
Delon sedang melihat ponselnya di butik, tiba-tiba dia kaget melihat berita tentang Viona di internet. Dia langsung memberitahu bundanya yang sedang kerja.
“Bunda.. bunda...” teriak Delon.
“Iya, bunda di belakang” teriak bunda.
“Bunda, coba lihat ini, ada berita tentang Vio dibawa ke rumah sakit” Delon melihatkan sama bunda.
“Iya, bunda coba hubungi Vandi dulu” bunda langsung telepon Vandi.
“Assalamualaikum unty” Vandi mengangkat telepon.
“Waalaikumslam Vand, barusan unty lihat internet ada berita tentang Viona dibawa ke rumah sakit. Apa benar?” tanya bunda.
“Benar unty, sekarang Vandi di rumah sakit” jawab Vandi.
“Bagaimana keadaannya sekarang?” tanya Bunda.
“Vio hanya kecapekan unty, sebab tenaganya terlalu diforsir saat pernikahan Vandi kemaren” jawab Vandi.
“Kalau gitu jika unty free unty datang, assalamualaikum” bunda menutup telepon.
“Bagaimana bunda?” tanya Delon.
“Iya Viona dibawa ke rumah sakit, kata Vandi dia hanya butuh istirahat” jawab bunda.
“Syukurlah kalau gitu” ucap Delon.
“Bunda heran, kenapa Delon ingin ambil tahu tentang Vio. Apa Delon suka sama Vio ya?” ledek bunda.
“Mana ada bunda, Delon ke depan” Delon langsung pergi.
“Nggak mau ngaku, kalau suka bilang saja suka” teriak bunda.
***
Kiki dan Fuji datang ke rumah sakit, mereka ketemu dengan Vandi dan Vina. “Assalamualaikum, mas” ucap Kiki.
“Waalaikumsalam” jawab Vandi dan Vina.
“Bagaimana keadaan Vio, mas?” tanya Fuji.
“Dia baru saja sadar, sekarang dokter ada didalam memeriksanya” ucap Vandi.
Indra dan dokter yang merawatnya keluar “bagaimana dok?” tanya Vandi.
“Viona sudah baikan, dia hanya butuh istirahat saja. Kata dokter Indra Viona akan wisuda sabtu besok kan, jadi kita sudah beri Viona vitamin. Sekitar 3 atau 4 hari lagi dia sudah bisa pulang” jawab dokter.
“Terimakasih dok” ucap Vandi.
Dokter itu langsung pergi “bang, udah boleh kita masuk?” tanya Kiki.
“Sudah, abang mau turun sebentar, mas sama yang lain masuk saja” ucap Indra.
Indra langsung pergi dan mereka langsung masuk “assalamualaikum” ucap semua.
“Waalaikumsalam” jawab Viona yang sedang berbaring.
“Bagaimana rasanya mbak?” tanya Vina.
__ADS_1
“Udah lebih baik kak” jawab Viona.
“Kenapa kamu bisa pinsan, Vio?” tanya Fuji.
“Vio juga nggak tahu, dari tadi pagi semenjak selesai sholat subhu kepala Vio juga sudah pusing. Makanya Vio terlambat turun tadi, sampai dibawah semakin pusing makanya Vio pinsang” jawab Viona.
“Sekarang sudah mulai baikkan kan?” tanya Kiki.
“Udah kok” jawab Viona.
Setelah Viona sadar, semua orang tiada bergantian datang melihat keadaan Viona. Beberapa hari kemudian Viona dibawa pulang dan istirahat di rumah. Sudah seminggu Viona sakit, hari ini dia akan melaksanakan wisuda di kampusnya. Viona keluar dari gedung dan disambut oleh keluarga serta teman-temannya. Mereka datang dengan membawa hadiah buat Viona, semua orang berdatangan untuk memberikan selamat.
***
Tiga hari setelah wisuda, Viona kembali sibuk dengan pernikahan Fuji dan Kiki. Sekarang dia hanya memantaunya saja sebab semuanya sudah di urus oleh Delon. Sehari kemudian langsung pernikahan Kiki dan Fuji. Sewaktu resepsi pernikahan Kiki dan Fuji, kepala dinas pendidikan memberitahu bahwa Viona akan segera berangkat ke Paris. Semua tugas yang diberikan padanya, semua berjalan dengan lancar. Untuk itu dua hari dari sekarang Viona akan langsung berangkat. Semua orang bertepuk tangan mendengar berita dari kepala dinas pendidikan.
Sehari sebelum berangkat Viona sampai di rumah dia melihat banyak koper di depan tangga. Viona kaget dan langsung menghampiri keluarganya yang sedang duduk di ruang tamu. “Ma, pa, itu semua barang siapa?” tanya Viona.
“Punya mbak lah, emang punya siapa lagi” ucap mama.
“Bukan, itu bukan mbak punya. Koper mbak ada di dalam kamar, belum ada mbak bawa ke luar. Lagian itu bukan koper mbak. Itu koper mas kan!” Viona menunjuk Vandi.
Vandi tersenyum dan memberikan amplop pada Viona “ini untuk mbak”.
“Apa ini mas?” tanya Viona sambil mengambilnya.
“Buka dulu mbak” sambung Vina.
Viona langsung membukanya dan terkejut “apa, mas sama akak pergi honeymoon ke Paris. Beneran ini mas! Kak!” Viona senang.
“Iya, mas sama kak Vina akan pergi honeymoon ke Paris. Mbak suka?” tanya Vandi.
Venus datang “kenapa mbak?” tanya Venus.
“Mas sama kak Vina akan honeymoon ke Paris” jawab Viona.
“Oh itu, kirain apa tadi” jawab Venus sambil duduk.
