DILEMA (Menentukan Pilihan)

DILEMA (Menentukan Pilihan)
Penyatuan


__ADS_3

Mereka sampai di resto James, Viona sudah merencanakan bertemu disana dengan Jesika. Jesika melihat Viona masuk bersama Delon, kemudian diikuti oleh Sera dan Rian.


Jesika menghampiri Viona “hai Vio... gue kangen sama loe” Jesika langsung memeluk Viona.


“Aku juga kangen” Viona melepaskan pelukannya.


“Siang mas Delon, mas Rian dan ....” Jesika melihat sama Sera.


“Mbak Sera, editor novel gue” Viona memperkenalkannya.


“Ya mbak Sera, silakan masuk dulu” ajak Jesika.


Mereka jalan masuk dan menuju tempat yang sudah dipersiapkan oleh Jesika. Sampai di meja “silakan duduk dulu. Gue akan panggi aa James dan istrinya” Viona meninggalkan mereka.


Viona memperhatikan Rian dan Sera yang saling diam “kenapa kalian kok pada diam?” tanya Viona.


Mereka tidak menjawab satupun “mbak, gak mau curhat sama Vio?” tanya Viona lagi.


Sera melihat Viona “kapan-kapan mbak ceritain ya” tolak Sera.


“Ya sudah, kalau mbak gak mau curhat. Tapi jangan diam-diam dong, gak seru loh” ucap Viona.


Tidak lama kemudian Jesika datang bersama James dan istrinya “siang Vio” ucap James.


“Siang. James, maaf ya gue gak bisa datang waktu nikahan loe. Sudah dijelaskan sama Jesika kan?” Viona minta maaf.


“Its ok, Vio. Ini kenalin istri gue namanya Caca, Caca kenalin Viona” James memperkenalkan mereka.


“Viona” ucap Viona.


“Caca” ucap Caca.


Delon memberikan paper bag sama Viona “sayang, ini”.


“Oh iya” Viona mengambilnya “ini, buat loe sama istri, hadia dari gue” memberikan sama James.


James mengambilnya “makasih ya” James memberikan pada istrinya.


“Gue juga lupa kenalin, ini Delon tunangan gue. Ini asisten Rian sama mbak Sera” Viona memperkenalkan mereka, kemudian mereka saling jabat tangan.


“Loe kapan berlangsungnya?” tanya James.


“Seminggu lagi. Tunggu saja undangannya, nanti gue kirim kesini kalau gak gue titip sama Jesika, datang ya!” ucap Viona.


“Oke, gue usahain” ucap James.


Kemudian datang Jesika membawa makanan bersama beberapa pelayan. “Ayo kita makan siang dulu” ucap Jesika.


“Iya, Vio makan dulu. Kapan-kapan kita lanjut lagi ceritanya, soalnya gue mau pergi sama istri gue” ucap James.

__ADS_1


“Ya udah. Sekali lagi selamat dan terimakasih” ucap Viona.


James dan Caca meninggalkan mereka semua. Jesika bingung juga melihat respon dari James sama Viona. Sangat berbeda dari biasanya, kalau biasa James sangat senang ketemu sama Viona. Sekarang dia menghindar, seperti masih menyimpan perasaan sama Viona.


“Jes, loe ikut makan sama kita kan?” ajak Viona.


“Iyalah, gue kangen makan bareng sama loe” jawab Jesika.


“Jes, bilang sama Wulan, Lala dan Luna, besok kalian pergi shopping bersama Viona menjelang dia menikah. Semuanya aku yang bayar, nanti aku akan suruh sekretaris aku menemani kalian” ucap Delon.


Viona melihat Delon sedangkan Jesika kaget “beneran mas, kita shopping dibayarin?” Jesika tidka percaya.


“Iya, besok sekretaris aku akan menghubungi kalian” jawab Delon.


Viona masih melihat Delon “kenapa? Waktunya kamu quality time sama sahabat kamu, sayang. Kalau sudah menikah pasti kamu jarang menemui mereka, meskipun aku tidak akan pernah melarangnya. Sudah lama kamu kan tidak pergi bersama mereka, setelah wisudah kamu langsung pergi ke Paris. Kemudian kamu balik kesini disibukkan dengan pembukaan butik. Setelah itu aku ajak kamu nikah dan bawa kamu liburan ke Italy. Jadi kamu gak ada waktu kan bersama mereka, aku tahu kamu butuh mereka saat ini, ya!” ucap Delon.


Viona matanya berkaca-kaca mendengar perkataan Delon “sayang... I love you” ucap Viona sambil memeluk Delon.


“I love you too, sayang” balas Delon.


“Iiihhh so sweet!” ledek Jesika.


“Aghm... kalau mau mesra-mesraan jangan didepan kita lagi, Vio” sambung Sera.


“Biasa aja, gue aja sering melihatnya” Rian bicara.


“Itu kan kamu, bukan aku. Kamu beruntung mendapatkan pak Delon, Vio. Benar kan, apa yang mbak bilang dulu sama kamu” ucap Sera.


