
Keluarga Radit menemui Viona yang sedang duduk bersama teman-temannya. Viona berdiri “ada apa, mi?”
“Mami sama papi mau pulang, kasihan Leo, Rian, sama Dea di rumah. Rara juga ada acara sama teman-teman kampusnya” ucap mami.
Viona sedikit ngambek “kenapa gak dibawa mereka tadi, mi”.
“Mereka tadi pergi jalan-jalan sama mas, jadi mereka gak mau ikut” ucap papi.
“Bukannya mas mau pergi ke Kalimantan ya, pi. Kok mas masih dirumah, apa mas bohongi Vio” Viona sedikit kecewa karena Radit berbohong.
“Nggak kok mbak, tadi pagi mas memang masih di rumah. Tapi siangnya berangkat, mas udah janji sama adik-adik, sebelum berangkat ajak jalan-jalan dulu” jawab Rara.
“Iya Vio, mas gak bohong kok. Mas pergi ke Kalimantan gak tahu kapan pulangnya, makanya dia ajak adik-adik jalan-jalan” sambung mami.
“Ya udah kalau gitu, terimakasih banyak mami, papi, sama Rara udah datang. Lain kali datang lagi kesini ya, mi, pi, Ra” ucap Viona.
“Iya” jawab mami. Mereka saling bersalaman dan berpelukan, setelah itu keluarga Radit langsung pulang.
***
Hari semakin sore, sekarang Buk Indah menemui Viona “Vio... selamat ya, ibuk bangga sama kamu”.
“Terimaksih banyak buk” Viona senang.
“Ibuk mau pulang, kasihan anak ibuk udah capek dan mau maghrib” ucap buk Indah.
“Ya buk, makasih banyak sudah datang” kata Viona.
“Jangan sedih lagi ya, semangat buat novel selanjutnya” buk Indah menyemangati Viona.
Viona mengangguk “iya buk” mereka berpelukan.
***
Setelah buk Indah yang pulang, kemudian dosen-dosen Viona yang minta izin. Setelah itu orang dari dinas pendidikan bersama beberapa wartawan yang kenal sama Viona. Diana dan Dian menghampiri Viona dan minta izin juga mau pulang.
“Vio...” ucap Dian.
“Mbak Dian, kirain Vio gak bakalan datang” Viona semakin senang dengan kedatangan Dian.
“Pasti mbak yang datang, kalau Ms. Floe yang datang pasti semakin heboh. Sekarang saja mbak lihat udah rame, mudah-mudahan nantinya semakin rame ya Vio” harapan Dian.
“Iya mbak, Amin” jawab Viona. Viona melihat Diana “unty, Delon mana? Tega Delon sama Vio, biarin Vio kerjain semua ini sendiri” Viona ngambek.
Diana heran dengan perkataan Viona, setahu dia Delon tidak membiarkan Viona menyelesaikan semua ini. Delon masih membantu Viona “apa Delon belum menghubungi kamu, Vio?” tanya Diana.
Viona menggeleng-geleng, Dian langsung memberi kode sama bundanya “nanti unty coba hubungi Delon dan marahi dia” ucap Dian.
“Harus itu unty, kalau ketemu sama Vio nanti, pasti Vio juga akan memukulnya” Viona kesal.
__ADS_1
“Ya sudah Vio, mbak sama bunda pamit ya” ucap Dian. Mereka langsung pamit dan bersalaman sama Viona serta seluruh keluarga Viona.
***
Venus menemui Viona “mbak, mama papa sama mas Vandi mau pulang”.
“Iya” Viona menemui kelurganya. “Pa, ma, apa benar mau pulang?” tanya Viona.
“Iya, mama capek sekali mau istirahat” ucap mama.
“Mas sama kakak juga?” tanya Viona sama Vandi dan Vani.
“Iya mbak, kasihan Vigo udah capek sampai ketiduran” jawab Vani.
“Abang, gak boleh pulang. Abang bantu Vio sama karyawan beres-beres dulu, nanti kalau abang pulang Vio pulang sama siapa” Vio melarang Indra pulang.
