
Setelah ketemu dengan James, Viona langsung ke butiknya untuk mencek keadaan selama dia pergi liburan. Selama dia tidak ada yang menjaga dan mengawasi butik adalah Indra abang angkatnya. Viona masuk kedalam butik, dia ketemu sama karyawan yang menjaga kafe.
“Sore mbak Vio” ucap karyawan itu.
“Sore, abang ada didalam?” tanya Viona.
“Ada mbak, baru saja sampai” jawab karyawan.
“Apa ada masalah selama saya gak ada?”
“Ada sedikit mbak, tapi sudah dibereskan sama bang Indra” ucap karyawan.
“Ya sudah, kamu lanjut saja bekerja. Bawa minuman dua keatas, ya” perintah Viona. Kemudian Viona dan Delon jalan pergi ke lantai dua.
Setelah itu Viona dan Delon langsung menuju ruangan Viona. Semua karyawan menyapa Viona dan Delon, mereka menjawab dengan tersenyum. Sedangkan customer yang sedang melihat-lihat baju merasa terkagum pada keramahan Viona.
Viona membuka ruangannya “abang......” ucap Viona.
“Pulang juga, kirain gak ingat pulang” ledek Indra sambil berdiri.
Viona dan Delon bersalaman sama Indra “abang sehat?” tanya Delon.
“Alhamdulillah sehat, Lon. Bagaimana perjalanan kalian?” tanya Indra sambil duduk.
“Ada masalah sedikit bang, seperti yang sudah Delon ceritakan sama abang. Tapi semuanya sudah selesai berkat bantuan abang sama mbak Dian” cerita Delon.
“Syukurlah” jawab Indra.
Tiba-tiba datang karyawan yang membawa minuman yang dipesan Viona sebelum naik. Setelah itu mereka melanjutkan pembicaraan mereka mengenai butik dan persiapan pernikahan mereka sebentar lagi.
“Vio, ada yang mau abang bicarakan sama kamu mengenai butik” ucap Indra.
“Apa itu bang?” tanya Viona.
”Menurut abang, bagusnya kamu punya asisten yang bisa mengurus butik sewaktu kamu pergi. Abang bukannya gak mau, tapi kamu tahu kan janji abang sama kamu. Setelah kamu berhasil mencapai cita-cita kamu dan kamu
mendapatkan seseorang yang bisa jagain kamu, abang akan fokus lagi sama kehidupan abang” kata Indra.
“Benar juga yang dikatakan sama bang Indra, Vio. Kamu tidak hanya di butik sekarang sibuk. Kamu juga sudah tanda tangan kontrak novel kan, setidaknya ada yang membantu kamu” sambung Delon.
“Iya bang, Delon. Itu sudah Vio rencanakan, tapi siapa orang yang mau membantu Vio” jawab Viona.
“Kalau menurut aku, orang yang bisa kamu percayai” saran Delon.
“Coba kamu tanya sama Lala dan Luna, mereka kan satu jurusan sama kamu. Lagian kamu kan bisa join sama mereka dalam mengembangkan butik ini” saran Indra.
“Iya juga yang dikatakan sama abang, nanti Vio tanya sama mereka” ucap Viona.
“Berarti kita tunggu apa tanggapan mereka lagi. Setelah ini kalian mau kemana?” tanya Indra.
“Mau pulang ke rumah, emang abang mau kemana?” tanya Viona balik.
“Besok abang libur, ya pulang ke rumah juga. Tadi mama juga nelvon, katanya mau ajak calon mantunya makan malam dirumah” ucap Indra.
“Udah tahu, ngapain abang tanya lagi” Viona sedikit sebal.
“Pengen nanya aja” Indra langsung berdiri. “Ayo kita pulang, udah sore juga” ajak Indra.
Kemudian mereka siap-siap untuk pulang, begitu juga dengan semua karyawan. Karena waktu kerja hanya sampai jam lima sore. Setelah itu mereka langsung menuju kerumah orang tua Viona.
__ADS_1
Hanya berjarak setengah jam dari butik ke rumah Viona. Mereka sampai di rumah disambut sama orang tua Viona yang sedang duduk menunggu waktu sholat maghrib.
“Assalamualaikum” ucap Viona, Delon dan Indra.
“Waalaikumussalam” jawab semua orang.
Mereka langsung bersalaman dengan orang tua Viona. “Kalian bersih-bersih dulu, Vio ajak Delon ke kamar tamu” ucap mama.
“Iya ma, ayo!” ajak Viona sama Delon.
“Aku gak ada baju ganti, Vio” bisik Delon sama Viona.
“Tenang saja. Abang, bisa pinjamin Delon baju ganti” ucap Viona sama Indra.
“Nanti abang pinjamin, kalau gitu Delon ikut abang saja. Nanti abang yang antar ke kamar tamu” kata bang Indra.
“Kalau gitu Vio langsung ke kamar saja” Viona langsung pergi ke kamarnya.
Viona langsung kekamarnya untuk bersih-bersih. Indra mengajak Delon ke kamarnya, setelah itu Indra mengantar Delon ke kamar tamu. Tidak lama kemudian jam sudah menunjukkan mau maghrib, mereka semua siap-siap untuk sholat maghrib berjamaah. Viona turun dengan Venus, sampai dibawah Delon terkesima melihat Viona memakai mukenah.
“Hoi bro, jangan dilihatin kek gitu, sebentar lagi halal kok” ledek Indra.