Delon melihat Viona sedangkan Rian melihat Sera “maksud kamu, sayang?” tanya Delon.


Viona serba salah “iya, waktu itu mbak Sera cerita sama Vio. Ada seorang cowok yang marah dan benci sama dia, karena dia menolaknya. Tapi cowok itu tidak tahu alasan sebenarnya mbak Sera menolaknya itu”. Viona teringat


dengan perkataan Delon di kantor tadi “tunggu, mbak Sera. Apa cowok kata mbak itu adalah asisten Rian” ucap Viona.


Rian kaget dengar penjelasan Viona sedangkan Sera sudah gugup “Vio, mbak harus balik ke kantor. Terimakasih ya sudah ajak mbak makan siang bareng, sampai ketemu Vio” Sera langsung pergi.


“Mbak...” Viona berusaha menghentikannya.


Rian melihat Delon “tunggu apalagi, bukannya loe mau tahu alasannya. Kejar dia dan tanya baik-baik, ingat Yan, bicara baik-baik” nasehatDelon.


“Iya bos” Rian langsung mengejar Sera.


Delon melihat Viona “apa ini rencana yang kamu maksud untuk menyatukan mereka?”.


“Nggak, aku keceplosan aja tadi. Kemudian aku ingat dengan perkataan kamu saat di kantor dan aku coba hubungkan saja dengan curhatan mbak Sera dulu. Kemudian aku fikir orang itu benar asisten Rian, sumpah aku tidak tahu bahwa mereka ada hubungan. Lagian mbak Sera gak pernah bilang sama aku siapa nama orangnya” penjelasan Viona.


“Sudah, tidak masalah. Aku ucapkan terimakasih sama kamu lagi sebab bisa mengungkapkannya. Karena Rian sudah dari lama menunggu penjelasan dari Sera” Delon senang.


“Sebenarnya mereka memangada hubungan?” tanya Jesika.

__ADS_1


“Iya, mereka pernah bertunangan tapi ditolak Sera tanpa tahu alasannya” jawab Delon.


“Jadi kamu juga bohong kan sama aku, katanya asisten Rian tidak pernah pacaran” Viona melihat Delon.


“Aku gak pernah bohong. Mereka memang tidak pernah pacaran, mereka teman masa kecil dan Rian langsung melamar Sera saat kita sudah lulus kuliah S1 dulu. Tapi aku juga tidak tahu kenapa Sera menolak Rian” ucap Delon.


“Kirain kamu bohong” ucap Viona sambil makan.


“Nggak lah, aku udah janji kan!” kata Delon.


***


Rian mengejar Sera, diparkiran tangan Sera dipegang Rian. Rian menarik tangan Sera untuk masuk ke mobilnya.


“Kenapa kamu bawa aku masuk?” Sera marah.


Rian langsung menghidupkan AC mobil dan mengunci mobil “sekarang jelaskan sama aku. Apa maksud perkataan dari nona Viona, tidak mungkin dia berbohong” ucap Rian.


“Nggak, aku tidak mau” Sera masih tidak mau mengatakannya.


“Sampai kapan, sampai kapan kita akan seperti ini ah. Sampai kapan?” bentak Rian.


“Oke fine. Kamu tahu kenapa aku menolak kamu waktu itu, karena aku tahu ibuku hanya ingin memanfaatkan harta kamu saja jika aku nikah sama kamu. Aku tahu ibuku tidak pernah suka sama kamu. Dia menerima kamu hanya dia tahu kamu sudah berhasil dengan Delon. Dia ingin memanfaatkan kamu buat membantu adik tiriku bisa menjadi model, aku tidak mau kamu dimanfaatkan oleh ibu tiriku. Semua aku lakukan hanya untuk kamu, makanya semenjak kejadian itu aku pergi dari rumah itu” Sera menangis menjelaskannya.


Rian langsung memeluknya “maaf, maafin aku. Sekarang kamu sudah ketemu sama aku, apapun yang terjadi aku akan tetap nikahi kamu”.


“Aku gak mau, sebab kamu pasti akan diamnfaatkan” Sera masih menolaknya.


“Sudah, kamu jangan menangis. Apapun yang terjadi, aku tidak sebodoh itu bisa dimanfaatkan” Rian menghapus air mata Sera.


“Terimaksih dan sudah maafin aku” ucap Sera dengan sesengukan.


“Sekarang kamu ikut aku, kamu tinggal dimana sekarang?” tanya Rian.


“Aku tinggal dikostan” jawab Sera.


“Kamu tinggal di rumah aku, mari aku antar” Rian mengendarai mobilnya.


“Aku tidak mau tinggal sama kamu” tolak Sera.


“Kamu tinggal dengan pembantu dan tukang kebun, aku tidak tinggal disana, aku tinggal di apartemen. Rumah itu memang untuk kamu dari awalnya aku bangun, aku mau nantinya kita akan tinggal disana” ucap Rian.


“Makasih ya” Sera memegang tangan Rian.


Rian tersenyum “sama-sama” Rian menyentuh pipi Sera.


--


--

__ADS_1


--


BERSAMBUNG


__ADS_2