DILEMA (Menentukan Pilihan)

DILEMA (Menentukan Pilihan)
Pernikahan 2


__ADS_3

Venus dan Salsa maju kedepan “Selamat mas, mbak” Viona salaman dengan Delon dan memeluk Viona.


Viona membalas pelukan Venus “terimakasih adek”.


Salsa juga memeluk Viona “makasih juga buat adek mbak yang bandel ini. Sekarang sering temani Venus ya, dia pasti sering kesepian sekarang dirumah” pesan Viona.


“Iya mbak” jawab Salsa.


Venus dan Salsa sudah selesai, kemudian Vandi, Vina sama Vigo yang memberikan ucapan selamat.


“Selamat Delon, selamat mbak” kata Vani.


“Makasih kak” jawab Delon dan Viona.


“Delon, mulai dari sekarang mas serahkan Viona sama kamu. Mas berharap kamu bisa menjaga adik mas ini dan jangan buat dia bersedih lagi” pesan Vandi.


“Siap mas” jawab Delon.


“Mbak juga, harus berubah, sekarang manjanya jangan sama mas dan abang saja. Sekarang sama suami, ingat jaga hati suami juga, jangan kebiasaan ngomong seperti biasa” pesan Vandi sama Viona.


“Iya, mas” jawab Viona.


Vandi memeluk Delon dan Viona. “Vigo, ayo salaman sama uncle dan unty” kata Vina.


Kemudian Vigo langsung salaman sama Delon dan Viona. Lalu mereka berdua saling beri kode, Delon langsung menggendong Vigo. Mereka berdua langsung mencium pipi kiri sama kanan Vigo. Vigo langsung tertawa merasa geli karena dicium.


Selanjutnya yang memberi selamat adalah Indra dan Wulan. “Delon, selamat ya. Abang harap  kamu bisa jaga


adik abang ini, jangan pernah kecewain dia” pesan Indra.


“Iya bang, Delon akan ingat” jawab Delon.


“Vio, abang hanya berharap kamu bahagia mulai dari sekarang” ucap Indra sama Viona.


“Vio juga berharap sahabat Vio ini membuka hatinya untuk menerima abang” Viona melihat sama Wulan dan Indra.


“Doain aja, Vio” ucap Wulan sambil tersenyum.


Sebelum meninggalkan pelaminan Indra memeluk Delon dan Viona, lalu Wulan memeluk Viona. Setelah mereka adalah Jesika, Lala, dan Luna. Mereka disana memberikan doa dan saling bercanda. Sampai mereka ditegur oleh Vandi, Vandi menghampiri mereka ketepi pelaminan.


“Woi, lihat sana. Orang-orang sudah pada antri, kalau mau bercanda-canda nanti aja” kata Vandi.


“Iya mas, maaf” jawab mereka serentak.


Viona dan Delon tertawa melihat mereka dimarahi Vandi. Setelah mereka yang mengucapkan selamat adalah Kiki dan keluarganya.


“Selamat bro, selamat jelek” ucap Kiki sama Delon dan Viona.


Viona sama Kiki langsung bersalam ala mereka, Delon heran melihat keakraban mereka. Sedangkan Fuji hanya tersenyum melihat mereka, sebab sudah terbiasa. Delon melihat sama Viona, Viona pun melihat raut wajah Delon yang seperti bertanya-tanya mengenai Kiki.


“Bie, kenalin ini Kiki sahabat masa kecil Vio yang pernah Vio ceritain. Ini Fuji istrinya dan anaknya Cantik. Jelek, kenalin juga suami gue, Delon” Viona memperkenalkan mereka.


“Selamat bro, jangan cemburu ya, seperti mantannya dulu” ucap Kiki dengan pelan.


“Maksudnya!” Delon bingung.


“Hush.. jelek, itu keluarganya dateng. Bie, kapan-kapan Vio ceritain ya” ucap Viona.


“Udahlah, ayo kita pergi. Banyak orang yang mau ucapin selamat sama mereka” Fuji menghentikan mereka.

__ADS_1


“Oke. Buat kalian berdua sekali lagi selamat” Kiki langsung pergi bersama istri dan anaknya.


Selanjutnya adalah buk Indah, guru SMP Viona yang sangat dekat dengannya. Setelah itu dosen-dosen dari kampus Viona dan orang-orang dari dinas pendidikan. Kemudian direktur perusahaan penerbit novel Viona bersama keluarganya. Selanjutnya lagi semua karyawan perusahaan Delon, papa Viona, Vandi, karyawan butik Viona dan bunda Delon, rekan kerja Indra, serta teman kampus, sekolah Viona dan Delon.


