DILEMA (Menentukan Pilihan)

DILEMA (Menentukan Pilihan)
Kerjasama Dengan Sahabat


__ADS_3

Viona bangun tidur langsung sholat dan siap-siap mau pergi ke butik. Setelah siap-siap Viona langsung sarapan bersama semua orang di rumah. Kemudian semua orang melakukan aktivitas mereka masing-masing. Viona pergi ke butik bersama Indra, Viona tidak membawa mobil karena dia akan pergi bersama Delon.


Sampai dibutik Viona turun mobil “abang gak mampir dulu?” tanya Viona sebelum keluar dari mobil.


“Nggak abang langsung ketempat percetakan, nanti abang akan langsung kirim undangan seperti yang kita rencanakan tadi malam” jawab Indra.


“Makasih ya bang sudah bantu Vio. Tapi abang ada janji sama Vio, loh!”


“Apa?”


“Mengenai cewek yang abang suka itu, yang dibilang sama Delon tadi malam”.


“Kamu akan tahu juga nantinya, sabar ya!”


“Hmz... kalau gitu Vio masuk dulu” Viona turun dari mobil dan langsung masuk ke butik.


Sampai dibutik semua karyawan pada sibuk dengan tugas masing-masing. Tapi mereka tidak ada yang lupa buat menyapa bos mereka yang baru datang. Viona langsung masuk ke ruangannya, sampai didalam Viona langsung chat grup sahabatnya.


“Assalamualaikum guys, pada diamana sekarang?” Viona.


“Waailaikumsalam, gue di resti” Jesika.


“Waalaikumussalam, gue di rumah” Lala.


“Waalaikumussalam, gue dijalan” Luna.


“Oya guys, gue baru ingat. Kemaren Delon mau traktir kita shopping loh, tapi apa jadi sekarang Vio?” Jesika.


“Sepertinya gak jadi Jes, sebab gue mau pergi sama Delon siang nanti. Mungkin besok, gue baru bisa. Kalian sabar saja, Delon gak bakalan bohongi kalian kok” Viona.


“Oke. Gue setuju saja” Lala.


“Gue juga, apalagi gratisan, kapan pun gue bisa” Luna.


“Pada sibuk gak, sekarang?” Viona.


“Gue iya, lagi jagain resto nih” Jesika.


“Gue gak” Luna.


“Gue juga gak” Lala.


“Gue ada rencana mau ajak kalian join dalam butik gue. Kalian boleh memberikan desaign kalian kesini, nanti kita sama-sama mengurusnya. Tapi apakah kalian setuju?” Viona.


“Gue setuju bangat tuh” Jesika.


“Setuju” Lala.


“Setuju” Luna.


“Apa ada yang bisa datang ke butik sekarang, gue juga akan membicarakan masalah asisten gue” Viona.


“Gue akan langsung kesana” Luna.


“Gue siap-siap dulu, gue akan kesana juga” Lala.


“Oke, gue tunggu” Viona.


“Vio, gue minta maaf ya. Gue mungkin gak bisa kesana, gue juga gak bisa jadi asisten loe. Gue sibuk bantu aa James di resto dan dia mau buka cabang lagi. Tapi kalau masalah join itu, gue akan tetap gabung sama kalian” Jesika.


“Gak masalah Jes, gue paham kok” Viona.

__ADS_1


“Nanti kabarin gue ya, apa saja yang kalian omongin” Jesika.


“Oke!” Viona.


Setelah mereka chat di grup, karyawan Viona masuk. “Pagi, mbak!”


“Pagi, kenapa?” tanya Viona sambil meletakan ponselnya.


“Mbak mau minum atau makan?”.


“Saya sudah sarapan, minum saja, hot cokelat”.


“Baik, mbak” karyawan langsung pergi keluar.


Viona pergi ke lantai 3 untuk melihat karyawan yang sedang menjait beberapa desaignnya. Jika ada yang kurang, Viona langsung menegur dan memberikan mereka saran. Mereka juga menerima saran dari Viona, mereka sangat


senang bekerja dengan Viona karena Viona sangat baik pada semua orang. Sewaktu Viona sedang keliling, datang karyawannya menemuinya.


“Mbak, ada kurir datang membawa paket dari percetakan” kata karyawan.


“Iya, itu undangan pernikahan saya. Kamu ambil sebanyak karyawan disini dan kamu bagikan, kemudian letakkan selebihnya dalam ruangan saya” ucap Viona.


Semua karyawan kaget mendengar Viona akan menikah “mbak, selamat ya” teriak karyawan lain.


“Iya, selamat mbak” teriak semua karyawan disana.


‘Iya makasih, jangan lupa pada datang ya!” ucap Jesika.


“Iya, mbak” jawab mereka bersama.


“Oya mbak, apa mas yang datang bersama mbak kemaren?” tanya karyawan yang dekat dengannya berdiri.


