DILEMA (Menentukan Pilihan)

DILEMA (Menentukan Pilihan)
Pernikahan 1


__ADS_3

Viona sudah selesai di dandan, dia sedang duduk sendirian di kamar. Tiba-tiba sahabat-sahabatnya masuk menghampiri Viona.


“Vio....” teriak mereka. Viona melihat mereka dengan tersenyum.


“Vio, loe sangat cantik sekali” ucap Lala.


“Iya, kalau Delon lihat loe pasti terpana melihatnya” sambung Jesika.


“Lebay kalian, dia udah biasa keles lihat gue pakai make up” Viona.


“Beda dong Vio, kalau biasanya loe paka hanya tipis kalau sekarang ya tebal dong” lanjut Luna.


“Vio, mulai dari sekarang loe pasti lebih sibuk lagi kan. Pasti loe akan jarang bareng kita lagi, iya kan guys” kata Wulan.


“Iya” jawab mereka sambil mengangguk.


“Sini dong” Viona memeluk mereka semua “apapun yang terjadi nanti, jika kalian membutuhkan gue, gue pasti akan membantu kalian kok”. Setelah mendengar pernyataan Viona mereka sangat senang.


Tidak lama kemudian masuk Venus dan Salsa memanggil Viona “mbak, udah siap?” tanya Venus.


“Sudah dek” jawab Viona.


“Kalau sudah ayo kita keluar, semua orang sudah tunggu mbak, akad akan segera dimulai” sambung Salsa.


“Kalau gitu, kita duluan” ucap Jesika.


Sahabat-sahaba Viona sudah keluar duluan, sebab mereka akan berdiri menabur bunga disaat Viona jalan menuju tempat akad. Kemudian Salsa dan Venus jalan disamping-samping Viona. Mereka jalan menuju tempat akad, sahabat-sahabatnya sudah melempar bunga pada Viona.


Delon sudah duduk di tempat akad menunggu Viona. Delon tersenyum melihat Viona yang jalan menghampirinya. Viona, Venus, dan Salsa sudah hampir sampai ditempat akad. Lalu mama menghampiri Viona dan membawa Viona ke sebelah Delon untuk duduk. Setelah Viona duduk, mama kembali lagi ke tempat semula dan akad dimulai.


“Apa sudah bisa dimulai?” tanya pak penghulu.


Mereka berdua mengangguk “sudah” jawab mereka serentak.


“Pak silakan dimulai” pak penghulu menyuruh papa Viona untuk memulai ijab kabulnya.


Hanya dengan satu tarikan napas, Delon langsung lancar membaca ijab kabulnya. Kemudian semua orang menjawa “SAH....” dan pak penghulu langsung membacakan doa.


Setelah itu mereka harus tanda tangan beberapa surat dan surat nikahnya. Kemudian pak penghulu menyerahkan surat nikah pada mereka masing-masing. Setelah itu pak penghulu menyerahkan pada MC untuk memulai acara


selanjutnya.


MC meminta Viona dan Delon untuk memasangkan cincin, kemudian Viona mencium tangan Delon. Setelah itu Delon mencium kening Viona sambil membacakan beberapa doa. Kemudian mereka langsung berfoto-foto.


Viona dan Delon jalan menuju orang tuanya, mereka akan meminta restu atas pernikahan mereka. Setelah pada orang tua, mereka langsung pada kakak mereka masing-masing. Kemudian mereka menemui sahabat dan keluarga yang lainnya.

__ADS_1


Setelah meminta restu mereka langsung menuju pelaminan. Disana para tamu langsung memberikan selamat dan berfoto. Setelah ucapan dari semua tamu, mereka akan mengada konferensi pres sebelum acara akad ini selesai. Sebab acara resepsinya akan diadakan malam harinya, maka acara siang ini hanya sebentar.


Mereka sudah duduk ditempat yang sudah disediakan untuk konferensi pres. Meraka didampingi oleh Dian, jadi yang akan mengaturnya adalah Dian.


“Assalamualaikum semuanya, baik pasti kalian sudah tidak sabar akan mengajukan pertanyaan pada pengantin baru. Baik saya akan mempersilakan kalian untuk bertanya dengan syarat akan tangan dan nanti saya akan memilih orangnya” kata Dian.


“Baik mbak” jawab semua wartawan.


“Mbak, mas, kalau boleh tahu tolong ceritakan semenjak kapan kalian menjalan hubungan. Setahu kita kalian tidak ada hubungan selama ini, hanya sebatas rekan kerja” tanya wartawan.


Viona dan Delon saling pandang, yang menjawab adalah Delon “sebenarnya kita memang tidak ada hubungan. Seperti yang mas bilang, kita hanya rekan kerja. Jujur juga saya sebenarnya sudah lama menaruh hati sama Viona.


Semenjak pertemuan kita pertama di acara perusahaan papa Viona. Tapi setelah itu saya harus kuliah di Italy, jadi saya tidak ada ketemu sama Vio setelah itu. Kita dipertemukan kembali sewaktu Vio ada tugas dari Ms. Floe, kita mulai kerja sama. Kemudian Vio lajut study-nya ke Paris, jadi Ms. Floe kembali membuat saya kerja sama dengan Vio. Selama kita kerja sama, kita hanya selalu bertengkar, tidak ada sedikitpun yang saling suka. Tapi lama kelamaan perasaan saya dulu kembali lagi, saya langsung melamar Vio. Sebab yang saya tahu Vio tidak ingin berpacaran, itulah ceritanya”.