“Iya, ya, abang belum pulang” jawab Indra.
“Yang sabar bang, makanya cari istri lagi, jangan manjain mbak ini terus” ucap Vandi.
“Iihh bilang saja iri” ucap Viona.
“Ya sudah, kita pamit pulang, abang jaga mbak” ucap papa.
Viona dan Indra mengantar keluarganya pulang, kemudian mereka masuk lagi menemui para tamu yang masih ada.
***
“Iyalah, kasihan anak aku tuh sampai ketiduran. Selamat ya jelek, sekarang kamu sudah semakin terkenal, aku bangga sama kamu” ucap Kiki.
“Iya, terimakasih” ucap Viona.
“Vio selamat ya, baju kamu bagus-bagus. Nanti aku bantu promoin sama teman-teman aku, tapi jangan lupa diskonnya ya” ledek Fuji.
Semua tertawa “tenang saja, buat kamu sama si cantik ini akan aku beri free. Beda ya kalau buat kamu, buruk. Kamu sama sekali tidak boleh free” ucap Viona.
“Kamu sekarang sudah pilih kasih ya, sahabat kamu yang mana sih!” Kiki sedikit sebal.
“Sudah pulang sana, kasihan si cantik ini” Viona mengusap kepala anak Kiki yang sedang ketiduran.
“Ya sudah kita pulang, ayo sayang” ajak Kiki sama Fuji.
“Selamat malam, Vio” ucap Fuji.
***
Sewaktu Viona melihat Kiki pulang, Viona membalikkan badannya. Ternyata James datang menghampirinya “ah...” Viona kaget “loe James”.
“Maaf, loe kaget ya” James minta maaf.
__ADS_1
“Its ok. Why?”
“Gue mau ucapkan selamat dan terimakasih sudah mengundang gue”.
“Iya terimakasih kembali sudah datang”.
“Ini” James memberikan undangan.
Viona mengambilnya “apaan ini”.
“Undangan nikah gue seminggu lagi” jawab James.
Viona kaget “apa, loe mau nikah. Kok Jesika gak bilang sama gue ya”.
“Gue yang larang, biar gue yang bilang sama loe secara langsung” ucap James.
Datang Jesika “sebab harapan orang itu tidak terwujud, Vio” ledek Jesika.
“Maksudnya?” Viona tidak paham.
“Sebab nih orang udah lama menaruh hati sama loe. Tapi nih orang ngeyel, udah gue bilang loe akan susah didapatkan. Setelah baca novel loe itu baru dia percaya sama gue” ucap Jesika.
Viona sedikit terasa dengan perkataan Jesika “ya syukurlah James sudah dapat calonnya. Mana dia?” tanya Viona.
Jesika sama James melihat perubahan raut wajah Viona “Vio.. maaf ya. Loe terasa dengan apa yang gue omongin” ucap Jesika.
“Nggak, emang betul kan. Sampai sekarang sangat susah buat gue menaruh hati sama seseorang. Ada seseorang yang selalu peduli dan perhatian sama gue, dia sekarang juga meninggalkan gue. Oya kenapa gak loe ajak, James”
Viona tanya lagi.
“Sengaja gak gue ajak, sebab gue bilang mau datang sama Jesika” jawab James.
“Vio.. siapa orang yang loe maksud barusan?” tanya Jesika lagi.
“Kapan-kapan gue ceritain sama loe dan yang lain”.
“Kalau gitu gue pamit ya. Jes, mau pulang sama aa atau gimana?” tanya James.
Jesika melihat sama Viona dan dia masih butuh jawaban pertanyaan tadi “gue nginap di rumah Vio aja aa. Bilang sama mama dan papa, ya” kata Jesika.
“Ya sudah kalau gitu, Vio gue pamit ya” James pamit sama Viona.
Setelah kepergian James “loe harus cerita sama gue” ucap Jesika sama Viona, Viona hanya mengangguk.
--
--
--
__ADS_1
BERSAMBUNG