Viona turun ke lantai satu melihat kafe mininya, disana semua orang sudah mendapatkan undangan. Mereka langsung mengucapkan selamat pada Viona dan Viona kembali menjawabnya dengan senyuman. Viona membantu karyawan mengambil pesanan, mengantar pesanan, dan menjadi kasir. Viona tidak malu melakukan itu semua, kemudian Viona sedang mengambil pesanan pelanggan.


Luna datang mengagetkan Viona “mbak, pesan satu” ucap Luna.


Viona menoleh “Luna... gue kira siapa tadi” Viona kaget.


Luna tersenyum “tunggu, ambil pesanan mereka” teriak Viona pada salah satu karyawannya. Karyawan itu langsung menggantikan Viona mengambil pesanan.


“Ayo kita ke ruangaan gue, sambil menunggu Lala” ajak Viona.


Mereka jalan ke ruangan Viona, sampai disana Viona melihat ponselnya berkedip-kedip. “Tunggu Lun, loe duduk saja dulu” Viona jalan melihat ponselnya diatas meja.


“Assalamualaikum, bang” jawab Viona, ternyata Indra yang telepon.


“Waalaikumussalam. Vio, apa undangannya sudah sampai?” tanya Indra.


“Sudah bang, abang dimana?”


“Abang antar undangan ke rumah sakit sama ke kantor papa”.


“Ya sudah hati-hati bang, Vio lanjut kerja lagi” Viona menutup ponselnya.


Sewaktu Viona mau meletakkan ponselnya lagi, ternyata ada panggilan lagi dari Delon “assalamualaikum”.


“Waalaikumussalam. Dimana sekarang?”


“Di butik, kenapa?” Viona duduk di sofa.


“Aku datang nanti jam 12 ya, kita makan siang dulu di butik”.

__ADS_1


“Iya, nanti aku yang masak. Mau makan apa?”


“Seperti di Italy kemaren ya?”


“Oke. Aku lagi sama Luna dan Lala, mau bicarakan masalah kemaren”.


“Oh.. ya sudah. Assalamualaikum” Delon menutup telepon.


Viona meletakan ponselnya diatas meja, tidak lama kemudian masuk Lala “assalamualaikum” ucap Lala.


“Waalaikumussalam” jawab Viona dan Lala.


Luna melihat undangan Viona “ini undangan loe, Vio?” tanya Luna.


“Iya, ambil buat kalian 2 ya. Kasih sama om dan tante” jawab Viona.


“So, bagaiman?” tanya Lala.


“Minum dulu, rilex baru kita baru bicara” ucap Viona.


Lala minum minuman didepannya yang sudah tersediah “gue happy bangat. Akhirnya desaign gue akan terpakai juga buat orang lain”.


“Iya gue paham. Tapi kalian mau gak kerja sama gue?” tanya Viona.


“Kita mau kan, Lun?” Lala melihat Luna.


“Iya” Luna mengangguk.


“Gue ingin kalian bantu gue disini. Kalian tahu kan, kalau gue sudah tanda tangan kontrak novel. Berarti gue gak bisa menjalankan keduanya, lagian gue juga mau married. Gak mungkin juga kan, gue fokus sama kedua kerjaan gue” cerita Viona.


“Kita paham kok, Vio” ucap Luna.


“Kalian berdua akan jadi asisten gue, gue rasa Luna akan mengurus keuangan butik dan kafe. Kemudian Lala mengurus pesanan online dan masalah jait menjait. Sebab gue yakin Lala juga ingin menjait kan!” Viona.


“Benar, gue juga setuju dengan pembagian kerjanya. Jesika bagaimana?” tanya Lala.


“Dia hanya menyiapkan desaignnya sama dengan gue. Gue nanti akan minta bantuan sama karyawan Delon buat menambah ruangan lagi. Luna ruangan loe dilantai satu dan Lala di lantai tiga. Sedangkan Jesika dia hanya datang


sekali-kali kesini, tapi gue akan tanya juga sama dia nantinya. Apakah dia butuh ruangan apa tidak” lanjut Viona.


“Menurut gue, lebih baik juga tanya sama Jesika” sambung Luna.


“Oke. Akhirnya keinginan gue satu lagi terwujud, kerja sama dengan kalian sahabat gue” Viona memeluk Luna dan Lala.


“Sudah selesai kan! Bagaiman dengan pernikahan loe dan dimana?” tanya Lala.


“Di puncak villanya keluarga Delon. Oya gue titip bawa undangan ini buat Jesika, orang tuanya, dan James, ya” Viona memberikan undangan.


“Iya, nanti kita antar kesana sambil bicarakan mengenai kerja sama kita: ucap Luna.


“Makasih banyak, ayo kita keliling sambil gue kenalin kalian sama karyawan yang lain” ajak Viona.


Mereka langsung keluar memperkenalkan Lala dan Luna yang akan bekerja bersama mereka. Sudah berapa jam mereka disana, mereka langsung pamit pulang. Sebelum pulang mereka menemui Jesika di resto James.


--


--


--


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2