Ngomong aja mas” Viona sedikit ketakutan.


“Ayo Vio masuk mobil” ucap Delon sambil menutup pintu bagasi mobil.


“Tidak disini, ikut mas” Radit berusaha menarik tangan Viona.


Viona melepaskannya “disini aja, Vio gak mau, Vio mau pulang”.


“Ikut aku sebentar” bentak Radit.


Tidak ada sahutan dari Viona, Delon melihat kearah Viona yang sedang bertengkar dan ditarik sama seseorang. “Siapa dia...” gumam Delon sambil jalan menghampiri mereka.


“Lepaskan mas.. Radit lepaskan..” Viona kesal karena Radit tidak mau melepaskan tangannya.


“Apa, kamu sudah menyebut nama aku” Radit kaget mendengar Viona menyebut nama Radit dengan jelas.


“Iya, sebab kamu tidak menghargai aku lagi, aku udah bicara baik-baik tapi kamu semakin kasar sama aku” ucap Viona sambil melepaskan tangannya dari cengkraman Radit yang tidak dilepaskannya.


Datang Delon melepaskannya “lepaskan, dia kesakitan”.


Viona langsung berdiri dibelakang Delon “loe siapa?” tanya Radit.

__ADS_1


“Loe tidak perlu tahu gue siapa, ada masalah apa ini?” ucap Delon dengan santainya.


“Loe jangan pernah ikut campur sama urusan gue, ayo Vio ikut mas” Radit berusaha mengajak Viona.


“Nggak... aku gak mau lagi bicara sama kamu, kamu tidak akan pernah berubah, kamu keras kepala dan egois” teriak Viona.


“Cukup...” bentak Radit “kamu sama saja dengan papi, mami, dan Rara. Semuanya menyalahkan aku, tapi kalian tidak pernah tahu apa yang aku rasakan. Benar aku pernah buat salah sama kamu karena kebodohan aku, aku hanya mau mengatakan bahwa aku mau minta maaf. Kalau kamu tidak mau memaafkan aku, ya sudah tidak masalah. Tapi aku mohon sama kamu, tolong jelaskan sama Rara dan orang tua aku kalau kamu sudah memaafkan aku” Radit memohon.


“Aku sudah pernah bilang sama mereka, kalau mereka tidak percaya selagi kamu belum berubah. Aku sudah menjauh dari kamu tapi kamu tetap saja sama, kamu tidak pernah berubah” Viona semakin kesal sambil meneteskan air matanya.


“Kamu gak usah menangisih aku, aku tidak butuh. Terimakasih untuk semuanya, oya mas, tolong jagain pacar mas ini, jangan pernah sia-siain seperti saya” Radit langsung pergi meninggalkan mereka.


Delon masih bingung dengan apa yang mereka bicarakan, apalagi dengan perkataan dari Radit menjelang dia pergi. Delon melihat Viona “kamu tidak apa-apa kan?” tanya Delon.


Viona hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya sambil menangis “ayo masuk” ajak Delon.


Mereka jalan masuk mobil, Delon membukakan pintu mobil buat Viona. Viona masih menangis, sewaktu Viona mau melangkah masuk kepala Viona berputar-putar. Viona langsung pinsan dan disambut oleh Delon “Vio.. Vio...” Delon berusaha membangunkannya. Tapi Viona tidak juga sadar jadi Delon mengangkat Viona masuk mobil.


Didalam mobil Delon mengambil minyak angin yang ada didalam tas Viona. Delon memberikan minyak angin tersebut pada Viona, tidak lama kemudian Viona sadar.


“Kamu tidak kenapa-kenapa kan?” tanya Delon sedikit khawatir.


Viona menggeleng “makasih ya dan gue minta maaf” ucap Viona sambil memperbaiki dia duduk.


“Maaf...” Delon tidak mengerti.


“Maaf, tadi gue gak bermaksud buat loe kesal. Gue bukannya tidak suka sama loe tapi gue hanya takut aja sekarang, gue trauma sama cowok yang dekat sama gue. Kalau loe ingin menjauh dari gue, gue gak masalah kok, tapi sebelumnya gue minta maaf” Viona langsung tidur kembali.


“Gue memang tidak paham dengan pemikiran loe, Vio. Tapi gue dekat sama loe ikhlas kok, malahan gue udah lama lagi suka sama loe” gumam Delon sambil melihat Viona yang tertidur.


Delon langsung membawa mobilnya menuju rumah dia. Dia tidak mungkin membawa Viona yang sepertinya sangat kelelahan ke kafe atau ke apartemen Indra. Sampai di rumahnya pembantu membuka pintu, Delon langsung mengangkat Viona ke kamar tamu. Kemudian Delon meletakan Viona diatas kasur dan menyelimutinya. Setelah itu Delon keluar dan mau menghubungi Indra.


“Assalamualaikum bang” Delon langsung menceritakan sama Indra apa yang telah terjadi.


“Kalau begitu biarkan saja Vio disana, siap Isya abang datang jemput Vio” ucap Indra.


“Iya bang” Delon langsung menutup teleponnya.


--


--


--


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2