DILEMA (Menentukan Pilihan)

DILEMA (Menentukan Pilihan)
Ending


__ADS_3

Bahagia itu sederhana, tapi mencapai kebahagiaan itu yang susah. Disaat kita bahagia dengan seseorang, pasti ada saja yang datang untuk menghancurkannya. Perasaan yang sangat susah memilih itu juga bisa mempengaruhi


kebahagiaan. Dilema, kata yang selalu ada didalam pikiran jika kita dihadangkan dengan dua pilihan yang sangat sulit kita tentukan.


Viona seorang mahasiswa terbaik, yang di umur yang muda dia sudah menjadi seorang disaigner terkenal dan lulusan terbaik dari kampusnya. Dibalik kebahagiaan dan kesuksesan dia, dia didatangkan dengan masalah percintaan yang rumit. Seorang Viona yang sukses itu adalah seorang yang sangat susah move on.


Dia juga seorang yang susah untuk cerita sama orang lain. Dia akan menceritakan semua masalahnya hanya dalam sebuah kata-kata yang ditulisnya di dalam buku atau letop. Sehingga ceritanya itu dijadikan novel oleh sebuah perusahaan. Dibalik itu semua, ada saja seorang pangeran datang dengan tiba-tiba. Seorang yang sudah lama memendam perasaan sama dia, yang dianggapnya sifat orang itu sama dengan laki-laki lain, yaitu mantannya. Mantan yang memutuskannya tanpa tahu alasannya sampai sekarang.


Viona sudah tiba saatnya untuk lahiran, Delon dan Rian membawa Viona ke rumah sakit. Delon sangat khawatir dengan kondisi Viona, sebab dia sering kali pinsan. Tapi tetap ingin melahirkan normal, Delon berusaha mendampingi Viona untuk lahiran. Hanya beberapa menit saja Viona sudah selesai lahiran, dia langsung di pindahkan dikamar VVIP.


Viona terbangun “sayang, terimakasih ya sudah lahirkan jagoan kita dengan selamat” Delon mengecup kening Viona.


Viona tersenyum “Iya bie, baby kita mana?” Viona melihat-lihat.


“Sebentar lagi dibawa kesini” jawab Delon.


Tidak lama kemudian perawat masuk membawa box bayi, di ikuti oleh semua orang. Orang tua Viona sangat senang mendapatkan cucu dari Viona, meskipun itu bukan cucu pertamanya.


“Selamat ya anak mama, sekarang kamu sudah menjadi seorang ibu” mama mencium kening Viona.


“Iya ma, makasih juga sudah melahirkan Vio” ucap Viona.


“Selamat Delon, mulai dari sekarang kamu harus lebih ekstra lagi menjaga mereka” kata papa.


Delon mengangguk “iya pa”.


“Ini adalah cucu pertama dari keluarga Mr. Criss, apakah kami boleh mengadakan turun mandi di rumah saya?” tanya bunda.


“Mbak, kalau kami mengizinkan kok. Dimana saja kami tidak masalah, mbak harus tanya sama orang tuanya sekarang” kata mama.


“Bagaimana, kalian berdua setuju?” tanya bunda.


Delon melihat sama Viona, Viona mengangguk “iya bunda, kita setuju” jawab Delon.


“Alhamdulillah, mulai dari sekarang akan bunda persiapkan sendiri. Awas ya, jangan ada yang bantu” peringatan bunda.


“Siap bos” jawab Viona dan Delon.


Delon mengambil baby untuk disusukan oleh Viona. Orang tua mereka sudah minta izin untuk pulang, setelah baby tidur Delon meletakan kembali ke dalam box.


“Sayang, lapar?” tanya Delon.


“Iya, bie” jawab Viona. Delon langsung menyuapkan Viona makanan yang sudah tersedia disana.


Sewaktu Delon menyuapkan Viona datang William bersama Dian dan Kenzi membawa hadiah “assalamualaikum” ucap mereka berdua.