Keluarga Radit datang bersama semua adik-adiknya Radit. Mami langsung memeluk Viona sambil menangis “mi, jangan seperti ini. Walaupun Vio tidak jadi bersama mas, mami masih bisa anggap Vio anak mami kok” ucap Viona.


“Mami sayang kamu, Vio. Jangan menjauh dari mami dan keluarga ya” ucap mami.


“Iya, mi” mereka melepaskan pelukan.


Kemudian papi yang beri selamat bersama adik-adik Radit. Viona langsung memeluk adik-adik Radit, yang lama adalah Rara. Dia juga menangis memeluk Viona “mbak, sekarang gak ada lagi yang bisa dengarin Rara curhat” kata Rara.


“Mbak masih bisa dengarin Rara curhat kok, kapan pun itu” jawab Viona.


“Om, tante, dan adik-adik, meskipun Vio nikah sama aku. Aku tidak akan pernah melarang kalian buat komunikasi sama Vio, apalagi mengajaknya datang kerumah” kata Delon.


“Makasih Delon, kamu memang laki-laki yang cocok buat Vio” papi menyentuh bahu Delon.


Delon tersenyum setelah mendengar itu, kemudian mereka langsung meninggalkan pelaminan menuju meja untuk makan. Setelah keluarga Radit, yang datang adalah Dandi dan Sari. Viona tidak terlalu pada Dandi, dia memang merasa sakit hati melihat kelakuan Dandi. Tidak tahu sampai kapan Viona akan memaafkan Dandi.


James dan Caca datang memberi ucapan selamat, setelah itu mereka pergi dengan sangat cepat. Viona sama Delon saling pandang dan bertanya apa yang terjadi pada mereka. Kemudian Viona memberi kode sama Jesika ada apa dengan James, Jesika menjawab tidak tahu.


William pacar Dian datang dengan seorang laki-laki yang sebaya sama Venus. Viona kaget bertemu dengan laki-laki itu, sebab dia merasa kenal dengannya.


“Kamu bukannya Kenzi teman sekolah Venus?” tanya Viona.


Kenzi tersenyum “sayang, kamu kenal dengan adiknya Willia?” tanya Delon.


“Jadi, kamu adiknya mas William?” ucap Viona.


“Iya, dia adik aku. Kamu kenal, Vio?” tanya William.


“Kamu ini, mbak titip Venus ya. Jangan jailin dia terus, dia seperti itu karena mbak sudah jarang menemaninya sekarang” kata Viona.


“Iya mbak, sebenarnya Kenzi ingin dekat aja sama dia” jawab Kenzi.


“Kamu ya, sama saja dengan kakak kamu” kata Delon.


“Bro, kakak ipar loh” ledek William.


Mereka tertawa bersama “by the way, mana mbak Dian?” tanya Viona.


“Sebentar lagi dia datang, dia sedang mempersiapkan kejutan buat kalian” jawab William.


Setelah itu asisten Rian datang bersama Sera, Delon dan Viona langsung senyum-senyum melihat mereka.


“Kenapa bos?” tanya Rian.


“Gak ada apa-apa. Alhamdulillah ya sayang, akhirnya!” ucap Delon.


“Iya bie, Vio harap mereka juga akan segera seperti kita” sambung Viona.


“Vio.. udah dong julitin mbak. Selamat ya, doain aja kita” Sera memeluk Viona.


“Amin!” jawab Viona dan Delon.


Waktu sudah hampir malam, semua tamu ada yang masih datang, ada juga yang sudah pulang. Tiba-tiba lampu mati, hanya remang-remang saja. Kemudian lampu hidup ketika Ms. Floe dan Mr. Alex berdiri menghampiri mereka.


Dibelakangnya ada Dian yang tersenyum sama mereka.

__ADS_1


“Sayang, momy sama daddy datang” ucap Delon sama Viona.


“Iya bie, berarti kita dibohongi sama mbak Dian” lanjut Viona.


Semua tamu undangan bertepuk tangan dengan kedatangan Ms. Floe. Para wartawan lansung mengambil video dan fotonya, mereka tidak ada yang mau ketinggalan dengan semua itu. Dian duluan yang menghampiri mereka, kemudian baru Ms. Floe dan Mr. Alex.