Viona heran “jadi adek udah tahu juga, papa sama mama juga tahu...”
Datang Indra “assalamualaikum” Indra menghampiri semua orang “ada apa ini?”
“Jangan bilang abang juga tahu” Viona langsung menunjuk Indra.
Indra terkejut “tahu apa?”.
“Tahu kalau mas sama kak Vina akan pergi honeymoon ke Paris” ucap Viona.
“Oh itu, abang tahu kok, abang yang memboking tiket dan penginapan disana” ucap Indra.
Viona marah “iihhh... semua udah tahu, hanya mbak yang nggak tahu seorang. Nggak adil, semuanya merahasiakan sama mbak” Viona ngambek.
“Nggak usah lebay gitu mbak, kalau di bilang sama mbak berarti itu bukan surprise lagi” ucap papa.
“Iya mbak, kita hanya nggak ingin mbak sendirian kesana, kita tahu ini first time mbak jauh dari family” ucap Vina.
“Iya juga sih, makasih kak, Vio sayang akak” Viona memeluk Vina dan langsung lari masuk ke kamarnya.
***
__ADS_1
Pagi harinya semua orang sudah berkumpul di ruang tamu, mereka hanya menunggu Viona yang belum turun juga dari kamarnya.
“Mbak mana?” tanya papa.
“Mbak masih di atas pa” jawab Venus.
Viona di kamarnya sedang siap-siap pergi, sewaktu mau turun ponselnya berdering. Ternyata ada telepon dari mami Radit “assalamualaikum Vio” ucap mami Radit.
“Waalaikumsalam mi, ada apa mi?” tanya Viona.
“Viona dimana sekarang, apa udah di bandara?” tanya mami.
“Belum lagi mi, masih di rumah, sebentar lagi berangkat. Emang kenapa mi?” Viona tidak mengerti.
“Vio bisa datang ke rumah sakit ketemu sama Radit sebentar, mami hanya tidak ingin nanti mami menyesal. Mami fikir kalau Radit nggak juga sadar mami minta sama dokter untuk melepaskan semua mesin yang ada pada tubuh Radit. Mami tidak sanggup melihat Radit menderita seperti itu terus” mami sambil menangis.
“Mami jangan bicara seperti itu, Vio yakin mas Radit akan sadar. Mami jangan berhenti berharap seperti itu” ucap Viona.
“Mami nggak tahu lagi apa yang ingin mami lakukan sekarang Vio, mami harap Vio bisa datang kesini sebelum berangkat” kata mami.
“Iya mi, nanti Vio kesana dulu, assalamualakum” Viona menutup telepon.
Viona langsung turun “abang, bisa antar Vio ke rumah sakit dulu” ucap Viona sama Indra.
“Ngapain ke rumah sakit mbak, dua jam lagi kan mbak mau berangkat” tanya mama.
“Vio lupa, kemaren Vio belum melihat Radit, Vio mau melihat Radit sebelum pergi” jawab Viona.
“Ya sudahlah, mbak pergi ke rumah sakit dengan abang. Kita semua pergi dengan sopir saja lagi, mbak jangan sampai telat” ucap papa.
“Makasih pa, ayo bang” Viona langsung menarik Indra pergi.
Viona dan Indra dalam perjalanan ke rumah sakit “Vio, abang mau tanya, kenapa kamu ingin pergi ke rumah sakit?” tanya Indra.
“Sebenarnya tadi mami telepon, dia ingin ketemu sama Vio sebelum berangkat dan suruh Vio melihat Radit untuk terakhir kali. Mami juga bilang dia akan melepas semua alat yang berhubungan dengan Radit” jawab Viona.
Indra kaget “apa, kenapa mami harus melakukan itu. Menurut abang masih ada peluang untuk Radit sadar, hanya saja tubuhnya yang tidak merespon”.
“Vio juga nggak ngerti dengan pemikiran mami, bang” ucap Viona.
Tidak lama kemudian mereka sampai di rumah sakit dan langsung buru-buru ke ruang rawat Radit. Sedangkan semua orang sudah sampai di bandara dan masih menunggu Viona. Viona dan Indra bertemu dengan mami dan Rara di depan ruang rawat Radit. Mereka langsung bersalaman dan Viona langsung masuk ke ruang rawat Radit.
“Assalamualaikum mas, hari ini Vio datang dan nggak tahu kapan lagi Vio akan melihat mas lagi. Vio hanya bisa berharap mas sadar dan sehat seperti semula. Walaupun kita tidak bisa bersama, setidaknya Vio bisa melihat mas kembali normal. Vio tidak ada waktu lagi, Vio harus berangkat hari ini, assalamualaikum” kata Viona sambil pergi.
Viona keluar “mami, Vio harus pergi sekarang. Satu jam lagi pesawat Vio, Vio harap mami tidak akan melepas semua alat itu. Vio yakin mas akan sadar kembali, Vio akan selalu doakan untuk mas. Vio pamit mi, Vio sayang mami” Viona memeluk mami.
“Mami juga, tapi jangan lupakan mami ya, sering telepon mami” ucap mami.
“Iya mi. Ra, mbak pergi ya, jaga mas” Viona memeluk Rara.
Rara juga memeluk Viona “sering-sering telepon Rara ya mbak” ucap Rara.
Viona dan Indra langsung menuju bandara, semua orang sudah menunggu di bandara. Setengah jam kemudian mereka sampai di bandara dan langsung buru-buru ke keluarganya. Viona, Vandi, dan Vani pamit sama semua orang yang ada disana. Beberapa menit kemudian mereka check in dan langsung masuk pesawat, tidak lama kemudian pesawat pun lepas landas.
--
--
--
__ADS_1
BERSAMBUNG