__ADS_1


“Waalaikumussalam” jawab Viona dan Delon.


William dan Dian langsung memberikan hadiah pada Delon dan Viona. Mereka langsung menghampiri baby yang sedang tidur, Dian menggendong baby.


“Siapa nama boy ini, Lon?” tanya Dian.


“Dio Putra Delon Criss” jawab Delon.


“Hai baby Dio, ini mami Dian” ucap Dian.


“Kak, kalau udah ingin menjadi seorang ibu nikah dong kak” ejek Delon.


“Seminggu setelah turun mandi baby Dio kita akan nikah kok, iya kan sayang!” Dian melihat sama William.


“Iya Lon, Vio. Kita akan menikah setelah turun mandi Dio” lanjut William.


“Oh.. pantasan balik kesini tiba-tiba. Kata Delon tadi, emang balik karena Vio lahiran tapi nyatanya ada maksud laon toh” kata Delon.


“Emas Venus gak bilang sama mbak dan mas” ucap Kenzi.


Viona dan Delon menggeleng “gak ada Venus bilang sama kita, iya kan bie” ucap Venus dan Delon mengangguk.


Tiba-tiba pintu terbuka, Venus datang dengan membawa paper bag “assalamualaikum”.


“Waalaikumussalam” jawab semua orang.


“Emang ada apa?” tanya Venus.


“Kenapa gak bilang sama mbak kalau mas William mau nikah sama mbak Dian”kata Viona.


“Karena Venus gak ada ketemu sama mbak, ini baru sekarang Venus ketemu mbak” Venus.


“Itu apa yang dibawa, dek?” Delon.


“Ini titipan mama tadi, katanya mas Delon belum makan semenjak mbak siap lahiran” Venus memberikan sama Delon.


“Makasih dek” Delon mengambilnya.


“Tunggu, kalian udah baikan?” tanya Viona pada Kenzi dan Venus.


“Udah” jawab Venus dan Kenzi serentak.


Semua tertawa, Venus dan Kenzi saling pandang “baguslah, mbak happy lihatnya” kata Viona.


Beberapa hari kemudian Viona dibawa pulang. Mereka langsung pulang ke rumah bunda untuk melaksanakan acara turun mandi yang sudah disiapkan sama bunda. Sampai disana mereka disambut sama bunda dan Dian. Kemudian mereka langsung membawa Viona kekamar yang biasa Delon pakai jika Delon tidur di rumah itu. Dikamar itu sudah ada perubahannya, tidak seperti pertama Viona tidur disana.

__ADS_1


Beberapa hari kemudian acara turun mandi baby Dio sudah dilaksanakan. Semua tamu banyak yang datang dan membawa hadiah buat baby Dio. Termasuk keuarga besar Viona dan sahabat-sahabatnya yang datang. Dua minggu kemudian langsung diadakan acara pernikahan William dengan Dian. Pernikahan ini tidak kalah mewahnya dari pernikahan Viona dan Delon. Sebab semua itu adalah rancangan dari Diana, Floe, dan Viona. Dian tidak boleh ikut campur dalam mengurusnya.


Beberapa bulan umur baby Dio, Viona sudah menyelesaikan novel keduanya. Juga sudah selesai direview oleh Sera, hanya menunggu hari peresmiannya. Persmian sekarang, Viona akan mengakui pada semua orang bahwa dia penulis yang dicari orang-orang itu. Tiba saatnya peresmian, semua orang pada terkejut dengan kenyataan bahawa ternyata penulis misterius itu adalah Viona Verdinand seorang disaigner terkenal. Wartawan akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk Viona yang didampingi Delon, Sera, dan pak Hans.


Pertanyaan pertama “mbak, kenapa mbak merahasiakan nama mbak dari semua orang?”


“Karena waktu itu saya belum siap dikenal orang sebagai penulis, saya sudah kenal menjadi seorang disaigner sudah cukup”.


Pertanyaan kedua “mengenai novel mbak yang pertama, apakah berkaitan dengan masa lalu mbak, sebelum mbak ketemu sama mas Delon?”.


