
Sahabat-sahabat Viona sudah datang, mereka menghampiri Viona “hai... ngapain loe disini?” tanya Luna.
“Nggak kenapa-napa, ayo masuk” ajak Viona.
Jesika menghampiri Viona “Vio ada yang mau ketemu sama loe?”.
“Siapa?” tanya Viona.
Datang James menghampiri mereka “hai Vio”.
“Hai.. loe datang juga” ucap Viona.
“Maaf ya, dia maksa buat ikut, nggak apa-apa kan!” bisik Jesika.
“Nggak apa-apa kok” jawab Viona.
“Siapa dia Jes, kok nggak loe kenalin sama kita” ucap Luna.
“Jadi kalian berdua belum kenal” sambung Viona.
“Sorry, aa kenalkan sahabat aku Luna dan Lala” Jesika memperkenalkan mereka.
Sewaktu mereka bercakap-cakap datang Wulan “Viona...” teriaknya.
“Wulan, tunggu ya guys” Viona langsung menghampiri Wulan “kata gue loe nggak akan datang, gue miss you” Viona langsung memeluk Wulan.
“Gue udah janji datang makanya gue akan datang juga. Gue mau ketemu sama mas Vandi dan mama papa” ucap Wulan.
“Ayo, gue temanin” ajak Viona.
Mereka sedang berbicara dengan Vandi dan keluarga yang lainnya. Sari datang menghampiri Viona bilang kalau Dandi datang.
“Vio, bos datang” bisik Sari.
“Siapa kak, bos?” Viona masih tidak paham.
“Maksud akak Dandi, dia kan bos akak” jelas Sari.
“Maaf kak, Vio lupa. Vio temui bos akak dulu ya” ucap Viona pada Sari.
Viona langsung menemui Dandi “assalamualaikum”.
“Waalaikumsalam, apa gue sopan?” ucap Dandi.
Viona melihat penampilan Dandi “its good but no handsome” ledek Viona.
Mereka saling tertawa, James melihat mereka tertawa dan heran “Jes, siapa cowok bersama Vio itu?” tanya James.
“Nggak tahu dan nggak kenal, kalian kenal?” tanya Jesika pada sahabatnya.
“Kita nggak kenal juga” jawab Luna.
“Ayo bos silakan masuk dan nikmati hidangannya” Viona mengajak Dandi masuk.
“Terimakasih miss Vio” ledek Dandi.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Indra mengambil mikrofon “assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh”.
“Waalaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh” jawab semua orang.
“Sepertinya para tamu sudah pada datang, kami dari pihak tuan rumah akan memulai acara kita hari ini. Pertama kita akan mengadakan pengajian sebagai doa syukuran untuk adik kami Viona Verdinand. Dia mendapatkan beasiswa melanjutkan kuliah S2 di Paris. Dia juga mendapatkan kontrak kerja disana selama 2 tahun. Acara keduanya adalah pertunangan kakak kami Vandi Verdinand dengan Vina Larasati. Sebelum acara tersebut, dipersilakan pada tamu untuk duduk di tempat yang sudah kami sediakan” ucap Indra.
Semua orang langsung duduk di tempat yang sudah disediakan. Viona bersama keluarganya mempersilakan para tamu duduk. Begitu juga dengan sahabat-sahabat Viona membantu membagikan surat ya-sin untuk para tamu. Setelah semuanya sudah pada duduk, Indra memberikan mikrofon pada ustadz.
“Baik, saya akan langsung menyerahkan acara ini pada pak ustadz. Silakan pak ustadz untuk memulai pengajiannya” ucap Indra.
Pak ustadz mengambil mikrofon “assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh”.
“Waalaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh” jawab semua orang.
“Alhamdulillah, sebelum kita memulai pengajiannya. Kita doakan pada anak kita Viona, semoga dia berjaya disana. Dia juga bisa balik kesini lagi dengan ilmu dan pengalaman yang dia dapat disana. Terakhir dia bisa membawa nama Indonesia di mancanegara dan semoga ilmu yang didapat bermanfaat di kemudian harinya” ucap pak ustadz.
“Amin...” ucap semua orang.
Kemudian pak ustadz langsung memulai pengajiannya, semua orang disana mengikuti pak ustadz. Satu jam kemudian pengajian selesai, Indra kembali berdiri di tengah-tengah para tamu.
“Vio, siapa orang itu?” bisik Wulan pada Viona.
“Dia abang angkat gue yang pernah gue ceritain dulu” jawab Viona.
“Selama gue datang kesini gue nggak pernah ketemu sama dia” ucap Wulan.