“Abang bisa aja” Delon menunduk malu.
Waktu sudah menunjukkan maghrib “Delon, coba kamu adzan” ucap papa.
“Iya om” Delon langsung adzan.
Setelah Delon selesai adzan, papa menyuruh Indra untuk menjadi imam. Kemudian mereka sholat maghrib, setelah itu mereka kembali ke kamar masing-masing. Viona dan Venus bersama pembantu sedang menyiapkan makan malam. Datang Vandi, Vina dan Vigo juga ikut makan malam.
Vina menghampiri Viona dan Venus “malam adik-adik kakak” ucap Vina.
“Baru aja datang, apa sudah siap semuanya?” tanya Vina.
“Ayo kita bawa ke meja makan” mama datang menghampiri mereka.
“Ayo. Dek, panggil semua orang di ruang keluarga” ucap Vina.
“Iya kak” Venus langsung pergi memanggil mereka semua.
Vina dan mama membawa semua makanan ke meja makan. Venus memanggil semua orang, kemudian semua datang ke meja makan. Semua duduk ditempat masing-masing, yang belum ada hanya Viona.
“Ma, mbak mana?” tanya papa.
“Masih di dapur pa, katanya buat minum buat Delon” jawab mama.
Kemudian datang Viona membawa minum buat Delon, minum yang biasa diminum Delon sewaktu makan. Viona meletakan minum itu didepan Delon.
”Sepertinya mbak udah belajar menjadi seorang istri” ledek Vandi.
“Udah biasa kali mas, selama di Italy kan kita berdua masak bareng. Jadi disitulah mbak tahu apa kesukaan Delon” ucap Viona sambil duduk.
“Yalah tuh, mas gak percaya” Vandi tidak percaya.
“Tidak hanya mbak yang tahu mas, Delon juga tahu kebiasaan mbak, ya kan Lon?” sambung Indra.
Delon hanya tersenyum “lihat kan mas, Delon jadi salah tingkah” ledek Indra lagi.
“Apaan sih mas sama abang nih, udah dong ledek kita terus. Abang tuh cari calon lagi, gak usah jagain mbak terus” bela Viona.
__ADS_1
“Tenang saja Vio, abang udah ada calonnya. Tapi abang masih gengsi ungkapinnya” kata Delon.
“Beneran, Lon?” tanya mama.
“Iya tante, tapi gak tahu nih abang, gengsi amat” ledek Delon.
“Kenapa abang yang jadi di ledek, Delon....” Indra menatap Delon.
“Maaf bang, gak lagi” Delon ketakutan.
“Abang sekarang main rahasia sama mbak ya, mentang-mentang sekarang lebih dekat sama Delon, mbak dilupain aja” kata Viona.
“Gak gitu dek” Indra merasa bersalah sama Viona.
“Udah dulu, ayo kita makan malam dulu” papa menghentikan mereka.
Mama mengambil makanan buat papa, Vina mengambil makanan buat Vandi, Viona mengambil makanan buat Indra dan Delon, sedangkan Venus menyuapkan Vigo makan. Setelah Vina selesai makan baru Venus bisa makan. Selesai semuanya makan, mereka langsung duduk di ruang keluarga membicarakan mengenai pernikahan Viona dan Delon.
“Delon, bagaimana kata bunda kamu mengenai persiapan pernikahan kalian hanya tinggal beberapa hari lagi?” tanya papa.
“Kata bunda mengenai tempat acara sudah ditentukan di villa kita di puncak. Sebab Vio ingin temanya outdor om, terus mengenai dekorasinya Vio juga sudah menyiapkan. Semua sudah di urus bunda sama kak Dian, tinggal
penyebaran undangan yang belum. Kemudian kita belum fitting baju terakhir, sebab bunda kemaren hanya mengambil ukuran lama kita masing-masing” jawab Delon.
“Kalau masalah undangan bisa mas sama kak Vani bantu nantinya. Kalau undangan untuk teman-teman kalian, itu memang harus kalian yang kasih” ucap Vandi.
“Abang juga bisa bantu, besok abang free” sambung Indra.
“Berarti hanya tinggal itu saja kan?” kata papa lagi.
“Iya om. Tapi bunda suruh tanya sama tante mengenai makanannya, udah selesai apabelum?” Delon bertanya sama mama.
“Sudah Delon, tante hanya belum mengasih alamatnya saja. Karena tempatnya sudah ada, nanti tante hubungi mereka lagi” jawab mama.
“Apakah kita gak buat pengajian menjelang akad?” saran Viona.
“Itu tergantung kalian” jawab papa.
Delon dan Viona saling lihat “nanti kita diskusikan dulu, om” ucap Delon.
Perbincangan pun selesai, semua sudah masuk ke kamar masing-masing buat istirahat. Viona mengantar Delon kedepan, sebab dia mau pulang.
“Besok kamu libur kan?” tanya Viona.
“Emangnya mau kemana?” tanya Delon juga.
“Mau mengantar undangan ke ruamh teman-teman aku, aku juga mau kenalkan kamu sama seseorang” ucap Viona.
“Oke, besok kita siangan pergi. Sebab aku harus ke kantor ada meeting, boleh kan?”.
Viona mengangguk “ya sudah, aku pamit. Assalamualaikum!” Delon menyentuh kepala Viona.
“Waalaikumussalam” jawab Viona tersenyum.
--
--
--
__ADS_1
BERSAMBUNG