DILEMA (Menentukan Pilihan)

DILEMA (Menentukan Pilihan)
Radit Koma


__ADS_3

Dandi mengajak Viona untuk ketemuan, sewaktu mereka sedang makan di sebuah kafe ponsel Viona berdering. Ternyata pesan dari Rara, dia memberitahu kalau Radit sudah ada di Jakarta.


“Ndi boleh gue minta tolong?” Viona khawatir.


“Boleh, tapi kemana?” tanya Dandi.


“Ke rumah sakit, ayo” ucap Viona.


“Siapa yang sakit?” tanya Dandi.


“Nanti gue jelasin, ayo” jawab Viona.


Dandi langsung panggil pelayan buat bayar, kemudian langsung buru-buru ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit Indra melihat Viona datang, dia langsung menghampirinya.


“Vio, kenapa?” tanya Indra.


“Abang nggak tahu kalau Radit udah di bawa kesini?” tanya Viona.


“Nggak tahu, ayo, dimana dia di rawat?” tanya Indra.


“Ruang ICU bang” jawab Viona.


Indra langsung menemani mereka kesana dan Dandi masih bingung dengan hubungan mereka berdua. “Sebenarnya mereka ada hubungan apa, apa benar mereka pacaran?” kata hati Dandi.


Sampai di ruang ICU, mereka ketemu dengan keluarga Radit. Disana ada papi, mami, dan Rara yang sedang ada di dalam ruangan Radit. Mereka langsung bersalaman dengan papi dan mami Radit.


“Bagaimana keadaan mas mi?” tanya Viona.


“Dia masih koma dan belum sadar juga” jawab mami.


“Boleh Vio masuk” ucap Viona.


“Masuk saja, Rara ada di dalam” ucap mami.


Viona langsung masuk, sebelum masuk, Viona harus ganti baju rumah sakit dulu.


“Om, apa yang terjadi sebenarnya dan apa kata dokter?” tanya Indra.


“Sebenarnya dia kecelakaan sewaktu dia balapan di Bali. Kata dokter kakinya patah dan dia koma sekarang, mereka nggak tahu sampai kapan dia sadar” jawab papi.


“Gue benar-benar bingung sama mereka, kenapa mereka sama-sama peduli dengan kelurga Radit. Sedangkan Radit yang telah menyakiti Vio dan tinggalkan Vio” kata hati Dandi.

__ADS_1


“Kamu ini siapa?” tanya mami.


“Saya Dandi tante, teman kerja Vio” jawab Dandi.


Viona, Dandi, dan Indra sedang makan di kantin rumah sakit.


“Bang, apa Radit akan bangun sebelum Vio pergi nantinya?” tanya Viona pada Indra.


“Abang nggak tahu, kalau mendengar penjelasan dokter tadi dan melihat keadaan Radit. Dia akan lama untuk bangun dan butuh waktu untuk semua itu Vio” jawab Indra.


“Berapa lamanya lagi loe disini Vio?” tanya Dandi.


“Satu bulan lagi gue disini, besok gue sibuk urus pernikahan mas Vandi. Siap itu gue wisuda, pernikahan Kiki dan acara TV loe lagi. Bang, abang bisa kan sering-sering lihat Radit disini” ucap Viona.


“Untuk Vio akan abang lakukan, yang penting Vio happy” jawab Indra.


Dandi batuk-batuk “aghm... “.


Mereka jadi salah tingkah dan saling tersenyum “sorry..” ucap Viona.


“Nggak apa-apa. By the way kalian beneran pacaran kan?” tanya Dandi.


“Iya abang ada pasien, abang pergi dulu” Indra langsung pergi.


***


Viona sedang membuat desaign untuk WO pernikahan Vandi dan Kiki. Viona sedang menunggu Delon di kafe, mereka akan membicarakan tentang wedding. Sudah hampir setengah jam Viona menunggu Delon, dia belum juga sampai-sampai. Viona akan bersiap-siap untuk pulang, Delon pun datang.


“Sorry sudah tunggu lama” ucap Delon.


“Its ok, tapi kalau loe nggak datang juga, gue udah mau pulang tadinya” jawab Viona.


“Sekali lagi gue memang minta maaf, tadi di butik banyak kerjaan” Delon merasa bersalah.


“Kenapa nggak telvon aja kalau mau datang telat, kalau nggak sms saja ketemu di butik” tanya Viona.


“Bukannya nggak mau tapi nomor loe itu yang nggak ada” jawab Delon.


Viona kaget “ha, kok bisa nggak ada. Sudah sebulan lebih kita kenal masa nomor gue nggak ada. Kenapa nggak minta sama bunda loe saja?” tanya Viona lagi.


“Bunda lagi oustation” jawab Delon.

__ADS_1


“Sini HP loe” pinta Viona.


Delon langsung memberikannya dan Viona mengambilnya, dia langsung mencatat nomornya di HP Delon.


“Ini nomor gue” Viona memberikan HP Delon.


Delon mengambilnya dan menyimpan nomor Viona “gue call ya dan simpan nomor gue juga” Delon memanggil Viona.


“Ok udah. Kita langsung saja bicara soal WO ya” ucap Viona.


“Ok” jawab Delon.


Viona melihatkan sama Delon bagaimana rancangan wedding buat Vandi dan Kiki. Mereka saling memberi saran dan pendapat terhadap wedding tersebut. Setelah membicarakan tentang wedding mereka sama-sama langsung pulang ke rumah masing-masing.


***


Seminggu setelah pertemuan itu Viona dan Delon ketemu, mereka akan melihat-lihat gedung tempat pernikahan berlangsung. Mereka juga mencari peralatan yang akan digunakan waktu pernikahan tersebut. Sewaktu mereka hendak ketemu, Dandi melihat mereka di gedung tersebut. Dandi pun sudah berfikiran macam-macam terhadap mereka.  Sebab Dandi sudah sering melihat mereka selalu ketemu. Dandi ingin melihat sebenarnya, dia langsung menghampiri mereka yang sedang bicara di lobi.


“Hai Vio” ucap Dandi.


“Hai, ada apa disini?” tanya Viona.


“Ada kerjaan sedikit, loe ngapain ke hotel bersama cowok” tanya Dandi.


“Loe jangan berfikiran negative terhadap gue, kenalin dia ini Delon, WO yang membantu gue. Kita kesini hanya untuk melihat-lihat hotel, because pernikahan dan akad nikah mas Vandi dan Kiki akan diadakan disini. Loe nggak tahu, bukannya gue udah kasih tahu sama sekretasis loe minggu lalu. Sebab loe nggak bisa datang karena ada acara lain” jawab Viona.


“I’m sorry, gue belum bicarakan soal itu bersama sekretaris gue. Kenalin gue Dandi, yang punya TV yang akan menayangkan bagaimana WO pernikahan ini nanti” Dandi kenalan sama Delon.


“Gue Delon, lain kali kalau tidak tahu apa-apa jangan asal bicara aja dulu” ucap Delon sinis.


“Gue benar-benar minta maaf” Dandi minta maaf.


“Its ok, ayo Vio, kita udah lambat” Delon mengajak Viona pergi.


--


--


--


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2