“Waktu kita sekolah dia kuliah kedoteran di Amerika, dia tidak pernah balik kesini. Baliknya hanya waktu dia udah siap wisuda, loe tahu kan dia yatim piatu. Jadi yang membiayai kuliahnya adalah bokap gue, udahlah nanti gue kenalin” ucap Viona.
“Baik, pengajian udah selesai. Kita langsung saja masuk ke acara kedua yaitu pertunangan Vandi dengan Vina. Kepada mereka di persilakan berdiri” ucap Indra.
Vandi dan Vina langsung berdiri menghampiri Indra “cincinnya mana?” tanya Indra.
“Sama mbak, mbak mana!” ucap Vina.
“Mbak, cincin mana” ucap Vandi sama Viona.
Viona langsung membawakan cincin pada mereka “silakan kepada Vandi dan Vina untuk tukar cincinnya” kata Indra.
Mereka langsung menukar cincin, setelah selesai pak ustadz langsung membacakan doa. Setelah doa sudah selesai para tamu di persilakan untuk menikmati hidangan. Sedangkan keluarga Viona langsung membagikan amplop dan sofenir untuk anak yatim.
Viona sedang bicara dengan Wulan, dia melihat Indra dan memanggilnya “bang mau kemana?” tanya Viona.
“Abang mau ke belakang” jawab Indra.
“Tunggu dulu bang, kenalin sahabat Vio waktu SMA, Wulan” Viona memperkenalkan Wulan.
“Indra, abang angkat Vio” ucap Indra.
“Wulan bang” jawab Wulan.
“Kalau gitu abang ke belakang ya” Indra langsung pergi.
“Kenapa dia?” tanya Wulan.
“Nggak tahu, pasti dia kebanyakan makan sambal” ucap Viona sambil tersenyum.
__ADS_1
“Jes pulang yuk, sepertinya sia-sia saja aa kesini hari ini” ucap James pada Jesika.
“Kan, apa yang Jesi bilang tadi. Disini keluarga Vio berkumpul semua, termasuk sahabat-sahabatnya juga. Banyak orang yang sayang sama Vio itu, makanya nggak bakalan bisa dia melayani semua orang. Jangan kecewa, besok-besok Jesi bantu lagi, ayo!” ajak Jesika.
“Kita mau kemana?” tanya James.
“Katanya mau pulang, makanya kita pamit dulu sama Vio dan keluarganya” jawab Jesika.
Lala dan Luna memanggil Jesika “Jes kemana?” tanya Lala.
“Gue mau pulang, sepupu gue ini ingin pulang” jawab Jesika.
“Kenapa cepat-cepat pulang, kita kan mau bantu Vio beres-beres nantinya” ucap Luna.
“Sorry, gue ada urusan sebentar dan harus pulang. Kalau gitu Jes, Jesi tinggal saja dulu, nanti malam aa jemput lagi kesini. Kasihan juga Viona beres-beres nanti sendirian, kemaren kamu juga nggak bantu kan!” ucap James.
“Ok lah kalau gitu, nanti aa jemput loh” kata Jesika.
“Ok, tapi temani aa ke tempat Viona donk” ajak James.
“Ayo, guys sebentar ya!” Jesika langsung pergi.
Viona sedang melihat makanan “Vio ada yang mau di omongin sama James” kata Jesika.
“Iya, apa?” tanya Viona.
“Gue mau izin pulang, soalnya ada urusan” ucap James.
“Kenapa cepat-cepat pulang, loe mau pulang juga Jes?” tanya Viona.
“Gue nggak, aa saja yang pulang, sebab dia ada urusan sebentar. Nanti malam gue di jemput lagi kesini sama aa” ucap Jesika.
“Owh ya udah deh, thank you” Viona mengucap terimakasih.
“Iya, sekali lagi selamat ya. Bisa temani gue ke tempat keluarga loe” ucap James.
“Ayo” Viona mengajak James dan Jesika. “Pa, ma, mas, kak, ini teman mbak dia mau pamit pulang” ucap Viona.
“Oh iya, siapa nama kamu?” tanya papa.
“Saya James om, tante. Saya sepupu Jesika” James bersalaman dengan orang tua Viona.
“Kenapa udah mau pulang saja?” tanya mama.
“Ada urusan sebentar tante yang mau di urus” jawab James.
“Owh gitu, sering-sering kesini ya!” ucap mama.
“Iya tante. Mas, kak, selamat ya. Saya pamit pulang dulu” ucap James pada Vandi dan Vina.
“Iya makasih sudah datang” ucap Vandi.
--
--
__ADS_1
--
BERSAMBUNG