
Tidak lama kemudian datang Dea membawa minum “ini minumannya, silakan di minum mbak, kak” ucap Dea.
Sewaktu Dea memberikan minum mami pulang “assalamualaikum. Maaf mami ya Vio, kamu datang mami tidak di rumah” ucap mami.
Viona bersalaman “Nggak apa-apa mi, Vio juga baru sampai. Mi kenalkan teman Vio, Luna” Viona memperkenalkan Luna.
Luna bersalaman “Luna tante” ucap Luna.
“Iya, silakan duduk dan minum. Mbak ambil kue yang mami buat kemaren ada dalam kulkas” ucap mami.
Rara dan Dea langsung pergi ke dapur mengambil kue “tidur disini ya Vio, ajak Luna sekali. Sudah lama kan nggak tidur disini, mami kangen ingin cerita-cerita sama kamu” ajak mami.
“Kalau Vio nggak kenapa-kenapa kok mi, Luna gimana?” tanya Viona pada Luna.
“Iya Luna, tidur sini saja” ucap mami.
“Kalau Vio tidur sini, Luna iya juga deh tante” ucap Luna.
“Jadi kalian tidur disini, malam ini mami akan masak spesial buat kalian. Kalau mau istirahat atau bersih-bersih, Vio ajak Luna ke kamar” kata mami.
“Iya mi, ayo Lun” ajak Viona pada Luna.
“Besar juga rumah ini kan Vio, jadi kita ganti baju sama apa, gue nggak ada baju ganti loh” ucap Luna pada Viona sampai dalam kamar.
“Loe nggak usah khawatir, baju gue banyak disini, cari saja dalam lemari” jawab Viona.
Luna membuka lemari dan kaget “Vio, ini beneran kan, semua barang-barang loe ada disini”.
“Beneran lah Luna, gue kan sudah pernah bilang dulu, kalau gue kesini pasti gue nggak boleh pulang. Semua itu Radit yang beli waktu gue masih pacaran sama dia” jawab Viona.
“Jadi setelah kalian putus, nggak di buangnya?” tanya Luna.
“Kalau dia nggak suka buang barang pemberiannya itu tapi kalau pemberian gue sama dia, gue nggak tahu juga sih. Apa sudah dia buang apa belum, gue nggak tahu. Setelah gue putus sama dia yang pegang kunci kamar ini adalah mami, jadi mami yang selalu bersihkan kamar ini. Mami nggak mau putus silahturahmi kita makanya mami yang pegang” jawab Viona.
“Emang baik keluarga Radit sama loe, adiknya saja sangat sayang sama loe” ucap Luna. “Loe nggak telvon mama loe bilang tidur disini?” tanya Luna.
“Mama sama papa udah tahu kalau gue kesini, mereka tahu setiap gue kesini pasti akan tidur disini” jawab Viona.
“Gue televon mama gue dulu ya” ucap Luna.
“Iya. Loe mandi saja dulu, gue mau keluar sebentar” ucap Viona pergi keluar.
Viona pergi keliling rumah, dia ingin pergi ke ruang musik Radit. Sampai disana dia mau membuka pintu dan dia terkejut melihat Radit di hadapannya.
“Ahh....” teriak Viona.
“Eh, ini gue Radit” ucap Radit.
__ADS_1
Karena mendengar Viona menjerit, mami, papi, dan Rara menghampiri mereka “ada apa mbak?” tanya Rara.
“Itu, mas Radit” jawab Viona melihat ke Radit.
“Kenapa mbak?” mami datang.
“Ini mi, mas udah pulang” jawab Rara.
Mami kaget “pi, mas pulang” mami menarik papi.
Papi marah “kapan kamu pulang dan mobil mana?” tanya papi.
“Tadi siang pi, waktu semua orang pergi ngelayat. Mobil mas di bengkel” jawab Radit.
“Jangan bohong, semalam kamu di kejar-kejar polisi kan sebab kamu ikut balapan liar” ucap papi.
Radit hanya diam “kalau nggak pulang itu kasih tahu, jadi orang nggak khawatir” sambung mami.
“Kamu ikut sama papi ke ruang kerja papi” bentak papi sambil pergi meninggalkan mereka semua.
“Mi...” ucap Radit sama mami.
“Pergi saja, kamu yang salah kamu yang tanggung jawab” ucap mami.