“Iya, itu adalah cerita masalalu saya”.


Pertanyaan ketuga “Apakah orang itu datang waktu nikahan mbak dan kami sempat mau mewawancarai dia bersama keluarganya. Tapi kami dilarang oleh kakak mbak waktu itu?”.


“Benar. Kakak saya sudah menceritakan sama saya waktu itu. Mereka tidak melarang, tapi saya rasa belum saatnya orang-orang tahu masalalu saya. Pasti nanti netizen akan mempojokan masalalu saya itu dengan keluarganya. Saya tidak ingin mereka mengalami itu semua. Saya mewakili kakak saya, saya benar-benar minta maaf tentang masalah itu”.


Pertanyaan keempat “apakah sampai sekarang mbak masih berhubungan baik sama mereka, maksudnya keluarga masa lalu mbak?”.


“Masih, kami masih berhubungan baik. Apalagi masalalu saya sekarang sudah menikah dengan sahabat saya. Kami sudah sama-sama ikhlas dan melanjutkan kehidupan masing-masing”.


Pertanyaan kelima “saya mau bertanya sama mas Delon. Apakah mas Delon tidak keberatan dengan masalalu mbak Vio?”.


“Bagi saya tidak masalah. Sebelum saya menikahi istri saya, saya sudah mengetahui semuanya masalalu istri saya. Saya menerima istri saya dengan ikhlas, tidak hanya istri saya yang punya masalalu. Saya pun punya masalalu dan istri saya menerima itu semua”.


Pertanyaan keenam “mbak, saya mau tanya. Di novel mbak yang pertama, mbak kan tidak mengetahui sebab masalalu mbak itu memutuskan mbak. Apa sekarang mbak sudah tahu sebabnya?”.


“Sampai sekarang saya tidak mengetahuinya, saya juga sudah menutup buku mengenai masalalu saya itu. Apapun alasannya mungkin itu terbaik buat saya dan saya juga sudah tidak ingin membahasnya lagi. Masalalu saya biarkan


berlalu, sekarang saya hanya fokus pada masa depan saya bersama suami dan anak saya”.


Pertanyaan ketujuh “mbak, benar-benar bijak. Saya mau bertanya, tapi saya tidak akan bertanya mengenai masalalu mbak. Saya mau tanya mengenai novel kedua mbak ini, mengenai apa ceritanya?”.


“Terimakasih sebelumnya. Novel kedua ini menceritakan mengenai bagaimana caranya kita tetap fokus satu tujuan yaitu melupakan masalalu dan menatap masa depan”.


Semua orang bertepuk tangan, pertanyaan terakhir “apakah ada pesan mbak mengenai novel kedua in?”


“Saya tidak berharap banyak, saya hanya berharap semua orang menyukainya. Kemudian saya berpesan pada orang-orang luar sana yang sangat susah move on dan tidak mau berbagi ceritanya. Jika kalian tidak sanggup untuk menceritakan masalah kalian pada orang lain. Kalian jangan sekali-kali untuk memendamnya, itu akan membawa penyakit untuk kalian semua. Setidaknya masalah yang kalian pendam tersebut harus keluar. Kalau kalian tidak mau berbagi pada orang lain, kalian bisa mengungkapkan dengan tulisan. Kalian bisa menuliskan dibuku atau diletop, ceritakan semua yang ada dalam hati kalian itu. Lama kelamaan masalah kalian akan reda sedikit demi sedikit dan satu lagi curhatlah sama tuhan, Itu lebih berkah”.


Semua orang bertepuk tangan dan merasa terkagum-kagum dengan perkataan Viona. Delon pun disampingnya juga terkagum dengan istrinya itu. Dibalik masalah yang dia hadapi selama ini, ada sedikit motivasi yang dia dapat


dari semua itu. Benar kata orang kalau masalalu itu bisa memotivasi kita untuk maju lebih baik lagi.


--


--

__ADS_1


--


END


__ADS_2