“Mbak, saya mau tanya sama mbak Viona. Bagaimana perasaan mbak awalnya sebelum dan setelah menerima mas Delon?”


“Kalau cerita itu pasti lucu, saya dari awal memang tidak terlalu peduli gitu sama cowok. Meskipun kita saling bertengkar tapi kita sebenarnya saling membutuhkan. Waktu itu Delon sempat kesal sama saya. Dia tidak mau lagi


kerja sama dengan saya, semuanya diserahkan pada asistennya. Disitulah saya mulai merasa kehilangan, sebab tidak ada Delon disamping saya. Biasanya ada aja yang jail dan bertengkar, tapi semua itu hilang. Semenjak itu saya baru sadar bahwa saya ada perasaan sama Delon” jawab Viona sambil membelai pipi Delon.


“Kalau boleh tahu kapan mas Delon melamar mbak Viona?”.


“Waktu peresmian butik Viona, sekitar pergantian jam 12 malam menyambut ulang tahun Viona” kata Delon.


“Kalau boleh tahu, kenapa hanya dengan waktu yang singkat, kalian sudah memutuskan untuk menikah?”.


Semua orang saling mengangguk tandanya mereka sangat setuju dengan apa yang dikatakan Viona.


“Apakah masih ada yang mau ditanyakan?” tanya Dian.


Semua orang saling pandang “baik, jika sudah tidak ada, kita biarkan pengantin baru untuk istirahat dulu. Sebab nanti malam kita masih ada acara resepsi, kita berharap kalian bisa menikmatinya kagi” ucap Dian.


Kemudian semua orang bubar, Viona dan Delon langsung meninggalkan tempat tersebut. Mereka langsung istirahat dan menuju kamar pengantin yang sudah disediakan. Sampai disana mereka langsung mengganti baju masing-masing. Kemudian Viona keluar dari kamar mandi masih dengan memakai penutup kepalanya.


“Sayang, lapar tidak?” tanya Delon.


“Lapar, bie” jawab Viona.


“Kalau gitu mau makan disini apa diluar?”.


“Diluar aja bie, sama dengan yang lain”.


Mereka langsung keluar kamar untuk makan, setelah makan mereka langsung mempersiapkan untuk acara nanti malam. Sekitar jam 8 malam acara segera dimulai, Viona juga sudah selesai di make up.


***

__ADS_1


Delon yang baru keluar dari kamar mandi melihat ke arah cermin. Sebenarnya dia melihat Viona yang menurutnya sangat cantik dari biasanya. Viona yang sedang asyik dengan ponselnya, lalu tidak sengaja melihat ke cermin. Dia


melihat Delon yang memperhatikan Viona tanpa berkedip.


Viona menoleh “bie... bie..” Viona memanggil Delon.


Delon kaget “ya, why?”


“Kenapa! Lihat Vio begitu amat”.


Delon tersenyum “kamu cantik, baru sekarang aku berani menatap kamu lama-lama”.


“Masa sih!” Viona tidak percaya.


“Iya, beneran”.


Seseorang mengetuk pintu kamar mereka “masuk” ucap Delon dari dalam.


Venus dan Salsa yang datang “mas, mbak, udah mau mulai” ucap Venus.


Viona langsung berdiri, dibantu sama Salsa dan Venus. Mereka keluar dari kamar menuju tempat acara. MC sudah memulai acara, kemudian MC memanggil nama mereka. Viona dan Delon jalan bergandengan, sedangkan Venus sama Salsa jalan dibelakang mereka. Sebab mereka membantu memegang gaun Viona yang panjang.


Mereka sudah jalan ke pelaminan dengan diiringi oleh sebuah lagu favorit Viona. Sahabat-sahabat Viona kembali melempar bunga buat mereka. Mereka berdiri di samping-samping jalan mereka menuju pelaminan.


Setelah mereka sudah sampai di pelaminan, MC kembali mengatakan acara selanjutnya. Yaitu acaranya kata sambutan dari tuan rumah, yaitu dari papa Viona. Kemudian Delon dipanggil oleh MC untuk maju ke depan.


Viona memegang tangan Delon “mau ngapain?”


“Lihat aja..” Delon tersenyum.


Delon jalan menuju MC, kemudian MC menyerahkan mic pada Delon. Delon langsung menuju tempat pemain musik, Delon membacakan puisi buat Viona. Setelah itu Delon langsung menyanyikan sebuah lagu yang sangat disukai Viona. Lagu itu yang sering dinyanyikan Viona ketika pergi sama Delon maupun ketika dia sedang dilema dalam menentukan pilihan.


Viona yang mendengar semua itu sangat terenyuh, sampai dia meneteskan air mata. Delon melihat Viona meneteskan air mata, dia turun panggung sambil bernyanyi. Dia mengambil tisu dan membersihkan air mata Viona sambil nyanyi juga. Setelah lagu selesai dinyanyikan, Delon langsung memeluk Viona dan semua orang bertepuk tangan. Semua orang juga terbawa oleh lagu yang dinyanyikan Delon, tidak hanya Viona sendiri.


“Terimakasih, bie” ucap Viona.


“Sama-sama, jangan nangis lagi” hibur Delon.


Acara selanjutnya yaitu main game bareng pengantin. Setelah itu dilanjutkan dengan para tamu memberikan selamat pada pengantin baru. Bagi para tamu yang sudah memberikan selamat langsung dipersilakan menikmati hidangan yang sudah ada.


--


--


--

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2