“Adik-adik akak, selamat ya. Maafin kakak sudah PHP-in kalian, awalnya bilang momy sama daddy akan datang. Tadi siang akak bohong bilang gak jadi, tapi sebenarnya mereka sudah datang dari sore tadi” kata Dian.


“Kakak ya, tadi momy juga ikut bohong. Waktu Delon telvon juga bilang gak jadi” ucap Delon.


“Congratulatian my son” momy langsung memeluk Delon dan Viona. “I’m happy for you all” kata Ms. Floe.


“Dad, your coming” kata Delon.


“Of course my son, congrate!” Alex memeluk Delon dan tersenyum sama Viona.


“Cukup dulu, sebab wartawan sudah menunggu momy untuk wawancara. Momy sama daddy akan disini sampai esok, mereka akan pergi setelah kalian berangkat honeymoon” ucap Dian.


Ms. Floe dan Mr. Alex bersama Delon meninggalkan pelaminan. Mereka langsung menemui wartawan yang ingin mewawancarai mereka. Kemudian Viona sama Delon lanjut untuk makan sebelum melanjutkan acaranya.


Setengah jam kemudian mereka melanjutkan acaranya. Ternyata Radit datang keacara Viona, dia datang bersama sahabatnya Bima. Keluarga Viona melihat kedatangan Radit begitu juga dengan sahabat-sahabat Viona. Keluarganya juga melihat Radit datang, mereka kaget karena Radit sebelumnya masih di luar kota. Katanya dia tidak akan datang ke acara Viona, tapi dia datang.


“Selamat pa, ma. Radit belum sempat menemui papa sama mama. Radit mohon maaf atas kesalahan Radit sama mbak selama ini” Radit minta maaf pada orang tua Viona.


Delon sama Viona melihatnya, papa langsung memeluk Radit. “Kita semua sudah maafin kamu kok, Dit. Mungkin memang kamu tidak berjodoh dengan mbak” kata papa sambil melepaskan pelukannya.


“Iya Dit, mama harap kamu mendapatkan jodoh yang lebih baik dari Viona. Tapi kamu jangan sungkat untuk datang kerumah, ya” sambung mama.


“Iya, makasih banyak pa,ma” Delon langsung menuju Delon dan Viona.


Radit bersalam dengan Delon “selamat ya, semoga menjadi keluarga samawa. Gue berharap  loe bisa menjaga


Vio dengan baik dan gue ikhlas melepaskan Vio buat loe. Hanya itu yang bisa saya ucapkan buat loe”.


Delon memeluk Radit “terimakasih bro, semoga loe bisa mendapatkan yang lebih baik dari Vio” ucap Delon.


“Amin..” jawab Delon, Bima, dan Viona.


Radit berdiri didepan Viona, Viona melihat sama Delon seperti mengatakan minta izin untuk memeluk Radit. Delon langsung mengangguk, tanda bahwa dia mengizinkannya. Viona langsung memeluk Radit dengan meneteskan air


mata.


“Maafin Vio mas, mungkin Vio bukan orang yang terbaik buat mas” ucap Viona di pelukan Radit.


Radit melepas pelukannya “tidak seharusnya kamu menangis lagi buat aku. Sudah cukup beberapa tahun ini kamu mengeluarkan air mata ini karena aku. Mulai dari sekarang, teteskan air mata kamu hanya untuk suami kamu. Tapi bukan air mata sedih tapi air mata kebahagiaan. Seharusnya mas yang harus minta maaf sama kamu, bukan kamu, kamu tidak pernah salah sama mas”.


“Vio juga sudah memaafkan mas” ucap Viona.


“Selamat ya, mas harus pamit, mas harus kembali lagi keluar kota” mereka saling bersalaman untuk terakhir kalinya.


Setelah kepergian Radit, Delon langsung mengambil tise dan menghapus air mata Viona. Viona langsung meminta maafsama Delon karena telah lancang memeluk Radit. Radit juga tidak memasalahkan semua itu, sebab dia paham dengan keadaan itu.


Satu jam kemudian acara resepsi Viona dan Delon selesai. Tamu masih ada juga disana, wartawan juga masih ada. Mereka ingin mengajukan pertanyaan mengenai keluarga Radit sama Viona. Tapi Viona menolak untu menjawab mengenai itu. Viona dan Delon langsung kembali ke kamar untuk istirahat, sebab besok pagi mereka langsung pergi honeymoon.


--


--


--

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2