DILEMA (Menentukan Pilihan)

DILEMA (Menentukan Pilihan)
Kesalahanku 2


__ADS_3

Esokan paginya, Radit masih menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Beberapa hari kemudian, dia juga menjalankannya seperti biasa, ketemu dengan Viona dan jalan bersama. Tiba-tiba ada masuk video sama Radit, video mengenai dia sama Sarah. Disana yang melakukannya itu memang mirip seperti Radit, tidak ada bedanya sedikitpun.


Radit mengantar Viona pulang, kemudian dia langsung datang menemui Sarah. “Apaan ini semua, Sar?” Radit melihatkan video itu sama Sarah.


“Gue juga mau bicarakan itu, ini coba lihat, gue juga dapat video yang sama” Sarah melihat pesan yang sama.


“Siapa yang mengirim ini semua?” tanya Radit.


“Gue tidak tahu, gue sudah berusaha menghubungi nomor tersebut tapi sudah tidak aktif. Gue sudah pun melacaknya, tapi gue tidak juga tahu siapa orangnya” penjelasan Sarah.


“Loe harus siap-siap, dua hari lagi kita harus pergi dari sini untuk menikah di luar” ucap Radit, kemudian dia langsung pergi.


Setelah itu Radit pergi menemui Bima dan minta bantuan dia. Apakah ada orang yang menjebaknya dan ingin hubungannya sama Viona hancur. Setelah dari tempat Bima, Radit menghubungi Viona minta bertemu di taman seperti biasa.


Sampai disana Radit sudah menunggu Viona “assalamualaikum mas” ucap Viona.


“Waalaikumussalam” jawab Radit dengan perasaan serba salah.


Viona duduk disebelah Radit “ada apa mas?” tanya Viona.


“Ada yang ingin mas bicarakan sama kamu. Sebelumnya mas benar-benar minta maaf, mas ingin kita mengakhiri hubungan ini” kata Radit.


Viona kaget “kenapa? Ada apa? Kenapa kamu berubah begini?” pertanyaan Viona.


“Mas minta maaf, mas tidak bisa jelaskan. Mas harap kamu nanti dapat pengganti aku yang lebih baik lagi, mas sayang kamu, Vio” Radit meneteskan air mata dan mencium kening Viona. Kemudian dia langsung pergi meninggalkan Viona yang menangis sendirian ditaman.


“Apa yang terjadi sama kamu, mas. Kalau kamu sayang sama aku, kamu tidak akan memutuskan aku tampa sebab begini. Aku tahu beberapa hari ini kamu berubah tapi aku hanya ingin tahu apa alasannya kamu memutuskan aku. Apa salah ku sama kamu, mas” kata hati Viona sambil menangis.


Hari pun berlalu, Radit pergi ke luar untuk melaksanakan nikah sirihnya bersama Sarah. Dia hanya banyak diam dari awal keberangkatan mereka sampai mereka selesai akad nikah. Setelah itu mereka kembali lagi ke Jakarta untuk memberikan bukti pada bapak-bapak yang menangkap mereka waktu itu. Setelah dari itu Radit mendapatkan panggilan dari Bima mengenai apa yang diperintahkan Radit sama Bima.


“Ada apa Bim?”


“Loe dimana?”


“Gue udah di Jakarta, kenapa?”


“Loe datang ke apartemen gue sekarang, ada yang mau gue omongin sama loe mengenai video kemarin”.

__ADS_1


“Oke, gue langsung kesana” Radit menutup panggilan.


“Sar, loe bisa kembali ke apartemen loe sendiri kan. Gue harus ke kantor, ingat loe jangan pernah datang ke rumah gue dan menghubungi Viona” ancam Radit.


Radit langsung pergi “gue gak sebodoh gitu lagi. Kalau mereka tahu pasti loe akan meninggalkan gue, sebab loe harus jadi ayah dari anak yang gue kandung sekarang” kata hati Sarah.


Radit datang ke apartemen Bima, disana Bima sudah menunggunya. “Loe duduk dulu, gue mau ambil minum” Bima menyuruh Radit duduk.


Bima datang “sebenarnya ada apa, Bim?” tanya Radit.


“Loe udah jadi nikah sama Sarah?” tanya Bima.


“Sudah, tapi hanya nikah sirih. Gue gak ingin nikah secara hukum, sebab gue gak ingin hidup bersama dia”.


“Itu lebih baik. Loe tahu Sarah sekarang lagi hamil?”


Radit kaget “hamil, tidak mungkin karena gue. Sebab kita melakukan itu baru seminggu”.


“Benar, itu bukan anak loe. Tapi anak pacarnya yang seorang om om”.


“Maksud loe?”.


“Apa. Terus video kemarin?”