“Makanya jangan keras kepala” sambung Rara.
“Sebenarnya semenjak putus sama mbak, mas berubah. Dia suka balapan liar dan pergi klubing, dia juga sering mabuk-mabukan mbak. Katanya dia tidur di rumah oma dan opa, tapi mas bohong. Dia tidur di hotel dan di penginapan bersama cewek-cewek malam, mbak. Jadi beberapa bulan yang lalu mami sama papi tahu semua itu, makanya dia tidak balik sebab takut di marahi sama papi” cerita Rara.
“Kerjaan mas bagaimana?” tanya Viona.
“Mas udah di pecat 2 tahun yang lalu mbak, sekarang mas nggak ada kerjaan” jawab Rara.
“Oh gitu, makasih ya” ucap Viona.
“Iya mbak, Rara bantu mami masak lagi mbak” Rara langsung pergi.
Papi melihatkan semua foto-foto Radit bersama beberapa cewek, balapan liar, dan di clubing sambil minum-minum.
“Apa semua ini” papi marah. “Papi sudah tidak tahu caranya bagaimana lagi bicara sama kamu, di suruh ini nggak mau, di suruh gitu malas. Jadi apa yang kamu inginkan?” tanya papi.
“Semua ini tidak seperti yang papi fikirkan, mas tidak seperti itu” Radit mengelak.
“Kamu tidak usah ngelak lagi, papi sudah tahu semuanya. Kemana kamu pergi dan apa yang kamu lakukan” teriak papi.
“Papi yang tahu hanya kesalahan mas, tapi papi tidak pernah berfikir kenapa mas seperti ini. Papi sama mami terus menyalahkan mas sebab mas putus sama Vio. Papi sama mami tidak tahu apa yang mas inginkan. Mas tidak akan pernah balikan sama Vio” teriak Radit juga.
“Kenapa? Apa Vio ada salah sama kamu, kamu tahu kan Vio itu gimana?” tanya papi.
__ADS_1
“Vio nggak ada salah sama mas, mas yang banyak salah sama dia. Mas tidak pantas buat Vio, Vio akan mendapatkan lelaki lebih baik lagi dari mas” jawab Radit.
“Setiap papi tanya kenapa, kamu tidak pernah jawab, dasar keras kepala” ucap papi.
Radit mau pergi “jangan keluar malam ini kalau kamu nggak mau kredit card kamu papi block” teriak papi.
Ternyata Viona mendengar semua apa yang dikatakan Radit sama papi. Radit keluar dari ruang kerja papi dan melihat Viona, dia langsung masuk ke kamarnya. Sewaktu dia mau ke kamar, dia berpapasan dengan Luna.
“Loe pasti Radit, kenalkan gue Luna teman Viona” ucap Luna.
“Iya, gue Radit” setelah mereka bersalaman, Radit langsung masuk ke kamarnya.
“Belagaknya lagi” Luna kesal melihat tingkah Radit.
Luna langsung turun dan melihat Viona, lalu menghampirinya “loe tahu nggak gue ketemu sama Radit di atas” ucap Luna.
“Terus, kenapa?” tanya Viona.
“Sombong dan belagak dia kan, ganteng sih, tapi sepertinya dia ada masalah” jawab Luna.
“Iya, dia ada masalah, dia barusan berantem sama papi. Tapi udahlah, ayo kita ke dapur bantu mami masak” ucap Viona.
“Berantem kenapa?” Luna penasaran.
“Gue nggak tahu, ayo lah” Viona bohong.
Setelah semua orang sholat maghrib, Viona sedang menyiapkan makan malam sendirian. Tidak lama kemudian semua orang turun dan melihat Viona.
“Siapa yang siapkan semua ini mbak?” tanya mami sama Rara.
“Nggak tahu mi” jawab Rara.
Keluar Viona dari dapur “oh... Vio yang siapkan semuanya!” ucap mami.
“Iya mi, tadi semua orang sholat, Vio dan Luna nggak sholat jadi kita siapkan. Lagian tadi kita juga nggak ikut masak” ucap Viona.
“Kalau gitu ayo kita makan. Rian panggil papi di kamar turun dan Leo panggil mas ke atas suruh turun kata mami” perintah mami.
“Iya mi” ucap Leo dan Rian.
--
--
--
BERSAMBUNG
__ADS_1