“Loe sudah dijebak sama Sarah, dia memang ingin membuat loe hancur karena loe memutuskannya karena Viona. Gue sudah mendapatkan semua buktinya, semua yang terjadi selama ini memang sudah di rencanakan. Mengenai video Viona yang loe lihat tidak sepenuhnya benar, sebab itu hanya sepotong-potong. Loe benar-benar terlalu bodoh melepaskan Viona”.


“Tapi semua ini memang salah gue, Bim. Gue sudah merusak kepercayaannya selama ini sama gue, apalagi keluarga gue sangat menyukai Vio. Gue gak tahu apa yang terjadi setelah ini, jika mereka tahu gue sudah putus dengan Vio”.


“Sekarang menurut gue, loe harus selesaikan semua masalah loe sama Sarah. Jika loe ingin balik sama Vio juga tidak terlambat, gue akan selalu mensuport loe, sob”.


“Terimakasih, Bim. Gue harus selesaikan ini semua, gue pergi dulu” Radit meninggalkan apartemen Bima.


Semua keluarga Radit dan Viona sudah tahu bahwa mereka sudah putus. Keluarga Radit sangat marah mengetahui itu semua, berbeda dengan keluarga Viona. Mereka tidak ada banyak tanya mengenai setiap hubungan anak-anaknya, apakah keputusan anak-anaknya mereka mengikuti.


Radit datang ke apartemen Sarah, Sarah sangat senang dengan kedatangan Radit. Radit masuk dengan tersenyum, kemudian dia langsung mendekati Sarah. Sarah hanya tersenyum sambil mundur kebelakang, sampai pentok sama dinding. Radit semakin mendekati Sarah dengan sangat dekat. Sarah sudah mulai memejamkan matanya, Radit melihat itu, dia langsung menjauh.


“Jangan harap loe akan mendapatkan semuanya dari gue” ucap Radit sambil jalan duduk.

__ADS_1


Sarah membuka matanya “kan loe sudah sah jadi suami gue meskipun hanyak nikah sirih. Loe berhak melakukan apapun sama gue, gue rela kok” ucap Sarah dengan lugunya.


“Untuk apa! Gue gak mau menikmati tubuh seseorang yang sudah terjamah oleh om-om, apalagi itu selingkuhan”.


Sarah kaget “maksud loe!”


Radit tersenyum “loe sudah berhasil, loe hebat. Apalagi dalam menjebak gue, tidak hanya itu loe juga sudah berhasil memisahkan gue sama orang yang paling gue cintai. Tapi satuhal yang perlu loe ingat, loe tidak akan


pernah berhasil menjadikan gue kambing hitam atas anak yang loe kandung saat ini” Radit marah.


Sarah langsung mendekati Radit “Dit, maafin gue. Gue akui, gue salah melakukan itu. Tap please jangan tinggalkan gue, gue benar-benar butuh bantuan loe”.


“Jangan harap, mulai dari sekarang loe Sarah gue talak” Radit langsung pergi.


“Radit.. maafin gue.. Radit....” Sarah berteriak sambil menangis dan terduduk.


Setelah kejadian itu Radit menghilang, dia tidak ada pulang ke rumah. Dia hanya tidur di apartemen Bima, sedangkan Bima pun mengerti dengan keadaan Radit. Sedangkan Viona masih fokus dengan kuliahnya. Radit sudah tidak ada menghubungi Viona, dia merasa malu dengan semua terjadi. Semua maslah itu dia simpan bersama Bima sahabatnya, dia tidak ingin semua orang tahu dengan apa yang terjadi padanya.


***


Kembali pada Rara dan Radit di kamarny “memang semua yang terjadi adalah kebodohan dan kesalahan aku. Apapun yang terjadi sekarang aku menerima dengan ikhlas” kata Radit sambil meneteskan air mata.


“Rara juga minta maaf sama mas, sebab Rara selama ini tidak mensuport apa yang mas lakukan. Rara berharap mas bisa ikhlas dan fokus pada apa yang harus mas kerjakan saat ini”.


“Iya, mas tahu, kesalahan mas tidak akan bisa membuat keadaan kembali normal. Mas harap kamu tidak ceritakan sama mami, papi, maupun Viona. Sudah cukup penderitaan Viona selama ini, biar dia bahagia dengan calon suaminya”.


“Iya mas, Rara janji” Rara memeluk Radit.


“Mas juga berharap, kamu sama Bima tidak hanya main-main tapi memang serius. Kenalin Bima sama mami dan papi, biar mereka tahu kalau kamu sudah punya pacar” saran Radit.


“Iya mas, nanti Rara suruh Bima datang. Kalau gitu Rara ke kamar dulu mau sholat maghrib” Rara pamit.


“Iya,,” Radit kembali melamun.


--


--

__ADS_1


--


BERSAMBUNG


__ADS_2